Weird Sunbae? He’s sweet~

weird sunbae copy

Title: Weird Sunbae? He’s sweet~

Genre: Romance

Length: Ficlet (1.720 words)

Cast: Super Junior- Yesung, OC – Min Ah

Ini ff udah terbengkalai selama satu tahun.. aku buat ini sebelum Yesung wamil. Dan buat ff Yesung itu susah lho dapet feelnya.. apalagi dia biasku. Tapi untungnya ini ff jadi juga. Aku juga masukin dark chocolate kesukaanku disini^^ Abis banyak temen sekelasku yg nggak suka.. oke happy reading..

Eonni dimana?? Kenapa tidak datang??” Orang- orang di toilet, beberapa yang mengantri menatapku bingung. Sebab aku bersuara terlalu keras. Wajar saja. Aku sangat panik sekarang.

“Tenanglah Min Ah.. kenapa panik sekali? Aku tak bisa datang. Santai saja dulu disana karena sudah terlanjur. Kamu bukan anak kecil lagi kan?” Ucap Eonni. Aku mendengus kesal. Tidak bisa datang? Padahal aku sudah sengaja meluangkan waktuku di minggu- minggu yang sibuk ini. Tugas sejarah belum kuselesaikan.. tapi eonni malah memaksaku datang ke kafe ini dan menunggunya disini.

“Bukan begitu masalahnya. Kenapa malah namja itu yang datang??!” Ucapku frustasi. Rambutku yang tadi tersisir rapi agak berantakan sekarang.

“Aaah… maksudmu Yesung? Dia bilang ada urusan denganmu. Jadi sekalian saja menggantikanku” Ucap eonni dengan santainya. Dia bicara seenteng itu? Padahal dia tahu hubunganku dengan Yesung Sunbae.. akkh sudahlah. Aku tak mengerti tentang namja itu.

“Kenapa eonni bisa memutuskan segampang itu?? Eonni~ jemput aku pulang.. aku tak mau dengan Yesung Sunbae..” Aku memohon. Sudah cukup bertemu dengannya di sekolah. Dan sekarang.. lagi??

Shireo. Duduk dan bicaralah berdua. Kurasa hal yang ingin diucapkannya penting” Pada intinya Eonni masih bersikeras membuatku dengan Yesung Sunbae. Eonni sangat kejam! Tak mengerti adiknya!

“Kalau begitu aku akan kabur. Aku akan pulang sekarang” Kurasa itu solusi yang tepat. Tapi sebenarnya aku juga tak begitu berani meninggalkan Yesung Sunbae yang masih duduk disana. Bagaimana aku menghadapinya saat tak sengaja bertemu di sekolah nanti?

Hajima!! Min ah, kalau kamu benar- benar melakukan itu.. kamu tahu kan apa akibatnya??” Eonni mulai mengeluarkan jurus andalannya. Eomma sama sekali tak bisa memasak. Eonni yang selalu membuatkanku bekal. Pernah aku tak makan siang selama seminggu, karena bertengkar dengan eonni. Aku tak akan pernah dan mau lagi merasakan penderitaan itu.

Eonni~!”

“Segeralah kembali ke kursimu. Bye” Eonni memutuskan sambungan teleponnya. Aku menatap cermin sambil mengacak- acak rambut lagi. Bagaimana ini bisa terjadi padaku??

Aku berjalan pelan menuju pintu toilet dan mengintip ke meja yang berada diujung. Namja kurus itu memakai celana jeans hitam, dipadu dengan kaus v neck longgar berwarna abu- abu. Dia memakai kalung salibnya seperti biasa. Kulihat beberapa orang memperhatikannya. Kurasa bukan karena apa- apa. Yesung Sunbae tidak tampan. Kurasa tak ada satupun unsur- unsur ketampanan dalam dirinya. Yang menarik perhatian banyak orang adalah karena.. rambutnya. Yesung Sunbae mengecatnya menjadi blonde. Jarang orang korea yang mengecat rambutnya kecuali anak- anak ‘gaul’. Terlebih lagi peraturan sekolah yang ketat.

Tak ada alasan khusus Yesung Sunbae berhasil lolos dari peraturan sekolah. Bahkan ia sering sekali ditegur. Mungkin karena terlalu sering guru- guru sudah lelah memperingatinya. Walaupun Yesung Sunbae mengecat rambutnya, ia bukan termasuk anak bandel di sekolah. Ia justru lebih dikenal freak dan terkenal di sekolah –tentu saja karena keanehannya.

Bukan hanya aku yang menyebutnya aneh. Eonniku yang teman sekelasnya juga heran dengannya. Walaupun menurut eonni Yesung Sunbae orangnya seru dan asyik (Menurut eonni lho! Eonni!). Kalian tak percaya? Pertama kali mengecat rambutnya, ia mengenakan helm ke sekolah. Dengan alasan helm itu tak bisa lepas dari kepalanya. Dan ketika helm itu berhasil dibuka –dengan bujukan guru tentunya, rambutnya warna pink! PINK! Dia malah merasa pede dengan rambut anehnya itu.

Eonni bilang, ia juga memelihara kura- kura di kelas. Di sekolah, setiap kelas wajib mempunyai peliharaan. Kelasku memelihara ikan. Dan kelas Yesung Sunbae.. tentu saja kura- kura. Yesung Sunbae sendiri yang mengusulkannya. Karena kura- kura tak menarik, banyak yang malas mengurusnya. Tapi Yesung Sunbae sangat rajin mengurusnya. Kurasa setiap pagi ia ditemukan sedang menatap kura-kuranya dalam akuarium.

Jangan salah! Aku memang tipe orang yang sedikit cuek. Bukan berarti jika aku memperhatikan Yesung Sunbae aku tertarik padanya. Dan bukan berarti aku membencinya. Yang membuatku sering memperhatikannya karena Yesung Sunbae menyeramkan.

Aku merasa tak pernah berbuat apapun padanya. Tapi ia selalu menatapku tajam. Tatapan matanya itu sangat menakutkan. Padahal ia tak bersikap seperti itu dengan yang lain. Hanya denganku! Kuulangi lagi, hanya denganku! Apa aku punya salah kepadanya? Atau aku membuatnya dendam tanpa sepengetahuanku? Yang jelas, sikapnya yang seolah membenciku itu membuatku takut. Apalagi sekarang aku hanya berdua dengan Yesung Sunbae. Kalau aku ditindas, ditikam, diikat, ditenggelamkan bagaimana? (-__-)

Dengan sedikit keberanian aku menengok ke arah Yesung Sunbae lagi. Ia sedang menguap sekarang. Selama itukah aku di toilet? Aku hendak menghampiri Sunbae tapi aku baru ingat, rambutku sangat berantakan. Aku segera menyisir dengan jariku. Dengan gugup aku mencari sebungkus coklat. Tapi, bukankah tasku kutinggal di kursiku? Aissshhh pabo..

Rasanya aku bertambah gugup. Biasanya yang bisa menyelamatkanku dari situasi ini adalah dark chocolate. Hanya dengan mengulumnya rasanya gugupku hilang. Benar- benar hanya benda itu yang membuatku tenang kembali. Aku kembali menyisir tapi rambutku yang tidak lurus ini tak mau rapi. Dengan kesal aku menguncir rambutku.

Aku melangkahkan kakiku dan duduk di depan Yesung Sunbae. Aku segera memalingkan wajahku, karena lagi- lagi tatapan itu ditujukan padaku. Eonni, tolong aku!

Aku berusaha menghiraukan Yesung Sunbae dan menyibukkan diri dengan menu cafe ini. “Yeppeo” Samar- samar kudengar suara itu. Mwo??? Apa katanya? Yeppeo? Apa aku salah dengar? Aku segera menengadahkan wajahku untuk melihat Yesung Sunbae. Tapi ia menundukkan wajahnya sambil bermain handphone. Mungkin aku salah dengar atau perkataan itu untuk sesuatu di handphone itu?

Kali ini aku malah terus memperhatikannya. Habis, mau apalagi? Yesung Sunbae hanya serius memainkan hpnya dan aku bosan. Kalau bisa aku akan meninggalkannya disini. Tapi.. aku tak berani. Rasanya mulutku gatal ingin menanyakan sebenarnya apa tujuannya menemuiku disini. Lebih baik tanyakan saja sekarang.

Sebenarnya bibirku sedikit kelu. Aku takut salah berbicara, tapi kuberanikan diri bertanya padanya. “Kata eonni Sunbae punya urusan denganku?” Seketika itu Sunbae kembali menatapku dengan tatapan tajam menakutkannya. Nyaliku ciut dan tanpa kusadari aku mengeluarkan ekspresi takut dan  menundukkan kepalaku.

“Kenapa menundukkan kepala seperti itu?” Tanyanya. Aku tak tahu bagaimana ekspresinya, tapi apakah ia tahu aku menghindari tatapannya? Bagaimana ini? Aku sudah berlaku tidak sopan kepada Sunbae. (Eheeemm, sekedar informasi di Jepang dan Korea Kesopanan sangat dipentingkan apalagi sama yang lebih tua walaupun cuma beda setahun^^)

Mianheyo Sunbae.. a.. aku tak bermaksud..” aku tak sanggup melihatnya lagi. Kurasa ini benar- benar hari terburukku.

Pelayan segera datang. Pelayan yang handal itu meletakkan menu makan siang kami tanpa suara sedikitpun. Bahkan bunyi piring menggesek mejapun tak terdengar. Tapi bukan itu yang penting sekarang.  Apakah Yesung Sunbae marah? Atau habis ini dia mengamuk?

Aku mengambil sebungkus cokelat dari dalam tas. Aku mengulumnya lebih lama di dalam mulut. Persediaan cokelatku sudah mulai menipis, aku harus menghematnya. Apalagi dark chocolate mahal.

Aku menyeruput Jus jeruk yang kupesan, lebih tepatnya yang Sunbae pesan. Ia memesannya saat aku di toilet tadi. Pas sekali, aku memang sangat suka jus jeruk.

Tampaknya Yesung Sunbae kembali memperhatikanku. Membuatku gugup. Aku kembali mencari cokelat di dalam tasku, tapi aku hanya menemukan sampah- sampah cokelat di kantung tasku. Akhh.. bagaimana ini, sekarang aku berkeringat dingin. Yesung Sunbae menatapku! Aku berusaha tak menundukkan kepalaku. Dan yang kulihat sekarang adalah Sebungkus dark chocolate yang dipegang Sunbae. Tanpa ekspresi, ia menyodorkan cokelat itu. Membuatku bingung.

Dengan agak ragu aku menerima cokelat itu. Karena sudah diberikan, aku memakan cokelat itu. Aku melihat Yesung Sunbae… tunggu! Apa aku salah lihat? Ia tersenyum? Pertama kali kulihat seumur hidupku. Ia tersenyum kepadaku! Seketika wajahku memerah dan menjadi panas. Membuatku tak sadar aku telah menjatuhkan gelas jus jerukku.

“Ah.. Mianhe.. bagaimana ini??” Aku panik sendiri begitu melihat kaca berserakan di lantai. Pelayanpun datang untuk membereskan keributan yang kubuat. Yesung Sunbae, ia tertawa sekarang. Tawa yang biasanya ia keluarkan bersama eonni. Membuatku bingung, hari ini ia telah banyak menunjukkan ekspresi lainnya selain ekspresi horrornya.

Tapi sepertinya, ia melihat ekspresi bingungku dan menghentikan tawanya. Membuat kami berada dalam keheningan lagi. Aku memperhatikan arlojiku.. aku cukup banyak membuang waktu disini. Tapi, tak seperti tadi. Aku merasakan Yesung Sunbae tak seseram yang kukira.

“Apa.. eonnimu belum datang?” Tanya Sunbae tiba- tiba. Eonni? Bukankah ia sendiri yang katanya ingin bicara berdua denganku?

Eonni bilang, Sunbae ingin bicara denganku.. jadi ia tidak kesini” Jawabku. Sepertinya jawabanku membuatnya sedikit kaget. Ia terlihat seperti berpikir dan membuka handphonenya. Sepertinya mengirim pesan ke eonni.

Jadi sebenarnya tujuannya datang kesini untuk bertemu eonni? Aku menghela napas panjang. Tunggu, kenapa aku jadi bodoh begini? Bukankah aku sendiri yang awalnya tak ingin bertemu Yesung Sunbae? Akhh! Terserahlah.. pokoknya ini semua pasti akal- akalan eonni.

“Min Ah..” Panggil Sunbae. Aku langsung menengok kearahnya. “Tak mau memesan lagi?” Tanyanya membuatku ingat akan jus jeruk yang kutumpahkan tadi. Aku menggelang pelan.

“Baiklah.. kalau begitu” Yesung Sunbae menaruh sekotak cokelat diatas meja. Dark chocolate lagi? Aku penasaran dan mengambilnya.

Bunyinya aneh. Kurasa ini bukan cokelat. Aku membukanya dan aku sangat terkejut… ini.. sebuah cincin? Sebuah cincin sederhana dengan berlian kecil di tengahnya. Aku menatap Yesung Sunbae.. tapi ia malah melihat sekeliling pura- pura tak melihatku. Ada secarik kertas kecil yang keluar bersamaan dengan cincin. Aku membukanya perlahan.

‘pakai = menerimaku’

Hanya rangkaian kata yang singkat itu yang bisa kulihat. Tak ada huruf apapun lagi disana. Aku masih berusaha menerima kenyataan bahwa Yesung Sunbae menyukaiku… otakku berpikir keras tentang namja ini.

‘Yesung.. kau takut dengannya?? Aku tak habis pikir kalau namja aneh itu bisa membuat takut seseorang.. Dengarkan aku, tak ada yang perlu kamu takuti dari dia.. dan walaupun dia aneh, dia itu sangat perhatian kepada siapapun.. Kau tahu? Ia bahkan tau aku bertengkar denganmu minggu lalu hanya karena sikapku yang sedikit aneh dari biasanya. Dan cara ia bertindak memang aneh.. tapi semua alasannya melakukan hal itu masuk akal!! Cobalah berteman dengannya’

Aku mengingat semua perkataan eonni saat aku menceritakan betapa takutnya aku dengan Yesung Sunbae. Aku mengerti sekarang! Semua puzzle tentang namja ini kurasa sudah kutemukan dan disusun dengan sempurna.

Tatapan tajamnya, bukan karena ia membenciku. Tapi karena ia memperhatikanku. Mungkin karena inilah ia tahu kebiasaanku makan dark chocolate. Ia juga tahu aku suka jus jeruk. Akh.. aku bahkan baru ingat kalau dulu Sunbae pernah membantuku. Saat mengerjakan tugas matematika di perpustakaan, aku tertidur karena tak mengerti. Saat aku terbangun, banyak post it di meja yang berisi cara mengerjakan soal tersebut. Aku sangat terbantu tapi aku terkejut karena pengurus perpustakaan mengatakan Yesung Sunbaelah yang menulis semua itu.

Aku juga baru ingat Yesung Sunbae pernah menyelamatkanku. Haidku pernah bocor, eonni mengantarkan pembalut dan jas sekolah untuk menutupi rokku. Aku menemukan kartu siswa Yesung Sunbae di kantung jas sekolah itu.

Aku baru menyadarinya, Yesung Sunbae memperhatikanku. Aku hanya.. tidak menyadarinya karena tertutup oleh kesan ‘menyeramkan’ yang kupikirkan.

Aku melihat Yesung Sunbae yang sekarang memperhatikanku. Aku tersenyum kearahnya lalu perlahan memakai cincin itu di jari manisku.

-end-

3 thoughts on “Weird Sunbae? He’s sweet~

  1. woooo daebak-daebak!!!sumpah aku g nyangka semua keanehan yesung dimasukkin semua ke ff ini…..dan dia bener2 keliatan ANEH!tp….aku suka pas yesung ngatain persaannya…keren2!so sweet~ trus update wp nya ya min….di tunggu lho!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s