Oh My Prince

Oh My Prince

 

Title: Oh My Prince

Author: Pikrachu

Genre: Romcom

Rating: G

Length: Chapter

Cast: (OC)Choi Jieun, Sehun, Luhan

Love/l^v/ (loves, loving, loved)

  1. VERB

If you love someone, you feel romantically or sexually attracted to them, and they are very important to you.

  • Oh, Amy, I love you.
  • We love each other. We want to spend our lives together.

Delete?

Yes

Lee Donghae deleted

Mulai hari ini aku resmi terlepas dari Lee Donghae! Choi Jieun akan menjalani kehidupan baru, lebih cerah tanpa Lee Donghae, eh..siapa itu Lee Donghae? Bahkan aku sudah melupakannya! Hahaha.

“Jieun!” Seseorang menepuk bahuku keras hingga aku terbatuk “Ya Sera!” aku memandang perempuan di sebelahku kesal namun berapa detik kemudian, pandangan itu tergantikan dengan senyuman lagi.

“Kau….kenapa tersenyum seperti itu?”

“Tentu saja aku harus tersenyum, laki-laki mana yang tidak senang melihat teman kencannya seriang ini?” Aku melebarkan senyumku sambil menyesap milkshake anggur favoritku. Sera hanya menggelengkan kepalanya sambil memainkan hpnya, tak lama kemudian ia ikut tersenyum “ Lima menit lagi mereka akan datang!”

Mwoh?

Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil parfum dari tasku dan menyemprotkannya, letak bando yang sedikit miring kupastikan rapi kembali “Apa aku sudah cantik?”

“Belum dan sepertinya tidak akan” Sera menjawab ketus, matanya sibuk melihat keluar pintu café. Tangannya tidak bisa berhenti mengetuk meja, aku tahu dia  gugup hari ini, yah tentu saja, hari ini merupakan hari baru bagi kami berdua.

Setelah diputuskan oleh laki-laki yang kami pikir akan menemani kami seterusnya  dengan waktu yang hampir bersamaan, teman kami segera merencanakan sebuah kencan buta. Aku dan Sera memang bukan tipe perempuan yang mudah melupakan masalahnya, karena itulah teman yang gemas melihat kami berdua terlalu lama larut dalam kesedihan mengikutkan kami pada sebuah kencan buta.

Kencan buta? Dulu aku sangat menolak hal itu, selain terlalu beresiko aku bukan tipe perempuan yang dengan mudah mau membuka diriku pada orang lain.

Tapi, hari ini, Choi Jieun akan menjadi dirinya baru! Kencan buta! Itu adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap gadis remaja yang membutuhkan seseorang untuk menemaninya.

“Sera! Ayo kita berusaha!” Aku menepuk bahunya dan mengepalkan tanganku

Sera mengangguk dengan semangat “Lee Donghae? Kau masih ingat dia Jieun?” ia tersenyum jenaka padaku, aku hanya tertawa dan mengangkat kedua bahuku.

“Donghae? Sepertinya pernah dengar tapi lupa, kau masih ingat dengan….Byun Baekhyun?”

“Bacon? Aku tidak ingat menjadikan sebuah makanan sebagai temanku…”

“HAHAHAHAHA” aku memeluk temanku, memiliki teman senasib seperti Sera adalah hal yang paling menyenangkan, kasus kami hampir sama hanya saja Donghae tidak lebih baik dari pada Baekhyun.

“Jieun itu mereka!”

“Aarghh..bandoku sudah berantakan lagi!” aku segera melepaskan pelukanku dan merapikan posisi duduk begitu juga dengan Sera yang langsung berpura-pura mengaduk Americano yang ia pesan karena menurutnya keren padahal tidak sama sekali dia menyukainya. Satu..dua..tiga..ayo Jieun kamu bisa!

“Selamat datang!” Pelayan café berkata dengan semangat pada tamu yang baru saja masuk. Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa yang datang.

“Sera…..bukan mereka kan?” aku mendekatkan kepalaku pada Sera berbisik padanya, Sera menggenggam tanganku dan menggelengkan kepalanya “Kuharap bukan mereka, aku juga tidak siap kalau orangnya mereka”

Aku mengangguk setuju, dan kembali membetulkan posisi dudukku, sambil sekali-kali mencuri pandang pada kedua tamu yang baru saja masuk tadi. Aku menggosok kedua mataku meyakinkan bahwa yang kulihat nyata, tidak mungkin di Korea ini masih ada sosok laki-laki seperti mereka, kupikir stok laki-laki tampan sudah habis, dan sekarang tepat orang yang duduk disebelah meja kami cukup mendepak fakta yang selama ini kuanggap benar.

Kedua orang tersebut memiliki postur tubuh yang berbeda, aku tidak begitu bisa fokus melihat kedua orang itu secara bersamaan, perhatianku sudah diambil oleh seseorang yang sekarang hanya berjarak dua meter dari kursiku.

“Kau suka yang mana?” Sera berbisik padaku

“Hush, kita harus setia pada pasangan kencan buta kita!” Aku mengacuhkan jawabannya meskipun dalam hati aku sudah siap berkata Sera tolong laki-laki yang bermata bulat besar itu, dia milikku aku berusaha tetap fokus pada tujuan awal kami datang ke café ini.

“Yang benar saja, mereka belum datang juga, kalau lima menit lagi mereka masih belum datang, kita pindah ke meja mereka saja!” Sera mendengus kesal sambil melihat layar hpnya yang sampai detik ini masih belum mendapatkan panggilan.

“Kau bercanda? Siapa tahu orang di sebelah kita juga lagi kencan “ Aku menolak ajakan Sera, sedangkan Sera hanya mengangkat bahunya tidak peduli pada jawabanku.

“Baiklah aku akan menelponnya” Sera akhirnya mengajukan diri, aku membuka mulutku kaget, sejak awal kami berjanji jangan pernah menelpon mereka duluan “Jangan, kau mau terlihat sebagai perempuan agresif?”

“Sudah diam saja, dari awal aku memang agresif” tanpa pikir panjang Sera menekan tombol panggil di hpnya, aku menutup wajahku, malu. Tiba-tiba berapa detik kemudian terdengar suara ringtone hp dari meja sebelah, penasaran, maka aku mengangkat wajahku, sambil menyesap milkshake aku melirik ke kiri, mencari-cari siapa yang hpnya baru saja berbunyi.

“Ah anyeong haseo”Laki-laki yang dari tadi menarik perhatianku mengangkat telponnya, aku sedikit terkaget mendengar suaranya yang sedikit berat berbanding terbalik dengan wajahnya yang dapat dikategorikan cantik untuk ukuran laki-laki.

“Apakah kalian masih lama?” Aku dapat mendengar Sera bertanya dari telinga kananku, dan tepat dari telinga kiriku aku mendengar jawabannya “Sudah, sekitar lima menit lalu”

Aku terdiam dan berusaha memproses apa yang baru saja kudengar “Kalian duduk dimana?” Sera bertanya, sedikit kaget, aku masih terdiam mulai menyadari sesuatu “Di meja kedua sebelah jendela” suara laki-laki itu memenuhi telinga kiriku lagi.

Aku diam berpikir.

Kami duduk tepat di sebelah jendela “Kalian duduk dimana?” Laki-laki itu kembali bertanya

Tanpa pikir panjang Sera langsung menjawab “Tepat sebelah jendela”

Kalau kami yang berada tepat di sebelah jendela, berarti meja kedua adalah…….

Sebelah kami, meja sebelah kami, dua meter dari kursiku.

Sera yang tampaknya baru sadar akhirnya mengalihkan kepalanya dari luar jendela ke meja tepat sebelah kami, tangannya yang dari tadi memegang hp menjadi lemas, hpnya terjatuh, aku terdiam melihat Sera lalu melihat mereka, melihat Sera dengan mulut terbukanya, lalu aku melihat mereka, ah tidak terlalu tampan, akhirnya aku melihatSera lagi

“K..KA-KALIAN?!”

 

TBC

______________________________________________________

(Author’s note)

YES cerita ketiga selesaiiii wohooooo, mission complete >:)

Cerita ini ditunjukkan untuk author blog ini juga, yaitu raydaiven. Dan aku mencoba membuatnya menjadi romcom! Ketiga cerita yang kubuat secara bersamaan ini akan memiliki gaya tulis yang berbeda, dan akan kucoba update ketiganya dengan rajin ^^

Sampai bertemu di chapter berikutnya~~~

6 thoughts on “Oh My Prince

  1. HAI KAK PIKRACHUUU AKU MULAI BACA LAGI NIH OH MY PRINCE HEHE, INI UDAH YANG KEDUA KALINYA SIH HMM TAPI MAAF YA BARU BISA KOMEN😦
    DAN TEBAK APA? AKU SELALU SENYUM2 SENDIRI DAN GAK AKAN PERNAH BOSEEEN SAMA TULISANMU THOORR HAHA, AKU SUKA HUMOR SCENENYA BAIK DI DETOUR,PASTEL DAN FF INI! AKU HERAN SEBENERNYA APASIH YG ADA DI OTAK AUTHOR KNP TULISANNYA BISA BAGUS KYK GINIIII!!!! FF PIKRACHU BAGAI NARKOBA (alay tp gpplah) HAHAHA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s