PASTEL #003

#003

“Anak-anak kalian masih ingat tugas yang diberikan minggu lalu?” Jaesuk sunsaeng-nim memulai kelas dengan pertanyaan yang langsung disambut oleh helaan nafas murid-muridnya.
“Bagus, sepertinya kalian masih ingat. Hari ini kelas akan diisi untuk mengerjakan presentasi yang sudah kalian pilih topiknya” Sina yang mendengar perkataan gurunya langsung menghela nafas, bukan, bukan karena ia malas, sebaliknya Sina merupakan murid yang menemukan sebuah kesenangan tersendiri di balik tugasnya. Ia suka hal yang menantang seperti tugas presentasi kali ini. Hanya saja, teman sekelompoknya, Oh Sehun yang ia dapatkan dari hasil undian membuatnya kehilangan semangat kerjanya, tentu saja hanya sedikit, Sina tidak akan membiarkan sebuah alasan sepele membuat tugasnya menjadi terlantar.

“Sekarang kalian boleh pindah ke perpustaan untuk mencari data” Jaesuk sunsaeng-nim pun mengakhiri pengantarnya yang singkat. Semua murid bangun dari kursinya, sebagian terlihat malas, sebagiannya lagi terlihat semangat, bukan karena senang akan tugasnya melainkan karena teman sekelompok menyenangkan yang mereka dapat untuk diajak mengobrol bukan untuk bekerja.

Oh Sehun sebaliknya cukup netral di kelas, ia tidak peduli siapa teman kerjanya namun dalam hati ia tetap berterimakasih mendapat Ahn Sina sebagai partnernya. Menjadi laki-laki yang memiliki wajah menarik membuat Sehun sedikit menarik diri dari teman perempuan yang menunjukkan sinyal suka padanya, ia kurang suka menjadi orang popular tapi ia benci menjadi orang sendirian. Ahn Sina merupakan satu dari sedikit gadis yang tidak menunjukkan ketertarikan dengannya. Dan Sehun butuh orang seperti itu untuk menjadi teman kerjanya kali ini.

~/~~/~

“Mau mulai dari mana?” Sehun bertanya pada Sina begitu mereka berdua sampai di perpustaan dan meletakkan buku-buku mereka.
Sina terdiam sebentar, topik presentasi mereka berdua bukan merupakan ilmu eksak dengan rumus atau apapun itu. Sehun dan Sina telah memutuskan untuk memilih topik yang lebih memerlukan analisis untuk menemukan jawabannya.
“Bagaimana memahami orang lain?” Sehun menggumamkan topiknya lalu ia menjetikkan jari “Lebih baik sekarang kita cari buku motivasi mengenai hal itu”
Sina mengangguk setuju “Buku perkembangan diri? Oh aku tahu ayahku suka menyimpan buku seperti itu” Ia cukup senang Oh Sehun memulai inisiatif buku seperti apa yang kedepannya akan menjadi pedoman mereka.

Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera membagi tugas. Sina dan Sehun keduanya ingin mencari lewat internet namun mereka berdua tahu salah satu dari mereka harus mencari buku sebagai sumber mereka.
“Baiklah kita suit, itu cara yang paling adil” Sina memberikan ide yang langsung membuat Sehun tertawa namun segera disusul oleh anggukan Sehun “Oke”

“Satu…….dua……tiga..…!”
Sina dan Sehun menjulurkan kedua tangan mereka bersamaan, tidak ada curang. Sina tersenyum melihat Sehun yang mengeluarkan kertas dalam permainannya, namun mata Sina terdiam begitu melihat gelang yang berada di tangan kanan Sehun. Sama persis dengan gelang yang baru saja dipamerkan kakaknya di rumah tadi pagi.
“Baiklah kau menang” Sehun mengangkat bahunya sama sekali tidak memprotes kekalahannya. “Aku mencari rak yang disana” Ia menunjuk tiga rak dari kanan mereka. Sina mengangguk dan Sehun segera berjalan menuju rak tujuannya.

Sementara Sehun mencari bukunya, Sina membuka internet. Dari jauh ia dapat mendengar suara tawa Sehun.
Ia tahu Sehun merupakan murid teladan namun ia tetap membagi waktunya untuk bersosialisi sehingga nilai akademis dan sosialnya sama tingginya.
“Sina!” Seseorang menepuk bahunya, Sina menengok ke belakang dan melihat temannya Seukri sedang tersenyum padanya.
“Apa?” Ia menaikkan alisnya lalu kembali melayangkan pandangannya pada monitor, Seukri yang sudah terbiasa mendapat perlakuan dingin dari Sina hanya tertawa kecil dan mengambil kursi di sebelah Sina.
“Kau beruntung sekali mendapat Sehun sebagai teman kerjamu” Ia pun memulai pembicaraan.
Ternyata topik ini…
“Apakah sekarang ia sedang bekerja? Tadi aku mendengar suara tawanya” Sina mengacuhkan komentar Seukri mengenai betapa beruntungnya dia. Seukri menengok ke belakang dan kembali tertawa “Seperti biasa dia Oh Sehun, sekarang dia memang sedang bercanda dengan temannya tapi aku melihat tangannya sudah memegang dua buku yang cukup tebal”
“Bagus” Sina memaksakkan sebuah pujian, selama Sehun bekerja ia tidak akan mempermasalahkan tawa Sehun yang mengganggu dirinya.

Sama halnya dengan Sehun, Sina sudah menemukan sumbernya dan dalam lima menit ia sudah memegang beberapa lembar kertas untuk sumber presentasi mereka. Selesai mengurutkan kertas ia menengok pada Seukri yang duduk disebelahnya. Penasaran kenapa anak ini menjadi diam.
“Seukri tugasmu sudah selesai?” tanya Sina begitu melihat Seukri yang sedang membuka tumblr, tidak ada sedikitpun tab yang ia buka menunjukkan ia sedang mengerjakan tugas.
“Ssst..Ini tugasku..” Seukri menjawab tanpa sedikitpun menatap wajah Sina yang sedang memandangnya dengan ekspresi datar. “Yah apapun itu tidak ada hubungannya denganku” Sina pun berdiri dari kursinya dan segera duduk di depan meja yang sudah ada Sehun didepannya.

Sehun sedang memainkan hpnya, buku di depannya sudah dibuka beberapa halaman dan Sina yakin Sehun belum membacanya sama sekali.
“Ekhm” Sina berdehem dan mengambil buku yang sepertinya sedang di baca Sehun. Sehun segera mengerjapkan matanya merasa kaget dengan kehadiran Sina. Mengirim sms pada pacar barunya kadang membuat ia tidak fokus pada tugasnya. Tapi setidaknya ia tahu ia salah dan ia akan mencoba mengurangi ketidakfokusannya.
“Oh ya Sina, bagaimana pulang sekolah nanti aku mampir sebentar ke rumahmu? Kau bilang ayahmu menyimpan banyak buku motivasi?” Sehun menutup inbox di hpnya dan melihat Sina yang segera menggelengkan kepala mendengar tawarannya.
“Jangan hari ini, aku ada perlu” Jina beralasan. Benar ia ada perlu tapi sekalipun ia sedang tidak mempunyai keperluan ia tetap tidak akan mengizinkan Sehun datang ke rumahnya. Apalagi bertemu dengan Miyoung tepat di depannya. Hanya kekakuan yang muncul jika benar mereka bertiga akan bertemu, begitulah yang dipikir Sina.
“Ya sudah tidak apa-apa, ngomong-ngomong bagaimana dengan buku pilihanku?” Sehun mengerti dan memilih tidak akan bertanya lebih lanjut, ia lebih penasaran dengan komentar Sina tentang buku pilihannya.
Sina mengangguk “Isinya mudah dimengerti, pilihanmu bagus” meski tanpa senyuman tapi Sehun tetap tersenyum mendapat pujian dari seorang Ahn Sina yang selama ini dikenal menuntut kesempurnaan dalam mengerjakan tugas.

Hari itu di perpustakaan mereka berdua terus membaca, berdiskusi, mengerjakan hal yang memang harusnya mereka kerjakan. Sehun mematikan hp nya selama di perpustakaan, ia tahu Miyoung akan marah tapi sebagai seorang teman kerja yang bertanggung jawab Sehun mengerti ia harus membuat Sina puas dengan hasil kerjanya.

 

TBC

______________________________________________________

Author’s note

Emang chapter yang ini rada ngeflat -_- tapi sebenarnya bagian ini penting untuk membangun jembatan antara Sehun sama Sina.

Btw….cerita ini udah ditag-in tao tapi…dimana taoo??

Hooo

Spoiler..

Huang zitao

until the next chapter ppyong~!

7 thoughts on “PASTEL #003

  1. author! aku kembali memberi komentar! hihi! kemana tao ku haha! akhirnya ketemu juga jalannya. aku mikir di chapter sebelumnya, apa hubungannya sm sehun sm tao? oh ya thor! boleh saran? kenapa ff nya pendek yahh? atau sengaja? biar unyu unyu gitu. dan aku suka back ground blog mu dengan plus plus header unyuh. dan itu picture ff nya yang buat girly dan vintage unyu unyu gitu! aku suka! ^^

  2. Sina ama sehun sekelompok?? Waaah kebetulan yang sangat! *bukan kebetulan keleus, tapi script-_-*

    Nah ini dia seukriii~~ seukri naksir ama sehun kaaaaaan?? Iya kaaaan?? *pura pura gatau padahal udah baca detour wkwk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s