Hi to Him -03

Chapter 03

Sudah sepuluh menit aku melihat tangannya tidak berhenti bergerak menghindari akar dan melompati reruntuhan. Oke dia hebat tapi aku mulai capek melihatnya. Mata Luhan sama sekali tidak menunjukkan rasa jenuh membuatku tidak enak untuk memintanya menghentikan permainan. Akhirnya aku memilih untuk menjauhkan diri darinya dan mengambil uang yang aku tahu harus kuhabiskan untuk bertahan hidup di airport ini. Sementara aku membeli cola aku memperhatikan pintu kedatangan yang kembali terbuka. Pesawat ketiga sudah datang, jauh lebih sepi dari pada pesawat sebelumnya. Kebanyakan yang keluar merupakan orang-orang berjas, yah aku berharap ada seorang gadis sepantaran denganku yang setidaknya bisa menjadi teman menungguku.  Aku hanya menghela nafas, sekarang sudah hampir setengah jam sejak telepon dari Kyuhun Oppa  dan  sampai detik ini bahkan tidak ada satu sms pun masuk setidaknya untuk meminta maaf atau memberi keterangan kenapa ia terlambat.

“Aaaaarrgh” Tiba-tiba terdengar geraman, aku menengok dan benar itu Luhan. Tangannya mengepal, ia menghentakkan kakinya. Aku tersenyum menyadari setidaknya aku masih mempunyai seorang teman disini. Akhirnya aku kembali duduk di sebelahnya, dalam hati aku ingin mengambil kembali hp ku tapi aku merasa tidak enak menghilangkan kesenangannya. “Ayo kau coba juga” Tiba-tiba Luhan menjulurkan hpku, aku menengok dan menggelengkan kepala “Aku tidak berbakat main game”

“Kuajarkan”

“Aku menolak”

“Ini mudah”

“Mudah atau tidak sama saja bagiku”

Luhan tampak gemas melihat penolakanku, begitu ia membuka mulut tiba-tiba seseorang sudah berdiri di depan kami, napasnya yang tertatih-tatih membuatku berpikir mungkin saja orang ini Kyuhun oppa yang berlari menjemputku.

“O..ppa?”

Ah bukan.

“Ah anyeong haseoo” laki-laki yang ternyata bukan Kyuhun oppa membungkukkan badannya pada kami berdua. Aku menengok pada Luhan, melihat laki-laki di depanku sepantaran dengannya mungkin saja ia teman Luhan. Tapi melihat ekspresi Luhan yang sama denganku aku dapat memastikan bahwa orang ini benar-benar stranger.

“Ya ada apa?”Aku menanyakan sesuatu yang segera membuat pria itu tersenyum sungkan. Ia menggaruk kepalanya dan menunjuk hp yang sedang di pegang Luhan, hpku. “Bo…boleh aku pinjam hp nya?” aku memiringkan kepalaku tanda kurang mengerti apa maksudnya, ini sudah malam dan mataku mulai memberat sehingga untuk memproses kata-kata orang pun memakan waktu cukup lama. Ia pun mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya lalu menunjukkan hpnya sendiri “Batereku habis dan chargernya ketinggalan.”

“Ahh!” Aku menganga dan mengangguk mengerti “Silahkan silahkan”

Luhan memberikan hp yang ia pegang pada pemuda di depannya. Dan dalam beberapa detik orang itu pun sudah menempelkan hp ku di telinganya, pertanda ia benar-benar buru melihat tangannya yang sangat lincah sekali mengetik nomor. Apa ia jago main temple run juga?

“Luhan aku mengantuk” tanpa sadar aku melaporkan keadaanku pada pria di sebelahku ini. Memang aku baru kenal beberapa jam dengannya, tapi laki-laki ini mempunyai aura yang membuatku merasa aman berada di dekatnya.

“Baiklah kau tidur aku akan menjaga kopermu”

Aku menggelengkan kepala dan menguap sekali lagi, yang ini jauh lebih besar. “Ada penjaga disini” Kataku sambil menunjuk seorang penjaga yang sedang meminum kopinya, pandangan Luhan mengikuti arah yang kutunjuk “Jadi aku tidak butuh kau menjaga koperku, tapi boleh aku meminjam bahumu?”

Luhan tersenyum sedikit dan menepuk bahunya menandakan bahunya siap dipinjam “Arraso

Xie xie”

Xiumin’s POV

Begitu aku membalikkan badanku selesai menelepon noona dua orang di belakangku sudah tertidur. Aku tertawa melihat mereka berdua. Kacamata perempuan itu sudah terjatuh di pangkuannya, jelas ia sudah tertidur pulas. Sedangkan pacarnya posisinya masih terjaga karena ia harus menahan beban wanita di sebelahnya terlihat masih setengah tidur. Aku menghampiri mereka berdua dan meletakkan hp yang kupinjam tepat di atas salah satu koper mereka.

Noona bilang akan datang lima belas menit lagi sehingga aku tidak perlu membeli makanan berat untuk mengisi perut yang belum mendapat pasokan sejak aku di pesawat tadi.

Mataku kembali terfokus pada pasangan yang tertidur tepat di sebelahku. Karena merasa bosan akhirnya aku memilih untuk menganalis apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua.

Kawin lari? Bulan madu?

Hanya itu terpikir olehku melihat koper yang mereka bawa sama banyaknya, sama banyaknya dengan ku yang akan tinggal di Korea untuk waktu yang cukup lama.

Aku memperhatikan namja yang kuketahui namanya Luhan, meskipun aku orang Korea tapi tinggal di Beijing untuk beberapa tahun membuatku cukup lancar mengerti bahasa mereka. Wajahnya entah kenapa, cukup familiar, dimana aku pernah melihatnya?

Mataku pun beralih pada yeoja disebelahnya. Namanya Zhang Ara, begitu yang kubaca di gantungan hpnya. Mulutnya tidak berhenti menganga aku tertawa geli melihatnya.

“O..oppaa..” ia mengigau

Aku menggaruk kepalaku merasa tidak enak telah memperhatikan tidurnya sampai mendengar igauannya. Ngomong-ngomong rasanya sudah lama tidak mendengar Oppa.

“Xiumin Oppa” aku berbicara sendiri, sebagai seorang namja korea di panggil Oppa memiliki kebanggaan tersendiri. Aku memandang Luhan, setengah iri melihatnya yang sudah memiliki yeoja. Sementara aku karena kesibukanku bahkan memiliki teman wanita pun tidak.

“Minseok Oppa”

HAH?

“Minseok Oppa..”

Oke aku tidak salah dengar.

Aku segera menengok pada asal suara dan melihat wanita yang matanya masih tertutup.

Ara yang memanggilku?

 

TBC

_____________________________________________________

Author’s note

Okeee telaaaaaat

Maaf, maaf.  Tadi udah cukup denger protes dari author lain updatenya lama banget ._.

Bagaimana chapter kali ini? ^^

Akhirnya baoziii (who’s no longer baozi again) muncul🙂

xiumin❤

Sebelumnya author mau bilang kalau dalam membuat cerita author sama sekali ga pernah ngebuat kerangka cerita,

Jadi…cerita ini..masih misteri

Apakah Luhan?

Atau Xiumin?

Tapi tetap cerita ini akan dibuat serealistis mungkin!

Sampai bertemu di chapter ketiga oh my prince! ^^

heart1000x,

Pikrachu

2 thoughts on “Hi to Him -03

  1. Pendek bangeeeeet >< dan menurutku luhan aaakkk luhan akkkkk mau dong bersandar di bahunya jugaaa. Aaakkk hidup ini tidak adil
    Btw ara ngigo minsoek oppa? Waaaaahhh kok bisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s