Oh My Prince – Chapter 03-

Part 3

“Ekhm” Sehun berdehem membuyarkan pikiranku, betapa aku menyesal membiarkan ia menjadi pasanganku dalam kencan buta ini, kenapa aku membiarkan Sera untuk memilih Luhan dari awal? Kenapa aku mau saja diajaknya keluar dari café? Kenapa kencan buta yang kuidamkan ini harus menjadi malapetaka?

“Kau mau mengantarku?” Tanyaku sekali lagi sambil melihat jam tangan baru yang sengaja kubeli untuk kencanku kali ini. Ya ampun ini masih siang. Sehun hanya mengangguk dan menunjuk BMW M3 hitam yang terparkir tidak jauh dari tempat kami berdiri.

Aku mengerjap kaget melihat mobil idamanku yang dimiliki seorang pria menyebalkan yang sekarang sedang menunggu jawabanku untuk menerima tawarannya atau tidak.

“Luhan hyung akan marah melihatku membiarkan kamu pulang sendirian”

“Kenapa dia marah? Apa dia…” tanyaku sedikit geer mendengar Luhan yang ternyata masih memikirkan nasibku bersama Oh Sehun.

“Jangan kegeeran” Sehun memotong perkataanku melihat ekspresi wajahku yang berubah karena kegeeran “Dia memang begitu sama semua perempuan”

“Siapa yang kegeeran?” aku protes pada Sehun yang memiliki tebakan tepat tentang rasa geerku.

“Sudahlah, jadi kau mau pulang atau tidak?”

Apa yang akan dikatakan adik laki-lakiku melihat kakaknya yang pulang kencan secepat ini? Pasti dia akan mentertawakanku mengatakan kencanku gagal.

“Ya sudah lagipula aku ada janji dengan laki-laki lain habis ini” aku berbohong, Sehun harus tahu kalau aku masih mempunyai banyak cadangan lain. “Nanti turunkan aku di COEX ya” aku menambahkan, yah siapa tahu aku bertemu TVXQ.

“Hah?” matanya yang dari tadi hanya menatapku dengan datar tiba-tiba terlihat sedikit kaget “Aku juga berencana ke COEX, kebetulan sekali”

Mwoh? “Kau ada janji juga?” aku bertanya pelan, takut mendengar jawabannya, kalau benar dia ada janji dengan perempuan juga, berarti memang hanya aku wanita di dunia ini yang ditakdirkan sendirian. Kenapa hari ini rasanya tuhan tidak adil padaku?

“Ada sesuatu yang harus kubeli, bukan urusanmu, ayo kita berangkat” Sehun berkata tanpa melirikku sedikitpun, ia sudah berjalan duluan menuju mobilnya dan masuk tanpa membukakan pintu untukku. Aku tahu Sehun memang bukan gentleman.

“Jangan nyalakan radio seenaknya” Sehun segera mematikan radio yang baru saja kunyalakan. Aku mendecak kesal  “Aku mau dengar Shim Shim Tapa!”

“Ini mobilku, aturanku” ia menjawab tanpa melihatku, apakah laki-laki ini punya kebiasaan tidak berbicara tanpa kontak mata ya?

“Sehun boleh berhenti di minimarket sebentar? Aku lapar”

Ia menghela nafas dan akhirnya memandangku. “Ambil sesuatu di belakang” Aku pun menengok ke belakang dan melihat banyak snack berserakan di jok mobil “Wow kau mau pesta?” tanyaku sambil mengambil asal snack yang kulihat.

“Tidak, itu Luhan yang membeli entah buat apa”

Aku tersenyum sambil mencium wangi snack yang semerbak begitu bungkusnya kubuka Hmmm sepertinya Luhan sudah tahu bahwa siapapun itu perempuan yang akan menjadi pasangan kencanmu akan segera diajak pulang, makanya dia sengaja meninggalkan banyak snack di mobil ini” Aku asal berasumsi dan membuat Sehun tertawa kecil. Sehun? Tertawa? Rasanya sedikit bangga dapat membuatnya tertawa.

Ngomong-ngomong sepertinya ada sesuatu yang penting di daerah ini aku berpikir begitu melihat daerah yang baru saja kami lewati

“A-ah! Sehun-ssi! Berhenti!” ucapku tiba-tiba yang membuat Sehun segera mengerem mobilnya dan menengok padaku dengan dahinya yang mengerut. “Kenapa?”

Dengan semangat aku menunjuk toko bubble tea yang pas sekali Sehun berhenti di depannya “Aku mau membeli bubble tea.” Tanpa menunggu persetujuan darinya aku pun segera keluar dari mobil dan menghampiri ahjumma yang sedang meminum bubble teanya sendiri.

“Ahjummaa! House Special Oolong Tea!” ujarku dengan semangat, aku benar-benar mengidam bubble tea semenjak pagi tadi.

Chocolate Milk Tea juga” terdengar suara Sehun yang otomatis membuatku menengok, mempertanyakan kenapa dia ikut keluar.

“Kenapa melihatku seperti itu hah? Aku tidak boleh minum bubble tea?” wajahnya datar tapi aku dapat melihat sedikit semburat merah di kedua pipinya yang putih. Ugh bagaimana bisa laki-laki memiliki wajah seputih itu?

Aku terkekeh melihat wajahnya yang berusaha menahan malu itu, harus kuakui Sehun yang seperti ini sama sekali tidak menyebalkan “Ah tidak, hanya tidak menyangka seorang Oh Sehun menyukai bubble tea”

“Dan Honey Milk Tea” Sehun menghiraukanku dan menghampiri ahjumma yang sedang membuat pesanan kami.

“Hah dua?” Aku kaget melihat Oh Sehun yang hanya memandangku kembali dengan tatapannya yang tidak berekspresi “Terakhir Toffee Coffee”

“Ti-tiga? Astaga Oh Sehun kau bercanda?”

“Masalah?” responnya singkat sambil mengeluarkan dompetnya lalu membayar dan kembali berjalan menuju mobilnya.

“Ya Sehun! Jangan masuk dulu! Bagaimana dengan bubble tea mu?” Aku memprotesnya yang sudah membuka pintu mobil

“Kau bawakan punyaku” Ia menjawab singkat dan tanpa menunggu jawabanku ia langsung menutup pintu mobilnya. Oke sekarang Sehun benar-benar menyebalkan.

Ahjumma hanya tertawa melihat perselisihan kami berdua “Biasanya dia memesan lima bubble tea sekaligus tapi mungkin karena ada kamu dia malu”

Mataku membulat begitu mendengar perkataan ahjumma tadi “Lima gelas? Untuk dirinya sendiri?!”

Ahjumma itu kembali tertawa dan menganggukkan kepala “Iya, ngomong-ngomong kenapa teman satunya lagi tidak ada ya? Biasanya kalau bersama temannya itu, mereka akan memesan 10 gelas untuk diri mereka sendiri”

Apa maksud ahjumma itu Luhan? 10 gelas? Aku tidak salah dengar kan?

“Baiklah, ini bubble tea nya silahkan” Ahjumma menyerahkan pesanan kami yang sudah dibungkus dalam satu kotak.

“Terima kasih” Aku menerimanya dengan senang hati dan memberikan uang yang membuat ahjumma itu tertawa “Dia sudah membayar bubble teamu”

“HAH? Laki-laki tadi? Ia mentraktirku?” aku menunjuk Sehun yang sudah berada di mobil, untuk meyakinkan ahjumma itu apakah benar orang itu yang sudah membayar bubble tea ku.

Ahjumma hanya tersenyum yang membuatku segera percaya “Terimakasih ahjumma!” kataku sambil melambaikan tangan dan berjalan menuju mobil. Ahjumma ini benar-benar ramah, sepertinya ini akan menjadi toko bubble tea langgananku.

“Terimakasih Sehun” kataku sambil menyerahkan kotak bubble tea. Sehun langsung menerimanya dengan sebuah wajah yang dipaksakan untuk tidak tersenyum. Aku tahu dia benar-benar menyukai bubble tea terlihat dari ekspresinya ketika menerima kotak yang kuberikan tapi lima untuk dirinya sendiri, bahkan sepuluh? Astaga namja ini benar-benar membuat tanda tanya dalam otakku.

“Terimakasih apa?” tanyanya sambil membuka kotak dan menyerahkan bubble teaku. Aku menerimanya dengan senang dan segera menancapkan sedotan “Karena telah membelikanku ini”

“Ah! Jadi uang yang kuberikan kelebihan? Ya ampun kenapa Ahjumma bisa mengambil kesimpulan kalau aku mau membelikanmu?”Sehun pura-pura kaget mendengar ucapanku “Harusnya itu kembalian bukan untuk membayarmu” Ia menambahkan

Aku hanya tertawa melihat perkataanya yang dibuat-buat itu, jelas-jelas dia sudah langganan di toko itu, tidak mungkin ia tidak tahu kalau uang yang ia berikan itu kelebihan untuk membayar pesanannya sendiri.

“Baiklah kugantikan” Aku membuka dompet yang daritadi masih kupegang. Sehun langsung menggelengkan kepalanya “Tidak perlu, dompetku sudah di kantong aku malas membukanya lagi untuk menyimpan uangmu” Sehun beralasan yang membuatku kembali tertawa. Meskipun menyebalkan tapi kadang hal inilah yang membuat dia lucu.

Akhirnya selama lima belas menit aku menunggu Sehun menghabiskan bubble teanya. Sehun pun membiarkanku menyalakan radio sepertinya kasihan melihatku yang harus menunggunya. “Kau janjian dengannya jam berapa?” Ia bertanya sambil membetulkan posisi duduknya siap kembali menyetir mobil.

“Jam tiga sore” Jawabku asal, tidak mungkin aku menarik kebohonganku dan mengatakan alasan sebenarnya datang ke COEX. Siapa tahu bertemu TVXQ.  Sehun akan tertawa jika mengetahui rencanaku.

“Baiklah masih lama, kau mau menemaniku membeli sesuatu sebentar?”

“Hah? Untuk siapa sampai kau butuh bantuanku?”

Sehun terdiam sebelum menjawab

“Ya jelas untuk perempuan, sudah kubilangkan bukan urusanmu” Ia berkata dengan wajahnya yang sedikit merona. Aku hanya tertawa mungkin wanita yang dia suka?

TBC

_____________________________________________________________

Author’s Note

Finally an update..

fiuh..

Rasanya lega, sekarang semua cerita udah punya tiga part, eh masih ada OH EH AH ternyata…haha

Baiklah habis ini author bingung mau ngelanjutin ff yang mana, tiga-tiganya bakal ada konflik yang bikin dugeun2 ><

Mungkin author harus istirahat dulu dengan membuat poster! yeay  /langsung close microsoft word kabur ke photoshop/

HAHA canda

Sampai jumpa di chapter berikutnya~~

yeayeayea

/beneran kabur/

4 thoughts on “Oh My Prince – Chapter 03-

  1. Tuh kan tipe aku banget gak sih~
    Kenapa sih pikrachu, kalo menggambarkan karakter bikin aku jatuh cinta (?)
    Salahkan pikrachu kalo sampe aku sulit milih siapa yg paling disuka di exo hahaha
    Makasih thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s