Shoot!

Author: Aimura

Title: Shoot!

Genre: Romance, first impression, AU

Rating: General.

Length: Ficlet

Cast: Cho Kyuhyun, you.

ini ff kakak kelas admin. namanya aisyah. dia suka Kyuhyun dan sering menjelekkan Yesung -__-  dia juga suka ngejelekin tao tapi katanya  ternyata kepribadian tao beda sama mukanya. Jadi intinya dia nggak benci tao lagi. Oh iya, dia juga suka muna. Walaupun benci sama Tao, dia punya banyak video sama foto tao, juga hapal fakta2nya tao. Aku doakan semoga lain kali kakak kelasku ini kena ganjarannya. oke happy reading

***
Dengan gontai aku melangkahkan kakiku ke depan pintu masuk game center itu. Walaupun aku tahu pasti sebagian besar penjelasan mesin game itu menggunakan bahasa Korea dan huruf hangul, aku tetap memutuskan untuk masuk. Hari ini tidak seperti biasanya, game center itu sepi pengunjung, mungkin karena ini adalah hari kerja. Hanya ada seorang pemuda yang tampaknya sedang asyik berkutat dengan sebuah mesin game tak jauh dari pintu masuk.

Sudah hampir sebulan ini aku tinggal di Korea Selatan untuk melanjutkan pendidikanku di salah satu kampus negara ini, dan selama itu pula aku merasa terkejut akan perbedaan budaya dan lingkungan yang ada di negara ini. Dunia baru, dan terbatasnya bahasa membuatku cukup kesulitan untuk mencari teman. Tugas-tugas kuliah dan senioritas, juga sikap disiplin yang kuat di negara ini membuatku mengeluarkan seluruh kemampuanku untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang sebenarnya sangat menarik ini.

Untuk beberapa menit aku hanya berputar-putar mengelilingi ruangan itu. Setelah beberapa kali berputar, akhirnya aku menghentikan langkahku di depan mesin game yang dilengkapi 2 buah pistol mainan yang panjang – tentu saja itu adalah game tembak-menembak. Pemuda yang tadi kulihat berdiri tepat di seberang posisiku, masih sibuk dengan game yang tampaknya hampir ia menangkan. Setelah yakin pemuda itu tidak menyadari kehadiranku, aku mulai mengotak-atik mesin game tersebut untuk mencari tahu cara memainkannya.

Usahaku untuk meraba-raba huruf hangul itu membuahkan hasil, akhirnya aku dapat memulai game tembak-menembak itu. Walau begitu, ketidak pahaman membuatku hanya menembak-nembak ke segala arah tanpa tujuan – melampiaskan rasa tertekanku selama ini. Hal ini membuatku kalah hanya dalam beberapa detik saja.

Merasa belum puas dan terlalu sebentar, akhirnya aku bersedia mengeluarkan uangku kembali untuk bermain lagi, tetapi hal yang sama terjadi berulang-ulang kali. Dengan sedikit depresi dan kesal, aku kembali mengeluarkan uangku untuk hal yang sia-sia. Aissh! Kalau begini terus, aku harus membatasi pengeluaranku bulan ini, keluhku dalam hati.

Setelah mengambil napas panjang, aku mengelap tanganku yang basah dengan keringat, lalu meperbaiki genggamanku pada pistol itu. Dengan memincingkan pandanganku, aku kembali menembaki musuh-musuh yang mulai bermunculan di layar besar yang terpampang di hadapanku.

“Bukan begitu caranya”

Sebuah suara mengejutkanku dari belakang. Aku hanya bisa melirik sebentar sebelum akhirnya mengalihkan pandanganku kembali ke layar karena tidak ingin kalah untuk kesekian kalinya. Ternyata pemuda yang tadi bermain di seberangku lah yang berkata. Ia menggunakan bahasa Korea sederhana yang biasa dipakai untuk percakapan sehari-hari, sehingga aku cukup paham dengan apa yang ia katakan.

Tiba-tiba sebuah tangan yang lebar dan hangat merengkuh lenganku dari belakang, lalu dengan cepat mengarahkan tanganku untuk menembak lebih banyak musuh. Sejujurnya aku sama sekali tidak dapat melakukan apapun saat itu. Hanya tangan pemuda yang saat ini telah merengkuh tanganku lah yang bergerak dengan lincah mengikuti gerakan musuh. Aku terlalu kaget, malu, sekaligus gugup untuk melakukan hal lain. Aku yakin sekali wajahku sudah merona saat ini.

Dengan sedikit takut aku menolehkan wajahku ke arah wajah pria itu, yang ternyata tidak menyadari kegugupanku sama sekali. Dengan bersemangat ia terus menatap layar dan menembaki musuh-musuh yang jumlahnya semakin sedikit. Setelah dilihat-lihat dengan baik dari dekat, ternyata pria itu cukup tampan. Selain itu, jarak yang sedekat ini membuatku dapat mengetahui postur tubuhnya yang tinggi dan cukup berotot. Pandangan matanya yang tajam membuat mataku tak bisa mengalihakan pandanganku darinya.

“Aiiishh!! Kalah! Padahal tinggal sedikit lagi!” ucap pria itu tiba-tiba, sehingga membuatku terlonjak kaget. Dengan segara aku mengalihkan pandanganku lagi dari wajahnya. Lalu pria itu melepaskan genggaman tangannya dan mengacak-acak rambut bergelombangnya. Aku hanya mengangguk-angguk pelan, tidak mempunyai kata-kata untuk membalas perkataan pemuda itu.

“Baiklah, aku akan membantumu. Kita main sekali lagi” Ucapnya tiba-tiba sambil mengeluarkan dompetnya. Lalu tanpa berkata-kata lagi, ia menggesekan kartu game centernya pada kedua mesin dibawah pistol mainan itu sehingga kami berdua dapat bermain bersama.

“Ayo kita mulai” pemuda itu tersenyum lebar ke arahku sambil mengangkat pistol mainannya dengan sebelah tangannya. Untuk sesaat aku terpaku melihat senyum pemuda itu, dan kurasakan jantungku berdetak lebih kencang daripada biasanya sehingga aku takut pemuda itu bisa mendengarnya.

Permainan pun dimulai. Kami berdua dengan bersemangat menembaki target-target dan musuh-musuh yang menghalangi misi kami dalam game tersebut. Beberapa kali ia memberikan arahan padaku sehingga aku mengerti apa yang sebenarnya harus kulakukan. Tanpa kusadari aku telah tertawa lepas bersama pria itu. Rasanya tekanan yang kuterima selama sebulan ini hilang begitu saja. Selama bermain, aku selalu membayangkan hal-hal yang tidak kusukai sebagai musuh yang sedang kutembaki, dan hal ini semakin terasa ringan karena aku melakukan berdua dengan pria yang sepertinya adalah penggila game itu.

“YEAH!” Seru kami hampir bersamaan ketika akhirnya kami berhasil memenangkan game itu. Kami tersenyum satu sama lain dan menepukan kedua tangan kami sebagai buncahan kemenangan.

“Sepertinya kau sudah sering bermain di sini” tebakku sambil berusaha menyembunyikan kegugupanku.

“Ya, kadang-kadang kalau aku sedang merasa penat. Lagi pula aku sangat menyukai game” Aku mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan pemuda itu.

“Dan kau sepertinya cukup berbakat untuk bermain game. Ini pertama kalinya kau memainkan game ini kan?” tanyanya lagi, yang kusambut dengan anggukan kepala.

Tiba-tiba suasana canggung menyelimuti kami. Setelah pembahasan tentang game tadi, aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa pada pemuda itu. Apa aku harus berterimakasih kepadanya? Tanyaku dalam hati. Tapi karena tidak memiliki keberanian, akhirnya aku hanya mengucapkan salam dan menundukkan badanku. Lalu dengan tersenyum kecil pemuda itu melakukan hal yang sama. Setelah itu tanpa berkata apapun kami pergi ke arah yang berbeda.

Setelah beberapa langkah, aku baru benar-benar merasa harus mengucapkan terimakasih pada pemuda itu, sehingga dengan terburu-buru aku membalikkan badanku. Tetapi yang terjadi selanjutnya cukup mengejutkanku. Pemuda itu juga membalikan badannya di saat yang bersamaan, sehingga kami mendatangi satu sama lain, dan bertemu di titik yang sama dari tempat kami berpisah sebelumnya.

“Terimakasih” ucapku sambil menundukkan badanku. Pemuda itu tersenyum kecil dan mengangguk. Lalu keheningan kembali menyelimuti kami. Akhirnya aku memutuskan untuk benar-benar mengakhiri pembicaraan canggung ini dan membalikkan tubuhku kembali.

“Tunggu” ucap pemuda itu tepat sebelum aku melangkahkan kakiku. Akhirnya aku menatap matanya kembali dan mengangkat kedua alisku dengan penuh tanda tanya. Pemuda itu tersenyum kecil dan mengulurkan tangan kanannya kepadaku.

“Sepertinya tadi kita belum sempat berkenalan. Namaku Cho Kyuhyun. Siapa namamu?” tanya pemuda itu kali ini dengan senyum yang lebih lebar lagi

end

2 thoughts on “Shoot!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s