O V E R II

O V E R II

Author buat poster lagi karena ada author lain yang protes poster sebelumnya Ryeowooknya ga keliatan -_- Dan kenapa ada Kyungsoo?? Karena kalau dipikir-pikir Kyungsoo cukup berperan di chapter kali ini HAHA (alasan aja biar bisa ngedit foto D.O). Baiklah selamat membaca ^^

-The Annoying Nayoung-

 

“Kyungsoo aku lapar”

“Lalu?”

“Aku baru saja melihat beberapa kotak kue di tasmu tadi”

Aku menghela napas mendengar perkataan Chanyeol. Beberapa hari ini tasku memang selalu dipenuhi makanan, sebenarnya aku tidak keberatan jika tas ini penuh makanan, tapi masalahnya posisiku disini hanya sebagai pengantar makanan, makanan ini bukan untukku.

“Kyungsoo-ah aku benar-benar lapar”

Ya hyung ini bukan milikku, aku tidak bisa memberikanmu”

Chanyeol mendecak kesal namun  akhirnya ia diam. Kalau kalian bertanya kenapa tasku selalu di penuhi makanan, ini bukan karena hobiku mengumpulkan makanan tanpa dimakan. Semua ini karena seorang yeoja bernama Nayoung.

Ini sudah ketiga kalinya perempuan yang bernama Nayoung itu memberikanku kue, mulai dari acara tanda tangan di Daejeon, Cheongryangri sampai di Busan tadi. Sebenarnya aku sedikit kaget dengan keteguhan dia mengikuti EXO, dia bukan fans EXO, bisa terlihat dari cara dia bertatap muka dengan member yang lain, sama sekali tidak ada rasa tertarik. Acara tanda tangan hari ini membuatku yakin bahwa Nayoung memang datang hanya untuk menitipkan hadiah padaku untuk Oppanya, Ryeowook­-hyung.

Awalnya aku merasa tidak keberatan, mungkin Ryeowookhyung sibuk sehingga dia tidak bisa memberikan secara langsung. Tapi, ini cukup ketiga kalinya dia menitipkan hadiahnya padaku. Sebelum pergi meninggalkan Busan tadi aku sempat menolak permintaannya, mengatakan bahwa dua barang sebelumnya belum kuberikan, tapi menjadi perempuan keras kepala Nayoung, dia menolak dengan alasan yang membuatku sedikit geli, “Aku tidak siap bertemu Ryeowook.”

Sekarang pertanyaan dariku adalah, bagaimana bisa dia menyukai seseorang kalau bahkan bertemu saja tidak bisa, salah, tidak mau. Kalau dia terus seperti ini, aku akan memilih kabur jika setiap acara tanda tangan aku harus berhadapan dengannya.

“Hyung! Ayo kita sudah sampai!” Sehun berseru sambil menepuk bahuku, segala lamunanku jadi buyar, semua orang sudah turun tinggal aku sendirian di mobil, dan aku disini sibuk memikirkan masalah orang lain, baiklah aku harus segera menyelesaikan masalah Nayoung kalau ingin hidupku kembali damai.

“Ahh hyung!” Begitu pintu lift terbuka sosok Ryeowook-hyung langsung kutemukan, bagus itu artinya hubungan Nayoung dan hyung memang harus cepat diselesaikan.

“Ah annyeong!” Ryeowook mengalihkan pandangannya dari handphone dan tersenyum, begitu kakinya melangkah keluar dari lift aku langsung menghalanginya “Ma-mau kemana hyung?”

“Aku mau cari makan, mau ikut?”

Makan?

“Ahh hyung! Kalau kau lapar aku ada makanan..” Aku langsung membuka ransel dan mencari beberapa bungkus makanan yang tertimbun di antara pakaian-pakaianku.

Ryeowook-hyung akhirnya melangkah keluar dari lift tapi ia menunggu sesuatu yang kukeluarkan.

“Ah ini dia!” Akhirnya aku menemukan satu bungkus coklat entah itu apa tapi aku rasa itu coklat karena Nayoung membungkus makanan itu dengan sangat rapi, seperti layaknya wanita memberikan coklat pada orang yang disuka di hari valentine.

Ryeowook-hyung membulatkan matanya tidak mengerti mengapa tiba-tiba aku memberikannya sebuah makanan “Itu dari fans mu kan? Kau tidak perlu memberikannya padaku Kyungsoo-ah..”

Aku terdiam, benar juga sudah seminggu lebih sejak Nayoung menitipkan sesuatu padaku dan sejak saat itu tidak ada perkembangan hubungan mereka berdua. Kalimat terakhir dari Ryeowook-hyung lah yang membuatku yakin bahwa ia dan Nayoung memiliki sebuah hubungan.

“Hyung, apa kau masih ingat dengan perempuan bernama Nayoung?”

Tidak sampai dua detik, tiba-tiba ekspresi Ryeowook-hyung berubah, sebuah senyuman sudah terlihat di wajahnya “Maksudmu..hadiah ini dari Nayoung?” Ryeowook-hyung menunjuk hadiah yang sedang kupegang.

Aku menghela napas lega dan tersenyum “Tadi di Busan ia datang dan memberikan ini padaku katanya untuk hyung.”

Ryeowook-hyung langsung mengambil hadiah itu dari tanganku “Bagaimana ia memberikan ini padamu?”

“Ia hanya bilang tolong berikan pada Ryeowook-hyung setelah itu ia langsung pergi” Aku menjawab sambil kembali merogoh tasku, masih ada dua bungkus lagi di tasku.

“Ini hyung, dari Nayoung juga, yang ini ketika EXO sedang di Daejeon” Aku mengeluarkannya dari tas dan Ryeowook-hyung langsung mengambilnya lagi, jelas ia terlihat senang menerima hadiah itu, sebenarnya ada hubungan apa Ryeowook-hyung dan Nayoung itu?

“Dan terakhir ini, ketika kami di Cheongryangri”

Melihat hadiah ketiga yang kukeluarkan Ryeowook-hyung langsung membuka kedua mulutnya tidak percaya “Maaf hyung, aku baru sempat memberikan hadiahnya hari ini..” Aku baru ingat bahwa aku sudah terlambat memberikan hadiah itu beberapa hari.

Ryeowook-hyung hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum membuatku tidak merasa takut “Tidak apa-apa, pasti merepotkan menjadi dirimu Kyungsoo”

Benar sekali hyung..

“Ah tidak, yang penting hubungan kalian berdua lancar” Aku berbohong, merepotkan merupakan kata yang paling tepat setiap Nayoung menitipkan hadiahnya padaku, tapi soal yang penting hubungan mereka berdua lancar adalah prioritasku juga. “Jadi, apa hubungan hyung dan Nayoung sebenarnya?” Akhirnya aku langsung bertanya tanpa memutar-mutar, aku benar-benar penasaran.

Ryeowook-hyung terdiam mendengar pertanyaanku, melihat ekspresi diamnya aku mengerti dia seperti itu bukan karena ia tidak mau menceritakan tapi bingung bagaimana ia harus menceritakan. Apakah benar-benar kompleks?

“Bagaimana kalau aku menceritakannya sambil kita berjalan ke ruang latihanmu Kyungsoo?”

Aku mengangguk, akhirnya kami berdua kembali memasuki lift.

“Nayoung merupakan anti-fansku”

Aku tidak mengerti bagaimana bisa seorang anti fans memberi hadiah pada idol yang dibencinya, tapi lebih baik aku mendengar kalimat selanjutnya dari Ryeowook-hyung.

“Ia menyukai Super Junior, tapi ia membenci aku, Kim Ryeowook. Setiap bertemu ia selalu memandangku dengan pandangan benci, entah itu konser atau acara tanda tangan”

“Bagaimana bisa kalian bertemu?”

“Nayoung selalu berada di festival paling depan setiap konser, dan ia selalu mengikuti kami sejak tahun 2005, sudah sewajarnya aku mengingatnya apalagi mengingat perlakuan dia yang berbeda dari fans lain membuat Nayoung tampak mencolok.”

Anti-fans memang mencolok, aku mengerti kenapa Ryeowook-hyung bisa mengingatnya diantara ribuan penonton “Lalu apa hyung membencinya juga?”

Ryeowook-hyung tertawa mendengar pertanyaanku “Tentu saja aku membencinya, siapa yang tidak kesal ketika kita selalu dicaci maki sekalipun kita tidak melakukan suatu kesalahan?”

“Lalu?”

“Aku tidak persis sejak kapan, tapi lama kelamaan setiap Super Junior memiliki suatu acara aku selalu menunggu kehadiran Nayoung sekalipun ia masih membenciku.”

Tertarik dengan orang yang membenci kita, menarik juga. “Bagaimana bisa?”

“Kadang Kyungsoo, memiliki orang yang membencimu tidak sepenuhnya buruk. Maksudku, semenjak Nayoung selalu mengejekku itu justru membantuku menjadi lebih baik. Karena setiap Nayoung mengatakan betapa fals nya suaraku, aku selalu menambah jam latihan untuk membuktikkan kata-katanya tidak benar”

“Dan apakah ia mengatakan kau berubah?”

Ryeowook-hyun menghela napas namun setelah itu ia kembali tersenyum “Tidak, Nayoung tetap menjadi Nayoung, ia tidak pernah memujiku. Setiap aku latihan aku selalu memikirkan ini untuk Nayoung. Tapi Nayoung, ia tidak pernah menganggapku sama sekali. Dan justu sikap Nayoung lah yang membuatku makin penasaran mengenai dirinya.”

Aku menghela napas pelan, jelas Ryeowook-hyung bertepuk sebelah tangan.

“Lalu suatu hari, ketika Super Junior keluar dari gedung S.M. Aku menyadari sesuatu yang berbeda.” Ryeowook-hyung menghentikan langkahnya membuatku ikut berhenti. “Ketika kalian mengeluarkan album kedua, Nayoung tidak pernah lagi muncul di depan gedung untuk melihat Super Junior.”

Aku menaikkan alisku belum mengerti apa maksud dari perbedaan yang Ryeowook-hyung rasakan.

“Aku rasa Nayoung berpindah fandom. Aku tahu Nayoung membenciku, tapi ia sangat menyukai Super Junior, entah itu Kyuhun, Yesung atau Eunhyuk. Sehingga melihat ia depan gedung adalah hal biasa untukku.”

“Tapi beberapa minggu lalu, begitu Super Junior keluar, Nayoung tidak terlihat. Aku kecewa, dan kau tahu apa yang membuatku makin kecewa?”

“Tidak” Aku menjawab singkat, aku benar-benar penasaran.

“Ketika kau yang keluar Nayoung langsung memunculkan dirinya” Ryeowook-hyung menjawab sambil tersenyum, pandangannya sedih tapi aku tahu itu akan segera hilang dengan kalimat yang akan kukeluarkan.

“Tapi dia bertemu denganku untuk menitipkan hadiah padamu hyung” Aku langsung merespon cepat, entah kenapa aku jadi merasa bersalah pada Ryeowook-hyung.

Ryeowook-hyun menganggukkan kepalanya “Yah, karena hal itulah aku makin tertarik dengan Nayoung. Tidak ada sesuatu tiba-tiba ia berubah dan memberikanku sebuah hadiah, terlebih ia tidak berani memberikannya langsung.”

Aku mengangguk mengerti “Jadi hubungan hyung dan Nayoung masih sekedar idol dan fansnya?”

Ryeowook-hyung mengangguk dan tersenyum “Bisa dibilang seperti itu”

“Apakah hyung ingin ada perubahan dalam hubungan kalian?”

Kali ini Ryeowook-hyung terdiam, senyumnya menghilang, ia menaikkan bahunya “Entahlah, melihat Nayoung yang seperti ini sepertinya aku sudah cukup dengan hubungan idol-fans.”

Aku menggigit bibir tidak puas dengan jawabannya, tapi aku tahu kalau aku protes ini bukan hakku. Baiklah, setidaknya aku mengerti sejarah mereka berdua, sekarang aku tinggal menunggu sebuah momen yang tepat.

“Hooahm” Aku menguap sambil menunggu Sehun yang masih sibuk memilih minuman di depan rak.

“Hyung kau menguap besar sekali” Sehun berkomentar sambil tetap berfokus pada rak minuman di depannya.

“Wajar saja ini sudah jam 11 malam dan aku belum tidur dari kemarin” Aku menjawab sambil menutup mulutku yang kembali menguap.

Hari ini seluruh member EXO sepakat untuk latihan sampai malam mengingat sebentar lagi kami akan tampil dalam Music Bank. Tubuhku sudah pegal dan tampaknya suaraku bisa habis kalau terus kupaksakan latihan beberapa jam lagi. Tapi manajer-hyung masih belum puas dengan latihan kami, dan seperti biasa Kai merasa bahwa dance Joonmyeon-hyung masih belum sempurna.

“Baiklah aku beli ini saja!” Sehun akhirnya memutuskan pilihannya setelah lima menit berdiri di sana.

“Hyung sepertinya kau lelah sekali” Sehun kembali berkomentar melihat aku menguap untuk yang ketiga kalinya. Sejujurnya aku benar-benar mengantuk, beberapa jam ini aku terus bolak-balik keluar gedung untuk memastikan apakah ada Nayoung atau tidak.

“Aku benar-benar mengantuk, Sehun, bagaimana kalau kita pulang saja? Kalau kau magnae pasti dibolehkan..”

“Sebenarnya aku masih mau latihan hyung” Sehun tersenyum, ia memang tidak terlihat mengantuk.

“Baiklah” Aku menghela napas, “Tunggu ada sesuatu yang harus kubeli.”  Aku kembali berjalan menuju rak paling belakang, rak bagian ramen, sepulang dari latihan pasti mereka minta kumasakkan makanan, dan ramen adalah makanan instan yang kubutuhkan sekarang.

“D.O-ssi..”

“Hmmm..” aku menggumam sambil mengambil ramen rasa pedas dan seafood. Keduanya enak, tapi aku malas memasak dua kali, lebih baik aku masak banyak sekaligus dalam satu rasa.

“Sehun kau mau yang ma…” “Nayoung-ssi?”

Aku membulatkan mataku untuk meyakinkan bahwa gadis di depanku benar-benar Nayoung.

“Annyeong haseo..” Ia tersenyum dan membungkukkan badannya. “Annyeong haseo..” Aku menjawab salamnya “Bagaimana bisa kau ada di minimarket pada jam semalam ini?” Aku langsung bertanya.

“Aku ada tugas kuliah oppa..” Ia menjawab lalu tiba-tiba menjulurkan sebuah bungkusan padaku.

Lagi? Apakah aku terlihat seperti tukang pos di matanya?

“Ini buatku? Ah terimakasih aku memang lapar sekali” Aku langsung mengambilnya, aku tahu ini memang bukan untukku, pasti untuk Ryeowook-hyung tapi Nayoung tidak akan kubiarkan terus memanfaatkanku.

“Ini buat Ryeowook!” Nayoung langsung menarik kembali bungkusan itu. Aku terdiam, aku baru sadar, ia memanggilku Oppa dan Ryeowook yang jelas harusnya di panggil Oppa malah ia panggil hanya dengan nama. Dan sebenarnya aku tidak cukup yakin, tapi sepertinya ia tidak perlu memanggilku oppa karena seharusnya aku lah yang memanggilnya noona.

“Kau tahu Nayoung-sii? Ryeowook-hyung punya banyak teman, kau bisa menitipkan pada Baekhyun.” Aku mencoba mencari korban lain, mungkin Baekhyun bisa menjadi tukang pos selanjutnya untuk Nayoung.s

“Tapi menurutku Kyungsoo-oppa orang yang mengerti dan mau membantuku.”

Aku menghembuskan napas, sebenarnya aku senang dianggap menjadi orang baik, tapi tetap Do Kyungsoo memiliki batas kesabarannya juga. “Sekarang aku tidak mau membantumu, apa yang akan kau lakukan?”

Nayoung terdiam, ia menghela napas “Sekarang aku menginginkan Kyungsoo-oppa membantuku, apa yang akan oppa lakukan?”

Aku mengerjapkan mataku, yeoja ini benar-benar ajaib, dimana tata kramanya?

Begitu aku mau membuka mulut memberikan jawaban tiba-tiba terlihat seseorang berjalan menuju mini market.

Bagus, itu Ryeowook-hyung. Tuhan benar-benar berpihak padaku hari ini.

“Dan aku tidak membantumu, aku punya kesibukan.” Aku menjawab tegas.

“Dan kesibukanmu adalah memberikan ini pada Ryeowook.” Ia menarik tanganku dan memaksaku memegang bungkusan itu.

Aku menatapnya, sebenarnya aku tidak marah, mungkin hanya jengkel “Baiklah, tapi beri aku tiga alasan kenapa aku harus membantumu.”

“Pertama karena Kyungsoo-Oppa adalah orang baik”

Aku memutar bola mataku mendengar itu, mendengar pujian kadang menggelikan terlebih jika itu tidak tulus. “Lalu?”

“Kedua karena aku orang baik”

Kalau alasan ketiga ia mengatakan karena Ryeowook-hyung orang baik juga, oke aku tidak akan membantunya.

“Ketiga…”

“Ketiga apa?” Aku menaikkan alisku.

“Ketiga karena Ryeowook orang yang baik”

Baiklah aku tidak akan membantu yeoja ini.

Begitu aku akan membalikkan hadiah yang kupegang Nayoung langsung menundukkan kepalanya dan menghela napas “Tapi karena ia terlalu baik makanya aku tidak tahan untuk menjadi orang baik di depannya, bertahun-tahun aku selalu mengintimidasinya tapi kenapa ia selalu tersenyum menghadapi cacianku, aku penasaran kenapa ada orang seperti dia, hingga akhirnya rasa penasaranku berubah, entahlah, sepertinyaakusukaRyeowook!”

Aku tersenyum mendengar kalimat terakhir, ia terlalu cepat mengatakannya tapi kata “suka” jelas terdengar.

“Katakan lagi”

“SepertinyaakusukaRyeowook”

“Pelan”

“Sepertinya aku suka”

Aku menggigit bibirku, sabar Kyungsoo sedikit lagi semuanya akan selesai..

“Suka apa?” Aku bertanya sekalipun aku sudah tahu apa jawabannya.

“Rye…”

“Re? Ada apa dengan Re?”

“RYEOWOOK AKU SUKA DIA.”

Aku menjetikkan jari mendengar pengakuannya yang sebenarnya cukup membuatku tersentak kaget tadi, aku tidak menyangka Nayoung akan mengatakannya sekencang itu, dan ternyata menyudutkan Nayoung merupakan cara yang cukup efektif.

Aku tersenyum dan menepuk bahunya. “Aku tahu, Ryeowook-hyung juga sudah tahu.”

“Hah?”

“Iya kan hyung?” Aku memandang Ryeowook-hyung yang dari tadi sudah masuk minimarket. Ia tersenyum, lebar. Membuatku segera mengerti betapa senangnya dia mendengar pengakuan Nayoung tadi.

“Ah Kyungsoo tadi Sehun memintaku untuk memanggilmu, Kai sudah marah-marah.” Ryeowook tersenyum, bukan padaku, ia tersenyum pada Nayoung yang masih membelakanginya.

“Fighting!” Aku menepuk bahu Nayoung dan berjalan keluar dari minimarket. Ryeowook-hyung membisikkan “gomawo” padaku begitu aku melintas di depannya.

Aku hanya tersenyum sambil berlari keluar dari minimarket. Hari ini sempurna sekali, semua rencanaku sukses, tidak akan lagi Nayoung yang selalu datang di acara tanda tangan hanya untuk menitipkan hadiah. Tidak ada lagi tas berat yang harus kubawa kemana-mana. Dan yang terpenting, aku berhasil membuktikkan kata-kata Nayoung kalau aku memang orang baik. Aku tahu aku memang baik, jadi maksudku, menjadi lebih baik.

Tiba-tiba handphone ku berbunyi. Tanpa pikir panjang aku langsung mengangkatnya.

“Hyung belikan aku ramen seafood.”

Ternyata memang tidak ada hari yang sempurna.

__________________________________________________

2.185 kata! Author seneng banget ^^

Dan seperti yang bisa di lihat…OVER akan author buat menjadi sebuah serial! Yep posternya setiap chapter akan ganti dan castingnya juga~ Fokus utamanya akan tetap pada RyeowookXOC tapi akan diberi bumbu di setiap chapter agar tidak membosankan.

Dan lagi fanfic ini akan menjadi latihan untuk author untuk buat FF nonEXO. HAHA.

Until the next chapter

~ppyong!

XOXOXOXO/infinity/

Pikrachu,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s