Oh My Prince -Chapter 04-

Chapter 04

Author baru nyadar kalau Pikrachu typo jadi Pickrahu -_- (Chapter ke baru nyadar? ckck) berhubung file psdnya hilang yasudahlah!😄

________________________________________

“Sehun Oh Sehun” Aku memanggilnya yang sudah lima menit mengabaikanku dengan berkutat di depan rak sepatu perempuan. Tadi ia memintaku untuk membantunya memilih hadiah, dan sekarang aku berdiri di sini tanpa dianggap sedikit pun keberadaannya.

“Sehun!” Aku menghentakkan kaki, membuat orang-orang di sekitar kami menengokkan kepalanya, memang memalukan tapi setidaknya itu membuat Sehun menengok padaku “Tunggu sebentar” katanya singkat lalu kembali berfokus pada tumpukan kotak sepatu.

Yaa! Perempuan seperti apa sebenarnya yang akan menerima hadiah ini?” akhirnya aku menghampirinya.

Sehun memandangku dengan tatapannya yang tidak bisa kubaca, apakah dia menginginkan bantuanku di sini atau menginsyaratkanku untuk segera pergi?

“Duduk” Katanya singkat dan cukup tegas sehingga membuatku segera memenuhi perintahnya.

“Coba pakai ini” Ia menjulurkanku sebuah flat berwarna biru jeans yang sebenarnya menarik perhatianku begitu memasuki toko.Tanpa menjawabnya aku segera mengambil sepatu itu dan memakainya di kakiku, pas. Ini bagus sekali lebih baik untukku saja.

“Aah kurang bagus” Aku berbohong, Sehun memiringkan kepalanya benar-benar menimbang perkataanku tadi “Benarkah? Kalau begitu coba ini” Ia menjulurkan sebuah flat berwarna abu-abu dengan pita hijau muda. Baiklah kuakui selera namja ini lumayan bagus.

“Ini juga kurang bagus” Aku berbohong lagi, setelah Sehun pergi aku akan segera membeli dua flat yang kucoba tadi, harus, tadi aku dengar itu sudah stok terakhir.

Sehun mengernyit mendengar komentarku ia meniup poninya lalu memandangku “Aku selalu yakin dengan seleraku”

“Sepertinya kau perlu belajar untuk tidak terlalu percaya diri.”

Sehun menghela nafas dan mengambil flat yang sedang kupakai “Permisi tolong bungkus kedua sepatu yang tadi dicoba wanita ini”

“Sehun! Kubilang kedua sepatu tadi kurang bagus!” Aku berbisik padanya.

Sehun tersenyum “Aku tahu kau berbohong agar kau bisa membeli kedua sepatu tadi kan?”

Bingo!

“Ta-tapi, kau tidak perlu dua juga kan?” Aku masih tidak terima, oke aku cukup tertangkap basah menyukai sepatu tadi, tapi dia tidak boleh membeli keduanya! Setidaknya biarkan aku memiliki salah satunya.

“Aku beli dua” Sehun berdiri dan menghiraukan protesku. Ia menghampiri kasir dan tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan uang dari dompetnya, benar-benar tidak memikirkan perasaanku.

Baiklah aku akan pergi, sepertinya Sehun tidak perlu membutuhkan seleraku untuk membeli hadiah untuk yeojanya.

Ya Jieun!” Sehun menarik bajuku, aku menghela napas, dalam kondisi seperti ini biasanya seorang laki-laki akan menarik lengan perempuan bukan menarik bajunya.

“Sehun-ssi kau sudah memiliki selera tinggi, untuk apa lagi aku disini membantumu?”

Sehun tertawa, dan  aku yakin, itu tawa yang paling menyebalkan yang pernah kudengar. “Siapa bilang aku membutuhkan saran dari mu? Aku membutuhkanmu karena postur tubuhmu sama dengan perempuan itu”

Aku menggigit bibirku menahan rasa jengkelku “Kau sudah dapatkan sepatunya kan? Untuk apa lagi aku membantumu?”

Sehun terdiam, aku melirik padanya dan melihat jarinya yang sedang menghitung, sebenarnya berapa banyak barang lagi yang ingin dia beli?

“Masih ada dress, topi, jaket…ah aksesoris juga!”

Kedua mulutku langsung menganga, aku memang wanita, aku tahu belanja adalah hal yang menyenangkan, apalagi sebanyak itu, benar-benar surga. Tapi, belanja bersama laki-laki seperti Oh Sehun? Tidak. Tidak akan.

“Aku mau ke toilet dulu” Aku menarik bajuku darinya dan segera berjalan cepat meninggalkannya, Sehun segera mengejarku. Membuatku makin panik, apa dia pikir aku akan lari darinya?

Eh tunggu, lari? Ide yang bagus.

Aku benar-benar mempercepat  langkahku, bagus, di depanku ada kerumunan aku bisa membuyarkan konsentrasinya.

“Cho Jieun!”

Aku menghela napas, Sehun bahkan salah menyebut margaku.

Sekarang sudah jam tiga, waktunya aku bertemu dengan laki-laki yang kukatakan pada Sehun.

TVXQ? Changmin oppa?

“Hahaha” Aku tertawa pada diriku sendiri

Sudah setengah jam sejak aku berhasil lari dari Sehun, awalnya ia berhasil mengikutiku di kerumunan bahkan nyaris kembali menarik bajuku tapi begitu aku melihat toko hewan aku langsung berbelok masuk, Sehun kehilangan jejakku.

Dan sekarang aku disini, aku tidak ingin pulang tapi aku tidak ingin bertemu Sehun. Mungkin lebih baik aku menelpon Sera, tapi dia pasti masih sibuk dengan oppa nya yang baru. Menyebalkan sekali, kenapa harus dia yang dapat Luhan?

“Berapa ukuran yang kau cari nona?”

“Tolong yang L” Aku menjawab asal. Sekarang aku lagi di toko pakaian olahraga. Kenapa aku disini? Karena aku yakin Sehun tidak mungkin ada di sini (dia tidak mungkin membeli jersey untuk pacarnya kan?). Kenapa aku membeli baju? Entahlah aku pikir suatu saat aku dapat memberikan ini untuk namja-chingu* di masa depan.

“Ah permisi, jersey Manchester United yang kemarin ada di etalase sekarang dimana ya?” Terdengar suara seorang laki-laki yang membuatku segera menahan tawa. Aku baru saja membelinya.

“Baru saja stoknya habis” terdengar jawaban penjaga toko yang membuatku segera menengok pada pengunjung yang baru datang tadi, aku harus minta maaf “Maaf..aku baru sa….”

“Lu………” Aku terdiam tidak bisa menyelesaikan kalimatku.

“Han?” Laki-laki yang berada di depanku ini menyelesaikan kalimatku. Ia tertawa, dan aku yakin itu tawa termanis yang pernah kudengar.

Ternyata Tuhan mendengar permintaanku dari tadi.

_______________________________

Hahahahahahha pendek banget ya

Author punya alasan kok^^

Ini gara-gara author raydaiven tidak memenuhi janjinya -_- dari minggu lalu dia bilang ceritanya bakal diupload

Dan kenyataannya sampe sekarang..belum -_-;;

HAHA oke bercanda. Chapter kali ini pendek karena ya inginnya pendek aja😉

Btw semoga pembaca enggak bosan melihat nama Pikrachu di blog ini ^^ kekekeke wajar saja, keempat author lainnya masih SMA.

Habis ini author akan mengupdate OH EH AH.

Please anticipate a lot~

<3,

Pikrachu

4 thoughts on “Oh My Prince -Chapter 04-

  1. GE! LANJUTIN LUHANNYA PLEASE!! AKU DEG-DEGAN!!
    maaf kalo ngga upload, aku maunya nyelesain dulu, trus baru kubagi partnya trus baru di upload! sama nunggu poster…

  2. Dan aku masih penasaran sama sosok Sehunnieeeeee
    Karakternya masih sulit dibaca~
    Authornya pinter banget gak sihhhh?
    Makasih thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s