Hi to Him -05

o5

 

Begitu aku membuka mata, Luhan dan laki-laki yang tadi kupinjamkan hp sudah tidak ada. Mataku masih berat, tapi ringtone hp ku yang berisik membuatku mau tidak mau bangun. Ada sms baru, dan tebak, itu dari Kyuhyun Oppa. Orang yang kupikir sudah melupakanku disini.

Tiga menit lagi aku sampai, cepat tunggu di luar kita tidak bisa lama-lama aku ada keperluan lagi.

“Tiga menit?” aku bertanya dalam hati, percaya diri sekali akan sampai dalam waktu tiga menit.

Tapi ngomong-ngomong, di mana Luhan? Begitu aku terbangun aku sudah tertidur di atas ranselnya, posisi kopernya pun tidak berubah. Koper laki-laki yang baru datang tadi pun masih ada. Berarti mereka hanya pergi sementara. Dan masalahnya…

“Dum dum dum dum”

Yup hp ku bunyi, tolong jangan bilang itu Kyuhyun Oppa

“Ara kajja! Aku sudah sampai”

Aku menghela nafas, begitu menerima panggilan, ia langsung setengah membentakku, aku tahu dia tidak marah tapi tetap saja ini menyebalkan “Ya oppa aku harus mengucapkan perpisahan dulu dengan temanku”

“Zhang Ara sudah tidak ada waktu lagi, minta saja nomor telepon mereka”

Aku memutar bola mataku, apakah meminta nomor laki-laki yang baru kita kenal tidak membuat kita seperti wanita murahan?

“Lupakan, oke aku ke luar sekarang” Akhirnya aku memutuskan panggilan dan segera mengeluarkan pulpen dan sticky notes dari ranselku. Aku harus membuat pesan sehingga kepergianku tidak terlihat seperti diculik atau apapun itu.

“Baiklah, dengan begini aku lebih tenang” aku berkata sendiri sambil menempelkan sticky notes berwarna kuning terang di koper Luhan.

Setelah selesai aku langsung lari menuju gerbang ke luar, akan memalukan jika Luhan atau laki-laki yang baru datang tadi melihatku menempelkan notes itu. Rasanya kata-kata terakhirku akan menjadi tidak keren jika mereka melihatku.

“Ara ayo cepat!” Kyuhyun Oppa, oke aku tidak akan memanggilnya Oppa lagi, hari ini dia benar-benar menjengkelkan dan aku, Zhang Ara, tidak akan memanggil seorang namja dengan Oppa apabila mereka menyebalkan. Kyuhyun langsung membentakku dan menarik koper dari tanganku. Dengan sigap ia langsung memasukkannya ke bagasi.

Aku terdiam melihat betapa paniknya dia. Rasanya aneh dan menyebalkan, dalam kasus ini harusnya aku yang marah-marah bukan dia yang marah-marah. Apakah aku membuatnya menunggu lima menit di luar sini? Tidak. Apakah aku yang menunggu berjam-jam di sini? Iya. Sudah jelas kan aku sama sekali tidak salah.

“Ayo Ara masuk, kau melamun apa sih?” Kyuhyun membuka pintu untuknya sendiri dan masuk. Dia bahkan tidak membukakan pintu untukku. Aku mendecak kesal dan segera masuk mobil. Apa maunya dia sekarang?

“Kyuhyun aku mau makan malam”

“Kau lapar? Aku juga” Kyuhyun menjawab singkat sambil membuka hpnya, tiba-tiba ekspresi wajahnya yang dari tadi terlihat tegang berubah menjadi senang begitu membuka pesan yang baru diterimanya.

“Kalau begitu ayo kita makan”

Kyuhyun tersenyum mendengar tawaranku “Dengar Ara, setelah menurunkanmu di rumah halmoeni* aku ada dinner dengan seorang yeoja spesial.”

Aku menaikkan sebelah alisku, tidak mengerti untuk apa dia menjelaskannya padaku “Lalu? Apa hubungannya dengan kelaparanku?”

Kyuhyun menggigit bibirnya, terlihat gemas dengan pertanyaanku “Jadi maksudku kita tidak bisa makan malam bersama”

“Ah, aku tidak peduli, tadi cuma basa-basi yang penting sekarang aku mau makan”

“Lima menit lagi kita sampai” Kyuhyun merespon singkat mungkin dalam hatinya jengkel?

 

Aigoo akhirnya Ara sampai juga. “ Halmoeni tersenyum lebar begitu mendapati aku sedang berdiri di depan pagar rumahnya dengan koper besar yang kuturunkan sendiri dari mobil.

Flashback

“Baiklah sudah sampai.” Kyuhyun memberhentikan mobilnya mendadak membuatku sedikit tersentak dari kursi. Aku mendecak kecal karena ia sama sekali tidak meminta maaf telah membangunkanku dari tidur karena cara menyetirnya yang ugal-ugalan.

Aku menengok ke kiri dan melihat sebuah rumah dengan pagar kayu yang tinggi membuatku tidak bisa menebak seperti apa isinya, ini sudah cukup lama semenjak aku pergi ke Korea, dan kalian bisa menyalahkan ingatanku karena aku benar-benar tidak ingat bagaimana rumah ini, tapi melihat pohon-pohon yang kelihatan dari sini aku dapat memastikan bahwa rumah ini cukup asri.

“Turun Ara.” Ia berkata tanpa menengokkan sedikit pun kepalanya padaku, matanya masih berfokus pada hp.

“Aku lapar.”

“Halmoeni pasti sudah menyiapkan makan malam untukmu.”

Aku memutar bola mataku, jengkel berkomunikasi dengan orang yang bahkan sama sekali tidak menatap kita “Maksudku aku tidak punya tenaga untuk menurunkan koper raksasa itu.”

Kyuhyun tersenyum pada hpnya, akhirnya ia menutup hp sialan itu dan menatapku dengan pandangan datar “Kalau begitu tidak perlu turunkan kopernya.”

“Aku harus ganti baju, seluruh benda-bendaku ada di dalam sana, dan aku mau koperku sekarang turun.”

Kali ini Kyuhyun menghela napas yang membuat pertanyaan di kepalaku karena seharusnya akulah yang menghela napas. “Ayo Ara, Heeyoung sudah menungguku lima belas menit, aku tidak punya banyak waktu sekarang.”

Aku mengepal tanganku dan segera keluar dari mobil, dengan menghentakkan kaki lebih keras dari biasanya aku berjalan menuju bagasi dan segera mengambil koper yang ukurannya setengah badanku, aku akan tinggal di Korea cukup lama dan itu membuatku membawa hampir seluruh baju dan benda penting yang berada di rumahku di Beijing. Begitu aku selesai menutup pintu bagasi, dua detik kemudian mobil itu melaju kencang.

Dan, Kyuhyun sukses merusak moodku.

 

Aku tersenyum pada halmoeni yang memelukku dengan erat, meskipun ia cukup tua tapi melihat kuatnya ia memelukku membuatku yakin kalau aku masih bisa bermain-main dengannya.

“Aku lapar halmoeni..”Aku memanyunkan mulutnya meminta belas kasihan tiba-tiba aku teringat sesuatu, fakta bahwa aku ada cucu kesayangannya harus kumanfaatkan dengan baik “Kyuhyun-oppa bahkan tidak mau membelikan makan malam untukku.”

Halmoeni membentuk huruf O pada mulutnya, ia menggelengkan kepalanya lalu tersenyum “Tenang saja, mulai sekarang halmoeni akan menjamin kau tidak akan pernah kelaparan di sini, sekarang ayo kita makan malam dulu, aku sudah masak, tadi kukira Kyuhyun sudah membelikanmu makanan.”

Aku tersenyum dan menghampiri halmoeni yang sudah berjalan duluan menuju ruang makan. Sambil berjalan mataku menyusuri rumah yang sebenarnya cukup besar tapi tidak membuatku merasa kecil karena rumah ini tidak kosong melainkan penuh dan membuatku merasa bahwa rumah ini menyambutku.

“Kapan terakhir kali ini aku ke sini halmoeni?” Aku bertanya begitu menyadari satu foto dimana aku yakin sekali diriku sedang digendong oleh Kyuhyun.

“Ketika kau berumur tiga tahun.” Halmoeni tersenyum sambil meletakkan segelas air putih di depanku.

Aku mengerjapkan mataku kaget “Pantas aku sama sekali tidak ingat keadaan disini, selama aku pergi halmoeni sendirian saja?”

Halmoeni mengangguk “Meskipun aku tinggal sendirian, tapi setiap hari pasti selalu ada orang yang berkunjung, jadi aku sama sekali tidak merasa kesepian.”

“Jadi Kyuhyun-oppa tidak tinggal disini?” Aku bertanya sambil mengunyah daging bakar yang terasa sangat lezat.

“Super Junior selalu sibuk dan itu membuatnya kadang tidak bisa pulang ke rumah.”

Aku menggelengkan kepala, aku tahu Super Junior memang sibuk tapi karena Kyuhyun menyebalkan aku akan tetap menyudutkannya “Tapi tetap saja! Harusnya sebagai cucu yang baik ia tidak boleh membiarkanmu sendirian di rumah selama berhari-hari.”

Halmoeni hanya tertawa “Tidak apa-apa, sekarang ada Ara di sini kupikir aku tidak memerlukan Kyuhyun lagi?”

“Hahahahahaha” Aku tertawa setuju dengan perkataaannya.

Akhirnya malam itu aku dan halmoeni hanya membicarakan Kyuhyun, rahasia yang hanya kami keluarga saja yang tahu, sikap Kyuhyun yang sebenarnya sangat berbeda di depan fans, dan tingkah kekanak-kanakan yang membuat kami berdua meragukan apakah Kyuhyun sudah bisa dibilang seorang lelaki dewasa?

Malam pertama di Seoul cukup menyenangkan dan sepertinya besok akan lebih menyenangkan. Entah kenapa aku berpikir seperti itu tapi biasanya feeling ku selalu benar.

 

Xiumin’s POV

“Baiklah kita sudah sampai.” Hana-noona berhenti di depan sebuah bangunan besar yang sepertinya akan menjadi tempat tinggalku di Korea. Tanpa pikir aku langsung keluar dari mobil meninggalkan Luhan yang masih tertidur.

 “Ini asrama kalian” Hyejin-noona tersenyum dan membuka bagasi belakang.

“Apakah mulai besok aku dan Luhan akan memulai latihan?” Aku bertanya dengan semangat.

“Ya kalian akan mulai latihan jam 8” Hana-noona menjawabku, di sebelahnya sudah ada Luhan yang masih menggosok-gosok matanya.

Aku tersenyum dan mengangguk. entah kenapa aku merasakan sesuatu yang menyenangkan akan terjadi mulai dari sekarang dan aku selalu yakin dengan feelingku.

_____

*halmoeni: nenek

________

A/N

Trainee’s life begin!!

Sebelumnya author mau minta maaf untuk pembaca hi to him khususnya andradnf karena sepertinya update hi to him agak lama dibanding lain.

Karena author harus mencari data tentang kehidupan trainee SM ._.

Oke emang ga sama persis tapi author ingin, cerita ini tetap realistis. Meskipun mungkin ada beberapa yang beda karena kalau terlalu strict takutnya jadi enggak fokus ke plot ceritanya ^^

Habis ini akan update Oh My Prince~

-bonus xiumin ganteng

xoxo,

Pikrachu

One thought on “Hi to Him -05

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s