Sweet Liar

sweet liar(diandra)

Title: Sweet Liar

Author: Bintangdj

Genre: Romance comedy, AU

Rating: PG-13

Cast:  (OC) Hana, Cho Kyuhyun

ini sebenernya ff lomba yg ada di fb dan ff ini kalah di final -___-

Tapi author berencana akan membuat Seriesnya seperti OVERnya pikrachu~

Happy reading

***

“Kenapa dia tak mengejarku?” Hanya itu yang bisa kugumamkan saat tahu aku lari hanya untuk menyia-nyiakan tenaga. Sambil mengatur napas, aku masih mencari sosok yang mungkin saja mengikutiku. Tapi tak ada apapun dibelakangku. Aku menghela napas panjang, lalu menyender pada tembok salah satu rumah.

Aku hanya diam di sini untuk jangka waktu yang cukup lama. Masih menunggu. Siapa tahu ia sadar aku menghilang dan mencariku ke sini. Mungkin harapanku sia-sia, sudah 10 menit menunggu di sini, tak ada siapapun kecuali bibi tetangga sebelah yang baru saja lewat.

Baiklah, aku menyerah. Percuma saja aku merajuk seperti ini kalau orangnya saja tidak ada. Aku bangkit dari tempatku dan berjalan gontai. Sesekali menendangi kerikil di dekatku. Aku menengok pada rumah bercat krem yang hanya berjarak 2 rumah dari rumahku. Pagarnya dibuka dan banyak orang yang sedang sibuk mengangkat-angkat kardus. Termasuk ibuku. Aku juga harusnya ada di sana, membantu tetanggaku pindah rumah. Tapi kalau Kyuhyun yang pergi.. Aku sama sekali tak ingin bahkan tak ada niat untuk membantu.

Sebenarnya aku agak malu kembali lagi ke sini. Aku baru saja meninggalkannya karena marah. Dia baru memberitahuku kalau ia akan pindah rumah hari ini, dan ia juga akan meninggalkan rumah lamanya hari ini! Wajar saja kalau aku marah. Yang lebih membuatku sebal, ia mengatakan itu sambil tersenyum dan tanpa beban. Apa dia tidak merasakan apapun kalau dia kehilanganku?

Dengan agak ragu aku berjalan memasuki rumah Kyuhyun. Sambil memberikan salam ketika bertemu dengan ibu atau ayah Kyuhyun. Pikiranku bertengkar dengan sengit ketika aku sudah sampai di depan kamar Kyuhyun. Sudahlah, kuberanikan diriku karena aku sudah sampai di sini. Aku membuka pintu kamar Kyuhyun sangat pelan, agar ia tak mendengarnya.

Aku mengintip dari celah pintu yang berhasil kubuka. Ia sedang duduk memunggungiku sambil memasukkan buku- bukunya ke dalam sebuah kardus. Kalau begini, sudah pasti ia sama sekali tak peduli denganku. Aku hanya memandangi punggungnya yang lebar itu.

Nuna?” Ia memanggilku! Aku terkejut dan reflek menutup pintu kamarnya dengan keras. Apa dia sadar aku di sini? Aku berusaha mengatur detak jantungku yang tiba-tiba menjadi cepat. Tiba-tiba pintu kamar terbuka sedikit, dengan cepat aku menahannya sehingga tertutup lagi.

“Hana nuna. Aku tahu nuna ada di sana dari tadi,” ucapnya di sela-sela kesibukanku menahan pintu. Takut tiba-tiba ia membuka pintu ini. Dugaanku benar karena setelah itu ia berusaha mendorong pintunya. Ia sedikit berhasil tapi aku langsung menendang pintunya hingga tertutup lagi.

“Akkkkh!!!”

Kyuhyun merintih kesakitan. Kenapa dia? Jangan-jangan ia terjepit pintu?? Dengan cepat aku langsung membuka pintu dengan kasar.

“Kyuhyun-ah?! Kau baik-baik saja? Mana yang sakit?” Racauku sendiri begitu melihat Kyuhyun di depanku. Tapi tunggu, ia sama sekali tak menunjukan ekspresi kesakitan. Dan, setelah kutelusuri sekujur tubuhnya, ia baik-baik saja. Aku menatapnya dengan ekspresi bingung. Tapi ia malah membalas dengan senyum evilnya.

Ya! Kamu membohongi…” Tiba-tiba ia menarikku dengan tangan hangatnya. Lalu mendorongku ke tembok dan menahan kedua tanganku erat.

“Dengan begini nuna tidak akan bisa kabur,” ujarnya sambil menyeringai. Gawat, wajahnya sangat dekat. Aku bisa mendengar hembusan nafasnya. Tapi yang paling membuatku gugup adalah tatapan matanya yang lurus ke mataku. Rasanya aku ingin menutup mata menghindarinya tapi aku takut sesuatu akan terjadi.

“Ka..kamu mau apa?” Tanyaku. Akh.. aku bisa merasakan suaraku sedikit bergetar. Sekarang ia malah semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku terkejut dan reflek memejamkan mataku erat.

Tapi aku malah merasakan tangannya yang memegangku erat terlepas begitu saja. “HAHAHAHAHAHAHAHA!” Sekarang aku malah mendengar suara berat itu tertawa. Aku memberanikan diri membuka mataku. Ia tergeletak di lantai sambil memegangi perutnya -__-

“Nuna, kumohon jangan tunjukan wajah aneh itu lagi,” ucapnya di sela tawanya. Aku cemberut sambil melipat tanganku.

“Itu tidak lucu,” balasku pada Kyuhyun yang masih sedikit tertawa. Aku malah duduk di depan kardus yang isinya berantakan. Aku gemas dan mengeluarkan semua isinya, lalu mengurutkannya rapi. Kyuhyun menghampiriku yang sedang serius berkutat dengan barang-barangnya.

“Kenapa nuna membantuku?” Tanya Kyuhyun. Aku menatapnya sebentar lalu membereskan barang- barang itu lagi. “Nuna merajuk lagi? Bukankah nuna kesini ingin menahanku pergi?” Goda Kyuhyun, membuatku menatapnya tajam.

“Bukan, aku benar-benar ingin membantu,” jawabku, Kyuhyun menatapku. Kurasa dia menyadari kebohonganku. “Benarkah? Tak ingin satu pelukan sebelum berpisah?” Tanya Kyuhyun lagi, dengan senyumnya. Aku menggeleng, masih pura-pura sibuk membereskan buku.

“Nuna! Di sana ada kecoa!!!!!” Serunya tiba-tiba. “KYAAAA!!!” Aku melonjak kaget. Begitu sadar, tanganku sudah mengalung di lehernya. Dan.. tidak ada satu serangga pun di kamar ini. Sial, lagi- lagi ia mengerjaiku. Saat aku ingin menjauh, Kyuhyun malah menarikku dan merengkuhku erat.

“Goodbye Hana nuna,” Bisiknya pelan. Aku terdiam, membiarkan Kyuhyun memelukku. Perlahan ia melepaskan kontak tubuhnya. Ia mengembangkan senyum manisnya. Membuatku kesal.

“Cho Kyuhyun, kita akan berpisah dan kamu terus tersenyum? Aku.. aku..” Tanpa sadar sesuatu yang hangat mengalir melewati pipiku. Aku langsung mengelapnya. “Apa ini? Aku tidak boleh menangis.” Aku langsung mengelapnya lagi, tapi air mataku sama sekali tak berhenti. Kyuhyun ikut mengelap air mataku. Membuatku terdiam dan hanya menatapnya. Aku merasa seakan-akan waktu berhenti, karena kami berdua hanya terdiam sedangkan Kyuhyun masih mengelap sisa air mataku.

“Kyuhyun! Cepatlah bawa barangmu, sebentar lagi kita akan meninggalkan rumah ini!” Kami berdua terkejut mendengar suara ibu Kyuhyun. Kyuhyun segera menutup kardus berisi barang-barangnya dan membawanya keluar kamar. Aku juga mengikutinya sambil mengatur ekspresi wajahku. Aku bisa malu kalau ketahuan habis menangis.

Kyuhyun menaruh kardus berisi barang-barangnya diantara kardus-kardus lainnya. Setelah itu orang jasa pindahan rumah mengambilnya dan membawanya keluar rumah.

“Kyu,” panggilku. Ia hanya membalasnya dengan suara deheman. “Sering datang ke rumah ya,” ucapku pelan. Ia mengangguk dan tetap mengatupkan bibirnya.

“Tentu saja,” Sahut Ibu Kyuhyun tiba-tiba. “Justru Kyuhyun bisa lebih sering kerumahmu Hana-ya,” Tambahnya berseri-seri. Sering? Apa maksudnya? Aku mengengok ke arah Kyuhyun yang masih diam.

“Kami pindah ke rumah kosong di depan rumah kalian,” lanjut ibu Kyuhyun. Sekarang punggung Kyuhyun berguncang, dia menahan tawanya. Jadi.. dari tadi ia hanya berakting?

Seketika wajahku memerah karena malu. Dibarengi dengan tawa Kyuhyun yang meledak. Aku menatap Kyuyun tajam.

YA! CHO KYUHYUN!!”

-End-^^

3 thoughts on “Sweet Liar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s