H I M

Pikrachu said.

.

Fanfic yang sama sekali enggak memakai plot. Oke author emang bukan tipe orang yang suka buat plot, tapi kali ini semua keluar tanpa dipikirkan untuk apa keluar? Author ketik sambil dengerin Goodbye summer f(x). Siap-siap membaca hal yang random tapi author harap kalian tetap ngerti maksudnya ^^ Fanfic ini didedikasikan untuk siapa saja yang sedang menyukai seseorang. There’s no current OC😉 for this story.  

 

 mood:  1 2 3 4 5  eyegasm:  Kyungsoo  eargasm:  Amber, Luna&Krystal – Goodbye Summer (feat EXO-K D.O.) 

»WISHFUL THINKING LAYOUTS and icantwrite

 Every day, I secretly chase after your footsteps,

I’m always careful so you won’t notice.

No one says it,  but our date has started, our own date.

-f(x) – shadow

 

Aku bahkan lupa namanya

Aku tidak ingat bagaimana kami bertemu.

 

Tapi laki-laki itu selalu membuatku merasa bahwa ia memang ada untukku.

Kalau ada orang bilang ini merupakan hal bodoh, aku tidak akan marah karena itu memang benar.

Tapi jika seseorang bilang aku cukup pintar untuk tetap percaya pada hal sebodoh itu, aku tidak akan menyangkal.

 

Kemarin aku bertemu dengannya.

Atau lebih baik kukatakan kemarin dia bertemu denganku?

Ngomong-ngomong,

Aku berbicara sepanjang  ini, apakah dia merasa bahwa dia tokoh utama pria dalam cerita ini? Apakah dia sadar bahwa sejak kita

bertemu aku sudah memutuskan ia ikut ambil bagian sebagai pemain dalam hidupku?

 

Tapi aku tidak peduli, yang penting sekarang adalah, aku sudah bertemu dengannya, ia sudah bertemu denganku.

Matanya bulat, tentu saja, semua manusia matanya kan bulat?

Bibirnya penuh, atau kubilang tebal saja?

Pipinya tebal, atau kubilang penuh saja? Aku belum pernah menyentuhnya tapi aku berjanji suatu saat nanti aku akan menyentuhnya dan menceritakan pada kalian bagaimana pipinya.

Senyumnya, aku tidak mau mengatakan apapun soal ini. Terlalu klise dan aku tidak suka hal klise.

 

Tapi tunggu dulu,

Klise bisa menjadi hal yang keren jika kita tahu cara yang benar dalam menyampaikannya.

Jadi sekarang aku akan mencoba.

 

Senyumnya, tidak ada yang spesial. Maksudku

semua orang tersenyum dengan cara yang sama kan? Hanya saja bedanya, ada yang tulus, ada yang paksaan.

Aku tidak tahu senyum yang kulihat itu tulus atau paksaan. Kalau pun itu paksaan, aku tetap suka. Karena ini pertama kalinya aku

tidak bosan melihat sebuah senyuman. Dan pada akhirnya aku tidak mendeskripsikan pada kalian bagaimana senyumnya. Maaf tapi aku ingin menyimpan senyum itu dalam memoriku, seorang.

Kenapa? Kalian ingin bilang aku posesif?

 

 Aku memang posesif, tapi kurasa dia juga posesif padaku jadi menurutku kami seimbang.

Ah kalian pasti bertanya bagaimana bisa posesif bahkan memiliki status sebuah hubungan saja belum?

Sekarang pertanyaanku adalah, apakah status merupakan dasar dari segalanya?

Jika iya, lebih baik kalian berhenti membaca ini sekarang. Karena aku terlalu malas untuk mengubah pemikiran seseorang.

 

Sekali lagi aku dan dia memang belum saling mengenal.

Ugh aku mulai bosan memanggilnya dengan “dia” kupastikan sehabis ini aku akan langsung menanyakan namanya.

 

Laki-laki itu memandangku dengan jengkel begitu aku mengobrol dengan pria lain.

Aku tidak bohong, itu hal yang benar-benar kurasakan. Terserah kalian mau percaya atau tidak, ini ceritaku dan cerita bisa saja

berbohong. Tapi dibalik semua kebohongan mungkin ada sebuah kebenaran yang terlalu sayang kalau dilewatkan. Jadi terserah

kalian.

Sekarang aku merasa rindu. Rindu dengan perasaanku yang dulu. Menyukai orang merupakan hal melelahkan. Bagaimana caranya

menyukai seseorang tapi tidak banyak menghabiskan tenaga? Tidak ada?

Baiklah, mungkin akan berhenti menyukainya.

 

Tapi aku tidak bisa.

Atau tidak mau?

 

Aku rasa yang kedua.

Kalau begitu sekarang. Aku akan keluar dari halaman ini. Aku akan mencarinya.

Aku akan bertanya siapa namanya.

Aku akan bertanya apakah senyumnya tulus atau tidak?

Aku akan bertanya bolehkah aku memegang pipinya?

Aku akan bertanya apakah dia pria posesif?

Tapi sebelumnya aku akan mengenalkan diriku dulu.

Ia harus tahu ada aku di dunia ini. Maksudku ia harus tahu namaku. Ia sudah tahu kehadiranku dari awal kan?

 

2 thoughts on “H I M

  1. Yaampun ini diary banget gak sih? Tapi aku rasa keren juga nulis diary dengan cara kaya gini hihi dan ini aku banget waktu masih smp dan suka ama cowok, dan ke-ge-er-an dan akhirnya tidak terjadi apa-apa.
    Jadi pikrachu bagaimana kalau ini di buat plot. Ah tunggu, selesaikan oh mu prince, detour, pastel, dan catching feeling dulu kekekeke~ aku ini banyak berharap dari ff tersebut.

    Ps: permintaan ini tolong jangan di jadikan beban😉

    • Hahahhaha omaigad ini ff zaman kapan dan kamu baca hi to him :”) aku kayaknya ga bakal lanjutin ff itu heehehe. Dan enggak, setiap kamu minta aku update itu sama sekali bukan beban malah bikin senang ternyata ada orang yg meluangkan waktunya buat baca tulisanku🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s