Detour #04

(A/N: Author menyarankan pembaca Detour menginstall beberapa font yg author pakai di cerita ini ^^

link: Tequila

Pigeon (yg bagian ammount ketik aja 0 ^^)

A font with serifs

Bagaimana cara menginstall? cukup klik kanan dan pilih install🙂

Maaf merepotkan, happy reading! ^^

 

4. Jerk Bacon

Chaeri bukan orang yang terbiasa mendapat kejutan. Itulah kalimat tepat untuk menggambarkan keadaan Chaeri sekarang. Berbeda dengan Baekhyun, ia terlalu sering mendapat sesuatu yang terduga, yang kadang membuat sebuah kejutan menjadi hal biasa dan menghilangkan makna dari arti kejutan itu sendiri. Namun saat ini, Baekhyun dan Chaeri berada dalam perahu yang sama, terlonjak akan keadaan yang tidak terduga.

 “B-baek—“

“CHAERI!”

 

Berbeda.

Chaeri dan Baekhyun berbeda, kesimpulan yang bisa diambil melihat reaksi mereka yang tidak sama.

 

Chaeri menghela napas, rasa terkejutnya tiba-tiba hilang diganti dengan perasaan jengkel  “Baekhyun kau tidak perlu teriak sekeras itu.”

“TAPI ADA CHAERI DI RUMAH CHEN, SEJAK KAPAN KAU JADIAN DENGAN KIM JONGDAE?!”

 

Ada satu hal yang membuat Chaeri dapat membenci orang  dengan mudah. Dan itu adalah hal yang dapat dilakukan dengan mudah khususnya untuk orang seperti Byun Baekhyun. Chaeri meremas kedua tangannya, ia selalu benci dengan orang yang selalu berpikir seenaknya.Chen termasuk, tapi entah kenapa ia tidak bisa membenci orang itu.  Orang yang suka mengambil kesimpulan seenaknya. Singkat, dia benci orang bodoh.

“Bodoh.” Chaeri berkata dengan singkat. “Apakah tidak ada kata ‘tetangga’ dalam kamusmu?”

 

Baekhyun menelan ludah dan mengangguk pelan, kata-kata tadi terasa tajam. Tapi dia adalah Baekhyun yang tahu bahwa ada jenis manusia yang terbiasa mengeluarkan kata-kata tajam. Ia merasa ia bisa menangani seorang Moon Chaeri tapi beberapa detik kemudian kepercayaan dirinya menghilang begitu ia mendengar tawa Chaeri yang meledak.

“Hei?” Baekhun bertanya melihat Chaeri yang tiba-tiba tawanya keluar.  Baekhyun tidak ingat ia melakukan sesuatu yang lucu, ia tahu ia memang lucu (yah Baekhyun memang terlalu percaya diri), tapi ia benar-benar tidak tahu kalau ia  lucu cukup  dengan berdiri saja. Kali ini ia tidak mengerti bagaimana ia harus bersikap  di depan Chaeri,  maksudnya, baru berapa detik ia melihat kerutan di dahi Chaeri sekarang kerutan itu menghilang. Apakah kata bipolar cocok untuk perempuan seperti Chaeri?

“B-baekhyun.. bisa kau berbalik badan? Aku tidak tahan melihatmu” Chaeri berkata di tengah-tengah tawanya.

 

Baekhyun yang semakin bingung sudah siap protes pada Chaeri tapi tiba-tiba  seseorang menepuk bahunya. Dan orang yang menepuk bahu itu adalah jawaban dari segalanya.

“HAHAHA maaf  Baekhyun aku terlambat!”

Baekhyun mendecak kesal, ia tidak pernah suka situasi di mana orang-orang terus tertawa dan ia menjadi satu-satunya orang yang tidak mengerti alasan mengapa mereka tertawa, terlebih kali ini ia menjadi alasan tawa itu.

Baekhyun meniup poninya dan mendengus  kesal “Katakan saja apa yang membuat kalian tertawa!”

Chaeri segera menghentikan tawanya, ia bisa membaca situasi dan ia rasa jika ia terus tertawa itu hanya akan memperburuk mood Baekhyun. Dan itu bukan hal yang baik.

Chaeri pun menarik napas panjang dan membuka mulutnya “Hmm Baekhyun kupikir kau ha—“

Kau harus berfoto dengan Chaeri! Kau tahu kupikir ini kesempatan yang bagus!”  Chen segera memotongnya, memotong dengan sebuah kalimat bodoh menurut telinga Chaeri. Chaeri memutar bola matanya. Chen dengan semangat segera memposisikan Baekhyun berada di sebelah Chaeri. Baekhyun yang tidak mengerti apa-apa membiarkan posisi dirinya diatur oleh temannya itu. “H-hei apa maksudnya ini? Kenapa aku harus berfoto  denganmu?” Baekhyun berbisik pada Chaeri. Chaeri yang melipat kedua tangannya di depan dada hanya memandang Chen yang sedang menyalakan handphonenya dengan pandangan mematikan.

 

Chen sadar Chaeri memandangnya, dengan tatapan untuk menghentikan semua permainan Chen. Tapi Chen adalah Kim Jongdae dan ia akan terus melanjutkan permainannya itu.

“Katakan kimchiii…!” Chen berkata dengan riang.

“Kimchii!” Baekhyun mengikuti perintah Chen, padahal jelas dia adalah korban. Chaeri hanya melirik pada Baekhyun, sedikit kasihan melihat dirinya yang tidak mengerti apa-apa. Ia pun menghela napas dan mengeluarkan selembar tisu yang tertinggal di kantong cardigannya.

“Untukmu, kau akan memperlukannya”

Baekhyun menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti mengapa tiba-tiba tisu menjadi hal yang penting untuknya.

“Hey Baek! Coba lihat hasilnya! Kau terlihat tampan di sini!”

Baekhyun pun mengambil tisu dari Chaeri dan berjalan menuju Chen. Chen yang tidak bisa melepas seringai dari wajahnya memperlihatkan layar handphonenya pada Baekhyun.

 

Napas Baekhyun tertahan, beberapa detik kemudian tawanya meledak.

“HAHAHAHHAHAHAHAHA”

“Baek?” Chen bertanya, sekarang senyumnya hilang, ia tidak merasa lucu lagi.

“HAHAHHAHHAHA”

“Baekhyun?” Giliran Chaeri yang bertanya.

“HAHAHA”

“Hei Baekhyun ini tidak lucu.”

“HAHHA”

 

Chen pun menghentikkan usahanya, akhirnya ia memandang Chaeri yang sedang memandang Baekhyun dengan bosan. “Kau ingin menjemput Daeha?” Chen menebak satu-satunya alasan Moon Chaeri yang jumlah kunjungannya terhadap tetangga sejak kecil  masih terhitung dengan jari. Chaeri mengangguk dan Chen pun segera menginsyaratkannya untuk masuk ke dalam rumahnya.

 

Baekhyun yang perlahan-lahan dapat menenangkan dirinya mengelap kedua matanya, air mata terasa keluar mungkin efek dari tawa tadi. Melihat Baekhyun dan Chaeri sudah meninggal kan dirinya di depan pintu ia pun segera memegang gagang pintu untuk menyusul mereka berdua. Tapi tiba-tiba ia menyadari sesuatu kemerahan menempel di kulitnya tangannya. Sebuah merah yang Baekhyun kenali ketika ia membongkar meja rias ibunya, lipstik.

“KIM JONG DAEEEEEEEEE!” Baekhyun segera berteriak. Tanpa perlu melihat cermin ia tahu, ia sadar kalau ia baru saja mendapat sebuah kacamata gratis dari Chen. Sebuah kacamata yang ia pikir itu adalah efek dari sebuah aplikasi yang berada di handphone Chen.

 

 

“Lima menit lagi!” Daeha tidak menggubris kejengkelan kakak perempuannya. Kedua tangannya masih memegang Nintendo lengkap dengan tatapan mata yang tidak pernah teralih dari layar.

“Tadi aku bertemu dengan adikmu di depan, melihatnya tidak bisa mengalahkan Zapdos akhirnya aku mengajaknya datang untuk mengajarinya.”  Chen menjelaskan alasan kehadiran Moon Daeha berada di kamarnya.

Chaeri menggelengkan kepalanya “Daeha ayo kita bersiap makan malam.”

Daeha bukan tipe pemberontak untuk sosok seorang adik perempuan, ia cukup pintar untuk mengetahui kalau Chaeri selalu mengatakan hal benar sehingga ia memilih untuk mengikuti kata kakaknya. Tapi, tipe penurut jelas terlalu baik untuk sosok Daeha, ia memang bukan pemberontak, tapi tipe penurut juga bukan. Mungkin kombinasi keduanya adalah hal yang benar.

Dan hari ini ia menjadi tipe pemberontak.

“Aku tidak lapar, aku bisa pulang sendiri, aku masih ingin di sini.” Ia mengatakan tiga kalimat yang hanya membuat Chaeri semakin ingin mengambil Nintendo kesayangan itu dari tangan Daeha.

 

Chen mencium wangi pertengkaran. Sesuatu yang sudah ia kira mengingat pemandangan Chaeri mengejar adik perempuannya bukan terjadi sekali dua kali. “Aku bisa mengajari mu besok Daeha.” Ia memutuskan untuk ikut ambil bicara.

“Tapi aku tidak bisa diajarimu besok Chen.” Daeha menjawab, tetap memandang layar, seolah Chen adalah charmander  yang sedang ia kendalikan “Setelah ini Chaeri-unnie tidak akan membiarkanku menyentuh Nintendonya dan membutuhkan waktu seminggu lebih untukku menebak tempat ia menyimpan Nintendo ini.”

Chaeri mengacak-ngacak rambut Daeha “Kalau begitu dapatkan nilai sempurna lalu tunjukkan pada ibu, semua masalah akan selesai.”

Daeha hanya mengangguk, tiba-tiba Chaeri membaca sebuah celah. Tanpa keraguan ia langsungmerebut Nintendo itu dari tangan Daeha “Gotcha!”

Chaeri segera berlari menghiraukan jeritan frustasi Daeha. Ia menutup pintu kamar Chen, terlalu keras, bukan karena ingin menginginkan sebuah efek dramatis tapi karena ia terlalu panik mengingat tidak pernah ada sejarah dalam hidupnya ia berhasil menangkap Daeha yang selalu sukses menangkapnya begitu permainan anjing kucing di mulai.

Unniee!”

Terdengar langkah kaki Daeha. Chaeri makin panik, kakinya tidak bisa diajak kerja sama, tapi ia tahu otaknya selalu ada. Chaeri pun memutuskan untuk memasuki pintu kamar mandi yang terbuka.

Kali ini ia menutup pintu itu pelan. Pintu itu bisa diajak kerja sama karena suara derit  yang biasanya mengganggu tidak keluar .  Chaeri menghela napas lega. Ia menyandarkan badannya pada pintu. Merasa terlalu lelah Chaeri menundukkan kepalanya. Lantai toilet basah, tetesan air jatuh, seseorang lupa mematikan wastafelnya, itulah yang Chaeri pikir sampai akhirnya ia menemukan sosok Baekhyun berdiri di depannya. Wajahnya putih, benar-benar putih karena ia dipenuhi busa sabun. Kalau saja Chaeri penggemar film horror tentu ia merasa sosok di depannya ini adalah hantu.

 

 

“Pulanglah Daeha.” Chen berusaha membujuk perempuan kecil yang sedang bermain dengan Nintendo milik Baekhyun. “Aku akan, tenang saja.” Sindrom bermain game Daeha sudah kumat, dan sekarang Kim Jongdae lah yang akan menanganinya.

“Ibumu akan mengkhawatirkanmu.”  Chen pun mengeluarkan alasan standar. Alasan terlalu standar yang membuat Daeha sama sekali tidak merespon hal itu.

 Chen kehabisan akal. Akhirnya ia memilih membiarkan Daeha dan menuju pintu kamar mandi memanggil Baekhyun yang ia kira sedang marah dan mengurung dirinya di toilet. Ia sempat mendengar teriakan Baekhyun tadi, tapi karena ia sedang menemani Chaeri teriakan Baekhyun dihiraukannya “Hey Baek, ayo keluar.” Chen mengetuk pintu kamar mandi.

 

Tidak ada jawaban.

“Byun Baekhyun!”

“Pe-perutku sakit Chen!” Tiba-tiba Baekhyun menjawab. Chen memincingkan matanya, merasa ada hal yang aneh. Ia ingin bertanya lebih lanjut tapi tiba-tiba seorang menarik bajunya, Chen menengok dan mendapati Daeha sedang menunjukkan layar nintendonya “Bantu aku mengerjakan misi ini.”

Chen menghela napas “Baiklah.” Ia pun berjalan menuju sofa dan mengeluarkan Nintendo miliknya sendiri.  “Tapi setelah ini kau pulang.”

“Ya baiklah!” Daeha meniup poninya dan menghempaskan diri mereka di sofa. Sofa yang beberapa meter berada di depan pintu toilet. Daeha terlalu malas untuk mengejar kakaknya lagi, ia menemukan Nintendo baru untuk dimainkan.

 

 

“Apa kita harus menunggu sampai mereka berdua keluar?” Baekhyun duduk di sebelah wastafel dengan tangan yang tidak bisa berhenti mengetuk marmer yang sedang ia duduki.

“Ya, aku tidak mau Daeha melihatku keluar dari toilet bersama denganmu, terlebih Jongdae.” Chaeri menjawab dengan matanya yang menatap ke layar Nintendo. Ia tidak memainkan permainannya itu, tangannya hanya asal memencet,  sebenarnya layarnya hitam, menandakan baterainya habis. Dan Chaeri lebih memilih berpura-pura memainkannya dari pada harus bertatap muka dengan Byun Baekhyun.

Beberapa detik terasa hening, hanya terdengar tetesan shower.  Baekhyun mulai merasa bosan, ia memang bukan penderita claustrophobia tapi berada di ruangan kecil juga bukan hal yang menyenangkan untuk dirinya. Baekhyun sesekali melirik Chaeri, ia merasa tidak adil. Chaeri memiliki Nintendo untuk dimainkan sementara ia hanya bisa duduk dan sesekali membuat gelembung dari sabun yang ujung-ujungnya membuat Chaeri protes.

Sementara Chaeri, ia juga mulai bosan, layar hitam sama sekali tidak membantunya mengatasi kebosanan, tapi ia terlalu canggung untuk berbicara dengan seorang Baekhyun, terlebih di kamar mandi berukuran 3×2. Tiba-tiba dari ekor matanya ia menyadari Baekhyun turun dan berjalan menuju dirinya. “K-kau mau apa?” Chaeri bertanya dan mendongakkan kepalanya ke atas bertemu mata dengan Baekhyun yang langsung menjatuhkan dirinya duduk di sebelah Chaeri “Aku hanya ingin melihatmu bermain.” Baekhyun  berkata dengan santai tidak menyadari aura panik Chaeri.

Chaeri segera membalikkan Nintendonya membuat Baekhyun tidak bisa melihat layarnya “Aku tidak suka seseorang melihatku bermain.”  Ia berkata tanpa melirik sedikitpun pada Baekhyun yang menatapnya bingung. Chaeri makin panik, selain ia takut tertangkap basah hanya berpura-pura main terus terang ia merasa gugup dengan kedekatan jarak antara dirinya dan Baekhyun. Baekhyun memeluk lututnya masih duduk di sebelah Chaeri “Kenapa pelit sekali sih?” Ia protes

 Chaeri pun menggigit kedua bibirnya, jantungnya yang biasa normal tiba-tiba bekerja lebih cepat. Ia bisa mencium wangi maskulin dari sabun cuci muka yang Baekhyun pakai. Wangi yang masih terasa asing karena bertahun-tahun ia dikelilingi oleh aroma coklat dan buah yang dipakai adik dan ibunya. Ayahnya terlalu sibuk membuat Chaeri kurang terbiasa dengan kehadiran seorang laki-laki. “Aku ada trik rahasia dalam menyelesaikan game ini.” Chaeri menjawab asal.

“Hah? Astaga tenang saja aku tidak akan mencuri trikmu Chaeri.” Baekhyun tidak habis pikir dengan alasan Chaeri tidak memperlihatkannya bermain.

 Baekhyun pun menjulurkan kakinya dan menghela napas “Aku mencium coklat, aku lapar Chaeri boleh aku minta?”

Chaeri menengok pada Baekhyun yang menatapnya, terlihat berusaha mengeluarkan puppy eyes tapi sayangnya dugaan Baekhyun salah. “Ini wangi sampoku Baekhyun, aku tidak punya coklat.”

Baekhyun membulatkan kedua matanya “Hah? Tapi ini wangi sekali!” Ia menarik napas dan mengeluarkannya sekali lagi “Aku yakin kau menyembunyikan coklat”

Chaeri memutar kedua bola matanya “Itu konyol  aku tidak mu—“  Tiba-tiba Chaeri menghentikan kalimatnya begitu menyadari wajah Baekhyun mendekati dirinya perlahan-lahan. Ia menelan ludah, sedikit lagi Baekhyun mendekatkan wajahnya kakinya sudah siap menendang.

 Baekhyun terus mendekat hingga wajahnya tepat berada beberapa centi didekat telinga Chaeri. Tunggu, ada apa dengan telingaku? Chaeri bertanya dalam hati.

“Hhaaah benar-benar bau coklat.” Ia mendengar suara Baekhyun tepat di telinganya.

 Chaeri menghembuskan napas panjang begitu mengetahui maksud tujuan hanya mencium wangi rambutnya “Kau membuatku panik Baekhyun.”

“Hhah kenapa?” Baekhyun sudah kembali menjauhkan wajahnya dan berada pada posisinya yang semula. Ia bertanya seolah mencium wangi rambut Chaeri adalah hal biasa. Chaeri menggelengkan kepalanya “Sudahlah tidak apa-apa.”

 

 

“Daeha ibumu datang menjemput.” Chen tersenyum sambil melipat kedua tangan di dadanya penuh kemenangan. Daeha mendengus lalu menyerahkan Nintendo “Sampaikan terima kasihku pada pemilik Nintendo ini.”

Chen tertawa dan mengambil Nintendo itu “Iya iya, namanya Byun Baekhyun.”

Daeha beranjak dari sofa dan berjalan mengikuti Chen yang berjalan menuju pintu rumah “Hah? Byun Bacon?”

Chen hanya tertawa, senang menemukan panggilan baru untuk Baekhyun “Benar  Byun Bacon.”

 

Chaeri yang terus memasang telinga menyadari kalau Daeha dan Chen sudah beranjak dari sofa dan berjalan menuju luar. Tanpa pikir panjang  ia mengguncang tubuh Baekhyun yang sudah tertidur. “Baekhyun ayo keluar!” Ia membuka pintu dan menarik paksa Baekhyun yang masih setengah tertidur. Tepat sebelum Chen kembali ke ruangan itu Chaeri segera memposisikan Baekhyun duduk di sofa dan ia segera berlari menuju tangga berpura-pura selama ini ia terus berada di lantai atas.

“Baek! Perutmu benar-benar sakit??” Chen segera berlari menghampiri Baekhyun begitu ia mengenali sosok familiar sedang tiduran di atas sofanya. Baekhyun yang  kepalanya basah karena di siram oleh Chaeri hanya mengangguk seadanya “Pinjamkan aku handuk.”

“Hhah? Baiklah”  Chen pun segera berlari menuju tangga dan begitu ia memegang gagang pintu kamarnya dari beranda ia melihat Chaeri keluar “Chaeri?”

Chaeri tersenyum dan memegang leher belakangnya “Boleh aku pinjam handuk?”  Rambutnya juga basah, akibat balas dendam dari Baekhyun.

Chen memiringkan kepalanya tidak mengerti, tapi ia memutuskan tidak bertanya lebih lanjut.

 

Setelah mengerjakan PR biologinya Chaeri segera menghempaskan badannya pada kasur. Baterai Nintendonya sudah terisi penuh, ia ingin segera menamatkan gamenya dan berkata pada Kyungsoo bahwa ia sudah mengalahkan Moltres tapi saat ini otaknya tidak bisa diajak kerja sama, bayangan peristiwa tadi masih terekam jelas di otak Chaeri.

 

Flashback

“Baekhyun, untuk yang kelima kalinya stop.” Chaeri meletakkan Nintendo di sampingnya  dan menatap Baekhyun yang terus membuat gelembung yang kadang sampai menyentuh wajah dan layar nintendonya.

“Aku bosan dan kau mengurungku di sini, bahkan melihatmu bermain saja tidak boleh.” Baekhyun terus membentuk gelembung dengan membentuk lingkaran dari tangannya lalu meniupnya.

“Kalau begitu tidur saja.”

“Tidak mau.”

“Baekhyun tolonglah, bersabar sampai Daeha dan Jongdae pergi.”

 

Tiba-tiba Baekhyun tersenyum, ia segera mencuci tangannya yang penuh dengan sabun lalu berjalan menuju pintu kamar mandi. Chaeri segera menghadangnya sebelum Baekhyun sampai tepat di depan pintu. “Jangan pernah buka tanpa persetujuanku.”

“Pinjamkan aku Nintendonya” Baekhyun menyeringai, seringai yang membuat Chaeri mengepal kedua tangannya.

 

Chaeri segera berjalan menuju kloset dan mengambil shower terdekat lalu menunjukkannya pada Baekhyun “Aku akan menyirammu Baekhyun.”

Baekhyun mengedipkan kedua matanya merasa kaget “Hei ini tidak adil.”

“Kalau begitu sekarang kau duduk dengan tenang.” Chaeri kembali melanjutkan ancamannya. Dan sayangnya ia kurang mengenal Byun Baekhyun. Baekhyun tidak akan menyerah semudah itu. Ia menggerakkan gagang pintu menimbulkan suara dan segera membuat Chaeri menekan shower membuat kepala Baekhyun basah seketika. Baekhyun yang kurang mengenal Moon Chaeri lain kali harus berhati-hati karena Chaeri selalu serius dengan kata-katanya.

“Aaaah!” Baekhyun berteriak. Chaeri langsung berlari dan menutup kedua mulut Baekhyun, jangan sampai Chen atau Daeha mendengarnya.

“Baek kau kenapa?”  terdengar suara panik Chen, sial harapan Chaeri tidak terkabul.

Chaeri menatap Baekhyun dan berbisik “Katakan kau terpeleset.”

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya “Itu konyol aku tidak mau.”

Chaeri pun memejamkan matanya lalu menghembuskan napas “Bilang perutmu sakit.”

Baekhyun mengangguk dan Chaeri segera melepas kedua tangannya

“Perutku sakit Chen! Kau tidak perlu khawatir.”

“Tapi kau sudah hampir setengah jam di sana, tidak apa-apa?”

“Kubilang aku tidak apa-apa!”

 

Beberapa menit kemudian Baekhyun dapat meyakinkan Chen kalau sekarang ia baik-baik saja.

 

“Haha!  Kudapatkan!” Baekhyun berhasil merebut Nintendo dari tangan Chaeri. Chaeri memelototi Baekhyun “Kembalikan dan kecilkan volume suaramu!”

Baekhyun tertawa kecil “Tidak apa-apa mereka sedang menonton TV.” Baekhyun mengangkat tinggi Nintendo yang ia ambil agar Chaeri tidak dapat mencapainya, ia menekan tombol power berkali-kali tapi layar nya tetap hitam “Hei ini kenapa?” Baekhyun pun membuka bagian belakangnya memastikan baterainya masih terpasang. “Kenapa tidak mau menyala Chaeri?”

 “Kembalikan!!”  Chaeri berjinjit berusaha menggapai Nintendonya yang berharga. Ia berusaha menahan malu berada di dekat dengan Baekhyun tapi selebihnya ia benar-benar tidak ingin Baekhyun tahu kalau ia selama ini hanya memainkan Nintendo yang kehabisan baterai.

“Baterainya ada, dan aku yakin ini tidak rusak, kau…dari tadi hanya pura-pura memainkan ini?” Baekhyun bertanya dengan menyidik tanpa membiarkan Chaeri mendapat Nintendonya.

“Si-siapa bilang? Baterainya memang baru habis!” Wajah Chaeri memerah, sebuah kesalahan karena sebenarnya ia bisa menipu  Baekhyun, kalau saja Baekhyun tidak cukup pintar untuk membaca ekspresi tentu ia akan percaya pada Chaeri, sayangnya rona merah Chaeri cukup menjelaskan semuanya.

“Ahh— ketahuan selama ini kau hanya berpura-pura.” Baekhyun menyeringai, tangannya masih meninggikan Nintendo.

Chaeri memelototi Baekhyun “Kubilang ini baru saja mati!”

“Kau malu kan berbicara denganku jadi memilih untuk berpura-pura sibuk dengan Nintendo ini?” Baekhyun menghiraukan penolakan Chaeri dan terus menggodanya. Ia suka dan menikmati ekspresi Chaeri, meskipun jahat tapi ada kalanya Baekhyun lebih mementingkan kesenangan pribadi daripada kenyamanan orang lain.

“U-untuk apa aku malu hah?” Chaeri berhenti menjijit dan segera jongkok memeluk lututnya, aksi yang dilakukan begitu ia merasa kesal. Ia tidak peduli Baekhyun mengambil Nintendonya, toh baterainya sudah habis, yang sekarang menjadi masalah adalah Chaeri tidak ingin Baekhyun mengira dirinya malu pada Baekhyun.

“Moon Chaeri, kau harusnya tahu kalau aku teman berbicara yang menyenangkan, daripada menghabiskan waktu dengan benda mati ini harusnya kau mengajakku berbicara.” Baekhyun tersenyum dan ikut jongkok di sebelah Chaeri. Ia menjulurkan Nintendo itu tapi  Chaeri sama sekali tidak menerimanya “Kubilang baterainya baru saja habis.”

Baekhyun tertawa tiba-tiba teringat sesuatu “Pantas saja kau tidak ingin aku melihatmu bermain! Siapa yang tidak malu tertangkap basah hanya berpura-pura main? Hahahahaha.” Baekhyun berusaha tertawa dengan suara sekecil mungkin.

“Itu baru saja mati Byun Baekhyun.” Chaeri kembali berargumen. Argumen yang hanya membuat Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya penuh kemenangan. “Jadi Chaeri, kau masih malu denganku?”

 Chaeri segera berdiri, emosinya memuncak ia kembali berjalan menuju shower dan menunjukkan pada Baekhyun kalau ia akan melakukan apa saja untuk membuat Baekhyun berhenti menggodanya.

 Baekhyun tersenyum, ia menghampiri wastafel dan memutar keran. Dengan gelas kaca yang berada di dekat wastafel Baekhyun segera menampung air lalu menunjukkan pada Chaeri kalau ia juga akan melakukan apa saja untuk membuat Chaeri berhenti menyiramnya.

“Byun Baekhyun…” Chaeri mengangkat showernya, mengarahkannya pada kepala Byun Baekhyun.

“Moon Chaeri….” Baekhyun sama seriusnya, ia siap menyiram Chaeri. Ia siap dengan permainan ini.

______________________________

A/N:

Finally hubungan mereka berkembang~ (dan author bisa fokus pada Kyungsoo-Chaeri)

51 thoughts on “Detour #04

  1. bwahahahaha….
    kocak! aku bisa ngebayangin gimana kondisi mereka berdua abis siram”an di toilet.
    awal yg lucu buat hubungan ke duanya.
    Semangat eonni!

  2. Hehehe lucu deh momen baekhyun-chaeri
    gemes jadinya bayangin baekhyun niup2 gelembung sabun.
    Ternyata baekhyun masih childish juga😄

  3. yaaaa benar..hubungan mreka brkembang..sweet banget malah..dari daling musuhan ujung2 nya(……) kyaaaaaa jdi gk sbar..

  4. Manis bngt baek sma chaeri semanis wangi rambut chaeri (?)
    chen sma baek shabat deket bngt, jdi inget showtime, d sna aku bnyak lihat moment mereka soalnya. Kkk
    semngat kak.!

  5. Yaampuuun sweet banget sih chaeri ama baekhyun wkwkwk
    Author daebaaak~ aku ga berhenti ketawa di part ini, wkwkwk xD

  6. Haaha aku lebih suka chaeri sama baek deh, mereka lucuuu. Klau sama kyungsoo trkesan gk hdup (?) haha aku snyum2 sndiri bca part ini

  7. Huweeee kenapa dipart ini byun baekhyu-chaeri soo sweet T_T
    Gak apa-apa dink qw mulai ikhlas
    Siapapun yang dipilih chaeri qw terima
    Kyungsooo gak jdi sama chaeri jadi’a kn kyungsoo’a bisa sama qw terus kl baekhyun jg g jdi sama chaeri, juga bisa jadi sama qw😀
    Tpi beneran dipart ini scane’a sweet wlpun kerjaan’a perang mulut tpi itu yg jdi menarik di cerita ini.

  8. kyaaa~~ daebak bener?!!
    ceritanya keren
    awal hubungan yang unik😄
    lbh dukung baek-chaeri drpd kyungsoo-chaeri
    baek-cheri lbh unik, lucu, dan pastinya hebohan
    kalo kyungsoo-chaeri lbh datar bgt
    pokoknya hidup baek-chaeri >0<

  9. Pingback: Rekomendai Fanfiction | Anggi Nindya Sari

  10. Haloo Q readers bAru dsni, Q dah bAcA chap 1- 3 di Exo fF indo, nd td smpet kesusahan nyari chap 4’a, akhir’a Q iseng ngetik library dipncrian, eh ktmu dweh! He2x Senang’a! Crita’a ringan dn bguz, mudh dpahami nd yg pazti bkin ngakak truz! Oke lnjuT mpe slesai thor! SEMANGAT!

  11. huaaaa sumpaah pikrachuuuuu, kamu daebak!!
    karakter baekhyun bener-bener nggak mengada-ngada, pas bhgt sm baekhyun aslinya begitu juga kyungsoo. selain itu author bener-bener bagus memainkan alurnya dan moment yang tepat,meskipun kadang,sekalipun ada mommentnya bikin melting+senyum2 sendirii huaaaa like itttt

  12. wuhuu sweet bgt sih dikamar mandi berdua *plakkk tapi hubungan mereka berkemvang karena itu ya wkwk btw aku gak paham knpa chen sama chaeri ngetawain baek pas dipintu wkwkwkkwkww

  13. Duh suka bgt sn ff ini… kocak,ringan bgt ,trs moment baek-chaeri nya sweet bgt ,senyum senyun sendiri baca ini🙂

  14. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  15. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  16. Hadeuhhh si baek bener bener pengen coklat ya? :v sampe nanya berkali kali :v
    Btw, mereka makin sweet huahahaha dan kyungsoo mana? Ko ga muncul?
    Alhamdulillahnya bae bae gue si luhan dan si sehun cman icil icil munculnya, ga rela kalo terlibat cinta cintaan :v
    Kalo gtu fighting ya thor..

  17. Hahaha…mereka aneh ih~ apalagi si Baekhyun! Beneran dah byangin penampilan Baekhyun yg kek jin sampe-sampe ngebuat Chaerin ketawa! Terlalu abstrak mungkin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s