Pabo Couple (pabo Day)

Title: Pabo Couple (Pabo Day)

Author: BeningAT

Genre: Romcom

Rating: G

Cast: Eunhyuk, Yoo Chin Soo (OC)

Ini adalah ff lanjutan dari yang first, ff yang ini gak kalah kocak kok sama yang first semoga pada suka ya dan jangan lupa comment. Selamat membaca………🙂

***

Yoo Chin Soo POV

Hari ini Eunhyuk memintaku untuk ke kantor lebih pagi entah kenapa mungkin ada perubahan jadwal secara tiba tiba. Semenjak aku bekerja di kantornya dan menjadi sekertarisnya, aku malah di suruh-suruh olehnya seperti membuatkan minuman mengantarkannya ke meja makan sampai meletakkan jasnya di tempat gantungan yang sebenarnya gantungan itu ada di sebelah mejanya.

Aku segera memakai gelang dan High heelku dengan terburu-buru. Hari ini aku memakai kemeja putih tanpa lengan dan ada bunga-bunganya di sekitar leher dan memakai rok biru tua yang tidak terlalu pendek kira-kira setengah pahaku, aku juga memakai ikat pinggang merah di roknya. Tapi aku tak pernah menggulung rambutku. Aku segera keluar kamar dan berjalan menuruni tangga secara terburu-buru. Aku melewati meja makan.

Eomma aku harus buru-buru” Ucapku sambil berjalan cepat menuju pintu. Sebenarnya aku tersenyum lebar saat melewatkan meja makan karena pagi ini ada alasan agar aku tak sarapan. Aku segera berjalan menuu mobil dan masuk dengan perlahan. Aku segera menekan gas dengan kakiku.

@Kantor

“Ada apa?” Tanyaku pada Eunhyuk yang sekarang sedang membaca berkas yang ada di mejanya.

“Tidak aku hanya memanggilmu saja, tadi pagi appa menyuruhku untuk membaca ini dan aku tak memiliki teman jadi aku memanggil kau” Katanya  dengan wajah tak berdosanya, jadi aku kesini hanya untuk….

“Apa! jadi kau memanggilku hanya untuk menemanimu yang membaca berkas?” Aku langsung melempar tas kecilku ke wajahnya.

“Yak!!! kau berani sekali pada atasanmu!!” Kesal Eunhyuk karena tas kecilku berhasil mendarat di wajahnya.

“Kau itu sangat menyebalkan, padahal jam segini aku masih bisa tidur tiduran di kasurku” Ucapku kesal. Aku mengambil pulpen-pulpen yang ada di mejanya dan melemparnya ke arah atasanku itu yang sangat sangat menyebalkan.

“Yak!! yak!! yak!! apa yang kau lakukan hah!!” Teriaknya sambil menunduk.

“Melemparimu” Setelah pulpen pulpen yang ada di tanganku habis aku segera mengambil tempat pulpen dan kulempar ke arahnya dengan penuh kekuatan.

“Yak!! appo” Setelah itu aku segera melepas high heelku dan bersiap melayangkannya ke arah Eunhyuk, dan dia langsung melebarkan matanya.

“Kau yakin akan melempar itu? Bagaimana jika sepatumu rusak?” Tanya Eunhyuk hati hati.

“Eumm….. kau benar juga ya inikan mahal kalau rusak sayang” Sadarku, aku segera tersenyum dan memakainya lagi, tapi setelah itu aku mengedarkan pandanganku di ruangan ini mencari barang yang bisa kulempar, ah aku menemukannya, aku berjalan ke arah sofa dan melempar semua bantal yang ada ke arah eunhyuk.

Aku segera keluar dari ruangan itu dan mengabaikan teriakannya, tapi tiba-tiba aku ingat tasku tertinggal di ruangannya jadi aku segera kembali lagi dan memasuki ruangannya.

“Mau apa lagi kau?!” Ketus sang penghuninya.

“Hanya ingin mengambil tasku yang tadi kulempar. Tolong ambilkan ya, tasnya ada di belakangmu” Aku lihat Eunhyuk segera membalikan kursinya dan sedikit menunduk untuk mengambil tasku.

igo

Gamsahamnida, tapi ngomong ngomong kenapa kau mengambilkan tasku? Kan kita sedang  bertengkar” Ucapku bingung.

“Oh iya, ya kita kan sedang bertengkar, ya sudah sini kembalikan lagi tasnya” Dan tanpa ba bi bu aku memberikan tasku ke padanya ia segera meletakkan di tempat semula.

“Ulang dari kau memohon padaku” Ucapnya ngebos.

“Emm… tolong ambilkan tasku, tasnya ada di belakangmu” Ucapku mengulang.

“Ambil sendiri” Jawabnya ketus. Aku segera mengambil tasku dan pergi dari ruangannya.

“Ehh.. tunggu!!” Teriak Eunhyuk dari kejauhan.

“Apa lagi sih aku ingin keruanganku dan aku tak ingin melihat wajahmu lagi!!” Jawabku tak kalah keras dengan suaranya.

“Kau ingin keruanganmu? Buaknnya ruanganmu harusnya belok kanan bukan berbelok ke kiri?” kata Eunhyuk dengan nada yang bingung.

“Ehh.. anu. i..ituu.. tadi aku… aiishh!” Aku langsung membalikan badanku dan berjalan cepat melewatinya.

Yeoja aneh” Katanya pelan saat aku melewatinya.

“Apa kau bilang?” Tanyaku sekali lagi.

“Emm… yeoja maniss” Dia yakin mengucapkan itu?

“Emm.. gamsahamnida” Jawabku dan langsung pergi ke ruanganku. ‘Aisshhh malu sekali’ aku berjalan cepat menuju ruanganku yang sedikit jauh dengan ruangan Eunhyuk.

@Makan siang

Aku kali ini akan makan dengan bosku itu di cafe dekat sini, sekarang aku sedang menunggunya di depan pintu ruangannya.

“Sudah lama?” Tanyanya.

Ne” Ketusku.

Kajja” Dia segera meninggalkanku menuju lift dan aku segera berlari menujunya dan menghentikan jalannya.

“Bisa tidak menungguku sebentar?” Kataku dengan wajah yang aku pasang marah.

“Kau ini” Kami segera masuk ke dalam lift yang ternya ta ada pegawai lainnya mereka sedikit menunduk pada Eunhyuk dan ia membalasnya dengan sedikit senyuman di wajahnya.

TING!

Kami semua langsung keluar lift dan berjalan menuju pintu utama tapi kenapa setiap aku berjalan dengan Eunhyuk semua pegawai ini menatapku ya?

“kenapa dengan mereka? Selalu saja melihatku seperti itu apakah tak ada objek lain, dan mereka tidak capek apa selama dua minggu menatapku seperti itu terus?” Gumamku.

“Itu karena pakaianmu” Balas Eunhyuk dengan tiba tiba.

“Memang ada apa dengan pakaianku?” Bingungku.

“Apa roknya terlalu pendek? Tapikan aku sudah memakai yang lebih panjang mereka juga sama” Jawabku.

“Bukan penampilanmu itu seperti ingin pergi berbelanja” ucap Eunhyuk sambil menatapku.

“Tapi rok ini tak terlalu pendek kan?” Tanyaku padanya.

“Menurtmu?” Kenapa ia malah balik bertannya padaku? kan tadi aku yang bertanya.

“Tidak terlalu pendek sih, tapi agak pendek juga, tidak deh tidak terlalu, tapi mungkin menurut orang terlalu pendek atau biasa saja…aisshhh… aku pusing lama lama” Aku merasa bego sekarang.

“Siapa yang buat kau pusing?” Tanya Eunhyuk dengan wajah polosnya.

“Kau!” Jawabku tegas.

“Memang aku melakukan apa padamu?” Tanyanya sekali lagi.

“Aiiisshhh!!! Kau ini makin membuatku pusing!!!” Geramku. Aku segera meninggalkannya dan berjalan ke luar kantor.

end

 

2 thoughts on “Pabo Couple (pabo Day)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s