How to Reach the star part 3

Author Finnbake said: hehehe akhir part 3 selesai juga, semoga cerita ini bisa berjalan dengan baik :)).

Akhirnya permain kartu UNO ini selesai dan Taeyanglah yang menjadi juara pertama dan aku menjadi urutan yang terakhir. Alhasil aku harus menerima tantangan dari mereka sebagai pihak yang kalah. Inilah resiko bermain dengan sekumpulan laki-laki tentu saja hukumannya kurang masuk diakal.

Aku ditantang oleh mereka untuk meminum softdrink dalam keadaan kepala terbalik. Pada sesi inilah Choi Seung Hyun dengan semangat berdiri bahkan membantu mengambilkan satu kaleng softdrink padaku. Cih, pria itu.

Aku pun segera menyiapkan posisi di sofa dan menaruh kepala di lantai sedang kan tubuh tertidur manis di sofa. Choi Seung Hyun pun membantuku untuk menuangkan air softdrink kedalam mulutku. Tapi untungnya tantangan itu berhasil kuselesaikan dengan mulus. walaupun cukup menyakitkan.

Akhirnya malam itu berakhir dengan meriah setelah aku berhasil menyelesaikan tantangan dari mereka. Karena terlarut malam aku pun izin untuk pulang sebenarnya bukan hanya itu saja. Ada suatu hal yang harus aku renungkan  sebagai perempuan yang sekarang keadaannya sedang terancam. Sehingga mau tidak mau aku harus segera pulang.

Sesampainya dirumah seperti biasa ibuku sedang fokus dengan drama malam Koreanya dan ayah yang sudah tertidur lelap di kamarnya. Aku pun segera melesat dan membuka laptopku. Pencaharianku pun dimulai “Cara Membuat Pria Menjadi Peka”.

Sepertinya sekarang akalku sudah tidak berjalan lagi. Sampai-sampai aku harus melakukan hal konyol seperti kali ini. Aku meminta bantuan pada internet untuk membantu menyelesaikan masalahku dengan Choi Seung Hyun. Tapi bagaimana lagi aku sudah pasrah dengan penyakit kronis Choi Seung Hyun. Setidaknya aku harus mencoba.

“cara yang pertama…” ujarku pelan membaca artikel yang kubuka

“lakukan kontak mata sesering mungkin dan diselingi oleh senyuman tersipu malu, itu akan membuat pria sadar kalau bahwa kamu menyukainya” itulah isi dalam artikel itu.

“hmm, menarik. Baiklah layak untuk kucoba” ocehku pada diriku sendiri.

Keesokan harinya selepas menyelesaikan kerja part-timeku disebuah kafe. Aku segera meluncur ke YG Building untuk bertemu sosok Choi Seung Hyun. Aku mau mencoba apakah rencanaku kali ini akan berhasil?

YG Building merupakan gedung modern yang terletak di kawasan elit Gangnam. Inilah kantor Choi Seung Hyun teman dekatku sekaligus teman masa kecil. Dari segala penjuru aku mencari batang hidung seorang sosok Choi Seung Hyun. Dari kantin, record room, practice dance hingga ruang fitness. Namun sosok itu tak kunjung muncul.

Semangatku mulai kendur dan berpikir untuk mengurungkan niatku untuk mencoba tips di artikel yang kubaca kemarin malam. Dengan gontai aku menuruni anak tangga namun tiba-tiba hal yang kunantikan terjadi ketika aku menghadap kedepan aku melihat sosok Choi Seung Hyun yang baru saja keluar pada sebuah ruangan yaitu-Toilet.

Segera aku merapihkan rambutku dan bajuku serta membetulkan posisiku menyiapkan kontak mata dan senyum tersipu malu. Ya, aku siap menghadapi Choi Seung Hyun!.

“rambut? Check!, baju? Check!, posisi? Check!, kontak mata? Check! Terakhir senyuman tersipu malu? Check!” ujarku dalam hati.

“Jjinja!!!” Choi Seung Hyun kaget

“YA! Na Mi!! Bisakah kamu berhenti membuatku kaget?! Aku baru saja keluar toilet dan kamu langsung melakukan ini padaku? Aishh! Buat kesal saja.” Gerutu Choi Seung Hyun.

Aku menggubris segala gerutuannya terhadapku. Misiku sekarang tetap menantap matanya dan tersenyum malu. Walaupun aku tidak tahu bagaimana tampakku sekarang.

“Chu Na Mi? Ya Chu Na Mi?!” Choi Seung Hyun menyebutkan namaku berkali-kali sambil melambaikan tanganya padaku.

Choi Seung Segera merapikan baju dan rambutnya, ia kira ada satu hal yang salah darinya makanya aku memandanginya terus tanpa berkedip sedikit pun. Padahal ia sudah tampan seperti biasanya.

“Ya?! Kamu kenapa? Ada yang lucu dari diriku? Apa aku terlihat seperti badut didepanmu?” segala pertanyaan bertubi-tubi ditunjukan Choi Seung Hyun kepadaku.

Jujur, aku sudah tidak tahan memandanginya terus menerus tanpa berkedip. Mataku perih.

“Ah…” ujar tak tahan dan segera mengusap kedua mataku dan memijat-mijat pipi yang sedari tadi tersenyum. Melihat tingkahku yang seperti itu tentunya Choi Seung Hyun heran.

Tangannya yang besar segera melandas di dahiku

“panas.” ujarnya dingin dan segera menaiki anak tangga.

“Seunghyunnie!! Tunggu aku” teriakku

“tidak-tidak” ujarnya sambil menggoyangkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.

“ aku tidak mau dekat orang sakit. Aku takut tertular” ujarnya acuh dan meninggalkanku dibelakangnya.

Aku pun segera mengejarnya. Terlihat jelas punggung Choi Seung Hyun yang bidang. Anak itu sudah besar ternyata. Yah… walaupun misi kali ini gagal tapi lain kali pasti aku akan berhasil!! Untuk menggapai bintang itu, Choi Seung Hyun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s