Detour’s Extra Story

O love, so long as you can love.

——FRANZ LISZT

#

“Ini perpustakaan sekolah kami, salah satu kebanggaan kami karena koleksinya yang lengkap untuk ukuran sebuah sekolah.” Murid laki-laki yang dipanggil Baekhyun itu berkata dengan lancar seolah ia memang tour guide professional di sekolah ini. Aku mengangguk dan mengikutinya, ia membukakan pintu besar yang tingginya dua kali tubuh kami  dan membiarkanku masuk terlebih dahulu.

“Bagaimana?” Baekhyun sudah berjalan di sebelahku dan menyeringai.

Aku terdiam cukup lama sebelum menjawap pertanyaannya. Meskipun aku pribadi bukan pecinta buku mengingat di sekolahku dulu kunjunganku ke perpustakaan masih terhitung jari, di sini perpustakaan yang biasa kucap sebagai tempat membosankan terlihat berbeda. Aku menahan napas melihat puluhan rak menjulang membuatku merasa menghabiskan seumur hidup di sekolah ini pun buku-buku itu tidak akan habis dibaca.

“Wow ini benar-benar–“ Begitu aku ingin melanjutkan kalimatku tiba-tiba Baekhyun berjalan meninggalkan “Coba lihat jendela ini.”Ia menghampiri jendela raksasa yang mendominasi sisi kanan perpustakaan, aku mengikutinya dan melihat ke arah luar melihat halaman belakang sekolah yang dipenuhi kombinasi warna merah, coklat, kuning mengingat kami baru saja memasuki musim gugur. Aku tersenyum dan menengok padanya “Aku rasa aku akan menyukai tempat ini.”

Baekhyun tersenyum dan ikut mengangguk “Ngomong-ngomong kau bilang kau suka masak? Koleksi buku masak kami lumayan lengkap, kepala sekolah suaminya chef sehingga kami selalu mendapat buku masak terbaru hampir setiap minggunya.” Baekhyun berjalan menuju sebuah rak yang berada beberapa meter dari tempat kami berdiri. Aku mengikutinya dan menyadari sebuah kejanggalan “Perpustakaannya kenapa kosong?”

“Hmmm hari ini kami ada ujian dan aku yakin mereka masih sibuk mengerjakan mengingat ini baru sejam sejak ujian di mulai.”Baekhyun menjawab dan berhenti tepat di depan sebuah rak. “Dan aku mendapat hak istimewa karena harus mengajakmu keliling di sekolah ini.”

Aku mengangguk-ngangguk dan ikut berhenti di sampingnya. Mataku langsung membulat kaget melihat jejeran buku resep usang yang selalu ingin kubeli tapi tidak bisa karena harganya yang terlalu mahal. Apa aku boleh meminjamnya hari ini? Tapi aku masih calon murid di sini dan aku langsung meminjam buku? Terlebih buku berharga seperti ini?

“Baekhyun bo–“ Belum selesai dengan kalimatku tiba-tiba Baekhyun berkata dengan kaget

“D.O!”

Aku menengok melihat pada siapa Baekhyun memanggil, pandanganku jatuh pada seorang laki-laki yang berada di depan rak seberang kami. Baekhyun sedang merangkulnya dan tertawa sementara laki-laki itu tetap berfokus pada buku yang sedang dibacanya, sekali dua kali ia mengangguk untuk memberitahukan bahwa ia mendengar candaan Baekhyun. Baekhyun yang menyadari aku hanya mengamati dirinya dan orang yang dipanggil D.O itu, segera melambaikan tangannya ke arahku. “Hei Nami! Ayo ke sini!”

Aku mengangguk dan menghampiri mereka berdua.

“Kyungsoo kenalkan ini Seo Nami calon murid baru pindahan dari Busan, ia sedang obervasi”. Baekhyun mengenalkan diriku dengan riang dan reaksi yang ia dapat dari Kyungsoo benar-benar membosankan, ia hanya memandangku sekilas dan kembali berfokus pada bukunya. Baekhyun yang tidak peduli dengan respon dari Kyungsoo lalu memandangku “Dan Nami, kenalkan ini Do Kyungsoo, temanku yang paling pintar karena ia sudah menyelesaikan ujian kurang dari sejam.” Baekhyun menyeringai seperti orang tua yang bangga pada anaknya yang pintar.

Aku hanya mengulum senyum, laki-laki bernama Do Kyungsoo ini harus diberi pelajaran bagaimana mengenalkan diri secara semestinya, aku pun berjalan mendekati Kyungsoo hingga berada tepat di sebelahnya “Namaku Seo Nami, kuharap kita bisa menjadi teman baik.”Aku menjulurkan tanganku padanya, Baekhyun sedikit kaget melihatku yang berinisiatif untuk berjabat tangan dengan temannya. Kyungsoo mengangkat wajahnya dan menatapku, matanya yang bulat, hitam pekat besar memandangku dalam, senyumku menjadi hilang merasa kaget ia memandangku cukup lama hingga akhirnya ia menjulurkan tangannya dan menjabat tanganku “Ya aku tahu, kau Seo Nami dari Busan, senang berkenalan denganmu.” Tetap tanpa senyuman ia kembali mengalihkan pandangannya menuju buku dan melepaskan tanganku.

Aku mengedipkan mataku berusaha mencerna respon dingin yang pertamakali kudapat seumur hidupku. Selama ini tidak pernah ada laki-laki yang sama sekali tidak menyunggingkan bibirnya untuk tersenyum ketika berkenalan denganku, Kyungsoo memandangku selama tujuh detik dan entah apa yang terjadi itu memang bukan pandangan terlama yang pernah kudapat tapi kenapa aku merasa seseorang baru saja memandangku habis-habisan dari ujung kaki sampai kepala.

Baekhyun yang menyadari suasana canggung hanya tertawa kecil dan mengacak-acak rambutnya “Dia memang orangnya seperti itu Nami, oh ya aku ke toilet dulu ya!”Baekhyun berlari menuju pintu perpustakaan dan meninggalkan kami berdua. Aku menelan ludah dan menggeleng-gelengkan kepalaku, melamun terlalu lama membuatku terlihat bodoh. Begitu aku ingin berbalik badan menuju rak sebelumnya tiba-tiba mataku menangkap sesuatu “Good Maine Food?”Aku menyebutkan judul buku yang Kyungsoo baca, salah satu buku favorit yang selalu kuletakkan di rak paling atas lemariku agar adik-adikku tidak dapat mengambilnya.

“Kau tahu bukunya?” Kyungsoo segera menengok padaku, membuatku menghindari kontak mata dengannya, tidak terbiasa mata bulat besar itu menatapku. “Yaah..aku punya bukunya, menurutku itu buku bagus.”

“Aku dengar resep Pancake di buku ini sangat enak, kau sudah mencobanya?” Kyungsoo bertanya dengan serius, membuatku melihatnya sebagai hal lucu karena ia terlihat benar-benar mengantisipasi jawabanku.

Aku mengangguk dengan semangat, sepertinya aku baru saja menemukan satu orang yang memiliki kesamaan denganku, dan wew dia laki-laki. “Kyungsoo juga suka masak ya?”Aku mulai merilekskan tubuhku dan mengurungkan niatku untuk kembali ke rak sebelumnya.

“Sebenarnya biasa saja”

Kyungsoo diam lalu mengambil satu buku dari rak di depannya,tersenyum seperti menemukan hal menarik pada buku itu “Aku suka makan dan juga masak, dan juga suka kalau bisa membuat orang senang dengan masakanku..”

Mataku menelusuri wajah Kyungsoo yang terfokus pada buku yang dibacanya, ia telihat menikmati apa yang dibacanya, bibirnya sekali-kali tersenyum, senyum yang sampai detik ini juga belum pernah ia perlihatkan padaku “Aku mengerti perasaan itu.” Aku ikut mengambil buku dan membaca sambil berdiri di sebelahnya.

Meskipun mataku membaca buku dari ekor mataku aku dapat melihat Kyungsoo menengokkan wajahnya padaku, ia tersenyum mungkin hanya sekilas tapi aku tidak dapat berhenti berteriak girang dalam hati mendapat senyum itu, ke depannya, di sekolah ini aku akan berusaha untuk mengoleksi senyum itu darinya. Itu targetku.

“Kau tahu? “

Aku segera menengokkan kepalaku kaget ia berbicara padaku.

“Mungkin kita bisa menjadi teman.”

Teman.

Status biasa, tidak ada yang spesial, berkesan basa-basi jika orang lain yang mengatakannya; tapi kenapa terdengar begitu manis dan berbeda begitu Kyungsoo yang mengatakannya?

—————

“Baek, kau tersenyum sendiri begitu sangat menggelikan.”

Baekhyun yang sedang mencuci tangan di wastafel segera menghentikkan senyumnya melihat Luhan yang sudah berdiri di sebelahnya, tangannya sibuk merapihkan rambut, menaikkan poninya. Baekhyun mendengus dan ikut merapihkan rambutnya “Kau sudah selesai ujian?”

“Sudah.” Luhan menjawab singkat sambil tertawa “Kau tahu feelingku selalu bagus setiap mengerjakan pilihan ganda.” Baekhyun memutar bola matanya melihat Luhan yang begitu bangga dengan kemampuan menebaknya.

“Hei apa aku sudah terlihat tampan?” Baekhyun menghadapkan wajahnya pada Luhan. Luhan yang geli mendengar pertanyaannya itu langsung menyeringai dan mengacak-acak rambut sahabatnya “Nah sekarang sudah.”

“Sial.” Baekhyun mengumpat dan menjauhkan dirinya dari Luhan, harusnya ia tahu Luhan tidak mungkin cukup baik untuk menyenangkan hatinya.

“Oh ya ngomong-ngomong teman sekelasku Sena menitipkan kue untukmu.”

Baekhyun menengok pada Luhan, memasang ekspresi tanda tanya “Bukannya dia suka padamu?”

Luhan memutar bola matanya  “Itu minggu lalu.”

Melihat temannya yang terlihat kesal membuat Baekhyun tertawa kecil “Hahaha sudah kuduga, kau harus memperbaiki sikapmu agar fansmu tidak menjauh!” Luhan yang kesal mendengar perkataan menyudutkan dari Baekhyun menyipratkan air padanya “Kabar baiknya ia memberimu Strawberry Shortcake.” Luhan berkata dengan dingin menyebutkan kue favoritnya.

Setelah Baekhyun berjalan makin menjauhkan dirinya dari Luhan, hingga berada di wastafel paling ujung toilet ia menengok dan tersenyum pada Luhan “Kabar baik untukmu, aku tidak suka Stroberi.”

“Jadi? “ Luhan menaikkan sebelah alisnya.

“Kue itu untukmu.” Baekhyun berjalan keluar dari toilet, sebelum ia menutup pintu ia menyembulkan kepalanya dari balik pintu dan tersenyum

“Aku suka Ceri. ”

___________________________________________________________________________

A/N:

Ngebuat ini mendadak karena author ingin ngebahas pertemuan pertama Kyungsoo dan Nami tapi merasa aneh kalau diselepin dalam cerita jadi mending dijadiin extra story kan?

18 thoughts on “Detour’s Extra Story

  1. aaaa aku teriak aaaaaa!! Demi apa baekhyun suka ceri! A! A! A! Kebetulan yg pas aaaaaaaaa! (Bukan kebetulan keleus emang authornya berkehendak begitu-_-)
    Oooh jadu begini bagaiman nami bisa suja ama kyungsoo, hem hem kasian baekhyun.
    Jadi bingung ama sena, minggu lalu seneng luhan, minggu ini seneng baekhyun, eh minggu depannya seneng d.o, semuanya aj mbaa kalo gitu maaah wkwk xD

  2. Pingback: Rekomendai Fanfiction | Anggi Nindya Sari

  3. Ending nya pas baekhyun bilang ” aku suka ceri” itu menjurus yaa ;> walaupun mereka masih belom ketemu dicerita ini wkwkwk

  4. oh.. jadi gitu tho..
    dr awal nami suka kyungsoo
    trus dr awal baek suka ama nami
    ya..ya..
    nnt sja
    baca ampe akhir wkwkwk

  5. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  6. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s