#Detour 07

(a/n: chapter favorit author, ditunggu komennya!)

7. Flutters

“Luhan! Itu Kyungsoo sedang berlari.” Chaeri membuyarkan konsentrasi Luhan yang sibuk menggerakkan kaki tangannya mencari gerakan tari yang baru seperti mengutak-atik badannya sendiri. Luhan langsung menengok lengkap dengan trademark senyumannya yang segera hilang begitu sesuatu yang ia duga tidak muncul.

“Hei kenapa Nami tidak ikut denganmu?” Luhan bertanya begitu Kyungsoo berhenti tepat di depannya dengan napas terengah-engah. Kyungsoo masih dengan napas belum teraturnya memandang Luhan dengan tajam, kedua mata bulatnya dipincingkan “Nami? Itu alasan sebenarnya kau memanggilku membuatku berlari seperti ini?”

Luhan tertawa mendapati Kyungsoo yang begitu moody sore ini “Hei hei aku hanya bertanya, aku tidak bohong aku melihat coretan di gerbang sekolah kita.” Luhan yang sudah mengerti benar seorang Kyungsoo berusaha menenangkan temannya itu. Ia pun mengajak Kyungsoo mengikutinya untuk melihat coretan yang sebenarnya Luhan sendiri tahu pelakunya siapa. Kyungsoo menghela napas dan berjalan mengikuti Luhan hingga akhirnya matanya menangkap sosok perempuan yang daritadi bersembunyi di balik tubuh Luhan.

“Chaeri?”

“Aku di sini ada perlu dengan seseorang.” Chaeri menjawab Kyungsoo yang melihatnya dengan pandangan kaget.

Berbeda dengan Chaeri yang sudah melupakan fakta kalau Kyungsoo belum selesai memberitahu namanya, Kyungsoo masih ingat jelas perasaan mengganjal karena pengenalannya pada Chaeri terganggu oleh Sungjong.

Ia menghentikkan langkahnya membuat Luhan yang asyik bersenandung tidak sadar Kyungsoo tidak lagi berada di belakangnya “Hai Chaeri, sebelumnya kenalkan namaku Do Kyungsoo dari kelas 2-f.”

Chaeri terdiam memandangi orang yang baru mengakui dirinya Do Kyungsoo. Dia bodoh atau apa? Chaeri bertanya dalam hati. Kyungsoo berbicara seolah ini detik pertama mereka bertemu, ia tidak cukup mengenal Kyungsoo kalau hal sesepele itu ternyata sangat berpengaruh besar pada seorang D.O. Hal itulah yang membuat Chaeri tidak memberi respon pada pengenalan Kyungsoo yang terlambat.

Kyungsoo yang berusaha mencairkan suasana kaku kembali membawa topik yang terhenti di perpustakaan tadi.

“Jadi, kenapa kau mencariku di perpustakaan?”

“AH!” Chaeri membuka kedua mulutnya, sekarang semuanya menjadi jelas kenapa Kyungsoo tiba-tiba mengenalkan dirinya. Ia ingin bertanya soal surat cinta yang dititipkan pada Chen tapi tiba-tiba lagi seseorang datang menginterupsi. Dan segera Chaeri sadar alasan kenapa Luhan memanggil Kyungsoo untuk dapat bertemu Nami.

“Kyungsoo!” Nami sudah ada di sebelah Kyungsoo, wajahnya berkeringat hasil lari dari kejaran guru Kim karena menabraknya di koridor tadi.

Kyungsoo yang kembali terganggu mendengus, pertama Nami yang merusak pengenalannya, lalu Sungjong datang dan sekarang perempuan itu yang datang lagi. Bukannya Kyungsoo benci pada Nami, tapi kalau ditanya apakah Nami mengganggu? Yah dia akan menjawab ‘ya Nami mengganggu.’

“Nami aku sedang berbicara dengan Chaeri.” Kyungsoo menggeser langkahnya selangkah menjauh dari Nami. Chaeri yang dalam hati benar-benar ingin tertawa melihat adegan cinta bertepuk sebelah tangan tepat berada di depannya hanya bisa menggigit bibirnya yang berusaha untuk tertawa.

“Ah!” Chaeri menjentikkan jarinya begitu tersadar dua orang yang dibutuhkannya sedang berhadapan dengan dirinya, dengan begini ia bisa memberitahu Nami kalau ia salah paham soal Luhan.

“Jadi begini–“ Baru dua kata keluar dari mulur Chaeri tiba-tiba gangguan membuat kalimatnya terpotong lagi.

“D.O! Kesini!” Luhan berteriak beberapa meter dari mereka, membuat konsentrasi mereka semua bubar, khususnya Nami yang detik itu langsung menggigit bibirnya dan kembali melanjutkan drama salah pahamnya “YA LUHAN!” Ia segera berjalan dengan hentakkan kaki yang keras entah memang emosinya atau karena ia memang suka mendramatisir segala sesuatu.

Kyungsoo yang melihat Nami dan Luhan sedang berdebat hanya memandang sekilas dan kembali mengalihkan pandangannya itu pada Chaeri seolah dua orang yang bertengkar itu bukan temannya sendiri. Bahkan seorang Chaeri heran karena tidak lain yang membuat Nami emosian seperti itu adalah Kyungsoo sendiri.

“Jadi tadi Luhan menitipkan padaku surat dari temannya, dan aku menitipkan surat itu ke Chen, apa kau sudah menerimanya? Surat dengan amplop kuning?”

Kyungsoo diam dan hanya bisa menepuk jidat ketika Chaeri mengingatkannya pada peristiwa yang paling ia ingin lupakan hari itu.

-Flashback

Begitu guru Yoon mengakhiri kelas Matematikanya, Kyungsoo langsung mengeluarkan amplop kuning itu dari lacinya (tentunya setelah menunggu Chen keluar dari kelas.). Melihat amplop yang direkatkan dengan lem itu membuat Kyungsoo mendecak karena itu artinya ia harus membuka surat itu dengan cutter, bukan karena ia sangat menyukai amplop itu sampai tidak ingin merusakanya, alasannya hanya; kalau bisa lebih rapi kenapa tidak?

Dengan perlahan ia mengeluarkan kertas yang dilipat dua dari amplop itu. Aroma Citrus segera tercium, membuat Kyungsoo tersenyum karena si pengirim menyemprotkan wangi favorinya.

Do Kyungsoo memang bukan sekali dua kali menerima pengakuan cinta, tapi soal surat cinta, ini pertama kalinya. Tapi daripada berdebar seperti yang seharusnya remaja laki-laki rasakan saat menerima surat cinta, Kyungsoo berdebar seperti guru bahasa yang akan membaca esai dari muridnya, penasaran apakah muridnya itu menangkap pelajarannya dengan baik atau tidak.

Kedua bibir yang tadi ditariknya untuk tersenyum tiba-tiba membentuk busur yang berlawanan. Baru paragraf pertama Kyungsoo membaca, tangan kanannya langsung meraih pulpen terdekat dan segera membulati segala kesalahan yang ia temukan pada surat itu, mulai dari pengejaan yang salah sampai struktur kalimat yang tidak enak dibaca.

Ia segera bangkit dari kursi dan berjalan menuju kelas 2-d tempat di mana si gadis pengirim berasal. Sena yang duduk di meja dengan kedua kaki terus digoyangkan tidak bisa berhenti mengusap-usap dadanya berusaha menenangkan jantung yang seperti mau meledak itu. Ini memang bukan pertama kalinya ia menyatakan perasaan. Luhan dan Baekhyun juga pernah menerima pengakuan dari Sena. Sena memang gadis yang mudah jatuh cinta, ia tidak tahu itu sebuah kesalahan atau tidak, dan sepertinya Kyungsoo akan mengajarinya sore itu.

“Kau Park Sena dari kelas 2-d?” Tahu-tahu Kyungsoo sudah berada di depannya. Sena yang baru saja terlelap mengucek-ngucek matanya, tiba-tiba dahinya berkerut, ia merasakan sesuatu yang aneh sekaligus menyakitkan melihat Kyungsoo yang menyebut dirinya seolah itu pertama kalinya mereka berdua bertemu, padahal dalam kenyataan Kyungsoo merupakan salah satu alasan Sena betah berlama-lama di perpustakaan.

“Ya aku Park Sena dari kelas 2-d, dan kau Do Kyungsoo dari kelas 2-f kan?” Sena bertanya sarkastik pada Kyungsoo yang sama sekali tidak mempedulikan pertanyaannya. Tanpa pikir panjang ia meletakkan kertas pink itu di meja Sena, membuat Sena memandang Kyungsoo dengan tanda tanya besar.

Kyungsoo berdehem, sadar ia terlalu cepat mengambil tindakan. Tangannya segera meraih surat itu dan masih dengan berdiri ia mengatakan kata-kata yang disusunnya untuk menolak perasaan Sena, membuat ia terlihat seperti guru yang menasehati muridnya, bukan laki-laki yang sedang menolak pernyataan cinta.

“Jadi aku kesini untuk mengatakan, aku tidak bisa membalas perasaanmu karena aku tidak memiliki perasaan khusus terhadapmu, selain karena kau bukan tipeku, dari surat ini aku dapat membaca kau memiliki salah pengartian tentang arti suka, yah intinya, kau tidak benar-benar menyukaiku.” Kyungsoo berkata dengan lancar. Kali ini semua orang boleh menyalahkan Kyungsoo karena dengan berkata seperti itu ia baru saja menghancurkan hati seorang perempuan.

Sena yang beku mendengar kalimat penolakan langsung merampas surat itu dari tangan Kyungsoo, matanya membelalak menyadari betapa salahnya ia memutuskan mengirim surat pada seorang Do Kyungsoo kalau pada akhirnya surat yang sudah susah payah dibuatnya itu hanya dianggap sebagai esai yang butuh koreksi.

Kyungsoo yang sedikit kaget melihat Sena mengambil paksa surat itu sedikit tersentak, ditambah ia melihat air mata yang siap keluar dari mata Sena. Ia ingin menghapus air mata itu, selain simpati, OCD nya tidak pernah tahan melihat orang yang menangis, niatnya itu segera di tolak oleh Sena, Sena menampar tangan Kyungsoo yang hampir meraih pipinya dan melangkah pergi dari kelas meninggalkan Kyungsoo yang memiringkan kepalanya tidak mengerti letak kesalahan yang sesungguhnya. Kedepannya Kyungsoo harus belajar untuk menghargai perasaan seseorang.

-end of flashback

“Jadi Baekhyun mau mentraktirmu sore ini?” Luhan berkata sambil merapihkan rambutnya yang baru saja diacak-acak oleh Nami. Kesalahpahaman Nami segera hilang begitu Jongdae lewat dan menjelaskan runtutan kejadian kenapa surat itu bisa ada di tangannya.

“Hei aku tidak bilang mentraktir! Aku bilang pamanku punya restoran Cina yang menjual bebek panggang!” Baekhyun meralat pernyataan Luhan membuat laki-laki itu hanya terkekeh.

“Baekhyun, boleh aku ikut?” Nami yang daritadi ingin mengatakan tujuan awalnya mengikuti Kyungsoo akhirnya memberanikan dirinya bertanya pada Baekhyun yang dihindarinya belakangan ini.

Kyungsoo yang masih sibuk mengamati coretan di pagar sekolah tidak ambil pusing menjawab pertanyaan Nami, sementara Luhan yang dapat membaca jelas betapa Baekhyun tidak nyamannya membawa Nami makan bersama Kyungsoo hanya menggigit bibir berusaha mencari solusi untuk sahabatnya itu.

“Han! Ayo kita pulang! ” Jongdae berteriak memanggil Luhan yang tampaknya lupa akan janji mereka main PS sepulang sekolah. Luhan tahu kali ini ia jahat meninggalkan Baekhyun dalam kondisi terjepitnya tapi sungguh ia tidak ingin berurusan dengan perempuan yang baru saja menjambak rambutnya.

“Baek! Maaf aku pulang duluan!” Luhan menepuk bahu Baekhyun dan berlari menghampiri Jongdae. Baekhyun mengutuk Luhan dalam hatinya sekalipun ia tahu Luhan tidak benar-benar salah.

“Baiklah, kau boleh ikut.” Baekhyun berkata pelan berharap Nami salah mendengar dan mengartikan ia tidak boleh ikut, tapi sayang vokal Baekhyun yang memang jelas tidak bisa membuat Nami salah dengar.

“Aah!! Terima kasih Baekhyun! Kyungsoo ayo kita berangkat! Chaeri kami duluan ya!” Nami segera menghampiri Kyungsoo menarik laki-laki itu untuk berhenti menggosok coretan di pagar mereka sementara Baekhyun menengok lemas pada Chaeri dan melambaikan tangannya.

Moon Chaeri yang dari tadi menjadi penonton bisu hanya memperhatikan ketiga temannya yang melangkah keluar dari gerbang sekolah. Selama ini dalam hidupnya ia selalu berprinsip untuk tidak mencampuri urusan orang lain, dan ia pikir prinsip itu akan bertahan seumur hidupnya. Setidaknya itu yang ia pikir sampai akhirnya matanya terus mengekori pemandangan drama di depannya; Nami terlalu egois untuk menurunkan egonya mengikuti Kyungsoo kemanapun ia pergi, Kyungsoo terlalu bodoh oke maksudnya polos (Chaeri berusaha untuk berhenti berkata sesarkastik mungkin) untuk tahu perempuan di sampingnya itu butuh penolakan frontal untuk membuatnya berhenti mengekori dirinya dan menyakiti Baekhyun secara tidak langsung, dan terakhir, Byun Baekhyun terlalu percaya diri menganggap dirinya kuat untuk menampung semua itu. Dan sore ini, Moon Chaeri tidak mengikuti prinsipnya, sesuatu membuatnya berpikir kalau ia bisa menjadi pahlawan hari ini, dan itu terdengar keren untuk telinga Chaeri.

“Hei! Boleh aku ikut?”

Satu kalimat yang membuat Baekhyun menengok dengan seringai yang sudah lama tidak muncul di wajah jenakanya itu.

#

“Ahjussi Peking Ducknya satu!” Baekhyun berkata dengan riang diikuti dengan Nami yang menutup buku menunya begitu menemukan makanan yang menarik perhatiannya “Dan Kung Pao Chicken satu.”

Chaeri yang masih membolak-balik buku menu belum menemukan pilihan yang tepat, ditambah tinggal dirinya yang belum memesan membuat ia makin panik.

“Kau suka makan apa?” Kyungsoo bertanya ikut membolak-balik halaman menu.

“Entahlah, yang yang jelas aku tidak pilih makan-makan, tapi ini pertama kalinya aku makan di restoran Cina.”

Kyungsoo hanya mengangguk-ngangguk, jiwa kulinernya bangkit “Mau kurekomendasikan saja?”

“Boleh.” Tanpa pikir panjang Chaeri segera mengangguk dan menutup buku menunya.

“Dan Ahjussi, satu Cheng Fun.” Kyungsoo menyebutkan menu favoritnya. Chaeri yang tidak mengerti apa-apa soal makanan yang disebut Kyungsoo hanya bisa pasrah berharap semoga selera Kyungsoo sesuai dengan dirinya.

“Aku kaget Chaeri mau ikut kita makan.” Nami membuka percakapan begitu paman Baekhyun selesai menyebutkan pesanan mereka dan kembali ke dapur.

“Dan aku kaget kau ikut datang ke sini.” Kyungsoo ikut angkat bicara melihat Nami yang berlagak seolah ia wajar berada di sini bersama Baekhyun dan dirinya.

“Hei Baekhyun membolehkanku! Iya kan Baekhyun?” Nami menatap Baekhyun yang sedang berpura-pura sibuk mengaduk tehnya. Chaeri yang harusnya dari tadi ikut bicara akhirnya buka mulut “Aku penasaran makan di restoran Cina.” Jawaban bohong dari Chaeri karena ia sama sekali tidak penasaran. Masalahnya tidak mungkin Chaeri berkata ‘aku kasihan melihat Baekhyun diantara kau dan Kyungsoo.’

Nami hanya mengangguk-ngangguk mendengar jawaban Nami. Sedetik kemudian ia kembali memulai pembicaraan dengan Kyungsoo, membuat Chaeri yang bahkan hanya penontonnya saja merasa gemas melihat hal itu, Chaeri benar-benar tidak habis pikir bagaimana rasanya jika ia menjadi Baekhyun.

“Hei Baekhyun.” Chaeri berusaha membuat Baekhyun bicara, rasanya aneh melihat pria ini diam terus.

Baekhyun mengangkat wajahnya sedikit kaget melihat seorang Moon Chaeri berinisiatif mengajaknya bicara.

“Kau…membersihkan jejak di koridor seorang diri?” Chaeri mengangkat pertanyaan yang terlintas di kepalanya. Kyungsoo yang meskipun sedang mendengar celotehan Nami dapat mendengar jelas pertanyaan Chaeri membuat laki-laki itu menggigit bibir merasa cemas.

“He-eh? Jadi yang mengepel semuanya bukan kamu?” Baekhyun kaget, tapi dalam hati juga merasa lega karena itu artinya ia tidak membuat Chaeri mengerjakan tugas yang seharusnya dilakukan bersama.

“Kalau begitu siapa yang membersihkan? Aku dengar guru Park menyuruh janitor sekolah untuk membiarkan jejak-jejak itu sampai kita yang membereskan?” Chaeri mulai beranilis diikuti dengan Baekhyun yang ikut berpikir siapa pahlawan mereka berdua.

Sedangkan si pahlawan sendiri hanya bisa menepuk jidat.

“Sebenarnya itu salah siapa?” Kyungsoo asal ikut bicara sebelum Baekhyun atau Chaeri mulai berasumsi yang tidak-tidak.

“Baekhyun.”

“Chaeri.”

Keduanya berkata berbarengan membuat Kyungsoo hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Kalau saja Chaeri tidak menginjak jejakku, pasti yang kotor cuma lantai dua.” Baekhyun berkata dengan santai pada Chaeri yang balas menatapnya dengan kedua mata tidak terima dituding seperti itu

“Dan kalau saja Bacon tidak membawa kekotoran pasti dari awal tidak ada yang kotor.” Chaeri memutar bola matanya, sekalipun dalam hati ia sempat berjanji tidak memanggil Bacon lagi tapi melihat Baekhyun yang tidak tahu terima kasih membuat ia ingin menyebut nama terlarang itu.

Kyungsoo yang kaya akan imajinasi dapat melihat laser memancar dari mata Baekhyun, ia tahu Baekhyun tidak pernah suka nama itu (karena dulu ia juga pernah memanggil Baekhyun seperti itu.) Sebelum Kyungsoo sempat mencairkan suasana tiba-tiba Ahjussi sudah kembali dengan tangan penuh pesanan mereka.

“Nah nah silahkan.” Paman Baekhyun meletakkan satu persatu pesanan mereka. Kyungsoo yang makan berdua dengan Baekhyun membuat ia harus pindah posisi dan duduk di antara Baekhyun dan Chaeri membuat Nami iri setengah mati pada Chaeri.

“Kau bisa memotongnya? Aku bisa meminta Ahjussi memotongkannya untuk kita.” Baekhyun bertanya tidak yakin melihat Kyungsoo yang dengan sigap mengambil garpu dan pisau siap memotong bebek panggang yang tersaji masih utuh dengan kepalanya.

Kyungsoo mengangguk yakin dan tersenyum “Tenang saja, aku sering melihat ibuku melakukan hal ini.”

Baekhyun yang tahu kalau Kyungsoo menyukai masak hanya menaikkan bahunya membiarkan temannya itu melakukan aksinya.

Chaeri yang mulai melahap Cheng Funnya memperhatikan Kyungsoo yang kedua alis tebalnya nyaris bertaut fokus memotong bagian paha si bebek.

“Hei apa makanannya enak?” Baekhyun bertanya melihat Chaeri yang terlihat mengunyah makanannya dengan nikmat. Chaeri segera mengangguk, pilihannya mempercayakan Kyungsoo memilihkannya makanan memang tepat. Ini sudah potongan keduanya dan ia baru tahu kalau udang ternyata bisa diolah seenak ini.

“Makananku juga enak.” Nami yang masih mengunyah ikut bicara membuat Baekhyun gelagapan dan tertawa kecil “Yah aku tahu.” Ia benar-benar tidak tahu harus merespon apa, untungnya saat itu juga Kyungsoo baru saja menyelesaikan acara potong bebeknya.

“Baek sudah selesai! Ayo kita makan!”

Baekhyun menghela napas lega dan mulai memasukkan satu persatu potongan daging ke mulutnya hingga ia menyadari sesuatu yang janggal.

“Kau tidak suka kepalanya?” Baekhyun bertanya pada Kyungsoo yang fokus memperhatikan sesuatu. Ia mengikuti pandangan Kyungsoo dan hanya menggelengkan kepala karena ia mengerti. “Chaeri, mulutmu belepotan.”

Kyungsoo menoleh pada Baekhyun terkejut Baekhyun cukup perhatian pada Chaeri atau Baekhyun yang bisa menangkap betapa gemas Kyungsoo melihat mulut belepotan kecap asin itu.

“Sudah hilang?” Chaeri mengelap mulut bagian kanannya yang sama sekali tidak mengubah apapun.

Baekhyun menggeleng dan menyentuh bibirnya sendiri “Di sini.”

“Di sini?” Lagi-lagi Chaeri salah. 

“Bukan Chaeri..di si—“ Kalimat Baekhyun menggantung begitu ia melihat Kyungsoo menjulurkan tangannya mengelap kecap asin di sudut bibir Chaeri. Dan Baekhyun benar-benar berterimakasih Nami baru saja beranjak dari kursi pergi ke toilet, ia tidak siap melihat seseorang menjadi over karena cemburu, terlebih itu orang yang pernah disukainya atau mengkin masih? Sebenarnya Baekhyun memilih yang pertama.

“Te-terima kasih Kyungsoo.” Chaeri yang sempat terdiam kaget melihat Kyungsoo baru saja menyentuh bibirnya berusaha mengendalikan rona merah di wajahnya. Kyungsoo yang tahu betul ia terlalu gegabah mengelap mulut Chaeri hanya bisa mengangguk-ngangguk berusaha menyembunyikan blushing yang ia buat karena kebodohannya sendiri.

Baekhyun tertawa melihat kedua pipi Kyungsoo yang memerah ia  menepuk-nepuk bahu temannya “Hahaha Chaeri asal kau tahu Kyungsoo memiliki OCD soal kebersihan, jadi kau harus memaklumi kalau dia memang agak sensistif soal hal sepele seperti itu.”

Sepele? Kyungsoo protes dalam hati soal kalimat Baekhyun tapi kali ini ia tidak ingin berdebat dan memilih fokus menghabiskan bebek panggangnya sebelum Baekhyun memakan semuanya.

“Aku tidak suka kepala.” Kyungsoo mengambil kepala bebek yang sudah terlepas dari tubuhnya itu dan meletakkan di piring bagian Baekhyun.

“Dan siapa bilang aku suka kepala.” Baekhyun tidak terima ada kepala bebek di piringnya. Entah kenapa ia merasa geli melihat hal itu.

Dan sampai beberapa menit kemudian acara makan mereka di isi oleh oper-operan kepala yang ujung-ujungnya membuat Chaeri berdiri dan mengambil kepala itu dengan sumpitnya.

“Kalau kau suka kepala katakan dari tadi Chaeri.” Baekhyun mendengus melihat Chaeri mengambil kepala itu.  Chaeri memandang Baekhyun dengan kesal. “Apa aku terlihat memiliki fetish kepala bebek? Aku hanya ingin membantu kalian yang daritadi hanya bermain-main soal kepala.” 

#

 

“Terima kasih Ahjussi!” Mereka semua membungkukkan badannya pada Ahjussi yang rela membiarkan keponakan dan teman-temannya itu makan gratis di sana.

“Kalian pulang naik apa?” Kyungsoo bertanya pada Chaeri dan Nami. Namun yang dilihatnya hanya Chaeri karena ia tahu Nami pasti akan merengek diantar pulang olehnya. Chaeri memiringkan kepalanya tidak mengerti kenapa Kyungsoo masih bertanya padahal ia dan dirinya berada di komplek perumahan yang sama. “Bukannya kau satu komplek denganku?” Chaeri bertanya.

Kyungsoo yang baru ingat dulu ia pernah berjanji pada Chaeri agar diperbolehkan mengantarnya pulang hanya menggigit bibirnya dan berusaha tersenyum “Maaf, sebenarnya waktu itu aku berbohong.”

Chaeri diam mendengarnya seseorang baru mengaku berbohong padanya, ia tidak bisa protes karena ia merasa Kyungsoo hanya berusaha ingin mengantarnya saat itu. “Hmmm kalau begitu—“

“Chaeri akan pulang bersamaku.” Baekhyun menarik tangan Chaeri dan membawanya agar berdiri tepat di sebelahnya. Baekhyun tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia merasa harus bertanggung jawab untuk mengantar Chaeri. Ia hanya merasa tidak adil Kyungsoo yang seakan terus bertanggung jawab mengantar kepulangan kedua teman perempuannya, apa tidak cukup Kyungsoo menemani Nami pulang? Kenapa ia masih harus memikirkan bagaimana Chaeri pulang? Apa Baekhyun tidak bisa diandalkan?

“Bukannya arah kalian berlawanan?” Kyungsoo bertanya.

“Aku akan menginap di rumah Chen, mereka bertetangga.” Jawaban Baekhyun tidak bisa membuat Kyungsoo protes sedikit pun, sebenarnya ia ingin bertukar posisi dengan Baekhyun, mengantar Nami pulang terasa melelahkan, rasanya seperti menemani radio berjalan yang tidak kenal istilah turn off.

“Baiklah sebelum terlalu malam, kami pulang ya!” Baekhyun membalik badannya dan ikut menarik Chaeri yang tidak berkata apa-apa selain memandang punggung Baekhyun. Chaeri tahu hari ini hari yang melelahkan untuk Baekhyun sehingga ia memilih menjadi anak baik selama perjalanan pulang dan mengubur dalam-dalam kata Bacon dalam kamusnya.

#

Kereta malam yang sepi membuat Baekhyun dan Chaeri merasa mendapat kereta VIP malam itu. Mereka tidak perlu berebut tempat atau pusing dengan kebisingan. Sepertinya kereta mengerti kalau Baekhyun letih hari ini.

“Baekhyun aku melihat Nami begitu menyukai Kyungsoo kenapa kau tidak pernah menyadarinya?” Rasa penasaran Chaeri mengalahkan kepekaannya kalau Baekhyun paling malas membahas topik itu.

“Mungkin aku terlalu dibutakan oleh cinta.” Baekhyun menjawab asal, yang membuat Chaeri segera bungkam, ia selalu geli melihat orang yang berubah sedemikian rupa hanya gara-gara alasan seperti itu. Baekhyun tertawa kecil melihat ekspresi Chaeri yang berubah mendengar jawaban murahan itu. “Bodoh aku tidak separah itu, aku tidak pernah ke perpustakaan bagaimana mungkin aku dapat menyadari Nami menyukai Kyungsoo? Mereka kan hanya bertemu di perpustakaan.”

Chaeri mengangguk dan memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi, ia melihat Baekhyun sudah menguap beberapa kali menandakan laki-laki ini butuh istirahat.

Baekhyun yang matanya berat memiringkan kepalanya kanan-kiri berusaha mencari posisi duduk ternyaman, dan lima menit kemudian ia sadar ia butuh sandaran yang tentunya bukan ahjumma yang sedang duduk di sebelahnya. Baekhyun menengok pada Chaeri yang sedang memainkan ponselnya.

“Chaeri?”

“Hm?” Chaeri menjawab sekenanya.

“Boleh aku bersandar di bahumu?”

Chaeri langsung menutup ponselnya dan memandang Baekhyun dengan aneh. Kenapa baterai barang elektroniknya selalu habis setiap ia bersama Baekhyun?

“Mmm- tubuhku kurus, bahuku keras tidak enak dijadikan sandaran.” Chaeri menggaruk dagunya sambil menghindari kontak mata dengan Baekhyun. Baekhyun benar-benar terlihat lelah, dan Chaeri benar-benar berusaha tidak melihat mata yang terlihat seperti anak anjing yang sedang memohon itu.

Baekhyun meniup poninya tidak puas dengan alasan Chaeri, sekali lagi ia mengucek matanya lalu kembali memandang Chaeri yang tidak berhenti melirik kesana kemari asal bukan melihat Baekhyun. “Bagaimana kalau kau bersandar di bahuku dan aku bersandar di kepalamu?”

“Hmmmm—“ Belum selesai Chaeri menjawab mencari alasan, Baekhyun sudah menggeser posisi duduknya lebih dekat pada Chaeri hingga bahu mereka bersentuhan. Chaeri menelan ludahnya, ia meremas tangannya dan nyaris ingin mendorong Baekhyun begitu Baekhyun memegang kepalanya dan mendorongnya lembut terjatuh di atas bahunya. Chaeri tidak mengerti, apa Baekhyun memang suka mengambil tindakan sendiri? Siapa bilang Chaeri sudi meminjamkan kepalanya menjadi sandaran Baekhyun?

“Ayolah Chaeri.” Baekhyun protes begitu Chaeri menaikkan kepalanya yang sudah bersandar pada bahu Baekhyun. Chaeri menarik napas panjang, ia teringat janjinya tadi; berusaha menjadi anak baik selama perjalanan pulang, dan itu artinya ia harus membiarkan Baekhyun bersandar padanya.

Chaeri pun menyandarkan kepalanya pada bahu Baekhyun yang anehnya bahu itu benar-benar terasa pas untuk kepala Chaeri, membuat Chaeri tidak merasa sepenuhnya dirugikan. Baekhyun menghela napasnya lega, dengan pelan ia memiringkan kepalanya hingga bersender di kepala Chaeri yang terasa begitu nyaman. Seperti bantal mahal karena selain sulit diajak kerja sama, kepala Chaeri juga tercium seperti wangi coklat kesukaannya.

Chaeri berusaha memejamkan matanya merasa tidak adil kenapa cuma dirinya yang berdebar? Kenapa Baekhyun dengan santainya bersandar? Kenapa Baekhyun tidak menyadari kalau Chaeri tidak terbiasa sedekat ini dengan laki-laki?

Semakin Chaeri memejamkan matanya berusaha mencari ketenangan, semakin ia dapat mendengar deru napas teratur Baekhyun. Baekhyun yang sedikit lagi hampir tertidur merasakan kepala Chaeri yang tidak bisa berhenti bergerak, ia tersenyum geli dan mulai menggumamkan lagu favoritnya, siapa tahu bisa menjadi lagu pengantar tidur untuk Chaeri.

Chaeri yang menyadari Baekhyun bersenandung pelan akhirnya menemukan titik nyamannya, ia tahu kali ini ia harus menjadi Baekhyun, Baekhyun yang menikmati segala hal, tidak mengambil rumit masalah-masalah, Chaeri cukup hanya diam, merilekskan bahunya dan menarik napas membiarkan aroma vanilla manis yang tercium dari Baekhyun menjadi aroma terapinya.

“Suaramu bagus Baek.” Chaeri berkata di tengah-tengah lamunan setengah sadarnya membuat Baekhyun tersenyum; bukan kerena rambut keriwil Chaeri yang menggelitik lehernya tapi pujian Chaeri yang terdengar tulus bukan hanya basa basi. Dan anehnya kalaupun itu basa basi Baekhyun tetap menyukainya.

50 thoughts on “#Detour 07

  1. okey, author boleh bosen sama gue -_- wkwk
    jadi (kalo boleh curhat dikit) aku ceritanya lagi bosen, nunggu pastel belom keluar juga. jadi iseng2 baca ff disini. nah kebetulan part ini baru dipost, jadi aku putuskan untuk baca dari awal hehe (maaf juga komennya gak dari awal, udah ketinggalan banyak ._.)

    pertama, gara-gara fanfic ini aku jadi suka sama diyo, padahal sejauh suka exo belom pernah berpaling dari taoris.
    kedua, ceritanya bagus. manis seperti biasa, aku suka ^^
    konfliknya juga bikin geregetan. apalagi diyonya. karakter dia disini bikin gemes :3
    dan ketiga, aku baru sadar author detour dan pastel itu sama -_- aku gak sadar.
    aku ngerasa di ff ini author lebih menumpahkan perasaannya saat menulis. pada dasarnya sih aku suka kedua ff itu dan aku ancungin jempol buat author ^^ aku kayaknya bakal baca semua ff mu deh hehe jadi jangan kaget tiba-tiba aku muncul di komen kkk~

    ditunggu ya fanfic-fanfic mu yang lain ^^

    • Woah terharu bgt sampe bisa bikin seseorang jadi suka d.o😀 yes misi berhasil!
      Dan lol baru nyadar pembuatnya emang author pikrachu juga😄
      hahaha author udah buat banyak ff di sini, tp emang lg fokus sm pastel & detour🙂
      ditunggu juga komennya! ^^

  2. oke, awal cerita gua lagi nyari nyari di mbah google mukanya polar light noona itu gimana. namun tiba tiba gelap, dan nyasarlah gua di blog ini. iseng iseng gua baca salah satu epep-kebetulan yg kepilih detour- daaaaaan, OH WOW, GUA SPECHLESS! #lebay -_-

    sumveh thor, detour ini bagus banget. bahasanya ringan dan mudah dimengerti, ceritanyapun berkelas gak kayak drama drama geje yg gue tonton di tipi tipi -_-. pertahankan thor ye, selalu buat yang berbeda. biar greget. fighting~!

    mulai detik ini, gua resmi ngefans ama dirimu thor. *tebar bunga*

    update nya cepetan ye.

    • Polar light itu international fans clubnya baekhyun kan? Ajaib banget nyasar ke blog ini o.o
      Daaan thanks buat pujiannya! Bener-bener berkesan sampai dibilang berkelas..

  3. author… sumpah ya! keren banget dah ni ff!
    aku demen banget ama jalan ceritannya apa lagi ama karakter baekhyun di ff ini.
    aku juga tertarik ama ff mu yg pastel, tapi belum sempet aku baca :p
    semangat ya thor!

  4. Yeheyy ada adegan so sweet nya disini.
    Ahh kapan nih chaeri sama baekhyun jadian ? Eh tp kan mereka masih blm saling suka ya

    Kyungsoo disini bikin gemes. Entahlah aku suka aja karakternya disini. Dibilang baik juga g baik bgt, polos juga g. Jadinya lucu

  5. KYAAAAA~~ Favorite banget nih
    Kalau punya pacar kayak DiO, beeuuhh terlalu perfeksionis

    Baekkie sama Chaeri mirip anak kecil, suka main salag-salahan, tuduh-tuduhan

    Dan Demi cintaku pada Donghae, chapter ini tuh manis banget.. Apalagi penutupnyaaa, aku sampe dibikin garuk-garuk tembok gara2 ngiri sama Chaerii, scene sandar-sandaran kepala kalau diliat orang awam pasti dikira lagi pacaraann TT.TT Sumpah, manis bingit

    asdfghjklljvvgtr

    -@donghhaesbutt-

  6. dan akhirnya ini pun menjadi chapter paling favoritnya aku🙂 bagian baekhyun sama si chaeri di ending bener bener bikin — apa ya? pokoknya suka lah bacanya. banget banget.romantis aja~~~ ulala🙂 good job thor🙂 daebak. semoga aja endingnya baekhyun ama chaeri lah. plisss thor,

  7. Aaaaa bagian endingnya manis bangeeetttt asdfghjklqwtu >///< chap ini jadi chapter favorit aku juga, thor! ^^ hubungan chaeri-baekhyun mulai ada kemajuan =)) hihi

  8. Wahh manisnya baek chaeri, tpi baek trkesan biasa aja pas dket2 sma chaeri yg justru salting..
    D part ini aku dpet penerangan soal siapa yg sekelas sma siapa hehe…
    Semangat kak.

  9. Waaah part ini sukses bikin aku mendukung baekri (?) cocweet banget sih merekaa aaa
    Baekhyun ga sadar apa kao hal hal kecil kaya gitu tuh bisa bikin orang deg degan? Wk
    Tapi thor ngomong ngomong OCD apaan ya? Sorry, maklum norak, wkwkwk

  10. Aku jdi ngerti knapa ini part favorite, sukaaa klau ada chaery baekhyun moment, penulisannya ringan dn mnurut aku walaupn topik yg d bahas udh trlalu sering yaitu cinta2 kek segitiga gtu tpi cara penulisannya beda, jdi lbih menarik, daebak banget authornya (y)

  11. Duh makin sebel sama naminya masa
    Kasihan si bebek, jdi cewek malah gak peka demi mau dapetin kyungsoo, dia malah tutup mata sama perasaan si bebek. Untung chaeri pinter tapi di ending tetep bikin gregetan. Huweeeee😥

  12. aaaaaaa..so sweet bgt deh itu endingnya
    bikin envyyyy.. >3<
    dan ini jg jd chapter favorit aku.. \^0^/
    baekri momentnya diperbanyak pleaseee
    suka sama couple itu
    unik dan heboh
    hahahah

  13. Pingback: Rekomendai Fanfiction | Anggi Nindya Sari

  14. oh iya sedikit bercerita /? Aku menemukan FF ini regara aku lagi searching google rekomendasi FF EXO dan ini salah satunya yg direkomendasikan jadi aku baca deh

  15. wah.. baek mulai suka ama chaeri..?
    ah.. pokokx ff ini suka bikin sybketawa gaje
    seneng deh dpt rekomendasi ff ini..

  16. OHMYGAAAADDDD THOOOORRR, KAN AKU BILANG APA KAAANNN AKU SENYUM2 KAYAK ORANG GILAAAAA!!
    ROMANTISS HUAAAAAA HATI INI RASANYA TERPONTANG PANTINGGGG!!! APALAGI CAST NYA BBH!!!! MY BOYFRIEND FOREVER AND ALWAAAYYSSSSS TTTTTTTTTTTTT

  17. woahh jinjja, sena diratain ya. luhan baekhyun sekarang kyungsoo. jadi inget adegannya naughty kiss wkwk dan demi apaaaa, terbang bgt pas chaeri sama baek dikereta wkwk uhukkk

  18. Aaaaaaaa!!!! Suka bgt moment baek-chaerin di keretaaaaa…yaampun sweet bgt huhu
    yaampun kyungsoo bikin gemes…
    bikin senyam senyum sendiri🙂

  19. kayaknya si baekkie mulai suka nih sama si cewe wahh daebakk !! tapi gimana perjalanan kyungsoo dan radio itu ? ehh -,- pasti membosankan !! kyung yg malang >.<
    semangat thor ! ^^b

  20. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  21. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s