#Detour 08

Awesome poster from itsredpenguin!

“YEAHH” Baekhyun berteriak meninju udara begitu ia berhasil mencetak gol pertamanya di pertandingan. Seluruh tim dan penonton bersorak sementara Baekhyun, Luhan, Chen dan Jongin menggoyangkan pinggul mereka melakukan gerakan tari yang sengaja mereka ciptakan begitu seseorang berhasil mencetak gol.

Sena tertawa dan menyikut Chaeri yang tidak terlihat seantusias penonton yang lain.

“Chaeri! Setidaknya kau harus bertepuk tangan! Atau jangan-jangan kau mendukung tim lawan?” Sena bertanya menyidik pada Chaeri yang terus bertahan untuk menjadi penonton boneka tidak menunjukkan dirinya tertarik dengan jalannya pertandingan.

“Iya.” Chaeri menjawab singkat dan menepuk kedua tangannya tiga kali lalu kembali berpangku tangan, Chaeri merasa dongkol pada Sena yang seenaknya menarik dirinya dari perpustakaan untuk menemaninya menonton pertandingan bola. Harusnya ia bermain Pokemon dengan Kyungso bukan menonton pertandingan yang bahkan ia tidak mengerti yang mana teman yang mana lawan.

“Ayo jangan kesal seperti itu! Coba lihat laki-laki yang sedang membawa bola itu.” Sena menunjuk Jongin yang untungnya Chaeri kenal sehingga ia tidak perlu mendengar cerita panjang dari Sena yang hobinya menceritakan segala gosip sekolah. “Aku suka dia.” Sena menyeringai pada Chaeri.

“Bukannya kau menyukai Kyung—“

“Stop! Jangan sebut nama itu!” Sena menutup mulut Chaeri, membuat Chaeri segera mengangguk meyakinkan Sena ia tidak akan menyebutkan nama yang tiba-tiba menjadi terlarang itu.

Chaeri menghela napas begitu Sena membuka mulutnya “Jadi ditolak langsung benci, begitu?”

Perempuan itu meniup poni yang menutupi keningnya “Bukan masalah ditolak! Ahh sudahlah, mengingatnya saja sudah membuat kepalaku panas lagi, aku juga menarikmu ke sini karena aku tidak ingin Chaeri menghabiskan waktu dengan orang menyebalkan seperti Kyungsoo!”

Chaeri mendecak merasa Sena salah persepsi “Bukannya Kyungsoo memang terkenal karena perilakunya yang dingin? Kukira kau sudah menerima hal itu.”

“Aku tahu! Tapi kau tidak akan mengerti, kau harus merasakannya sendiri!” Sena menggeleng-gelengkan kepalanya, Chaeri dapat melihat seberapa benci Sena pada Kyungsoo, bahkan dengan membicarakan orang itu saja sudah membuat Sena yang tadinya ceria jadi rewel seperti ini.

“Maksudmu?” Chaeri bertanya tidak yakin apa yang dimaksud oleh teman perempuannya itu.

Sena memutar bola matanya  “Kau harus menyukai Kyungsoo dan merasakan ditolak olehnya.”

#

Sebagai murid yang selalu memasang telinganya kapan pun, Nami memiliki banyak bocoran informasi dari rapat guru yang ia curi dengar ketika melewati ruang guru. Info yang ia dapatkan siang ini tidak cukup menyenangkan untuknya, atau kalau boleh bilang, itu berita terburuk yang Nami harap telinganya hanya salah menangkap.

Anggota tim untuk festival olahraga minggu depan sudah ditetapkan, ia selalu menantikan hal itu setiap tahunnya mengingat itu kesempatan besar untuk mendekati Kyungsoo yang sayangnya, Tuhan tidak berpihak padanya tahun ini. Kyungsoo dan Chaeri akan sekelompok, dan alasannya makin membuat Nami merasa siaga soal hubungan Chaeri dan Kyungsoo untuk kedepannya.

“Bagaimana kalau kita gabungkan saja Kyungsoo dan Chaeri? Bulan depan ada olimpiade Biologi dan mereka berdua akan jadi perwakilan aku pikir bagus kalau mereka lebih mengenal mulai dari sekarang untuk kerja tim mereka nanti.” Ucapan Guru Kim masih terngiang-ngiang di telinga Nami, Nami benar-benar tidak siap.

#

Do Kyungsoo beruntung memiliki citra murid teladan di seluruh otak penghuni sekolah. Hal itu membuatnya tidak perlu repot-repot membuat alibi kalau ia mencuri waktu bermain game ditengah kegiatan ‘belajar di perpustakaannya’. Seperti siang ini, ia sengaja memilih duduk di balik rak paling belakang yang ia yakin Nami tidak akan menghampiri dirinya. Ia sengaja memilih rak yang menampung novel misteri horor yang tidak pernah menjadi tempat untuk seorang Seo Nami berani datang, terlebih dihadapannya langsung ada dinding tempat memajang foto-foto kepala sekolah mereka terdahulu makin menambah alasan Nami tidak suka tempat  itu.

Di tengah perjuangannya melawan Rayquaza Kyungsoo yang peka merasakan seseorang ambil posisi duduk di sampingnya. Ia menengok dan melihat Chaeri yang matanya sudah berfokus pada permainannya.

“Ini, lap keringatmu.” Kyungsoo menjulurkan Chaeri saputangan yang selalu tersedia 24 jam di kantong celananya. Chaeri menerima dan mengelap pelipisnya yang berkeringat karena lari dari Sena yang bersikeras melarangnya ke perpustakaan.

“Besok akan kukembalikan.” Chaeri berkata sambil memasukkan saputangan Kyungsoo yang tercium wangi citrus pada kantong kemejanya.

“Jadi, apa ada novel misteri yang ingin kupinjam atau kau memang tahu aku bersembunyi di sini?” Kyungsoo bertanya

Chaeri tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya “Lalu apa yang terjadi kalau aku tahu kau bersembunyi di sini? Aku lari dari Sena dan satu-satunya tempat yang aku yakini Sena tidak akan berani mendatangi ya tempat ini.”

Kyungsoo terdiam merasa aneh melihat ada orang yang berpikiran sama dengannya, tapi mendengar nama Sena tersebut ia jadi penasaran akan suatu hal “Perempuan bernama Sena itu—apa dia berbicara yang aneh-aneh soalku?”

“Bukannya bicara aneh, tapi tiba-tiba Sena mengatakan kalau ia benar-benar membencimu.” Chaeri berkata datar seolah benar-benar membenci adalah perasaan ternormal di dunia ini.

Kyungsoo mendecak, sekalipun ia sudah menduga hal itu tapi ia masih belum biasa mempunyai orang yang membencinya, atau mungkin karena ini pertamakalinya ia melihat secara jelas tatapan orang yang membencinya? Dalam hati Kyungsoo berharap Chaeri tidak akan beraksi menjalankan peran sahabat perempuan pada umumnya yang langsung menginterogasi Kyungsoo hal apa yang ia katakan pada temannya. Dan untung, harapan Kyungsoo terkabul.

“Bagaimana bisa kau sudah sampai level itu?” Chaeri memang lebih penasaran sama level permainan Kyungsoo daripada tahu hal apa yang terjadi antara Kyungsoo dan Sena.

Kyungsoo tertawa kecil saat menyadari Chaeri yang ternyata membawa laptop ikutan bermain di sebelahnya “Aku baru sampai melawan Articuno dan rasanya sudah mau mati.”

“Mau mati? Memang sesulit itu?” Kyungsoo menghentikkan gamenya dan mengalihkan perhatian pada layar laptop Chaeri. Berkali-kali Kyungsoo melihat Chaeri yang frustasi menekan tombol F1 untuk mengulang permainannya. Ikutan gemas ia pun menawarkan dirinya untuk menyelesaikan level itu.

“Ayo menangkan untukku Kyungsoo.” Chaeri terbawa suasana mencoba membuat semua menjadi lebih dramatis, Kyungsoo menyunggingkan bibirnya mengulum senyum karena candaan Chaeri “Serahkan padaku.”

“Sekarang serang dia!” Chaeri berkata berusaha sepelan mungkin melihat Kyungsoo yang jauh lebih mengendalikan permainan daripada dirinya sendiri.

“Tunggu jangan terburu-buru, lebih baik kita membuat akurasinya lemah.” Kyungsoo memiliki pilihan yang lebih baik membuat Chaeri tidak protes.

Bermenit-menit Chaeri berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak berteriak karena Kyungsoo selalu berhasil melakukan hal yang sudah ia rencanakan, sekarang ia mengerti rasanya menjadi Sena yang begitu menikmati permainan bola tadi.

“Sedikit lagi Kyungsoo….” Chaeri menggigit bibirnya.

“Hmmmm—“ Kyungsoo menggumam tidak bisa banyak bicara karena ia terlalu fokus.

“Satu…dua…YES!” Chaeri mengepal kedua tangannya dan membuka kedua mulutnya seolah berteriak tapi tidak mengeluarkan apapun, Chaeri masih memiliki kesadaran ia dan Kyungsoo tengah bermain di perpustakaan. Sementara Kyungsoo segera bangkit dari duduknya dan berdiri beberapa langkah di depan Chaeri membuat perempuan yang masih kesenangan itu mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti apa yang akan Kyungsoo lakukan.

“Victory!” Kyungsoo menaikkan sebelah kakinya, lalu mengangkat tangan kanannya dengan simbol peace sementara tangan kirinya terkepal dan terangkat meninju udara. Sangat berlawan dengan wajahnya yang masih memasang straight face.

Chaeri melongo, tentu saja, siapapun akan melongo melihat Do Kyungsoo yang ia kenal konservatif melakukan hal kekanakan tanpa tujuan yang bahkan si pintar Chaeri tidak mengerti “Kau melakukan apa?” Chaeri bertanya .

Victory pose kau tidak punya?” Kyungsoo mengangguk dan kembali duduk di sebelah Chaeri yang masih blank soal jawaban itu. Dan lagi Kyungsoo mengatakan ‘kau tidak punya?’ seolah victory pose merupakan hal yang memang semua orang punya sejak lahir.

“A-aku tidak punya.”

“Hah? Sebagai fans Pokemon harusnya kau punya Chaeri, coba minta Luhan atau Baekhyun membuatkannya untukmu.”

“Apa?” Chaeri memiringkan kepalanya masih merasa ia dan Kyungsoo belum berada pada perahu yang sama.

“Gerakanku juga dibuatkan oleh Luhan, masa hal seperti victory pose saja kau tidak tahu?” Kyungsoo berkata dengan datar dan kembali melanjutkan permainannya sementara Chaeri hanya bisa memutar bola mata merasa terlalu konyol harga dirinya jatuh di mata Kyungsoo untuk hal sesepele itu.

#

Sena melompat kegirangan melihat namanya dan Jongin berada dalam satu kelompok berlawanan dengan Luhan yang melipat kedua tangannya di dada dengan kening berkerut tidak suka dengan Nami yang satu kelompok dengannya padahal Nami baru saja masuk daftar orang yang dihindarinya.

“Memangnya kau sekelompok sama siapa—“ Luhan yang penasaran sekaligus iri melihat orang disebelahnya begitu gembira mengalihkan matanya pada kelompok ungu yang daritadi Sena pandangi, matanya mengerjap mendapati sesuatu yang aneh “Kau suka Baekhyun lagi?” Luhan heran.

Sena segera berhenti cekikikan dan berdehem. “Nama sebelahnya.”

“Kim Jongin? Kai? Kau suka Kai? Ba-bagaimana dengan D.O!?” Luhan juga tidak mengerti apa yang membuatnya begitu terkejut, dia tahu Sena memang selabil itu soal menyukai seseorang, tapi astaga baru kemarin dia menuliskan surat untuk Do Kyungsoo!

Sena mendengus, mendengar nama Kyungsoo masih membuatnya merasa sentimental “D.O menolakku mentah-mentah, dan kau tahu? Mungkin selama ini mataku buta, Jongin jauh lebih keren daripada Kyungsoo!” Sena pun berjalan meninggalkan Luhan yang hanya bisa menggelengkan kepalanya. Luhan menghentakkan kaki kesal kenapa Jongin yang menjadi target selanjutnya, bukan, bukan cemburu, Luhan benci Sena benci sampai ia tidak tahu apa lagi yang harus membuat Sena kapok bergantian menyukai setiap teman-temannya, ia pikir Kyungsoo cukup yang menjadi pelajaran. Dan ia salah, kalau Kyungsoo saja tidak cukup, berarti ia harus punya strategi baru.

#

“Kai!” Baekhyun lari menghampiri Jongin yang sedang melakukan pemanasan sebelum kembali memulai pertandingan bola. “Sudah baca pengumuman tim? Kita berdua sekelompok! Dan tahun ini pun aku berencana untuk menang!  Demi makan siang gratis seminggu di kantin!” Baekhyun mengepal satu tangannya karena terlalu berambisi. Jongin tertawa dan menepuk-nepuk bahu Baekhyun “Kabar baiknya tahun ini aku juga ingin menang, kau tahu teman sekelompok kita siapa lagi?”

Baekhyun terdiam dan segera menggeleng “Tidak tahu, aku langsung berlari ke sini begitu mengetahui kita sekelompok.”

Jongin menyeringai “Ahn Sina.”

“Dan?” Baekhyun belum mengerti

“Bukan dan! Maksudku tim kita harus menang! Sina harus melihat kalau aku cukup hebat dalam memenangkan permainan tahun ini! ” Jongin berkata lantang sambil mengikat tali sepatunya membuat Baekhyun tersenyum penuh percaya diri tahun ini ia akan kembali merebut piala kemenangan

#

“Chaeri? Kau sudah baca papan pengumuman untuk festival olahraga minggu depan?” Kyungsoo bertanya sambil mengambil posisi duduk di depan Chaeri yang masih menuliskan sesuatu di buku tulisnya.

Chaeri mengangguk dan mengangkat wajahnya “Sudah, dan kita sekelompok kan?”

Kyungsoo mengangguk dan bertanya sambi membuka buku yang baru diambilnya “Kau berencana menang?” Ia bertanya masih belum bisa menebak apakah Moon Chaeri termasuk orang yang berambisi untuk menang.

Chaeri mengangguk semangat dan menunjukkan catatan yang tengah ditulisnya. “Tentu saja, makan siang gratis seminggu siapa yang menolak? Aku sedang membuat jadwal latihan kita untuk minggu ini.” Kyungsoo menjulurkan kepalanya dan melihat jadwal yang sudah Chaeri rencanakan, bibirnya tersenyum lega karena seseorang berpikiran sama dengannya “Bagus, aku juga berencana menang meskipun tujuanku bukan makan siang gratis.”

“Lalu?”Chaeri menaikkan sebelah alisnya, sebelum sempat Kyungsoo menjawab tiba-tiba seseorang menarik kursi dan duduk di antara Kyungsoo dan Chaeri membuat kericuhan yang diprotes beberapa murid. “Kyungsoo! Chaeri!” Sehun duduk masih dengan napas terengahnya.

“Hmm?” Keduanya menjawab bersamaan.

“Tahun ini kita harus menang!” Sehun menatap Kyungsoo dan Chaeri bergantian. Chaeri yang tidak begitu mengenal pribadi Sehun hanya mengangguk mengiyakan sementara Kyungsoo malah menatap curiga pada Sehun “Setahuku kau tidak pernah berminat soal festival olahraga?”

“Manusia bisa berubah, sekarang coba lihat” Sehun mengeluarkan lipatan kertas dari kantong kemejanya dan menunjukkan pada Kyungsoo dan Chaeri catatan nama masing-masing kelompok yang ia tulis acak-acakan karena terburu-buru. “Coba lihat kelompok ungu; Jongin, Baekhyun, Sina.”

“Lalu?” Lagi-lagi Kyungsoo dan Chaeri berkata bersamaan

“Aku tidak terima Jongin menang, dia pasti merencanakan sesuatu, dan coba lihat Baekhyun! Tahun lalu dia sudah menang, ini tidak adil kalau dia menang lagi.”

Kyungsoo mengangguk dan mengambil kertas itu dari tangan Sehun membacanya lebih fokus “Jongin memang bisa diandalkan dalam tim, tapi tahun lalu ia malas-malasan sehingga timnya berada di peringkat terakhir, dan sepertinya Sina yang sekelompok dengannya membuat Jongin ingin memenangkan tim mereka.”

“Bagaimana kau tahu?” Sehun keheranan melihat Kyungsoo yang berpikiran sama dengannya.

Kyungsoo menaikkan bahunya dan tersenyum “Intuisi seorang teman, dan soal Baekhyun, dia punya kemampuan dan semangat yang kalau disatukan dengan Jongin pasti akan membentuk tim yang kuat.” Kyungsoo melanjutkan analisisnya.

Chaeri yang belum mengerti soal kemampuan masing-masing temannya hanya mengangguk-ngangguk, ia merasa bijak untuk mendengar analisa Kyungsoo terlebih dahulu “Bagaimana dengan tim ini?” Chaeri menunjuk satu tim yang menarik perhatiannya karena tim itu mendapat warna kesukaannya.

“Ah! Luhan dan Chen! Kalau Luhan aku tahu dia cukup sulit tapi—“

“Tim Luhan juga menyulitkan.” Kyungsoo memotong kalimat Sehun dan menopang dagunya di atas tangan. “Bukan masalah Luhannya, tahun lalu dia memang menang bersama Baekhyun, mereka berdua sama; punya ambisi dan kemampuan. Dan kabar baiknya tahun ini, dia sekelompok dengan Seo Nami.”

“Nami?” Kali ini Sehun dan Chaeri yang berkata berbarengan.

“Seperti yang kalian tahu, Luhan membenci Nami, dan menjadi orang yang moody membuat Luhan tidak akan capek-capek berusaha menang, tentu dia tidak ingin Nami merasakan makan siang gratis kan?”

“Iya! Dan Nami suka padamu pasti dia mau mengalahkan?” Sehun tersenyum membuat Kyungsoo menatapnya tajam atas kesimpulan yang terdengar asal dari Sehun.

“Tidak ada hubungannya suka atau tidak, yang jelas yang menjadi masalah utama ada orang yang paling kuhindari berada di tim mereka.”

“Siapa?” Chaeri benar-benar penasaran, selama ini ia tidak pernah benar-benar tertarik dengan festival olahraga tapi Kyungsoo membuat semuanya menjadi terlihat lebih seru dan menantang.

“Sungjong.”

“Si ketua osis itu? Dia hanya bolak-balik ruang guru dan kelas! Sungjong memang pintar tapi aku rasa soal kemampuan olahraga dia kurang.” Sehun tampaknya tidak sepikiran dengan Kyungsoo.

“Justru itu.” Kyungsoo menghela napas dan tersenyum “Kau pikir kenapa dia bisa jadi ketua OSIS kita?”

“Pintar?” Tebak Sehun dan Chaeri.

Kyungsoo mendecak dan menggelengkan kepalanya “Kalau soal pintar harusnya aku yang jadi ketua OSIS kan?”

Chaeri ingin tertawa melihat Kyungsoo yang begitu percaya diri tapi sekarang rasa penasaran jauh lebih mendominasinya “Lalu?”

“Ambisius, Sungjong terlalu ambisius sampai aku juga tidak mengerti apa saja yang akan ia lakukan untuk memenangkan festival tahun ini.”

#

“Hahahahahah!” Chen tertawa puas melihat nama anggota timnya. Luhan, Sungjong, Nami, sekelompok? Kurang apa? Ia punya Luhan yang menguasai segala jenis olahraga, Sungjong yang otaknya dapat memimpin jalan permainan, dan Nami yang dapat membuat bekal lezat, yah sebenarnya Nami hanya bonus untuknya.  Dan tidak perlu diragukan, tim mereka akan menang. Masih dengan rasa percaya dirinya yang berada di puncak, Kim Jongdae melangkah dengan semangat sangat menantikan hari di mana festival dimulai. Ia tidak pernah mencicipi kemenangan dan hal itu makin membuatnya bersemangat.

_____________________________________________________

Author’s note

Agak pendek ya? Sengaja hehehe..ini emang chapter pembuka untuk plot baru~

Dan untuk membuat semuanya lebih seru, selagi nunggu author hiatus, author penasaran soal analisis para pembaca siapa yang bakal menang.

Untuk lebih mudahnya timnya seperti ini (dan tentu saja muridnya bukan cuma mereka doang, ini cuma tokoh pentingnya aja)

Tim hitam : Chaeri – Kyungsoo – Sehun – Seukri

Tim biru :  Nami – Luhan – Chen – Sungjong

Tim ungu: Sena – Jongin – Baekhyun – Sina

Dan kalau ada pembaca pastel di sini, pasti sadar kenapa ada seukri dan sinanya? Yep Detour dan Pastel emang berada di satu latar yang sama ^^

Nah, buat yang bisa menebak siapa yang bakal menang, beserta alasan kenapa milih tim itu, Author akan memberi hadiah; membuat satu momen terserah couple yang mana dalam cerita detour ^^

38 thoughts on “#Detour 08

  1. Please wait until I recover from overwhelming feels

    This is GOLD! Ya ampun aku gak bisa ngitung berapa kali aku harus berhenti baca biar gak senyum-senyum sendiri. Sebenernya banyak yang mau dikomenin, tapi disingkat aja yang disini:

    Pertama, Kyungsoo, Chaeri dan Pokemon, ASDSFKFALFHLAJLK/infinite key-smash
    Kedua, Luhan… no need for the denial, I know THE TRUTH, lol
    Dan ketiga, author memberikan pandangan baru tentang Sungjong di mataku O,O

    Sekarang… mari kita tunggu hiatusnya author-nim selesai!/fast forward >>>

    • Setelah memikirkannya beberapa saat aku tebak yang menang adalah tim biru! Karena aku pikir tim ini lebih banyak yang side-characters yg bisa tiba2 membalikan situasi. Plus, aku mau Luhan merana karena ujung2nya mereka menang/apa sih?otl.

      Kalau benar aku pingin… ada Kyungsoo/Seukri moment! Ha!^^

      • Luhan merana?

        Bisa diatur~ kekekeke,
        dan wow! sejak kapan kita berada di perahu yang sama? /cough/ KyungRi ship is sailing~~~~❤

  2. woah, dua fanfic favoritku ada di latar yang samaa! Yippie!

    Umm…. aku tergiur sama hadiah yang ditawarkan, tapi aku bener-bener bingung mana yang bakalan menang… kayaknya sih antara hitam atau ungu…

    Kalau salah satu diantaranya bener (hehe udah siap2 neeh😀 ) aku minta momen ChaerixBaekhyun. Alasannya karena kedua tim itu yang paling menonjol dan personilnya kece-kece! Wkwk, agak nggak sesuai aturan main sih…. tapii…. gapapa lah yaa? Hehe😉

    • dua fanfic favorit?

      Baekhyun atau Kyungsoo? Hhhahh…aku juga belum tahu siapa yang menang….
      dan soal ChaeriXBaekhyun tinggal tunggu tanggal mainnya!

  3. jengjeng~ ahahha
    ide ceritanya luaaaar binasa, eh maksudnya luaarr biasa😀
    plot baru kayaknya bakal asyik nih :3 apalagi ternyata pastel sama detour satu plot. tapi kayaknya aku rada janggal sama sehun disini dan sehun di pastel. apa mungkin karna ini baru awal plot baru yaa jadi belom nyatu banget. gapapa lah, yang penting fanfic author ini tetep personil bigbang banget deh (Read:TOP) ._. ekeke

    dan langsung nebak aja nih. menurut aku yang menang tim biru!! jengjeng~ kenapa tim biru? jadi tim biru itu menangnya pake cara curaaang.. gak tau kenapa pokoknya saya merasa antara sungjong dan nami itu ada aura jahat.. jengjeng~ *sokhoror* jadi kalo ditelusur lagi juri memutuskan(?) pemenangnya itu tim hitam. mereka emang bukan orang-orang yang jago olahraga tapi karna mereka ada niat dan usaha mereka akhirnya bisa menang :’)
    sementara tim ungu, kalo menurut aku sih karna jongin terlalu sok mau nunjukin kehebatannya sama sina yang buat tim mereka jadi kurang kokoh. akhirnya kalah deh wkwkwkkw

    ini saya sok tahu sekali xD namanya juga nebak xD jiakakka…

    • hehe soal janggal bahkan author sendiri ngerasain kok😄 kalau detour lebih fokus sm school life jadi banyak ngangkat sisi sehun di sekolah yg jarang bgt diliatin di pastel, dan alur waktunya beda sm pastel, yg detour lebih cepet ^^

      wooh masing2 grup udah ada analisisnyaa dan beberapa emang ada yg sepikiran sm author sih😄 ah jadi ga sabar ngepost! (padahal lanjutin aja belum)

  4. author… karakter sena kok mirip banget ama aku ya…
    gampang banget jatuh cinta… kemaren suka ama si A besoknya udah suka ama si B:/

    sebenarnya sena bakal ama siapa si? Luhan kah?
    aish.. tapi luhan juga berpotensi ama nami…
    aduh… makin penasaran kan tuh!
    Lanjut ah…

  5. Mulai bersemangat utk baca chap depan. Kayaknya bakal seru !

    Maunya sih tim biru yg menang, soalnya kasian chen yg g penah menang dalam festival olahraga😄

  6. Haallllooooo.. kelakuan Kyungsoo absurd banget, cumpah dech <– apaan ni?
    Bayangin muka datar-nya dia yg lagi pose segila itu, oh ya ampuunn pasti imut abis Hahaha😀

    Masuk plot baru ya?? pengennya sih ikut nebak, tp bacanya aja udah telat gini, terlambat jauhhhh -_-

    -@donghhaesbutt-

  7. oh oh oh..aku gk tau otak author terbuat dari apa..kenapa ff nya bisa sekeren ini..aku sih berharapnya tim chaeri yg menang..hehe..

  8. Sbenernya pnasaran juga sma pastel krena bnyak yg ngomongin, aku bca part awal aja trnyata aku tetep lebih trtarik sma detour jdi kpan2 aku bca pastel-nya, skarang biar melambung brsama detour dulu (?)

  9. Aduh ga kebayang dio ngelakuin victory pose nya haha ._. Pasti kocak deh wkwk
    Waaah kayanya bakal makin seru nih selanjutnyaa, makin penasaran aw aw :3

  10. Krn saya sudah telat membaca jadi gak mau nebak ah. Tpi kl dr warna kesukaan tim’a bang luhan kaya’a yg menang. Dr analisis qw luhan kan jago olahraga terutama basket sama sepakbola (efeknontonexoshowtome) terus sungjong yang pinter analisis kl chen malah yg bonus soal’a gak tau posisi’a sbg apa. (Mianhechen😦 )
    Qw suka karakter sehun dff yang ceplas-ceplos dan kadang manja wlpun qw blm bisa baca ff sehun yang main cast’a sehun kecuali kl dipasangin sama sooyoung qw mesti baca itu jg berlaku sama bang lulu dan bebek. Qw rela mereka dipasangin sama soo eon tpi kl OC blm siap #plakkayaapaajaya -_-

    Dan ff ini bagus, wlpun msh nebak-nebak ceritanya tapi qw suka sama alurnya. Pokoknya daebak.

  11. Pingback: Rekomendai Fanfiction | Anggi Nindya Sari

  12. tdinya sempet bingung sina sama sena sama apa beda aku kira kamu typo hehehe tau nya emang ada sina dsitu..
    hhmmm semoga yang menang chaeri cs sih hehehe

  13. Ulalaaaaa… Ff ini’ -‘ bener bener bagus banget deh>.<)b Chaeri sifatnya mirip banget sama aku hehheheeeh. Sebagai readers, aku puas banget deh sama ff ini. Tapi aku ketinggalan jauh nih-,- Dan soal ff "Pastel" aku belom sempet baca, gimana mau baca ff Detour nya aja baru baca sampe sini-.- huft Kapan kapan aku baca deh. Aku mau lebh fokus dulu ke Detour heeeheh. Buat author Pikrachu terus berkarya dan selalu semangat^^

  14. sy dukung tim hitam…
    seukri itu pr y?
    ahaha.. ya ampun.. pokokx.slalu deh bikin ketawa (maaf kak.slalu komen sy yg suka ketawa tp itu yg sbenarx)
    hehehe

  15. ngakak pas ngebayangin kyungsoo lagi victory pose wakaka konyol pasti. well aku beautiful harap kelompok baekhyun yg menang. gak tau, gk rela aja dio chaeri menang *plakkk

  16. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  17. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  18. hahaha… luhan sma nami stu kelompok..
    ckckc.. jngan” mereka bakaln jadian klq gni ceritnya.. benci jd cinta.. haha..
    yahh sedikit sedih dsni moment baekyun sma chaerin gg ada ..😦

  19. ceritanya makin seru thor, aku suka sifat chaeri hihi ohiya maaf banget baru komen kkk soalnya temen rekomendasiin ff ini. ceritanya menarik^^ maaf thor aku telat bgt komennya ya heheh

  20. Plot baru, cieeeee…😀
    Untuk nebak siapa yang akan menang justru aku ditambah bingung. Maksudnya gini, di tim hitam kyungsoo sama sehun udah tau kelemahan kelompok lawan masing-masing karena mereka terus berpikir tentang anggota kelompok lawan mereka. Kelompok biru, aku juga berpikir kalo sungjong ga mungkin punya kemampuan di bidang olahraga karena dia sibuk jadi ketua osis, tapi pas liat chen yang satu kelompok sama sungjong, aku punya banyak perumpamaan kalau sungjong pasti mampu karena dia orangnya ambisius. Kelompok ungu, aku liat anggota mereka bagus tapi ada sena disana, aku ga yakin mereka bakal menang karena sena yang suka sama jong in dan kemungkinan dia ngeganggu konsentrasi jong in yang buat kesel terus down. Jadi menurut aku kayanya tim hitam tapi entah😀

  21. Joah~
    penasaranya dgn pertandingan hehe
    well, lucu sih kalo hadiahnya makan gratis seminggu hihi😀 ini kek macem classmate gitu yak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s