Pizza Man Sequel Series (First Anniversary)

pizza man copy

Title : Pizza Man Sequel Series (First Anniversary)

Author : naminaya

Genre : Romance with a touch of comedy

Rating : G

Ini dia sequel seriesnyaa… Akan ada beberapa series

Semoga yang baca pada puas dan pada suka yaa😉

Harus aku akui, aku kangen sama Aliana :’)

˚˚˚˚˚

“Jadi? Sore ini kamu bebas?” tanyaku pada Kyuhyun di depan restoran pizza tempat dia bekerja.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun acuh tak acuh.

“Kamu tuh kekasih gadungan macam apa sih?! Ini peringatan satu bulan kita jadian!” bentakku langsung naik darah.

“Inget aja.” jawab Kyuhyun dengan tawa kecil yang membuatku ingin menggaploknya.

“Serius nih, kamu mau putus?” sebenarnya aku setengah bercanda. Tapi percayalah bertahan selama sebulan menjadi pacar Kyuhyun hanya sedikit lebih mudah daripada memelihara anjing gila.

“Emangnya aku bilang ingin putus?” Kyuhyun bertanya balik tanya sambil melarikan tangannya menyusuri rambut hitam ikalku.

“Kau mengentengkan segala sesuatu! Khususnya segala sesuatu yang berhubungan denganku.” aku menepis tangan Kyuhyun yang semula berada di rambutku.

“Jangan seriusan gitu dong. Kita makan malam di Tuscany gimana? Seperti kali pertama kita berkencan.” Kyuhyun memasang senyum yang langsung membuatku ingin mengangguk mengiyakan. Tapi aku tahu aku memiliki harga diri yang terlalu tinggi untuk itu. Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk berakting sesinis mungkin.

“Kencan yang gagal banget itu.” komentarku sambil melipat tangan di depan dada.

“Aku anggap itu iya.” ucap Kyuhyun dengan senyu kecil sambil melepas tanganku yang semula terlipat di depan dada.

Aku mendesah. Dan dengan itu, Kyuhyun masuk ke dalam restoran.

Kalian lihat? Itulah susahnya pacaran sama Kyuhyun. Kadang, aku rasa menerima Kyuhyun adalah kesalahan terbesar yang pernah kulakukan dalam hidupku. Dan kini aku penasaran… apakah itu sebuah dosa?

Kalau iya itu sebuah dosa, aku sudah merasa tereksekusi sekarang.

Oke aku lebay lagi.

Bukan berarti aku tidak bahagia hari ini. Tapi perasaan bahagia yang aku rasakan bukan perasaan bahagia seperti orang lain yang lagi anniv, perasaan bahagia yang kurasakan lebih seperti…. anak sekolah yang berhasil mempertahankan gelar juara kelasnya. Apa itu aneh? Jujur saja, itu aneh kan?

Mempertahankan Kyuhyun di sisiku selama sebulan itu, percayalah, suatu pencapaian terbesar dalam hidupku. Maksudku dengan semua yeoja-yeoja imut itu menguntitinya kemanapun kita pergi. Dan aku, seorang gadis 17 tahun yang masih ingusan soal cinta, berhasil mengikat Kyuhyun agar tetap di sisiku selama sebulan. Itu susahnya seperti menyuruh singa makan sayur 3 kali sehari.

Yang itu juga bener sih. Aku juga yang mencekoki dia sayura supaya dia tidak sakit. Jadi aku kekasihnya dan dokter gizinya. Sungguh, aku merasa seperti seorang jenius.

Sudah ah curhat soal susahnya jadi pacar Kyuhyun. Aku ingin pulang dan bersiap untuk acara makan malam kita nanti.

“Alianaaa… Habis dari mana?” tanya mama begitu melihat batang hidungku.

“Dari toko pizza deket sini.” jawabku, melenggang menuju kulkas dan mengambil seteko jus stroberi dan menenggaknya langsung dari tekonya.

“PERLU BERAPA KALI MAMA BILANG PADA KAMU BAHWA KAMU TIDAK BOLEH MEMINUM JUS LANGSUNG DARI TEKO!!” mama langsung ‘merangsek’ maju dan menarik teko dari tanganku, membuat jusnya tumpah sedikit mengenai balzer putih yang sedang kukenakan.

“Hhaah… untunglah pagi ini aku memutuskan untuk memakai blazer milik mama.” desahku santai, menikmati air wajah mama yang berubah kaget.

“Jangan bilang…”

“Ya, ini blazer ZARA yang mama beli seminggu yang lalu. Dan mama belum pernah memakainya kan?” tanyaku enteng. Merasa menang, merasa mama telah merugikan dirinya sendiri.

“Alianaaa… Cuci blazer itu sampai bersih sekarang juga. Tidak keluar rumah sebelum bersih!” dengan serangkaian kata-kata tegas itu mama membalikkan badannya dan mengembalikan teko jus ke dalam kulkas.

Sore itu aku habiskan untuk mencuci blazer keren itu dengan berliter-liter sabun cuci. Kalau blazer ini tidak kembali putih seperti semula, mama akan membunuhku, dan percayalah, aku tidak sedang bermetafora dengan kata ‘membunuh’.

“Aduh… Kok nggak mau bersih sih?” keluhk kesal pada papan cucian. Masih nampak lautan berwarna agak pink di blazer itu. Dan saat aku melirik jam dinding, waktu menunjukkan pukul 06.00. Kalu aku tidak segera bersiap, anniversary pertamaku akan menjadi sebatas angan.

Aku mengeluarkan handphone dari kantung celanaku. Oh ya, jika Kyuhyun memiliki manfaat bagiku, manfaat itu adalah dia membuatku jadi sering main handphone. Itupun kalau bisa disebut sebagai pengaruh baik baik.

Aku mendial nomor Kyuhyun dan menunggu selama 2 nada sambung.

“Alien?”

Aku memutar boa mataku, tapi pasrah saja. “Kyu, aku jadi upik abu dadakan nih. Gimana makan malamnyaa?” satu lagi, aku juga menjadi guru bahasa bagi Kyuhyun. Aku mengajarkan beberapa kosa kata keren Bahasa Indonesia seperi ‘Upik Abu’, ‘Edan’, ‘Kembang Pasir’ dan ‘Sialan’. Keren-keren kan? Manurutku itu beberapa kosakata Bahasa Indonesia yang paling penting dan paling keren yang perlu Kyuhyun ketahui. Dan itu beberapa kosakata yang paling sering kupakai juga.

“Bukan aku namanya kalau tidak punya rencana dadakan.” 

“Semoga berhasil melawan mamaku yang memiliki 6 taring.” jawabku lalu menutup flap telefon genggamku.

Dalam hati aku merasa sedikit senang karena mungkin… hanya mungkin…. aku tetap bisa mendapatkan perayaan first anniversary yang layak.

Aku menggasak, dan harus kalian ketahuo bahwa ada perbedaan sejauh langit dan sumur antara ‘menggosok’ dan ‘menggasak’. Oke, kuulangi. Aku menggasak blazer itu dengan penuh nafsu.

Kurasa, blazer cantik itu kainnya sudah menipis sekitar satu milimeter.

“Alien! Ayo jalan!” aku mengenali siara itu. Tentu saja, bagaimana tidak? Suara itu yang terus-menerus terngiang-ngiang di kepalaku. Aku langsung berlari turun dan menemui Kyuhyun di ambang pintu.

“Kyuhyun? Ba.. bagaimanaa?” mungkin ini tidak tertangkap kamera, tapi aku benar-benar merasakan rahang bawahku jatuh ke lantai.

“Tester pizza gratis rasa obat tidur.” jawab Kyuhyun dengan senyum jahil sambil mengangkat senampan kecil penuh potongan-potongan kecil pizza.

“Mama akan baik-baik saja kan?” tanyaku panik.

“Tertidur untuk 2-3 jam. Dia sudah nyaman di sofa ruang tengah.” Kyuhyun mengarahkan dagunya ke sofa kuning gading yang membelakangi kami, tetapi aku bisa melihat sepasang kaki terjulur dari balik sofa.

“Kita tak punya banyak waktu Kyu! Kajja!” aku menarik pergelangan tangan Kyuhyun dan menaiki motor pengantar pizzanya.

“Eh tunggu. Kita ke restoran mewah naik motor merah-kunin norak ini?” tanyaku merasa bahwa reputasiku akan terinjak-injak jika itu benar-benar terjadi.

“Dan lagi, kau masih memakai seragam kerjamu.” lanjutku menunjuk kemeja merah dan rompi kuning yang dipakai Kyuhyun.

“Aku masih kelihatan keren dengan busana ini kan? Dan aku masih kelihatan macho menaiki sepeda motor ini kan?” nada bicaranya tidak terdengar seperti bertanya.

“Hmmm…” aku mengetuk-ngetuk daguku dengan ujung jari telunjukku. Aku ingin bilang “TIDAK KAU TAMPAK CULUN!” tapi aku tidak bisa karena aku diam-diam berpikir bahwa Kyuhyun akan tetap nampak macho walaupun mengenakan celemek bunga-bunga dan topi berhias bunga mawar imitasi.

Aku menggigit bibir bawahku.

“Tuh kan nggak bisa jawab. Udah lah naik aja..” ujar Kyuhyun sambil menstater motornya, tidak menyisakan menyisakan pilihan lain bagiku selain duduk di belakangnya.

“Nggak takut jatuh?” tanya Kyuhyun menyadari aku tidak melingkarkan tanganku di pinggangnya.

“Jalan aja.” jawabku, mengeratkan peganganku pada pegangan penumpang di bagian belakang tempat duduk.

“Aku sudah mengingatkan.” jawab Kyuhyun sambil menjalankan motornya dengan kecepatan 1.000 km/jam. Itu kulebih-lebihkan.

Hal terakhir yang kusadari adalah aku meremukkan pinggang Kyuhyun.

“Sudah sampai kali.” gumam Kyuhyun. Dengan wajah merah padam aku mengangkat kepala menatap Kyuhyun yang menengok ke arahku. Aku sampai tidak sadar kita sudah sampai, aku masih saja membenamkan wajahku di punggung Kyuhyun.

“Ehehe..” aku tertawa-tawa bodoh sambil turun dari motor. Aku baru menyadari bahwa aku datang ke acara makan malam peringatan 1 bulan jadianku dengan jeans ketat abu-abu selutut dan kaus putih kedodoran dengan logo Harley Davidson besar di bagian depan kausnya.

Dengan percaya diri (atau berusaha menjadi percaya diri) mengaitkan lenganku ke lengan Kyuhyun. Tapi….

Dia malah menepisnya.

Aku menganga karena kaget. Aku mendongak melihat Kyuhyun yang sedang memasang half-smile nya. Sedetik setelah itu Kyuhyun meletakkan tangannya di pinggangku dengan ringan.

“Seperti ini lebih elegan.” ucap Kyuhyun sambil melangkah memasuki pintu restoran yang sudah dibukakan oleh seorang pelayan yang mengernyit.

Sudah sebulan ini pipiku tidak berhenti merona. Walaupun Kyuhyun membuatku merasa seperti berada di lembah penyucian dosa, Kyuhyun bagaimanapun juga tetap namja yang paling bisa membuatku merona.

“Mau makan apa?” tanya Kyuhyun saat melihatku asyik membolak-balikkan buku menu.

Caesar Salad?” jawabku setengah bertanya, karena itu adalah menu yang kupesan saat kencan pertama kami juga dan jelas-jelas Kyuhyun membenci menu ini.

Dan benar saja. Kyuhyun memutar bola matanya.

“Yakin tidak menginginkan menu yang lebih mahal?” tanya Kyuhyun dengan sombongnya.

“Menurut buku ‘Sukses Kencan Bagi Wanita’ kita harus makan salad dengan anggun saat sedang kencan.” jawabku sambil memainkan ujung rambutku yang melengkung.

“Omong kosong itu perlu dibuang ke tong sampah.” omel Kyuhyun gusar.

“Bagaimanapun jugaaa… buku itu sudah membantuku mendapatkanmu kan?” tanyaku, niatnya sih pengen nge-flirt dikit. Namanya juga kencan.

“Kalau tahu selama ini kamu memalsukan tindak-tandukmu, aku tidak akan pernah menembakmu dalam konteks itu. Tapi aku akan menembakmu dalam konteks yang sebenarnya.” jawab Kyuhyun, menyentak buku menunya menutup. Aku mendesah keras, flirt ku gagal banget. Bukan aku yang salah, tapi Kyuhyun yang terlalu dingin dan mungkin terlalu bodoh. Walaupun aku yakin jawabannya adalah yang pertama.

“Pesan saja makanannya, dan jangan harap aku akan menggombal lagi malam ini.” ujarku langsung jutek. Kyuhyun mengangkat bahu dan memanggil seorang pelayan.

“Jadii…. gimana sebulan ini?” aku tahu Kyuhyun berusaha memulai pembicaraan, berusaha mencairkan suasana. Pertanyaan konyol itu mencerminkan usahanya karena pertanya kayak gitu tuh ‘enggak Kyuhyun banget’. Usahanya itu membuatku ingin tertawa, tapi kutahan sekuat tenaga.

“Sebulan ini… aku merasa seperti babysitter.” jawabku sambil mengetuk-ngetuk gelasku ringan.

“Kalau begitu, aku pasti bayi tertampan yang bisa diimpikan oleh babysitter manapun.” jawab Kyuhyun dengan signature-smile nya.

“Aku berjanji akan membelikanmu cermin suatu saat nanti.” geramku gemas.

“Kupegang kata-katamu Nona Alien.” jawab Kyuhyun.

“Koki di sini pasti cucunya kura-kura. Laman banget.” keluhku agak melebih-lebihkan karena kami baru menunggu sekitar 5 menit. Tapi aku benar-benar malas kalau harus berdebat dengan Kyuhyun. Maksudku, bisa nggak sih dia berlaku seperti kekasih pada umumnya yang mengatakan hal-hal manis pada saat kencan?

“Akan kusampaikan keluhanmu.” Kyuhyun segera bangkit dan menuju dapur, mengatakan sesuatu pada pelayang yang stand by di pintu dapur. Pelayan itu langsung masuk ke dalam dapur dengan buru-buru.

“Kau benar-benar punya kuasa di sini.” ucapku ketika Kyuhyun sudah kembali ke tempat duduknya.

“Agak aneh kau baru menyadarinya.” jawab Kyuhyun sambil meraih tanganku yang semula memain-mainkan ujung berjumbai tatakan gelas. Merasakan sentuhan Kyuhyun ini membuatku langsung mengangkat kepalaku dan menatap wajahnya.

Kyuhyun menatapku seperti sedang meng X-ray diriku. Tatapan yang intens itu membuatku mati gaya.

“Aku tahu kau menginginkan kata-kata manis dariku. Maaf aku belum bisa memberikannya untukmu, karena menurutku kata-kata itu lemah dan tidak berarti. Kata-kata manis itu terkesan artifisial. Segera setelah aku menemukan kata-kata yang tepat untukmu, aku akan mengungkapkannya.” ujar Kyuhyun, meremas tanganku. Aku melemparkan senyumanku yang seharga jutaan dollar AS, karena dia namja pertama yang mendapatkannya.

“Aku suka senyum itu. Kelihatan manis saat kau kenakan. Sepertinya aku harus memakainya lebih sering lagi.” ujar Kyuhyun sambil menggerakkan tangannya ke daguku, menggerakkannya hingga wajahku sepenuhnya menatapnya. Dan aku masih belum menanggalkan senyuman itu.

Jantungku mulai jumpalitan dalam rongga dadaku. Penari balet gila yang sudah lama diam itu mulai menari-nari gila lagi dalam perutku. Apakah dia akan menciumku?

Wajah Kyuhyun perlahan-lahan mendekat ke arahku, matanya mulai terpejam. Aku memutuskan untuk tetap membiarkan mataku terbuka. Saat-saat seperti ini belum tentu datang dua kali, jadi aku memutuskan aku harus merekamnya dengan detail.

Saat wajah Kyuhyun sudah tinggal sejengkal dari wajahku…

“Ada yang memesan caesar salad?” di situlah dia, pelayan berseragam itu, membawa nampan berisi makanan pesanan kita.

Mungkin ciuman pertama tidak diizinkan terjadi pada anniversary pertama.

˚˚˚˚˚

Hyaw… gimana?

Setelah lamaaaa banget absen ngepost pizza man dan kritikan yang aku tuai dari Pizza Man 6… gimana tanggapannya?Aku pengen tahu dong, boleh kan?

Atau dengan kata lain…

Ditunggu komennya😉

with love,

naminaya

 

 

 

3 thoughts on “Pizza Man Sequel Series (First Anniversary)

  1. yaampun kamu masih kecil tp udah bisa buat fluff2 gini o.o
    aku paling ngakak kalimat yg ini “perasaan bahagia yang kurasakan lebih seperti…. anak sekolah yang berhasil mempertahankan gelar juara kelasnya”😄

    kyuhunxaliana shipping favorit!

  2. aku udh lama bacanya tapi baru sempet komen sekarang^^

    Aku suka pasangan tipe2 begini kyk di reply 1997~ (recommended drama)
    apalagi ceweknya yg kayak ngasal gitu.

    Aku masih menunggu ffmu yang lain nay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s