It’s a Wonderful Cat’s Life [Prologue/?]

cats-wonder_526F672C_zpsd90ac866

Thanks to Pikrachu for the adorable poster!

Title: It’s a Wonderful Cat Life

Rating: G

Cast: Kim Taehyung/V (BTS), OC

Genre: Romance, Fluff, Fantasy, cat!AU

Lagi-lagi menambahkan fandom baru. Dan, kali ini adalah boyband yang akhir-akhir ini mengambil perhatianku. Author itsredpenguin gak tau kalau ada author ataupun readers yang kenal boyband BTS, tapi what’s done is done -.-

Bagi yang belum kenal, silahkan klik ini. Atau paling tidak tau V /cough/biasauthordiBTS/cough, klik ini atau ini untuk pilihan paling desperate

Enjoy!

prologue-meow!

Dunia terlihat begitu kecilnya dari matanya yang bersinar di malam hari. Pada awalnya hal-hal yang ia lihat, tidak jauh dari hijaunya tanaman, birunya langit dengan awan putih, atau warna merah kusam dari daging yang ia temukan di balik tempat sampah. Berpikir bagaimana indahnya dia hidup, membuatnya hanya menguap pelan, mengeluarkan suara meongan kecil sebelum menutup kedua matanya, bertemu dengan dunia mimpi.

Ya, V, anak kucing dengan bulu berwarna jingga kemerahan yang selalu ia banggakan, sudah puas dengan kehidupannya yang sederhana. Namun, dunia tidaklah seperti yang ia pikirkan sebelumnya.

“Kau, telah hidup di dalam kebohongan”

V menelengkan kepalanya ke samping, matanya berisi dengan penuh pertanyaan saat ia bertemu dengan sebuah burung gereja kecil yang tidak bisa berhenti bergerak. “Apa yang kau maksud?” tanya si kucing dengan wajah setengan bengong.

Merasa V tidak memberikannya rasa takut yang biasa diberikan oleh jenis kucing lainnya, burung gereja itu terbang dan hinggap di atas box kayu yang berada di depan V. “Apa menurutmu langit selalu berwarna biru?” tanyanya kepada anak kucing yang masih terlihat bingung.

“Hmm…” V bergumam. “Aku rasa memang itu warna dari langit…” jawab V, nadanya tidak yakin dengan jawabannya sendiri.

Si burung gereja menghelakan napasnya, apakah kucing ini tidak pernah kemana-mana dalam hidupnya? Pikirnya dalam hati. Mata hitam kecilnya menatap mata biru milik V, penuh dengan rasa ingin tau. Dan, kalau itu tidak cukup jelas, maka goyangan ekor kucing itu dapat menjelaskan itu.

Mengepakkan sayapnya, burung kecil itu terbang memutari kepala V. “Ikuti aku!” perintah burung gereja itu sebelum melesat keluar dari gang itu. Untuk beberapa saat V berada dalam kebingungan. Setelah ia menyadari kata-kata burung gereja itu, dengan sigap ia mengejarnya.

V tidak memperhatikan jalan yang ia lalui. Atau, tembok dengan gambar dan tulisan warna-warni. Lama kelamaan ia melihat cahaya yang lebih terang menyelip di antara bagian kepala dan kedua sayap milik burung gereja itu. Mata birunya menyipit saat ia berusaha beradaptasi dengan perubahan cahaya.

Ia begitu terkejut saat dengan gerakan tajam, si burung gereja terbang lebih tinggi. Langkah kucing itu berlahan sebelum akhirnya berhenti secara mendadak saat sesuatu melesat di depannya dengan menggunakan kecepatan yang belum pernah ia lihat. Dibutuhkan waktu satu menit agar V dapat meresapi situasi di hadapannya.

Semua terlihat asing baginya. Mobil dengan berbagai warna – dimana pada saat itu V tidak mengetahui nama dari benda yang baginya seperti monster – bergerak dalam satu arah. Melihat betapa cepatnya mereka, anak kucing itu tidak berani melangkahkan kakinya ke jalanan yang nampak lebih kasar daripada trotoar tempat ia berdiri.

Mendongakan kepalanya, V dapat melihat gedung-gedung yang menjulang. Rahangnya terbuka berlahan saat rasa tidak percaya dan kagum membasahinya.

“Wow” ucapnya saat matanya melihat papan reklame yang menunjukkan gambar eco-driving dengan dua belas wajah orang yang berbeda. Selama ini manusia yang pernah ia lihat adalah seorang bapak paruh baya yang memakai pakaian putih dengan pisau dapur di tangannya. V selalu dapat mencium bau daging sapi datang dari bapak itu. Namun, kedua belas manusia di papan besar itu tampak jauh lebih muda dan tampan.

Belum dapat menguasai dirinya, lagi-lagi sesuatu menarik perhatian anak kucing itu. Datang dengan banyak suara dan bau, V melongok ke arah rombongan yang berjalan di dekatnya. Mengeluarkan suara meongan kecil, V berlari kecil ke belakang, kaki belakangnya merasakan sesuatu yang keras.

Tapi, V tidak dapat memikirkan tubuhnya yang baru saja menabrak tembok. Matanya terpaku pada kaki-kaki panjang. Mendongakan kepalanya, V dapat menatap ke segerombolan manusia yang memakai kain berbagai warna, dan mereka berbicara dengan bahasa yang ia tidak mengerti.

Berlahan ia melangkah maju ketika kaki-kaki yang seperti hendak menginjaknya, sudah tidak ada lagi. V sekarang dapat melihat gambaran besar. Ia dapat merasakan semuanya. Pemandangan asing, suara yang dahulu hanya ia anggap sebagai khayalannya, dan tulisan-tulisan besar yang nampaknya manusia dapat baca.

Telinganya mendelik ketika burung gereja yang telah membawanya ke sini. V menatapnya sebentar, mata biru tajamnya bertemu dengan mata hitam kecil si burung. “Kau bilang langit berwarna biru, iya ‘kan?” V hanya menganggukan kepalanya pada pertanyaan si burung gereja.

Burung gereja itu mengalihkan pandangannya, dan mata V mengikutinya. Tiba-tiba jantung kucingnya berdetak lebih kencang, dan rasanya ia ingin mengeluarkan suara mendengkur saat wajahnya terkena hangatnya cahaya matahari yang berwarna jingga, membutakannya untuk beberapa saat.

“Kalau begitu, apakah kau pernah melihat langit seperti ini?” V ingin menjawab dengan kata ‘tidak’, namun suaranya berhenti di tenggorokan saat ia melihat langit berwarna jingga, awan putih dengan shading warna kuning emas. Dan V merasa ia bahkan bisa melihat beberapa lapisan merah di langit yang warnanya terus berubah. Menjadi merah, kemudian ungu diikuti biru tua. Lama-kelamaan V dapat melihat titik-titik putih yang sedikit mengejek matanya saat V kehilangan mereka.

Saat ia melihat ke sekitar, V dapat melihat cahaya-cahaya yang lebih jelas dapat terlihat di mana-mana, memandikan sekelilingnya dengan cahaya. Monster-monster yang melewati jalan di depannya memiliki cahaya warna merah terang yang mengikutinya.

V menutup matanya saat merasakan angin malam mengelus rambutnya. Telinganya yang sensitif dapat mendengar banyak hal – ocehan manusia ataupun suara benda-benda yang tidak ia ketahui. Hidungnya dapat mencium aneka aroma. Samar-samar ia dapat mencium sesautu yang mendekati bau daging yang biasa ia makan, namun ia dapat mengetahui ada sesautu yang lain. V tanpa sadar mengecapkan lidahnya seakan-akan ia mampu merasakannya di dalam mulutnya.

Detik demi detik berlalu, dan di saat seekor anak kucing bernama V, mata tertutup dan angin bermain dengan kumisnya, ia merasakan dirinya melayang. Melebur, dan bergabung dengan sekelilingnya. Malam yang dingin namun tidak gelap seperti gang sempit di belakang toko daging tempat ia tinggal. V ingin menghilang dan bersatu dengan dunia tempat ia berdiri sekarang.

Seperti cahaya lampu mobil yang baru saja melewatinya, cepat namun meninggalkan kesan – membuat mata seseorang mengikutinya. Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk V berharap:

Andaikan saja, aku terlahir sebagai manusia…

AUTHOR’S NOTE

Dan itulah prolognya~ Sebentar lagi mau ujian dan malah bikin cerita baru. Temenku sampai nanya apa perlu laptopku rusak biar gak ada pengalih perhatian (jangan OAO!). Terima kasih Pikrachu untuk posternya~

ITSREDPENGUIN SIGN OUT!

7 thoughts on “It’s a Wonderful Cat’s Life [Prologue/?]

  1. aku tau bts tapi gak tau membernya~
    Aku cuma pernah nonton mvnya sekali dan ada satu member yang mirip baekhyun~

    Makanya tadi kupikir yang ada di poster itu baekhyun…
    Ngomong2 author lsf lagi seneng sama kucing ya?^^ Haha~

    • “ada satu member yang mirip baekhyun~”
      aku sarankan untuk buka link yang ketiga ^^d

      sebenarnya pertama kepikiran bikin cerita dengan tema kucing gara2 cerita lj yang sama dgn author Pikrachu ._.

  2. hahaha fandom baru😄
    Aku suka bangtan kok, berasa zelo jadi banyak :3 /cough/ *noona mode-on*

    prolognya enak bgt bacanya~ feel introducingnya dapet❤

  3. Yaampun V disini imut banget,bisa deh ngebayanginnya kalo gitu😀
    Iya sih bener,V emg mirip sama baekhyun,aku juga ngiranya tadi baekhyun😀
    Keep writing yah~!

  4. ohhh tidak V disini jadi kucing, eh tapi jangan jangan entarnya jadi manusia. tenang thor tenang aku tau BTS kok dan cukup hafal untuk nama membernya. ehiya, ceritanya kayanya seru thor. disini si kucing V itu berasa kaya kudet gitu ya thor? apa karena dia kucing? jadi rada bingung sama kehidupan manusia -bisa jadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s