Fallen Cupid 5

fallen_526F672C_zps08a5c89f

Kyungsoo’s

“Bosan” Aku membisikkan kata itu kepada diriku sendiri.

Aku melihat ke arah jam dinding. Bahkan ini baru jam 10 pagi. Waktu berjalan sangat lambat. Berbeda dengan dua hari yang lalu, ketika bersama Rae In dan Luhan. Entah kenapa bersama mereka sangat menyenangkan.

Ah iya, dua orang itu. Entah kenapa akhir-akhir ini aku senang memperhatikan mereka. Mereka itu seperti… seperti pemain series romance comedy yang ada di televisi setiap minggu. Memperhatikan mereka rasanya seperti terhibur, apalagi disaat-saat bosan seperti ini.

Rae In, dia seperti tokoh utama wanita yang polos, dan tidak tahu apa-apa. Dan Luhan, ia tokoh utama pria yang sangat pencemburu, dan sangat senang mengusili orang yang disukainya, dan aku…

Dan sebelum pikiranku makin melantur, aku bersyukur suara ringtone handphoneku menyadarkanku. Aku mengambil handphone itu dan tanpa sadar tersenyum saat melihat nama Rae In disana. Salah satu orang yang baru saja kupikirkan.

Yeoboseyo? Kyungsoo-ya?” Rae In, seperti biasa menyapa terlebih dulu. Dan kupikir itu membuang waktu karena aku tahu ia sedang butuh sesuatu dariku.

“Kenapa lagi hari ini?” Tanyaku.  Dan pertanyaanku sangat tepat karena ia sedikit terkekeh di seberang sana.

“Hmmm, apa kau punya buku tentang tanaman?” Tanyanya membuatku sedikit bingung. Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?

“Kupikir aku punya beberapa ensiklopedia tentang itu. Kenapa?” Tanyaku lagi dan sepertinya ia sangat bersemangat ketika aku mengatakan hal itu karena ada bunyi-bunyian aneh di seberang sana. Mungkin ia melompat-lompat? Entahlah.

“Bolehkah aku meminjamnya??” Tanya Rae In lagi.

“Untuk apa?” Tanyaku, walaupun kupikir sebenarnya pertanyaanku sedikit salah karena sudah pasti untuk dibaca. Tapi maksudku Rae In adalah tipe-tipe orang yang tidak begitu suka membaca ensiklopedia terutama tumbuhan.

“Hanya… tugas sekolah. Aku harus memotret tumbuhan sekitarku dan menulis nama biologinya, habitat, dan beberapa informasi lainnya. Minimal 30 tumbuhan”

“Itu tugas liburan musim panasmu? Lebih baik dibanding tugas musim panasku. Aku disuruh mengarang pengalamanku selama liburan dalam 10.000 kata”

“Hmm… bukan juga. Aku mendapat tugas sejenis itu tapi kalau ini hanya hukuman karena aku tidur di kelas biologi. Ini sangat menyebalkan”

Aku sedikit tertawa mendengarnya. Tak kusangka Rae In termasuk salah satu murid yang cukup ‘bandel’ di sekolah “Itu salahmu sendiri”

“Hei, jangan menganggapku murid tak berbakti. Aku tidak sengaja tertidur. ”

“Apa kamu kurang tidur? Kau tahu, bagi pelajar kurang tidur itu salah satu hal yang fatal”

“Hmmm… tidak juga. Aku hanya merasa pelajarannya sangat membosankan makanya aku tidak sengaja tertidur”

Aku tertawa cukup kencang mendengarnya. Bukan apa-apa, hanya saja ia membicarakan hal itu seolah itu adalah hal yang biasa dilakukan. Dan dari nadanya aku yakin ia sama sekali tidak merasa bersalah.

“Kenapa tertawa? Hei, Kyungsoo”

“Kau berhak mendapatkannya” Aku belum menghentikan tawaku.

Ya! Apa kau baru saja meledekku?”

“Kurasa tidak, dan apa aku bisa menutup teleponnya? Aku mau mencari ensiklopedi yang kau minta”

“Hmmm… baiklah.” Aku berniat memutus sambungannya tapi Rae In malah melanjutkan kalimatnya. “Tapi tunggu….apa kau tahu dimana Luhan? Aku ke rumahnya tadi dan eomma bilang ia pergi ke suatu tempat”

Eomma?”

“Ah.. maksudku ibu Luhan” Jawab Rae In membuatku berpikir. Hmm, jadi keluarga mereka juga sedekat itu sampai Rae In memanggilnya eomma? Aku tak pernah berpikir mereka akan sedekat itu. Kupikir hubungan mereka hanya sebatas sampai mereka berdua saja.

“Kyungsoo?”

“Ah, iya. Aku tidak tahu. Ia tak menghubungiku sama sekali”

“Ah, anak itu. Padahal awalnya aku bermaksud meminjam ensiklopedia tumbuhan darinya….. ah itu Luhan!”

“Hah? Luhan?” Aku mengerutkan alisku. Kupikir ia sedang diam di kamarnya. Tapi apa dia menelponku sambil berjalan?

“Iya, dia sedang berjalan ke minimarket. Kututup ya, bye

Dan tanpa menunggu jawaban dariku ia segera memutus sambungannya. Ia menemukan Luhan berjalan ke minimarket? Itu tidak aneh karena Luhan tipe-tipe orang Outdoor yang lebih senang menghabiskan waktu luangnya di luar ruangan. Berbeda dengan Rae In yang tipe orang Indoor yang lebih senang menghabiskan waktu di dalam rumah untuk menonton drama atau berkutat dengan laptopnya.

Tapi aku hanya teringat sesuatu. Luhan sudah lama tidak bertemu dengan bocah itu, Sehun. Apa ia akan menemui Sehun? Kupikir begitu. Sehun bilang ia bekerja di minimarket dekat sini selama seperempat liburan musim panasnya untuk menambah uang sakunya.

Ah, tapi Sehun… anak itu aku yakin ia akan membenci Rae In. Feelingku sangat kuat tentang ini. Sehun mudah ditebak. Walaupun kelihatannya ia sedikit pendiam dan dewasa, ia tetap saja anak kecil.

Dia itu Luhan addicted. Kenapa? Karena ia terlihat jelas sangat mengidolakan Luhan, walaupun sebenarnya Luhan biasa saja terhadap Sehun. Sehun sangat terobsesi dengan Luhan sampai ia pernah bilang padaku bahwa pertemanan sejati itu ia dapatkan dari Luhan. Dan aku kesal saat mendengarnya karena aku juga temannya, bagaimana bisa ia bilang Luhan itu teman sejatinya sedangkan aku berteman lebih lama dengannya daripada Luhan? Bahkan aku yang mengenalkan Luhan padanya.

Dan kurasa, kehadiran Rae In yang tidak begitu cantik dan lamban akan berakibat buruk bagi Sehun. Aku yakin akan hal ini karena kurasa ia akan ikut campur soal pilihan yeoja Luhan juga. Sehun hanya akan mengizinkan wanita sempurna yang berada di samping Luhannya.

Dan kupikir itu sedikit konyol, karena Sehun bahkan bukan saudara Luhan, apalagi ayahnya. Memangnya ia berhak menentukan hidup Luhan? Dan aku juga tidak mengerti dari mana Sehun memandang Luhan, sehingga Luhan begitu bercahaya dimatanya. Aku juga sering menyesal kenapa aku mengenalkan Luhan pada Sehun.

Aku menaruh handphoneku diatas meja dan beralih ke rak bukuku. Lebih baik kalau aku menyingkirkan semua pikiranku tentang Sehun dan lebih baik kalau aku mencari ensiklopedia untuk Rae In. Seingatku aku memang memiliki beberapa ensiklopedia tentang tumbuhan, tapi kemana buku-buku itu?

Setelah lama berkutat di gudang yang penuh debu, aku berhasil menemukan 2 jilid buku ensiklopedia tumbuhan. Aku segera keluar dari ruangan berdebu yang mengganggu pernapasanku itu dan tersenyum puas melihat 2 buku tebal yang kupegang.

Hanya tinggal mengelap buku penuh debu ini dan pergi menemui Rae In. Dengan begitu tugasku selesai. Aku tersenyum dan tanpa sadar bergumam menyanyikan lagu iklan yang pernah kudengar.

Begitu tersadar aku segera menghentikan gumamanku. Sepertinya tadi aku baru saja merasa bosan, tapi kenapa hanya satu telepon dari Rae In membuatku seperti ini?

Setelah terdiam cukup lama aku berusaha tak memedulikan hal itu dan mengambil lap untuk segera mengelap buku ensiklopedia penuh debu itu. Aku segera mengambil handphoneku dan menelpon Rae In untuk mengabarkan aku akan membawa bukunya.

Yeoboseyo?  Kyungsoo?”

Aku sedikit terkekeh karena bahkan walaupun aku yang menelpon pasti ia yang selalu berbicara terlebih dahulu.

“Rae In-ah, sedang dimana? Aku sudah menemukan bukunya. Bagaimana kalau kuantar kesana?” Tawarku. Aku cukup berbaik hati bukan? Untuk membawa 2 buku ensiklopedia ini ke tempatnya?

“Kurasa kamu tak perlu repot Kyungsoo, tapi kamu bisa menemuiku di kedai es krim dekat toko bubble tea yang tutup itu. Kita bisa makan es krim bersa….. Luhan, kau mau kemana?….. membeli es krim lagi?…… aku mau yang vanilla.”

Aku hanya mendengarkan percakapan satu pihak itu. Jadi setelah Rae In menemuinya, mereka makan es krim bersama? Apa bersama Sehun juga? Kurasa aku sudah melewatkan beberapa momen penting mereka.

“Baiklah aku akan kesana. Pesankan aku satu es krim cokelat”

Aku segera mmutuskan sambungannya dan memasukkan kedua ensiklopedia besar itu ke dalam ransel. Aku tahu pasti apa yang akan terjadi jika aku membawa kedua ensiklopedi itu dengan tanganku sendiri.

Karena itulah aku sekarang berjalan sambil menggendong ransel berisi dua ensiklopedia tumbuhan. Cuaca cukup panas, tapi itu sama sekali tidak membuat moodku jelek hari ini. Aku menantikan es krim rasa cokelatku, tapi aku lebih menantikan cerita Rae In tentang apa yang terjadi hari ini. Luhan sudah jelas tidak akan menceritakannya padaku. Dia terlalu keras kepala untuk dimintai hal semacam itu.

Kurasa belum setengah perjalanan, tapi aku melihat sosok yang kukenal berjalan ke arahku tapi kurasa ia tak menyadari kehadiranku. Lelaki kurus, putih dan tinggi itu baru saja mampir di pikiranku tadi.

“Sehun-ah!”

Aku melambai kepadanya, dan ia hanya menanggapiku dengan satu lirikan. Bahkan ia tak menunjukkan senyum sama sekali. Tapi itu tak membuatku ikut cemberut begitu melihatnya. Aku malah tersenyum karena dugaanku kali ini juga sangat tepat. Aku yakin Sehun tadi bersama Rae In dan Luhan. Dilihat dari ekspresinya pasti terjadi sesuatu pada Sehun dan aku yakin itu tentang Rae In.

Aku segera berjalan mendekatinya. “Sehun, apa kau baru saja dari kedai es krim?” Tanyaku bersemangat, tidak sabar menunggu jawabannya. Tidak sabar juga menunggu kepastian dari dugaanku.

Sehun yang awalnya hanya cemberut sedikit terkejut dengan apa yang kukatakan. “Apa ada sisa es krim di wajahku?” Tanya Sehun sambil berusaha mengelap wajahnya yang bersih tanpa noda.

Aku sedikit terkekeh melihatnya yang panik mengusap-usap wajahnya. “Tidak, hanya saja seseorang memberitahuku”

Sehun sedikit tertegun mendengarnya. Dia dengan ragu bertanya “Luhan hyung?”

“Bukan, Rae In” Ucapku. Sehun seperti sedang berpikir dan aku tahu ia pasti berusaha mengingat siapa ‘Rae In’ yang kusebut. Dan beberapa saat kemudia ia menatapku serius. Kurasa ia sudah berhasil mengingatnya.

“Apa? Bahkan Kyungsoo hyung juga kenal dengan pacarnya Luhan hyung? Jadi hanya aku yang tidak tahu?” Sehun mengeluarkan aura hitam yang bahkan jarang kulihat darinya. Entah kenapa…. aku merasa salah menyebut nama Rae In disini. Tapi ini bukan tandingan rasa penasaranku. Dan lagi… kenapa Sehun bilang Rae In pacarnya Luhan?

“Sehun, apa Luhan bilang Rae In itu pacarnya?” Tanyaku karena masih tidak percaya. Aku tak menyangka Luhan seberani itu.

Sehun mengerutkan alisnya, agak tidak yakin saat ia baru saja membentuk bibirnya menyerupai ‘ne’. Tapi pada akhirnya Sehun hanya menghela nafasnya panjang.

Molla” Ucapnya “Tapi yang jelas aku tidak menyetujuinya kalau iya” Lanjut Sehun. Sedangkan sekarang malah aku yang mengerutkan alis. Jawaban Sehun sangat tidak jelas. Kalau begitu, sama sekali tidak ada perkembangan dengan mereka?

Dan ucapan Sehun tadi sangat wajar bagiku. Sudah kubilang Sehun tidak akan menyetujui Rae In dan Luhan. Padahal menurutku tak ada juga yang namanya perempuan sempurna di dunia ini. Apa dia akan membiarkan Luhan menjomblo seumur hidup?

Dilihat dari ekspresi Sehun tadi, kupikir Sehun baru saja bertengkar dengan hyung kesayangannya itu. Dan jika tingkat cemberutnya sudah sebesar ini, ini sama persis dengan saat ia merajuk karena Luhan mendaftarkannya di Dance Contest tanpa sepengetahuannya. Kurasa ia akan menghindari Luhan lagi kali ini.

“Ah, Sehun. Kumohon jangan menghindari Luhan lebih dari seminggu” Ucapku sambil menepuk bahu Luhan.

“Kenapa?” Sehun mengerutkan alisnya, dan beberapa saat kemudian ujung bibirnya sedikit terangkat. “Apa Luhan menerormu karena aku tidak juga menemuinya waktu itu?”

Dia membahas tentang Dance Contest itu? Aku tersenyum balik padanya sebelum menjawab. “Sebaliknya. Kau tahu betapa repotnya aku saat kau terus-terusan mengirim sms padaku yang menanyakan bagaimana kabar Luhan, apa dia baik-baik saja tanpamu dan apa dia khawatir tentangmu? Aku bahkan tak mendengarnya menyebut satupun kata ‘Sehun’ sebelum aku bertanya padanya karena sms-smsmu. Dan yang membuatku kesal, setelah ribuan sms darimu, kamu malah marah pada Luhan saat ia mencoba membujukmu untuk latihan. Dan terakhir aku harus menunggu Luhan berjam-jam di ruang tunggu kontestan yang sedang mencarimu yang kabur entah kemana, sedangkan aku bersusah payah memohon pada juri untuk menempatkanmu di nomor terakhir”

Sehun menutup telinganya untuk tak mendengar celotehan panjangku, tapi ia hanya berhasil tak mendengar seperempatnya. Setidaknya itu cukup untuk menyadarkan betapa repotnya aku saat itu. Yang membuatku kesal aku harus terlibat dalam pertengkaran mereka. Dan setidaknya itu tidak akan terjadi jika Sehun tidak terobsesi dengan Luhannya itu.

Tapi tiba-tiba alunan lagu dari handphoneku terdengar, yang membuat Sehun bernafas lega karena ia lolos dari celotehanku yang mirip ibu-ibu. Ya… terserahlah. Banyak teman sekelas yang menjulukiku ahjumma dan aku juga tidak terlalu memikirkan julukan itu.

Aku mengangkat handphoneku dan lagi-lagi nama yang tertera di sana adalah nama Rae In. Membuatku tersenyum dan menekan warna hijau di layar handphoneku.

“Kyungsoo-ya

Seperti yang kuduga pasti Rae In menyapaku duluan, tapi ada yang salah dari dugaanku itu. Yang menyapaku duluan bukanlah Rae In. Suara Rae In tak pernah seberat itu, dan suaranya pasti selalu terdengar bergetar walaupun lewat telepon.

Ini Luhan

10 thoughts on “Fallen Cupid 5

  1. CLIFFHANGER
    HADUH kok merasa bersalah ya, sama luhan. POV kyungsoo itu kayak netral pihak ketiga yg bikin aku makin gemes kapan ini cowok mulai ‘bergerak’

    kapan pake pov raein??? aku penasaran dia suka sama siapaaaa

  2. Next dong min. Seru bnget critanx. Mian comentnx telat#pke bngetz#. Au ska sma krakternx luhan.^^. Fighting. . . .^^

    • haruskah??? hehe maaf sebenernya udah ada chapter lanjutannya tapi males dipost~~~
      aku juga lagi ujiaaaan….. kuusahakan minggu depan ya^^
      aku seneng akhirnya ada yang berani ninggalin comment selain author disini^^

      • Harusssss! pokoknya harussssss. karna disini aku dijepit ultimate biassss huhuh tolongg..T^T
        Singkat cerita (?)….

        aku bacanya udah lama, mungkin pas hari itu juga dishare aku langsung baca. berhubung ga pake akun jadi males koment alias silent reader di exoff.. udah berbulan bulan aku baru keinget lagi ff yang satu ini tapi gak inget sama sekali judulnya T____T berjam jam ngubek exoff yang castnya d.o akhirnya ketemu tapi belum ada part berikutnya, muter balik.. nyari deh di google, eh ketemu semua disini, pada waktu yang sama langsung aku sikat abis/?> w <

        wah? apakah slama ini hanya author dari LSF aja yang comment?'-')?

    • Iya makasih!!!
      kalau soal lanjutan…. udh diprotes beberapa orang buat update lanjutannya tapi hari senen masih ada ujian TT^TT

  3. Aku gak sengaja ketemu blog ini dan baca ffnya. Ceritanya lucu banget hehe. Luhan udah jelas banget suka sm raein. Dan si kyungsoo mungkin niat awalnya dia cuma buat isengin luhan doang dan cari tau sejauh apa hubungan luhan sm raein tp lama kelamaan kyungsoo jdi ikutan suka sm raein.
    Durasinya agak singkat ya lbih enak lgi kalo panjang dikit wkwk *kode keras* bakal ditunggu trs lanjutannya ya. Fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s