Detour Bonus Story

Bonus Track: Eighth Grade Story

Luhan’s

Kami berada di sekolah yang sama sejak sekolah dasar. Aku dan Baekhyun. Rasanya aneh ini seperti takdir tapi aku malas mengakuinya, kami selalu berada di kelas yang sama selama tujuh tahun ditambah setidaknya dalam beberapa semester menjadi teman sebangku. Aku dan Baekhyun seperti tidak terpisahkan— ini menggelikan, kenapa aku harus merasakan ini bersama teman laki-laki?

“Kalian semua tenang! Hari ini kita memiliki murid baru yang akan bergabung dengan kelas kita.”

Aku menguap dan menyikut Baekhyun yang sedang memainkan ponselnya. “Hei ada murid baru.”

Baekhyun mendecak, ia meletakkan ponsel pada laci mejanya lalu bertopang dagu malas-malasan. Keningnya masih mengernyit sudah beberapa hari terakhir ini ia selalu terlihat uring-uringan.

“Silahkan masuk.” Guru Kim mempersilahkan murid baru itu masuk.

Seorang laki-laki masuk, langkahnya tenang sama dengan wajahnya. Matanya tidak repot-repot menyusuri keseluruhan isi kelas, ia hanya menatap ke depan lurus entah apa yang dilihatnya mungkin hanya lukisan yang kami pajang di paling belakang. “Namanya Do Kyungsoo.”

Aku mengangguk sekali dan memincingkan mataku melihat wajah laki-laki itu lebih jelas. Matanya besar bulat sempurna kupikir dia sedang melotot, kalau saja ia tidak memasang ekspresi dingin pada wajahnya sudah pasti aku mengiranya anak SD.

“Dia baru pindah dari Gyeonggi dan ini pertama kalinya ia tinggal di Seoul. Nah Kyungsoo, ada yang ingin kau katakan?”

Laki-laki bernama Kyungsoo itu  akhirnya menggerakkan bola matanya kanan kiri. Matanya seperti menganilis satu persatu murid yang tertangkap oleh matanya, mata kami sempat bertemu tapi pandangannya segera beralih pada laki-laki yang duduk di sebelahku, Baekhyun.

“Laki-laki di belakang sana? Boleh kau matikan ponselmu? Aku ingin berbicara dan kuharap semua teman sekelasku mendengar ini.”

Seluruh perhatian kelas segera berpusat pada Baekhyun, Baekhyun mendengus dan langsung memasukkan ponselnya pada tas. “YA silahkan mulai pidatomu Tuan Do.”

Aku menggigit bibirku berusaha menahan tawa sementara Kyungsoo hanya mengangguk sekilas dan berdehem. “Aku harap kalian dapat membimbingku selama setahun ke depan.”

“Astaga.” Baekhyun menghela napas.“Kukira dia mau bilang apa sampai menyuruhku diam, rupanya hanya itu.”

Aku mengendikkan bahu dan tetap tersenyum memperhatikan Kyungsoo yang sedang berjalan menuju kursinya tepat di depan meja Baekhyun. Firasatku mengatakan anak ini akan menjadi spesies langka yang sayang sekali kalau tidak kujadikan sebagai teman.

Mataku dan Kyungsoo kembali bertemu tapi sekali lagi pandangan laki-laki itu kembali berganti pada Baekhyun. Aku memiringkan kepalaku, Kyungsoo sudah melewati tempat duduknya dan ia berhenti tepat di sampingku.

“Sisir rambutmu.”

Kami berdua diam, maksudnya aku dan Baekhyun.

Sebuah sisir sudah dijulurkan oleh Kyungsoo tapi tidak ada yang merespon.

“Laki-laki yang bermain ponsel tadi tolong rapikan rambutmu.” Merasa Baekhyun tidak sadar dialah orang yang disindirnya Kyungsoo meletakkan sisirnya di atas meja Baekhyun lalu kembali berjalan menuju kursinya.

Baekhyun hanya tercengang. Aku terkekeh dan mengambil sisir itu. “Pakailah Baek, rambutmu memang berantakan.”

Hari itu pelajaran pertama berjalan dengan canggung. Baekhyun masih belum mau menyisir rambutnya dan Kyungsoo belum mengambil sisirnya. Sampai satu minggu sisir itu masih berada di tempat yang sama hingga akhirnya sisir itu hilang tanpa seorangpun mempertanyakan siapa yang mengambilnya.

Chaeri’s

Aku selalu benci jalan memutar, bukan hanya karena menghabiskan energi tapi banyak hal menjengkelkan yang harus kulewati. Bahkan semenit sejak aku memakai jalan ini saja aku sudah menyesal.

“GUK!”

 Dalam hati aku mengumpat, sudah kuduga ini pilihan salah. Laki-laki tua pemilik Pomeranian itu selalu lupa mengikat anjingnya, sudah bukan sekali dua kali aku dikejar anjingnya, aku tidak mengerti apa yang salah, penampilanku jelas penampilan anak sekolah pada umumnya tapi dia memperlakukanku seperti maling.

“Namaku bukan Guk anjing bodoh!”

Setelah lari seperti orang gila sepanjang lima ratus meter (karena aku tidak mau mengambil resiko) aku menghentikkan langkahku. Napasku tersengal-sengal. Kalian harus tahu setelah melewati anjing tadi bukan berarti kesengsaraanku berhenti. Alasan kedua kenapa aku membenci jalan memutar adalah ini.

 “Chaeri-ah! Bantu aku!” Ahjumma penjaga toko kelontong memanggilku. Teriakannya melengking, ia selalu menemukanku, bahkan sekalipun aku memakai masker dan topi.

 “Ada apa?” Aku basa-basi tidak tahu, alasannya memanggilku selama sama dan terus terang itu mengganggu.

“Tolong rekam acara ini. Aku mau menonton ulang drama ini nanti.” Aku belum mengiyakan tapi ia sudah menarik tanganku memasuki rumahnya. Sejujurnya sudah sebulan ini aku selalu mengajarkannya cara merekam lewat dvd player tapi tidak sekalipun penjelasanku menempel di otaknya.Rasanya kan— tenagaku terbuang untuk hal yang sia-sia.

Dengan malas aku mengotak-atik remotenya, bibi tua ini benar-benar butuh tutorial tertulis cara merekam, mungkin kalau ada waktu aku akan coba membuatnya. “Ahjumma! Aku sudah selesai—“

“Chaeri! Tolong jaga tokoku sebentar, aku harus pergi sebentar.”

Itu dia. Ahjumma itu selalu memintaku menjaga tokonya, entah itu lima belas menit atau bahkan hampir sejam (dan ia selalu mengatakan itu sebentar) ia selau berhasil membuatku menjaga tokonya. Aku memang mendapat uang jajan atau es krim gratis, tapi tetap saja, itu merepotkan. Sambil duduk di ruang tengah aku memandang jam tanganku, sedikit lagi sudah jam pulang Daeha, anak itu selalu rewel setiap aku terlambat menjemputnya.

 “Hei! Hei! Ini toko yang kubilang suka memberi permen gratis.” Terdengar suara anak laki-laki di luar sana.

 Aku tertawa dalam hati, sayang sekali waktumu tidak tepat.

”Maaf Ahjumma sedang pergi, bisa tolong kalian jaga toko ini, aku ada urusan dan tidak bisa menjaga tokonya!” Aku berjalan cepat melalui mereka sambil sekilas membungkukkan badan, bukannya aku tidak bertanggung jawab tapi aku sudah kenal suara anak laki-laki itu. Dia berteman baik dengan ahjumma dan sudah langganan toko ini, kupikir orang yang bahkan tidak kuketahui namanya itu bisa diandalkan.

Kyungsoo’s

Mataku menyusuri perempuan tidak bertanggung jawab itu. Ia mempercayakan toko pada orang yang tidak dikenalnya? Bagaimana bisa?

“Hei Luhan! Kau tidak mengejar anak itu?” Aku menengok pada Luhan yang rupanya sejak tadi berfokus pada ponselnya.

“Ah maaf, mengejar? Memang dia melakukan apa?”

“Dia memintamu menjaga toko ini karena dia bilang dia punya urusann.” Aku melipat kedua tanganku di depan dada merasa sedikit jengkel. Laki-laki ini memaksaku pulang bersamanya mengatakan akan memberi tur singkat soal tempat-tempat makan murah di daerah sini, dan sekarang dia berakhir menjadi penjaga toko? Bagaimana caraku pulang nanti kalau si pemandu jalan saja terperangkap di sini?

 “Uhm— Kyungsoo apa kau bisa menggantikanku? Tiba-tiba ayahku mengatakan aku harus segera pulang—“

“Aku tidak kenal dengan penjaga toko ini, dan aku tidak kenal daerah ini.Kau harus membawaku pulang. ”

“Kau bisa bertanya pada ahjumma penjaga toko ini! Dia kenal daerah ini dan aku benar-benar harus pulang sekarang!” Luhan menggenggam tanganku erat sekilas lalu berlari meninggalkanku, terlalu cepat membuatku tidak sempat bereaksi.

Baekhyun’s

Aku selalu suka jalan memutar.

“Oi Pochi!” Aku menghampiri Pomeranian yang selalu menyalaki siapun orang yang lewat. Awalnya aku takut bahkan aku sempat mengira anjing itu rabies karena dia benar-benar hiperaktif. Dan suatu hari aku berani bertanya pada si kakek pemilik anjing itu dan dia mengatakan Pochi memang sepert itu (bukan rabies, bagian hiperaktifnya maksudku).

Setelah 10 menit bermain dengan Pochi aku kembali melanjutkan perjalanan pulangku. Rute jalan memutar membuatku menghabiskan waktu setengah jam dengan berjalan kaki untuk sampai di rumah, sedangkan normalnya sepuluh menit saja sebenarnya sudah sampai.

Alasan pertama aku menyukai jalan memutar adalah Pochi. Kedua karena ahjumma penjaga toko yang selalu memberiku es krim imbalan setiap aku mengajarinya cara merekam acara tv lewat dvd player.

Sambil bersenandung aku berjalan santai, nah tepat ketika aku melewati toko hewan, ahjumma pasti akan menghentikkanku. “Baekhyun-ah! Bantu aku!” Begitu dia biasa memanggilku.

”Baekhyun!” Dugaanku tepat, setelah aku melewati toko hewan pasti namaku dipanggil, tapi masalahnya kali ini yang memanggilku bukan ahjumma. Aku memiringkan kepalaku, suara ini, suara menyebalkan seminggu belakangan ini di sekolah. Dengan ngeri aku menengok ke kiri dan ugh sosok orang itu duduk di depan toko.

“Kyungsoo?”

Tangan laki-laki itu mengisyaratkanku untuk menghampirinya. Tingkahnya benar-benar seperti bos.

“Bisa mengantarku pulang?”

Aku mendengus, laki-laki ini memang pintar tapi untuk beberapa hal dia butuh pelajaran tambahan; misalnya seperti etika meminta bantuan. “Pertama kau tahu kan dalam kehidupan ada kalanya kita harus menggunakan kata ‘tolong?’” 

“Baekhyun tolong antar aku pulang.”

 Bahkan dengan kata tolong pun dia masih terlihat seperti bos. Aku mengacak-acak rambutku dan ikut duduk di sampingnya. “Kau diminta tolong oleh ahjumma kan menjaga toko ini?”

 “Tidak.” Kyungsoo menjawab singkat. Ia menghela napas dan memandang lurus ke depan. “Ada perempuan tidak bertanggung jawab yang melemparkan tugasnya, kalau bertemu dengannya lagi aku akan memberinya pelajaran.”

Berbanding terbalik dengan Kyungsoo aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku. “Harusnya kau berterima kasih, setelah menjaga toko ini kau akan diberi es krim mahal oleh ahjumma atau bahkan uang jajan selama seminggu.”

Kyungsoo mendengus tapi aku tahu dia tersenyum. Beberapa menit tidak ada pembicaraan yang keluar, aku sibuk memikirkan sesuatu (rahasia) dan Kyungsoo entah apa kakinya tidak bisa berhenti mengetuk-etuk, kurasa ia tidak tenang.

“Baekhyun— aku minta maaf.”

“Hah?” Aku menengokkan kepalaku padanya, Kyungsoo masih belum menatapku.

“Aku tidak tahu saat aku menyuruhmu berhenti memakai ponsel ternyata kau sedang mengirim pesan penting untuk ibumu.”

Untuk beberapa alasan aku tidak bisa langsung menjawab, Kyungsoo itu simpati atau apa?

“Dari mana kau tahu?”

“Luhan.”

“Hahaha anak itu banyak bicara.” Aku berusaha membuat pembicaraan ini menjadi lebih santai, tapi Kyungsoo masih memasang tampang super kakunya. “Hei sudahlah, bunuh diri ibuku gagal kok, aku tahu dia tidak selemah itu.”

“Bunuh diri?”

“Kau bilang kau tahu dari Luhan?” Sekarang giliran aku yang kaget.

“Luhan hanya mengatakan kau punya masalah dengan ibumu, dan kukira masalahnya sebatas masalah ibu-anak pada umumnya.”

Jawaban Kyungsoo membuatku tertawa, masalah ibu-anak pada umumnya? “Sekarang katakan padaku seperti apa masalah ibu-anak pada umumnya?”

 “Ya— seperti melarangmu berpacaran atau jangan kebanyakan bermain.”

Aku harap aku bisa mengalami masalah semacam itu Kyungsoo.

“Ibuku penderita Gamophobia, takutnya soal berkomitmen dengan laki-laki berlebihan. Ketika ayahku tertangkap selingkuh ia sempat melakukan percobaan bunuh diri, dan pacar barunya pun sama saja. Saat kau datang aku hanya memberi tahu ibuku, kalau dia bunuh diri aku juga ikut bunuh diri. Dan berhasil, aku menghentikkan ibuku.”

Kyungsoo terdiam, aku tahu laki-laki macam Kyungsoo pasti langsung punya asumsi macam-macam, aku tidak peduli jika dia mengkritik ibuku. Wanita seperti itu pantas dikritik.

“Aku tahu ibuku memang seperti itu, kalau dia memang takut menjalin hubungan untuk apa dia memulainya? Sudah kubilang aku tidak butuh ayah tapi ia memaksakan dirinya berkencan dengan pria, dan begitu kejadian sama terulang dia melakukan hal itu. Aku benci melihatnya. Apa dia tidak bisa membedakan pria mana yang baik mana yang licik—“ Mulutku tidak bisa berhenti, kalau Kyungsoo tidak mau mengkritik ibuku biar aku yang melakukannya.

“Kau tidak serius kan? Soal kau akan bunuh diri kalau ibumu juga bunuh diri?”

“Aku serius.” Kyungsoo berdiri dari kursinya, matanya memandangku dan mengunciku untuk memandangnya balik.

“Jangan main-main soal kematian, aku tidak mau berteman dengan seseorang yang sudah merencanakan bunuh diri.” Dan dengan kalimat itu ia berjalan meninggalkanku. Aku tertawa, memang siapa yang mau berteman denganmu?

Chaeri’s

“Hari ini masih ada perbaikan jalan?” Aku mendesah kesal, hari ini pun aku akan berlari lima ratus meter dan melakukan layanan sosial. Sambil menendang kerikil aku menyeret langkahku. Apa aku harus mencari jalan memutar lainnya?

Luhan’s

Baekhyun tidak masuk sekolah hari ini, mungkin berhubungan dengan ibunya. Aku tidak mengerti karena aku memilih tidak mau tahu. Kalau Baekhyun membutuhkan solusiku sudah pasti ia bercerita. Dan aku buruk dalam memberi solusi, sepertinya Baekhyun tahu soal itu.

“Mau menjenguk Baekhyun?” Aku menghampiri meja Kyungsoo. Kemarin Kyungsoo bercerita ia bertemu dengan Baekhyun saat menjaga toko, kurasa mereka berdua sudah berteman.

“Aku tidak berteman dengan Baekhyun.” Kyungsoo beranjak dari kursi, jawabannya terdengar mutlak aku jadi malas mempertanyakan apa alasannya.

Baekhyun’s

Aku selalu suka jalan memutar. Bukan hanya karena Pochi dan es krim gratis, tapi karena jalan memutar selalu memberiku hal yang baru: orang baru, toko baru, pemandangan baru. Dengan rute jalan yang kutempuh hari ini, ini akan menjadi rute ketiga yang kutemukan, jauh lebih lama dan berliku tapi entah kenapa aku suka rute yang ini meskipun sampai detik ini aku masih belum menemukan jalan pulangku.

Oh ya, hari ini aku bolos sekolah. Alasannya tidak akan kuberitahu.

Angin musim gugur kembali berdesir, aku melilit syalku sampai menutupi hidung sama halnya dengan perempuan yang kuikuti sejak aku menempuh rute baru. Terus terang aku tidak tahu jalan, aku tersesat. Aku hanya mengikuti arah angin dan memilih berbelok pada jalan yang menarik perhatianku, ini hanya soal insting.

Semakin aku berjalan mengikutinya, semakin aku merasa langkah perempuan itu semakin cepat, apakah dia mengira aku seorang maniak?

Kyungsoo’s

Setelah memasang GPS pada ponselku aku memutuskan untuk mencari jalan memutar yang paling aman untuk sampai ke rumah. Jalan yang kulalui bersama Luhan itu berbahaya karena aku akan melewati anjing kecil yang selalu menyalak. Dia selalu mengamuk sekalipun aku hanya berjalan santai di depannya, jangan-jangan rabies?.

Oleh karena itu hari ini aku memutuskan melewati rute baru yang lebih rumit tapi jauh lebih aman. Sambil menggosok kedua tanganku yang kedinginan aku berjalan cepat, di ujung sana ada seorang perempuan yang berlari ke arahku, dan aku bersyukur aku ingat syal yang dipakai perempuan itu sama dengan perempuan yang kabur dan memberi tugasnya pada Luhan.

 “Hei—“

“Di belakang sana ada seorang maniak! Dia mengejarku aku minta bantuanmu!” Sekali lagi dia berjalan cepat begitu saja, aku tidak sempat bereaksi. Maniak? Aku masih memproses kata-kata itu. Beberapa detik kemudian sosok maniak itu benar-benar muncul, kemampuan bela diriku tidak begitu bagus tapi aku tahu titik lemah seseorang, baiklah pertama aku akan memukul ulu hati—

“Baekhyun?” Si maniak atau mungkin lebih baik kupanggil Baekhyun sama kagetnya denganku, napasnya tersengal dan ia segera menjatuhkan dirinya di tengah jalan.

“Hei jangan tiduran di jalan.”

“Apa tadi ada perempuan berlari?”

Aku menengok ke belakang memastikan apakah sosok perempuan itu masih ada. “Tidak— dia bilang kau maniak dan dia minta bantuanku.”

“Bodoh, aku hanya ingin bertanya jalan tapi dia sudah lari, bagaimana bisa aku seorang maniak?”

Aku tertawa menunjuk syalnya “Kau menutupi wajahmu dan topi kuplukmu hampir menutupi mata  persis seperti maniak.” Baekhyun hanya tertawa dan bangkit, ia menepuk-nepuk celananya lalu berjalan pagi

“Kau bilang ingin bertanya jalan? Ada GPS di ponselku.”

“Kau lupa? Kita kan bukan teman.” Dengan kalimat itu ia kembali berjalan, tidak melambaikan tangannya padaku atau setidaknya berkata sampai jumpa besok. Semuanya karena kita bukan teman. Benar-benar kekanak-kanakan.

“HEI— Aku hanya ingin membantumu!”

Chaeri’s

Ternyata orang yang kumintai bantuan itu berteman dengan si maniak.

Aku menarik dan membuang napasku berkali-kali. Sudah lama aku merasa tidak sepanik ini. Sumpah, aku tidak akan mencari jalan memutar baru lagi, jauh lebih baik menjaga toko dan dikejar anjing dari pada harus berhadapan dengan maniak.

Perutku tiba-tiba berbunyi, sial kenapa di saat seperti ini aku harus kelaparan? Jalan pulang untuk menjemput Daeha masih harus melewati beberapa blok lagi, di belakang sana ada toko yang menjual cream puff tapi artinya aku harus bertemu maniak yang bisa saja bersekongkol dengan temannya.

Heol.

Hidup penuh dengan jalan memutar. Terlalu banyak, pilihan mana yang harus kupilih? Aku makin benci jalan memutar, aku benci memilih, sudah besar nanti aku akan memiliki pekerjaan yang membuatku tidak perlu banyak memilih.

__________________________

Author’s note:

Bonus story  ini lumayan memegang peranan penting dalam cerita Detour ke depannya! Jadi camkan di otak kalian ya😉 Dan meskipun artinya sangat tersirat tapi aku seneng akhirnya kesampean bisa bikin satu chapter yang menjadi alasan kenapa fanfic ini berjudul Detour.

 

Baiklah aku punya kejutan untuk chapter berikutnya tapi lebih baik aku selesaikan pastel chap 23 dulu. Until the next chapter, bye~!

56 thoughts on “Detour Bonus Story

  1. Ahhh love this chapter😀
    yaaa idenya brilliant.. Kepikiran aja gitu hahaha jalan memutar😀

    ceritanya mengalir begitu aja, bikin aku nyaman bacanya. Dan cerita anak sekolahan-nya author dapet bgt feelsnya.. Gimana ya pas baca ini banyak perasaan yg kecampur aduk lah. Persahabatannya dapet, kekeluargaannya, suasana sekolahnya. Gak tau aku jadi lebih sensitif baca detour akhir-akhir ini. Suka senyum sedih seneng gitu pas baca. Ngebayangin persahabatan dari yg gak kenal sampe akhir sama-sama terus..
    pikrachu hebat! :’)

    btw, mau peluk baekhyun ampuun.. Kasian😥 baek sini aku peluuuk :3

    • aahh ga papa baekhyun kuat kok kuat kamu ga usah cari2 kesempatan meluk baekhyun ya
      daaaaan ahh aku seneng bagian kamu bilang ‘aku jadi lebih sensitif baca detour’ bagus deh kayak feels school life last yearnya dapet~ bikin friedship itu susah ya ._. aku ngerasain enggak lebih gampang dari romance

  2. Entah kenapa aku pingin banget thumbs up untuk penggambaran tokoh Chaeri. Sikap orang ‘gak mau ribet untuk alasan apapun’-nya dapet banget (kayak Shikamaru, hahahaha). Penjelasan maksud Detour diperdalem di chapter ini (kukira karena hubungan Chaeri sama Baekhyun mesti muter2 dulu ._.”), a worth waiting update.

    Dan… prasangkaku benar soal ada yang aneh dengan ibunya Baekhyun. Walaupun aku gak nyangka bakal separah itu.

    Fighting buat Detour, Pastel dan Ending Page!🙂 (masih gak ngerti kenapa kak Fik bisa ngerjain banyak cerita di waktu yang sama -.-“)

    • lol shikamaru jagoanku di naruta -w-v
      btw sebenernya yg hubungan mereka muter2 juga termasuk alasannya lho (dan kamu dapet yes bagus)

      Well tasy, aku bisa ngerjain mungkin karena aku udah lulus dan belum kuliah -.-”

    • detour kan artinya jalan memutar, dan inti chapter ini pertemuan chaeri kyungsoo baekhyun di jalan memutar🙂

  3. Chaeri itu polos banget ya character nya di sini. suka banget deh..
    bonus story nya cukup menghilangkan kangen ku sama ff ini. sukaaa banget 4 jempol buat author nya.
    ditunggu juga chapter 16 nya, ku rinduu

    • ehehehe tapi kalau dia terlalu polos ngeselin juga xD chap 16 udah! aku selalu usahain ngasih update seminggu sekali, ga lama-lama banget kan ;;

  4. Keren, disni gambarin sifat karakter masing” wkwkwk ..
    Lanjut pastelny cepetan thor, ak gk sabar ni nunggu pastel wkwkwk ..
    Itu ceritanya mrk kelas brapa si ? Ya walaupun ak rada gk ngerti dibgian awal tpi ujung”ny ngerti soalny itu kyk lompat scene ya ?

    Ngmng” ak reader lma yg ganti id comment .. Bisa tebak ak spa ? #gaje kumat

    Oke next chapterny ditunggu ya thor, sama kalo bisa double update detour 1 chap pastel 1 chap😀
    Fighting

    • pastel..bukannya writer block ya cuma aku lagi ga bisa update itu aja…
      mereka kelas 12 semester awal.
      dan aku inget ‘Ima!’ oh halo!🙂
      gaaah double update~ kalau bisa pasti iya ^^

  5. OOOO.. misteri mama baek akhirnya diperlihatkan sedikit.. pantes mama baek itu kaya gelisah sok tegar aneh gimana gitu, rupanya…

    itu scene jalan memutar – pochi pom hiperaktif – ahjumma, itu kereen,.. suka❤
    menurut pikrachu, role model yg paling mendekati sosok chaeri itu siapa sih? aku bingung bayanginnya.
    tolong beri rekomendasi hmp.

    betewe eniwei aku punya firasat pikrachu jago gambar*mbah sotoy keluar lagi, mungkin banyak 'pr' kalo mw bikin komik, bikin aja oneshot dulu sekitar 20-30 halaman , hehe pake alat2 yg biasa aja,. yaa siapa tahu suatu saat nanti punya waktu luang haha. boleh di coba.
    kalo udah jadi tuh, pasti bangga banget, muehehe

    • role model chaeri itu temenku, tapi setiap bikin cerita ini aku bayangin yg jadi chaeri itu cewek sejenis moon geun young di mary stayed out all night (rambut berantakan wajah inosen), atau kadang cewek utama di drama monstar (padahal nonton monstar aja belum..)

      oh ya! aku udah mulai bikin komik🙂 gambarnya ga bagus2 bgt kayak lebih ‘chibi’ gitu tapi tak apalah cuma bermodalkan hvs dan pensil mekanik dulu c: dan aku bikin chapter (karena pikrachu selalu suka yg berchapter)

  6. Disini fell nya kerasa banget, side sory yang omg betapa lika liku kehidupan itu wkwkwk. Side story ini kayak /why this story have names “detour”/ wkwkwk aneh tapi lucu. Hanya sebuah jalan memutar dimana mereka akan bertemu -pochi-/anjing rabies /? terus ama ahjumma penjaga toko. OMG! disini coba jelasin jongdae yang waktu kecil nya kenapa suka ama chaerin /? mesti bakal ada -awawaw- haha baekhyun maniak ? -that sounds good-

  7. disini chaeri keliatan banget orang yang gak mau ribet. suka banget liat karakternya. ini sebelum chaeri pindah ke sekolah yang sama kayak baekhyun, kyungsoo, luhan ya? keren ceritanya,aku suka tentang jalan memutar seru. dan tentang anjing rabies sama ahjumma tukang minta tolong(?) itu dapet inspirasi darimana thor?

  8. annyeong, pikrachu eonn^^
    aku reader baru nih, eh oke sebenernya ga baru-baru amat sih._. aku mau ngaku, sebenernya aku ini sider yang udah tobat *ciyee yg udah tobat* iya jadi aku udah baca ff eonnie yang pastel detour sama grandma’s house, tapi aku baru komen disini.. duh maapin aku ya-/\- aku jadi sider gegara hpku yang ‘terlalu canggih’, tapi kalo hpku lagi ‘sehat’ aku pasti komen kok^^ *tunggu tunggu kenapa malah curcol-_-
    oke, eonn, aku suka pake banget part ini, apalagi pas si baek disangka maniak, sumpah kocak:D tapi aku ngarep banget chaeri akhirnya jadian sama baek, abisnya gatau kenapa aku punya firasat di pastel tao bakal sama sina._. hiks yaudah deh eonnie gausah denger komenan ga bermutuku ini-_- abaikan aja.. kkk
    kayanya ini kepanjangan ya? hadeuh-,,-
    keep writing pikrachu eonn^^9

    • ahahaha ga papa aku ga kesel sama silent reader malah kayak heran kok mereka betah sama fanfic kita? soalnya kan kalau pembaca pasif ga bakal mempengaruhi cerita ini dan kalau kalian kasih komen siapa tau jalan cerita bisa berubah🙂

      jawaban chaeri sama siapa sudah terungkaap di chap 16! dan eh! komenmu enggak ‘ga bermutu’ dan soal kepanjangan author mana sih yang ga suka dapet komen panjang?😉

  9. ini pas masa SMP kah?
    jd scra gk lngsung takdir udah muter2in mereka kesatu arah._. diarea rumah pochy:-D #guyongaring:-D

    masalalu yg seru… tp knp pas disma mreka kyk baru kenal._.?

    nungguin tiap partnya tau gk sih-,-
    disini kyknya luhan ditakdirkan jd penengah hubungan mereka *lirikbaeksoo #sotoymodeon

    • yep ini smp, dan soal kenapa ga kenal selain chaeri dan kyungsoo cuma papasan seperkian detik dan waktu soal maniak itu chaeri kan pake syal sampe nutupin setengah wajah jadi kyungsoo emang ga ngeh.

  10. Ayo min fighting!!!
    Sorry ya bru coment cuz kmren msh fokus ma try out.- _ -!.
    Min, moment kyungchaenx bnxkin donk!! D’chap yg 15 i2 kyungchaenx krang bkin greget, Tp au suka kok. Knp ngk d’bkin novel aj?? Psti bnxk yg beli trmasuk au!!hehe^^gombal. Tp bneran bgus kok and met brjuang bwt ff pastel #023 ya. Au menunggu reaksi Tao. Oce? And maaf law kbnxkan comment.
    > _ <!.

    • ah novel? ._. pikrachu tidak merasa sebagus itu…tapi maksih pujianmu! aku bakal berjuang khususnya buat pastel 23 nih.

  11. Aih….. Suka suka suka
    Setidaknya ada berbagai fakta detour yang aku dapet,
    1. Eomanya bebek bermasalah Dan karakternya bebek banyak terpengaruh dengan kondisi keluarganya. Aku kasihan sama bebek. Sabarrr ya bek.
    2. Do udah Dari orok kaya gitu karakternya. Anehnya, Kenapa pas udah sma dia ngga inget pernah ketemu chaeri ya?
    3. Luhan banget. Gayanya selalu cuek Dan aku sukaaaa
    4. Aku jadi inget masa kecil pas SD. Sukaa banger jalan memutar kaya gitu hihihi
    5. Nah, tinggal nungguin nih gimana Si author menghubungkan detour masa SMP dengan detour mass sma yang sekarang. Fighting!🙂

    • Soalnya waktu kyungsoo ketemu chaeri cuma seperkian detik dan chaeri kayak nunduk2 gitu dan wktu minta selamatin dari maniak, chaeri pake syal sampe nutupin wajah. Dan soal chaeri ga ingat, ya emang dia ga jago nginget wajah orang -_-

      yosh! tenang aja masa smp dan sma akan terhubung dengan kebetulan yang manis ;;

  12. Ehm.ehm. Test test 1 2 3. *cek mic* oke. Ready. Go. Action

    Halo selamat sore menjelang menjelang maghrib. Kembali lagi dengan saya anggidwir. Presenter paling hits hahah. HALO THORRRRRRR MASIH INGET AKU GAAAA!???.aku baru nge cek wordpress kamuu maaf yaag:/

    Okee ke inti komen yaah. Sebenernya yahhh aku masih ga konek sama bonus chapter ini:( tapi okelah. Nanti aku perdalam lagivwahahah

    Btw disini nyokap nyacbaekhyun mulai di ungkapya asal usul nya? Widiihhhh makin klimaks aje nih ff. Goodjob thor *nyengir kuda*

    Thor gece lanjutin detournya donggggg. Kepo parah nih akuuuuuuuuu. Malah minggu ini uas #curhatlagih yahyahyahhh jeballllkkklllll bentar lagi mau UN JUGA:( Pokonya aku disini selalu mendukung muuuhhhh

    Oiya aku tadi juga liat di detour chapt 15. Komen ku di bales hihihihi. Authornya ramah. Aku sudahkhilaf thir jadi sider wkwkwk. Wahh aku malah makasih bgt thor kalo komenan aku dijadiin bahan buat next chaptnya hihihi

    Beneryahhhh janji sama akuu ada konfliknyaaaaa. Aku mau request dong thorrrr hihihi D.O sama chaeri moment nya ditambahin boleh gaaaa*puppy eyes* gaboleh juga gapapasih. Wkwkwk

    Udh ah aku gamau panjang panjang komennya capek wkwkwk.

    Sekian dari anggidwir. FIGHTING THORR MWAHH

    kecup basah dari anggidwir:*

    • kenapa ga koneeeek? ._.
      aku udah update! update author tuh seminggu sekali kalau keseringan jadi ga seru soalnya~~
      HAHA lol kesannnya sider itu kejahatan kamu sampai khilaf😄 dan soal konflik sebenernya ibu baekhyun udah mulai2nya konflik😉

      d.o chaeri kuselipin soalnya kita ga boleh lupain kyungsoo!!

  13. haiiiiiiii thor balik lagi sama aku si reader yang ketinggalan cerita #plak#abaikan

    hihi aku suka nih disiniakarna masalah tentang ibu baek ternyata eh kasih tau disini

    terus disini juga jelasin karakter dari mereka, dan disini juga jelasin tentang takdir yah,mereka yang punya banyak moment di sma ternya pernah punya momen di masa smp juga( bahkan mungkin kalo mereka sadar mereka bakal tau takdir unik ini)

  14. Aaaa apa ini maksudnyaaaaah *maklum aku gabisa paham yg tersirat tersirat, heheh*
    Tapi bagus loh kalo sebenernya part yg ini iu ngomongin tentang makna tersirat, walo sebenernya aku juga gatau sebenernya apa yg tersirat heee–”
    (Ini kenapa jadi ngomongin tersirat tersirat begini sih-_-)

    • helo helo yg lagi maraton baca😀

      makna tersirat sengaja biar bikin mikir~
      ayo baca terus aku ga sabar sama reaksimu di chapter 16 sampe 18😄

  15. Mau tanya dong thor chapter 1nya yg mna *jadi detour juga nih :D* tapi keren baru baca bonus storynya aja bawaannya pengen baca teruss makin penasaran nih😀 ^^

  16. Jadi intinya di sini sebenernya mereka bertiga udah pernah ketemu cuma pada g tau nama’a dan wlpun telat aku mau teriak
    HUWAAAAAAA BANG LULU,BEBEK dan KYUNGSOO BIAS QW SEMUA TERNYATA MEREKA TOKOH UTAMA DI FF INI
    Wlpun masih abstrak buat nentuin chaerin milih siapa😐

  17. Jadi intinya di sini sebenernya mereka bertiga udah pernah ketemu cuma pada g tau nama’a dan wlpun telat aku mau teriak
    HUWAAAAAAA BANG LULU,BEBEK dan KYUNGSOO BIAS QW SEMUA TERNYATA MEREKA TOKOH UTAMA DI FF INI
    Wlpun masih abstrak buat nentuin chaerin milih siapa😐 dan ini berhubungan sama sesuatu yang ingin dibahas kyungsoo ke chaerin pas part 17 kn?

  18. Wahh kak pikrachu kerenn banget Ff ini xD ff ini sudah masuk dlm daptar ff favorite aku😀 aku udh baca semuaa dan makin penasarn sma kisah antar chaeri dan kyungsoo :v kak kapan dilanjut ffnya udh ga sabar ni mau baca lanjutannya😀 hehe

  19. Bonus chapter ini….. Heuh.. Kenapa aku merasa baekhyun seperti jalan memutar ya/? =—=” tapi yasudahlah aku juga gatau knp berpikiran kaya gitu. Dan walaupun aku pengen banget loncat chapter, aku tetep gasanggup ㅠㅠ

    Jadi… Okay, baekhyun ada masalah keluarga rupanya.

    Dan, yeah.. Seru juga ngeliat mereka yang sebelum ini berkaitan semua ;;v;; uhhh, keren jadinyaaa

    Buat jongdae! Aku penasaran sama ‘cewe’ yg dimaksud itu=___= entah knp aku ngebayangin kang seukri/?;;_;;; hahaha. Sekali lagi! Aku pengen loncat chapter tapi gasanggup ㅠㅠ biarlah ini semua terjawab sampe aku bisa berada di update-an terakhir/? (jujur aku sendiri gangerti maksudnya gimana?-_-).

    Okay! Keep writing! Eonthor fighting!!^^

  20. Pingback: Rekomendai Fanfiction | Anggi Nindya Sari

  21. oh.
    baek..
    sini-sini *pukpuk
    kasian bgt sih kau
    oh.. jadi gitu maksd dr judul ff ini
    kak.. daebak deh… siip..
    4 thumbs.. for you

  22. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  23. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  24. Yeah, aku dari kemaren sempet bertaya-tanya loohh…kenapa orang tua cast disini kek single parent semua? apakah mereka memang single parent ato emang suaminya berkerja dimana gitu? dikit2 udah tau sihh hehe

  25. Yeah, aku dari kemaren sempet bertaya-tanya loohh…kenapa orang tua cast disini kek single parent semua? apakah mereka memang single parent ato emang suaminya berkerja dimana gitu? dikit2 udah tau sihh hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s