#Detour 16

# 1 6  M i d d l e   S c h o o l   C o u p l e

“Ke kanan ke kiri?”

“Kanan.”

“Lurus atau belok?”

“Lurus.”

Awalnya Baekhyun bertingkah sebagai pemimpin jalan tapi nyatanya yang ia lakukan sejak tadi hanya bertanya jalan mana yang harus dilewati.

Sekali lagi keduanya kembali berhenti. Chaeri meniup poninya, sekarang laki-laki ini kembali berhenti di pertigaan jalan. Sebelumnya Baekhyun mengatakan satu dari 123 keahliannya adalah menemukan jalan tapi tindakannya dari tadi menunjukkan hal sebaliknya. “Baek kita be—“

“Stop, biar aku yang menebak jalannya sendiri di sini.”  Sambil memajukan kepalanya, hidungnya bergerak-gerak dan Chaeri tahu hal konyol apa yang sedang Baekhyun lakukan. Chaeri jadi bertanya apa benar laki-laki itu lebih tua darinya? Sikapnya benar-benar seperti bocah.

“Ayolah cepat—“

“Sst— aku sedang mengendus angin musim panas.”

“Ya ya ya Tuan Byun, sekarang katakan apa hasil endusan hidung anjingmu itu.”

“Lewat sini!” Seketika Tangan Baekhyun langsung menyambar Chaeri membawanya berlari.

“Baek! Ini jalan memutar! Aku tahu jalan yang lebih cepat—“

“Aku tahu tapi aku ingin mengambil jalan memutar.”

Tangan Baekhyun masih menggenggamnya, rasanya lembut mungkin karena dia baru mandi. Melihat Baekhyun terlalu bersemangat menuntunnya Chaeri tidak bisa melakukan hal lain selain ikut berlari tidak banyak protes.

“Kenapa kita harus berlari?”

“Merasakan angin!”

Chaeri mendengus, jawaban Baekhyun selalu membawa sesuatu yang baru—berbeda membuatnya merasa dunia bekerja dengan cara yang sama sekali baru, sekarang ia sedang ditarik masuk ke dunianya Baekhyun, bukan bumi lagi.

Jalan yang Baekhyun ambil terasa familiar. Chaeri tahu sesuatu. Semuanya terasa nostalgia, aspalnya, pagarnya, bahkan pohonnya. Tunggu— ini bahaya Chaeri yakin itu. Setelah ini mereka akan disambut si—

“GUK!”

“OH Pochi!!”

Chaeri sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari tapi sesuatu membuatnya berhenti dan terperangah. Anjing Poremanian itu sudah berubah menjadi anjing besar yang gagah. Ia tahu anjing juga makhluk hidup (maksudnya bisa tumbuh) tapi si anjing mungil itu sampai bisa berubah sedrastis ini?

“Hei Chaeri! Ayo main dengan Pochi, meskipun dia suka menyalak sebenarnya dia baik.” Baekhyun yang sudah menghampiri teman anjingnya masih keasyikan mengacak-acak bulu lebat Pochi tidak menyadari Chaeri sudah melangkah mundur dan bersandar di tiang listrik berusaha menjaga jarak seaman mungkin.

“Aku benci anjing itu.” 

“Bukan anjing itu, namanya Pochi.”

“Jadi kau anak laki-laki itu?” Sesuatu membuat Chaeri memutar bola matanya.

“Hah?” Baekhyun langsung menengokkan kepalanya.

“Saat kelas delapan aku sering pulang melewati jalan ini, aku berteman dengan kakek pemilik anjing ini dan dia mengatakan ada seorang anak muda yang seenaknya mengganti nama anjingnya menjadi Pochi. Dia bilang gara-gara anak itu, si anjing jadi lupa nama sebenarnya.” Chaeri menggeleng-gelengkan kepalanya dan menunjuk anjing yang sedang melompat-lompat meminta perhatian Baekhyun yang masih menengok pada Chaeri. “Dia betina dan namanya adalah Emily.”

“Emily? Jadi Pochi bukan jantan? Tunggu— kau berteman dengan kakek pemilik Pochi— eh maksudku Emily. Setahuku dia kakek-kakek galak, ah jangan-jangan—“

 “Bagaimana kau tahu? Dia kakek galak-galak?” Chaeri pun memiringkan kepalanya.

Detik berikutnya tawa Baekhyun langsung meledak membuat Chaeri mengerjapkan matanya kaget.  “Ahahahaha!”  Ia bahkan sampai merasakan matanya berair, yang namanya kebetulan memang selalu ajaib, terlebih itu bersama dia; Moon Chaeri.

“Apa kau selalu mengumpat anjing bodoh pada Po—eh Emily?”

“Oh uhm— “ Chaeri bungkam, kebiasaan buruknya saat dulu memang suka mengumpat, sekarang juga sih bedanya dia melakukan itu dalam hati. “Kalau iya memang kenapa? Lebih dari itu bagaimana kau bisa tahu?”

Merasa curiga Chaeri memincingkan matanya menatap Baekhyun dengan sorot menyelidik, sesuatu yang aneh telah terjadi. Ia kurang suka melihat orang tertawa tanpa alasan, terlebih Baekhyun seperti mentertawakan dirinya.

Menyadari Chaeri sudah berkacak pinggang artinya dia jengkel, Baekhyun berdehem dan mengelap matanya yang berair. “Waktu itu aku pernah menemui kakek pemilik Emily untuk menanyakan apakah anjingnya rabies atau tidak. Ia menjawab tidak lalu kakek itu memintaku untuk menghentikkan teman perempuanku yang selalu mengatai anjingnya bodoh.”

“Hah?”

“Dia bilang setiap kau berlari melewati Pochi— oh Emily maksudku, kau selalu mengatakan anjingnya bodoh, dan setiap kau lewat beberapa detik kemudian giliran aku yang melewati rumahnya, yah jadi ia kira kita adalah teman.”

“Benarkah?”

“Hmm!” Ia menjawab sambil mengangguk-angguk.

Baekhyun yang masih tersenyum kembali mengelus-elus bulu Pochi (sudahlah Pochi saja). Saat ini laki-laki itu benar-benar menikmati waktunya;  bermain bersama Pochi dan menemukan kebetulannya yang ajaib bersama Chaeri.

Masih bersandar pada tiang listrik  Chaeri hanya memperhatikan mata Baekhyun yang melebar ditambah seringai jenaka khas Baekhyun. Sesuatu membuat Chaeri mengepal tangannya dan memutuskan untuk mendekati Baekhyun dan Emily, entah kenapa rasanya curang, kenapa hanya dia yang bisa terlihat segembira itu?

Wangi Baekhyun seperti sabun bayi. Chaeri berkata dalam hati. Sambil ikut berjongkok di sebelah Baekhyun ia memberanikan diri ikut mengelus puncak kepala si anjing.

“Eh Baekhyun jangan-jangan kau juga kenal ahjumma yang selalu meminta orang yang lewat untuk mengajarinya cara merekam acara TV?”

“Iya— HAH? Jangan bilang kau juga sering mengajarinya? Ahjumma yang selalu memberikan es krim dan uang jajan sebagai gantinya?” Mata Baekhyun kembali mengerling.

“Hahahaha—!”Dan justru kali ini Chaeri yang tertawa. Memiliki pengalaman yang sama secara kebetulan benar-benar aneh atau mungkin ajaib dan terlalu sayang kalau dikatakan hanya kebetulan (terlebih bersama Byun Baekhyun yang itu). “Hei bukankah ini aneh? Kita baru kenal kurang dari setahun tapi sudah memiliki nostalgia semacam ini. Aku bahkan tidak pernah mengobrol hal-hal seperti ini dengan Chen.”  

Mendengar suara tawa Moon Chaeri bagi Baekhyun mungkin sama langkanya dengan menemukan bintang jatuh di tengah hari. Baekhyun baru tahu kalau tawa perempuan itu bisa selepas ini.

“Iya aneh.” Jawaban singkat itu membuat Chaeri menengokkan kepalanya pada Baekhyun.

“Ayo kita pulang Chaeri.” Tidak menggubris Chaeri yang menatapnya aneh Baekhyun langsung berdiri dan berjalan meninggalkan perempuan itu.

“Kenapa kau jadi diam?” Chaeri yang berhasil menyamai langkahnya dengan Baekhyun merasa kebingungan. Tepat ketika mata Chaeri berhasil menangkap wajah Baekhyun, laki-laki itu kembali menengokkan kepalanya. Baekhyun menghindarinya, tanpa alasan dan tiba-tiba. “Baek—hyuuun.” Chaeri mulai merengut.

“Hm?” Kepala Baekhyun masih belum mau menengok. Apa Baekhyun salah bantal? Apa lehernya salah gerak?

“Hei! Tatap mataku Baekhyun.”

“Leherku  salah urat.”

“Kalau begitu aku yang  berpindah posisi.” Dengan sigap Chaeri sudah berada di sisi kanan Baekhyun membuat laki-laki itu tergidik dan refleks kembali menengokkan kepalanya pada arah lain.

“Itu kau bisa bergerak!” Chaeri mengepal tangannya merasa gemas. Baekhyun bersikap seperti ini pertanda ada sesuatu yang salah. Dan prinsip Chaeri sesuatu yang salah harus segera dibenarkan. “Ayo. Kita. Bica—“ Kedua tangan Chaeri dinaikkan untuk menangkap kedua pipi Baekhyun dan membuatnya menghadap pada dirinya.

“Ra— Wew mukamu merah.”

“Ah! Tentu saja merah!” Detik berikutnya tangan laki-laki itu langsung menepis kedua tangan Chaeri yang belum melepas pipinya. “Tiba-tiba aku memikirkan sesuatu dan itu membuatku merah, puas?”

“Memikirkan sesuatu? Menu makan malam?”

“Bukan.”

Chaeri mulai lagi. Kenapa aku harus merah hanya dengan memikirkan makan malam?

“Baiklah, biar kutebak, aku selalu suka tebak-tebakan bersama Baekhyun.” Kedua mata Chaeri terpejam berusaha konsentrasi. Menebak isi kepala seorang Byun Baekhyun merupakan salah satu hal menantang di dunia ini, meskipun sepele (baca: tidak penting) tapi kebanggaannya ketika berhasil selalu membuat Chaeri merasa ia tidak kalah hebatnya dengan 99 wanita berpengaruh di dunia.

“Kenapa kau suka tebak-tebakan denganku?” Muka Baekhyun masih merah, mungkin akan tetap merah sampai bahunya dan Chaeri tidak lagi bersentuhan.

“Seru.”

“Itu saja?”

“Ya itu saja, memang apa lagi?”

Baekhyun meniup poninya. Ia pikir Chaeri akan berceloteh dan memberi penjelasan yang membuatnya makin menyukai dirinya sendiri, narsis? Iya Baekhyun narsis.

“Ah Aku tahu!” Chaeri menjetikkan jarinya. “Hal yang membuat pipimu memerah karena karena kau kepanasan.”

Bibir Baekhyun mengkerucut, ia sengaja mematikan sinyal telepatinya karena tidak ingin Chaeri sampai tahu apa isi kepalanya sekarang. “Aaah jawabanmu membosankan, kau tidak tahu aku ini laki-laki musim panas? Suhu seperti ini tidak akan membuat mukaku memerah.”

“Jangan-jangan kau malu karena mengingat nilai sejarahmu 32?”

“Bukan. Bukan itu alasannya, aku tidak peduli Sejarah yang penting nilai Fisikaku 92.” Bibirnya kali ini tersungging mendapati Chaeri yang mendengus. Perempuan itu nilainya 90 tentu saja Baekhyun bangga.

“Mau menebak lagi?”

“Entah kenapa jadi tidak seru lagi, dari pada itu kenapa kita harus berjalan menuju stasiun kereta? Bukannya lebih cepat naik bis? Naik kereta kita harus memutar dulu, itu lama—“

“Aku suka jalan memutar. Tidak apa-apa kan?”

Chaeri menghela napas kembali menatap Baekhyun yang sudah bersikap normal. Bukan masalah apa-apa atau tidak apa-apa, sekali Baekhyun sudah mengatakannya hal itu berubah menjadi sebuah kewajiban, Chaeri tidak bisa menolak ini bukan pilihan.

#

#

Kyungsoo menyelimuti Chen yang sudah mendengkur terlelap dengan tidurnya. Sambil membereskan isi tas Chen yang berserakan ke mana-mana Kyungsoo menghela napas melihat kelakuan temannya ini. Di antara seluruh temannya, Kim Jongdae adalah laki-laki dengan pola pikir paling abstrak. Pembicaraannya dengan Chen tidak pernah berjalan dengan normal, atau mungkin memang standar normal Kyungsoo dan Chen saja yang berbeda. Sekalipun mereka teman sekelas basa-basi apakah kau sudah mengerjakan PR atau sudah nonton film itu tidak pernah terjadi dengan Chen. Topiknya dengan Chen selalu seputar fenomena crop circle atau keberadaaan dunia pararel. Menarik sih hanya saja rasanya janggal, seperti ketika H-1 ujian Bahasa Inggris kebanyakan temannya menanyai Kyungsoo soal kisi-kisi ulangan dan Chen satu-satunya yang bertanya soal rencana manusia pindah ke Mars.

“Chen! Apa kau tidak bisa mandi dulu?” Kaki Kyungsoo menendang pelan tubuh Kim Jongdae yang tengah terlentang.

“Seuk—“

Baru saja ia menendang, mulut Chen seperti berkomat kamit mengatakan sesuatu. Mungkin ini hanya perasaan, Kyungsoo yang malas beransumsi macam-macam segera mematikan lampu kamarnya dan berjalan menuju kasur.  Tepat saat ia menyalakan lampu tidur Kyungsoo sadar suara yang ditangkapnya tadi bukan sekedar perasaan.

“Kang Seukri!”

Itu bukan Kyungsoo yang bicara, itu suara Chen.

Chen mengigau.

Sesaat, Kyungsoo tak tahu harus berkata apa, tapi kemudian ia tertawa.

“Hah. Bahkan seorang Kim Jongdae pun bisa menyukai seseorang?” Berusaha menahan tawa Kyungsoo pun menutupi wajahnya dengan selimut. Pikirannya melayang, memikirkan apa jadinya Seukri jika mengetahui itu.

“Tenang Chen, aku akan membantu—“ Kalimatnya terpotong, yang namanya penyesalan memang selalu datang belakangan. Sekarang Kyungsoo menyesal kenapa saat itu ia memutuskan untuk membantu Seukri dengan Sehun?

#

#

Baekhyun menguap lebar membuat Chaeri yang melihatnya merasa bersalah. Kenapa laki-laki ini mau bersusah payah mengantarnya pulang terlebih dengan rute memutar? Setelah Chaeri masuk rumah laki-laki itu akan pergi lagi menuju rumah Kyungsoo, pasti melelahkan rasanya cuma buang-buang tenaga.

“Hei—ayo kita duduk, ibu anak itu berhenti di stasiun ini.” Chaeri menarik-narik jaket Baekhyun membuat laki-laki yang tengah setengah tertidur itu menggumam tidak jelas dan berjalan sempoyongan menuju kursi yang Chaeri tunjuk.

“Baekhyun kau bisa tidur, aku akan membangunkanmu kalau kita sudah sampai.”

Dengan mata terbuka setengah Baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk. “Baiklah, aku mengandalkanmu Chaeri.”

Kepala Baekhyun terantuk-antuk,  biasanya laki-laki itu akan meminta Chaeri bersandar padanya agar ia bisa bersandar pada kepala Chaeri. Tapi Baekhyun sekarang sepertinya sudah terlalu mengantuk untuk melakukan hal itu.

Chaeri menelan ludah, sambil melirik Baekhyun dari ekor matanya ia merasakan jantungnya berdebar keras, ingin mengatakan ‘kau boleh bersandar’ tapi terasa terlalu memalukan baginya.

“Baekhyun?”

Tidak ada jawaban berarti Baekhyun sudah tertidur. Mulutnya menganga dan kepalanya menengadah ke atas membuat siapapun di gerbong itu dapat melihat betapa polos wajah tidurnya. Chaeri dapat melihat gerombolan perempuan duduk beberapa meter dari mereka tertawa cekikikan melihat Baekhyun. Merasa tidak suka ia pun mengambil saputangan dan menutupi setengah wajah Baekhyun pelan-pelan berusaha tidak mengganggu tidur nyenyak laki-laki itu.

Lima menit Chaeri masih bisa bertahan, kereta malam ini begitu sepi geng perempuan yang merupakan satu-satunya sumber keributan tadi sudah turun dan mendapat hardikan dari Chaeri ketika salah seorang dari mereka sudah mengeluarkan ponsel mencoba memfoto Baekhyun. Kelopak Mata Chaeri lama-lama memberat, suasana sepi selalu membuatnya mengantuk yang terdengar hanya deru napas teratur dari Baekhyun.

“Baekhyun?”

Masih tidak ada jawaban. Sekarang giliran Chaeri yang ingin tidur.

“Byun Baekhyun?”

Kalau aku tertidur stasiunnya pasti terlewat. Chaeri membuka matanya lebar, berusaha memelototi apapun yang ada di depannya. Yah usahanya berhasil untuk setengah menit.

#

#

Baekhyun menengadahkan kepalanya melihat langit malam hari ini terlalu bersih tanpa awan, bukannya Baekhyun tidak suka bintang, tapi suasana saat ini benar-benar tidak tepat untuk mengagumi keindahan langit berbintang. Baekhyun kembali menguap matanya sedikit berair karena ia menguap terlalu lebar.

“Apa yang akan kita lakukan?” Akhirnya perempuan yang duduk di sebelahnya memutuskan untuk memecah keheningan.

Baekhyun tertawa geli dan menengok pada Chaeri yang sedang menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Baekhyun kau bisa tidur, aku akan membangunkanmu kalau kita sudah sampai.” Ia meniru suara Chaeri membuatnya langsung mendapat pukulan ringan dari perempuan itu.

“Ahahaha—ayolah aku hanya bercanda. Ayo kita keluar dari stasiun ini, lebih baik naik taksi. Kalau naik kereta pasti tertidur lagi. “ Sambil menahan tawa Baekhyun yang sudah beranjak dari kursi segera menggeliatkan badannya. “Ayo Chaeri bangun! Kita harus pulang!”

“Tidurmu benar-benar nyenyak, rasanya jahat sekali kalau aku membangunkanmu.” Chaeri masih berkutat dengan permasalahan itu, padahal Baekhyun sama sekali tidak memikirkannya lagi.

“Ya aku mengerti, sekarang ayo kita pulang.”

“Maafkan aku, sekarang sudah hampir jam sebelas kau pasti—“

“Ya ya ya Moon Chaeri, apapun itu aku memaafkanmu, sekarang ayo pulang.”

“Baekhyun—“

Merasa tidak didengarkan laki-laki itu menghela napas. Ia mendecak dan kembali duduk di sebelah Chaeri. “Apa yang harus kulakukan agar membuatmu berhenti merasa bersalah?”

Chaeri mengacak-acak rambutnya tenggelam dengan rencana selanjutnya, kalau sudah terlalu malam mungkin ia akan menawarkan Baekhyun bermalam di rumahnya, Baekhyun bisa tidur di kamar Chaeri dan Chaeri pindah ke kamar Daeha.

“Ah aku tahu!” Laki-laki itu menjetikkan jarinya sementara Chaeri masih memikirkan apa jadinya kalau Daeha tidak mau sekamar dengan dirinya.

“Hei Baekhyun, bagaimana kalau—“ Tepat ketika Chaeri menengokkan kepala jarak wajahnya dengan Baekhyun sudah kurang dari sejengkal. Apa yang akan dia laku—

Pipinya terasa hangat dalam waktu seperkian detik Byun Baekhyun kembali memberinya kejutan. “Nah sudah, itu artinya aku tidak marah padamu, sekarang ayo kita pulang.”

Sementara Baekhyun sudah berdiri dan berjalan menjauhinya Chaeri masih bergeming seperti patung. Hei, bukankah Baekhyun baru saja mengecup pipinya? Kenapa laki-laki ini bersikap normal? Apakah mencium seseorang merupakan hal paling mudah untuk Baekhyun?

Chaeri tidak tahu apa yang membuat hal ini lebih berbeda dari kejadian di pantai dulu. Entah ia memang kurang mengenal Baekhyun atau Chaeri saja yang menjadi wanita terlalu sensitif, tapi pertanyaannya: apa memang semudah itu mencium seseorang? Iya ini hanya di pipi, tapi Chaeri tidak terima, ia harus meluruskan ini.

“BAEKHYUN!”

“Ayo Chaeri! Kita pulang—“

Tamparan dari Chaeri cukup membuat Baekhyun tahu tindakannya tadi salah.

“Apa kau selalu melakukan ini? Jadi ketika kau menyukai seseorang kau selalu menciumnya begitu mudah?” Tangan Chaeri terkepal, mengumpulkan tenaga kalau saja jawaban Baekhyun memang membuatnya menjadi laki-laki tidak tahu diri.

“Hah— kenapa kau semarah ini?” Laki-laki yang ditampar jelas kaget, beberapa detik lalu perempuan itu masih minta maaf dan sekarang ia marah?

“Aku tidak marah!”Chaeri menghentakkan kakinya, tentu saja ia marah. Chaeri tahu ia bipolar. “Aku hanya bertanya kenapa kau menciumku semudah itu? Kau bilang kau menyukaiku tapi bukankah itu artinya kau harus lebih menghargaiku? Kenapa bisa mencium semudah itu? Apa ketika kau menyukai Nami kau melakukan hal ini juga? Kau mencium Nami dengan gampangnya? Begitu?”

“Aku tidak—“

“Jangan anggap aku sama seperti wanita-wanitamu sebelumnya, aku tidak peduli bagaimana caramu mengatakan suka pada wanita lain, tapi aku tidak suka kau melakukan hal yang sama padaku dengan perempuan yang sebelumnya kau sukai.”

Baekhyun tidak tahu apa yang harus dikatakannya, yang ia tahu kalaupun ia bicara Chaeri tidak akan mendengarnya.

“Apa ketika bersama Sena kau juga melakukan hal ini? Kau menciumnya semudah itu? Karena kau suka kau menciumnya? “ Mulut Chaeri belum berhenti, ia bicara rasanya jadi terus memutar, intinya hanya soal ciuman tapi tidak satupun kalimat yang keluar dapat mewakili perasaannya. Isi kepalanya sekarang hanya bayangan Baekhyun mencium perempuan lainnya dengan begitu gampang. Chaeri tidak mau disamakan.

“Hei ini beda.”

“Aku tidak peduli, tapi Baek tolong jangan semudah itu melakukannya. Aku tidak suka kau menyamakanku dengan perempuan lain—“

“AKU BILANG KAU BEDA!”

Kapan terakhir kali Chaeri dibentak seseorang? Ia lupa, terbiasa menjadi anak baik membuatnya jarang atau hampir tidak pernah mendapat hardikan.

Menyadari mulut Chaeri yang langsung terkatup, Baekhyun mendesah dan mengacak-acak rambutnya frustasi. “Maaf aku membentakmu, tapi kupikir kalau aku tidak teriak kau tidak akan mendengarku.”

Telinga Chaeri terasa pengang, ia pernah mendengar fakta anak balita yang dibentak dapat membuat sejuta syaraf di otaknya putus, apa itu masih berlaku pada Chaeri?

“Chaeri maaf, aku tidak marah aku hanya ingin kau mendengarku.” Baekhyun mendekatkan badannya pada Chaeri, tadi ia sempat melangkah mundur takut Chaeri akan kembali menamparnya.  

“Chaeri kau mendengarku kan?”

Masih tidak ada reaksi, Baekhyun merasa takut. “Aku hanya ingin bilang ini pertama kalinya aku mencium seseorang yang belum menyukaiku. Sungguh aku tidak pernah melakukan itu pada Nami. Sedangkan dengan Sena saat itu aku memang menjalin hubungan tapi aku tidak pernah benar-benar menyukainya, aku tidak pernah mencium perempuan yang tidak benar-benar kusukai, jadi aku tidak pernah mencium Sena.”

Chaeri merasa pipinya memanas, ada rasa malu campur lega. Tadi Baekhyun membentaknya dan sekarang laki-laki itu berkata dengan suara terlembut yang pernah Chaeri dengar. Ini tidak adil.

“Nami memang perempuan pertama yang membuatku menyatakan perasaan, tapi aku tidak bisa menyamakannya denganmu. Kau dan Nami berbeda, aku tidak memperlakukanmu sama dengan Nami.”

Sekarang tangan Baekhyun menggenggamnya, benar-benar pelan seperti tangan Chaeri itu rapuh, salah pegang saja bisa patah.

“Kalau kau bertanya kenapa aku suka menciummu, suka? Ugh masih dua kali sih, belum bisa dikatakan suka. “ Baekhyun mulai melantur tapi entah sejak kapan Chaeri jadi suka setiap laki-laki itu keluar dari topik, membuat apapun yang keluar dari mulutnya tidak terduga dan menarik untuk didengar.

“Sebenarnya aku tidak bisa mengerti isi kepalamu Chaeri, aku merasa kosakata di otakku dan di otakmu tidak berada di level yang sama, bicara seperti apapun rasanya kau tidak akan mengerti. Contohnya sekarang, aku bahkan tidak tahu apa kau mengerti apa yang sedang kubicarakan.”

“Aku mengerti.” Chaeri menjawab singkat, hanya untuk meyakinkan Baekhyun telinga Chaeri terpasang untuk suaranya.

“Wah kau mengerti? Yah jadi maksudku—karena kadang kalimat yang kugunakan sulit dimengerti, hanya denganmu aku merasa semua akan lebih mudah dengan tindakan.”

Hanya denganmu. Eii— itu kalimat murahan tapi aneh Chaeri suka mendengarnya.

“Chaeri?”

“Ya?” Chaeri menaikkan wajahnya, menatap mata Baekhyun yang sedikit kaget mendapati Chaeri balas menatapnya.

“Aku minta maaf, aku tidak akan melakukan itu lagi, dan soal bagian kau bilang aku tidak menghargaimu itu salah besar, aku tidak tahu sepertinya aku punya masalah soal standar menghargai perempuan tapi bagiku Chaeri satu-satunya perempuan paling rapuh sekaligus kuat untuk beberapa alasan. Kedepannya aku akan berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu padamu. Aku janji.”

Sesungguhnya Chaeri tidak mengerti soal bagian rapuh sekaligus kuat, tapi selama itu Baekhyun tidak mengerti pun tidak apa-apa. Sudah dibilang Baekhyun punya dunianya sendiri, butuh waktu bagi Chaeri untuk mengerti aturan hidup laki-laki itu.

“Hei, setelah aku pikirkan lagi.” Kali ini giliran Chaeri yang bicara.

Baekhyun yang sedang mengalihkan pandangannya pada vending machine merasa canggung luar biasa sehingga tidak tahu harus melihat apa lagi kembali menatap Chaeri “Apa?”

“Rasanya aneh untuk mengatakan ini—“

“Tenang saja Chaeri, di mataku apapun yang kau katakan memang selalu aneh— aw!”  Chaeri baru saja menginjak kakinya, sengaja. Itu artinya Baekhyun harus serius sekarang.

“Mungkin alasan pertama yang membuatku sempat marah karena aku tidak terima kau mencium perempuan lain.”

Reaksi Baekhyun agak terlambat. “Maksudmu?”

“Yaaahh— maksudku.  Aku tidak suka kau melakukan hal ini pada perempuan lain.”

“Maksudmu?” Baekhyun sudah tersenyum.  Chaeri mengepal kedua tangannya, ia sudah telanjur memancing Baekhyun pada pembicaraan ini, dan laki-laki ini jelas sudah tahu apa maksudnya.

“Ya sudahlah, kalau tidak tahu juga tidak apa-apa.” Chaeri memilih play safe,  berbicara lebih jauh lagi ia merasa harga dirinya akan jatuh. Ia pun melepas genggaman Baekhyun dan berjalan meninggalkannya.

“OI CHAERI! Apa maksudmu!? Katakan dengan jelas kenapa kau tidak menyukai aku melakukan hal itu pada perempuan lain!?” Sementara Chaeri sudah beberapa meter di depannya Baekhyun masih merajuk berdiri di tempat yang sama meminta perempuan itu menyelesaikan semuanya.

“Hanya ada satu alasan dan aku tahu kau sudah tahu.” Chaeri melipat kedua tangannya di depan dada, Baekhyun pikir dia akan semudah itu mengakui perasaannya?

“Alasan? Ah biar kusebutkan. Pertama Chaeri egois. Kedua Chaeri cemburu. Ketiga Chaeri menyukaiku. Aahh kira-kira yang mana? Ini benar-benar sulit..” Baekhyun menggaruk-garuk dagunya, kemampuan akting pura-pura tidak tahunya memang bagus tapi Chaeri tahu jelas ia tengah dipermainkan.

“Aku tidak suka seseorang menyebutku egois.” Sambil menghela napas ia berjalan menghampiri Baekhyun.

“Kalau begitu alasan pertama gugur tinggal dua alasan. Apa karena Chaeri cemburu atau karena Chaeri menyukaiku?” Tanpa sadar Baekhyun sudah menyengir lebar, menggoda Chaeri memang tidak pernah membosankan.

“Bagaimana kalau kau kombinasikan saja jawabannya?” Chaeri capek, permainan ini harus selesai agar ia bisa menenangkan jantungnya yang terus bekerja keras sejak di kereta.

“Kombinasikan? Oh baiklah.” Baekhyun tersenyum, Chaeri sudah berada di depannya menunggu laki-laki itu yang melakukan pernyataan perasaannya. Perempuan ini memang cerdik, dia bisa melakukan pengakuan perasaan tanpa harus mengatakan dengan mulutnya sendiri.

“Kalau digabungkan—“ Tangan Baekhyun meraih jemari Chaeri, meremasnya pelan karena ia harus memastikan perempuan di depannya ini memang nyata. Saking bahagianya Baekhyun ia takut semua ini hanya ilusi. “Moon Chaeri yang menyukai Byun Baekhyun merasa begitu egois ia ingin memiliki Baekhyun seorang sehingga tidak membolehkan laki-laki itu mencium orang lain.”

Chaeri mendecak. “Sudah kubilang kan aku tidak suka seseorang menyebutku egois.”

“Berarti sisanya benar?”

“Mm— “

“Apa itu ‘mm’ aku tidak mengerti.” Sekarang kedua tangan Baekhyun sudah menggenggam tangan Chaeri seutuhnya memastikan perempuan itu tidak akan lari darinya.

Chaeri menelan ludah baru mengerti apa yang  dimaksud Baekhyun tindakan lebih mudah dari kata-kata tapi masalahnya— Chaeri juga tidak cukup baik dengan tindakan.

“Tolong lepaskan tanganku Baekhyun.” Rasanya aneh Chaeri tidak terbiasa merasakan tangannya semacam tersetrum saat Baekhyun menggenggamnya.

“Ya akan kulepas tepat ketika kau memberikan jawabannya.”

Ketika beberapa detik keduanya diam Chaeri tahu ia harus menyelesaikan semua ini, segera. “Bagian menyukai itu benar, sisanya kau pikirkan sendiri sekarang lepaskan tanganku.”

“Kulepas tapi kau tidak boleh berlari.”

“Mengerti—“

Baekhyun laki-laki yang memegang janji, ia melepas tangan Chaeri.

“Jadi aku mau bertanya,  apa rasamu hari ini Chaeri?”

“Namaku?” Chaeri merasa kesadarannya hampir hilang ketika Baekhyun sudah menundukkan kepalanya membuat Chaeri dapat mencium lebih jelas wangi shampo bayinya, kalau saja Baekhyun tidak menahan punggungnya ketika bibir mereka kembali bertemu—

Well benar, ini rasa Ceri.”

Kalimat itu keluar dengan mudah dari mulut Baekhyun, kesannya Baekhyun mengatakannya dengan biasa tapi kalau kalian menjadi Chaeri, melihat laki-laki yang baru mengecupnya berubah menjadi semerah Ceri (biasanya udang rebus tapi khusus kali ini Ceri) perempuan itu tahu Baekhyun mengatakannya dengan tidak biasa. Ia tersenyum merasa perasaannya begitu manis seperti Ceri (biasanya permen kapas tapi kali ini Ceri lagi)

 “Apa rasa kesukaanmu Baek?”

“Aku suka Chaeri.”

_________________________________________________________________

Author’s note:

THE END.

FINALLY DETOUR TAMAT.

PERJALANAN KALIAN BERSAMA AUTHOR PIKRACHU SELESAI. Kita sudah sampai rumah setelah melewati berbagai jalan memutar, tersesat salah baca peta, jatuh ke comberan, hampir ketabrak truk, akhirnya perjalanan kita selesai :’)

Terima kasih atas support kalian sama fanfic ini. Pikrachu sangat berkesan dan semoga final chapter ini memuaskan kalian semua  >///////< Daaan no sequel!

Yep akhirnya aku memutuskan ini menjadi Baekhyun x OC bukan Kyungsoo X OC fanfic~ Untuk memutuskan couple ini pake banyak pertimbangan, aku bahkan sampai cerita ke orangtua buat mutusin lebih baik perempuan ini berakhir sama  siapa ^^v dan dengan chapter ini author udah ga ada utang sama kalian kan? Couple sudah official dan cewek yang chen sukai udah ketauan (sena luhan di pastel aja). HAH LEGA.

Seneng banget berhasil menyelesaikan satu cerita jadi kawan-kawan saya tunggu komennya c:

..

Masih ga percaya Detour beneran selesai ._.

….

BERCANDA.

DETOUR BELUM TAMAT.  PLS KALIAN JANGAN NINGGALIN AKU DULU. DETOURNYA BELUM TAMAT.

Chaeri sama Baehyun akhirnya officially dating (aku fix-in di author’s note aja ya soalnya aneh kalau bikin itu di detour) kayak; ‘maukah kau menjadi (pacar)(kekasih)(yeojachingu)ku?’ Nah, that kind of conversation just not pikrachu’s cup of tea.

 Oh ya kembali lagi, detour belum tamat (yaiyalah jangan bilang kalian sempet percaya aku bilang tamat). Aku udah ngerencanain dari dulu sekalipun couple sudah ditentukan cerita ini enggak langsung tamat. Author udah nyiapin berbagai plot twist jadiii perjalanan kita belum selesai! Kuatkan tali sepatu kalian, kita akan jalan lagi melewati gunung dan lembah, sekali2 istirahat di coffe shop =w= Masih ada hal yang harus kuselesaikan dan kuharap kalian masih mau nempel sama cerita ini..(paling takut cerita panjang reader capek ngikutinnya).

 Dulu aku ngetik cerita emang ga begitu mentingin ada yang baca asal temen yang kubikinin cerita ini baca ya ga papa, tapi setelah mendapat komen2 seru aku baru tahu betapa menyenangkannya hidup ini ketika cerita kita dihargai orang haaahh rasanya kayak lagi cafe date sama kyungsoo manis deg-degan bikin blushing.

Ehehehe jadi seperti biasa, sampai bertemu di chapter berikutnya c:

Oh untuk yg buat UN! Buat anak kelas 12 dan juga itsredpenguin yang menjadi inspirasi tokoh Chaeri kamu juga udh kelas 12 kan dan dulu buatin aku fanfic waktu aku yg UN jadinya ini adalah chapter balas budi /teehee/. DO WELL FOR YOUR EXAM. Percaya sama author (pikrachu dipercaya?) UN enggak sesusah yg dibayangin, maksudnya itu emang sulit tapi enggak sesulit nentuin bias di exo…

Intinya tenang dan napas teratur waktu ngerjain soal, jangan lupa pake 2B dan optimis. Dan aku harus stop karena ini bisa jadi blog pribadi kalau aku ngoceh terus.

-xx, Pikrachu

_

115 thoughts on “#Detour 16

  1. Chingu aku mau tanya gpp kan kl qw komen sesuai dengan perasaanku.hehehe
    Jujur qw baca part ini loncat-loncat soal’a qw gak sanggup baca romantis-romantisannya bebek-chaeri. seberapa besar pun qw mau terima sepertinya qw tetep gak bisa. Qw bukan bash(please jgn anggep komen qw bas) qw cuma suka kyungsoo kl dff dan dpart ini qw cuma baca yg kyungsoo side’a aja. Qw jahat kan ya tpi qw mohon chingu jgn terpengaruh sama komen qw. Ini cerita chingu jdi yg punya jalan cerita chingu. Dan ini jg konsekunsi saya yg tlah saya sebut kan dr awal komen.kl qw biasa’a g suka baca ff yg cast cwk keduanya kyungsoo apalagi kl cast utama’a bang lulu kl g baekhyun. Qw jadi bimbang. Kl qw boleh jujur dan jujur cerita ini bagus, soal’a bisa bikin pembaca masuk k ceritanya.dan sukses buat saya penasaran pengen baca part 1 dan gak tau knp pengen komen dsetiap part’a wlpun komenan qw gak bermutu hehehehe
    Daebakkk storyy😀

  2. HUAHUAHUA aku porak-porandaaa😄 hahaha akhirnya si chaeri juga suka nieeee cihuy, authornya keren banget bisa ngebawa suasana sebegitu manisnya, dan baek…. aaahh ada di sekolahku ada laki-laki kayak kamu di ff ini hihihi

  3. Cerita nya sweet banget yampun >//< , ehh chen suka sama kang seukri ?? Luhan sena yampun mereka berdua ini bikin gemes , Jadi makin penasaran sama next story nya nice thor (y)

  4. AKU MAU COMMENT DISINI JUGAAA!!!!! Uuhhhhh eonthor-nim! Seriusan. Aku kaget amat-amat-amat-sangat-sungguh-benar-benar liat kata “THE END” =_____=. Aku sampe ngecek berulang kali ke 3 tab sebelah yang udh aku buka chap 17,18,19 (ngecek doang, aku gaberani baca;_;)!!! Seriusann uhhhh=_=.

    THIS!!! OMG! Ini yang aku mauuuu~ baek-chae w(ㅠAㅠ)w . Mereka manissss banget uhhhh. Dan semoga aja dengan ‘tidak jadinya’ tamat di chapeter ini tidak akan meruntuhkan mereka berdua/?;_;)9 *halah-_-*.

    Ini selalu kerennnnn! Aku mau ngusahain selese sampe update-an terakhir hari ini juga! Uhhhhh, aku lopek banget sama ini eonthor ㅠㅠ. Pas aku baca detour, secepat kilat langsung ngerekomendasiin ke temen aku yang sejenis sama aku/? Uhhhhh~

    Dan….APA ITU???!!!! Jadi bener kang seurki??!!! KANG SEURKI??!!! OH ASTAGA! AKU EXCITED DUGAANKU BENARRR!!!! AKHHHH;;;A;;;.

    Okay, okay. Walaupun chap ini udh lamaaaa banget, aku tetep mau comment dibagian-bagian yang aku sreg! banget~ dan, hm… KEEP WRITING! EONTHOR FIGHTING!!!

  5. kyaaaaaaa >////<
    akhirnya officially…??!
    terkabul jg deh keinginan (?) ku
    ceritanya sweet bgt
    dan akhirnya jg ketahuan cewe yg disuka jongdae..
    hehehe
    pokoknya ffnya keren sangat dehh ^^b

  6. tau gak tadi aku baca note kamu itu pake nganga segala, pas di bilangin belum abis langsung ketawa gak jelas deh jadinyaa.
    Soooo, apa mereka jadi couple sekarang?

  7. ashaduallah ak ke tinggalan detour dri chap 13 blm bacaaaa thor maafkan daku /o//
    aku komen dsini ajaa yah gilaa yah baekhyun gemes bgt bias ak bkn baekhyun nih tpi baca fanficnyaa km thor bkin ati2 geter2 astagaa
    ak baekri shippers slrsly >< sukaa deh bahasanya enak bgt (bukanmakanankeles) pkoknya sweet2 dpt lah apa lagi chapter ini ahhhhh bkin melting gak nanggung2
    maafin ak skali lgu komen nya di chapter ini soalnya ak jrang bgt baca ff eh pas uda gak mls malah ke inget detour

  8. Pingback: Rekomendai Fanfiction | Anggi Nindya Sari

  9. HUUAAAHH AHIRNYAA JADIIAAAANNNNNNN
    MANTAAAPPPPPP
    tapi tolong kyungsoo jangan ganggu baekhyun chaeri heheheheeh

  10. Aku antara seneng dan ga seneng. Entah kenapa aku ga terlalu dapet feel nya kalau baekhyun sm chaeri. Aku malah ngerasa ada feel kalo chaeri sm kyungsoo atau luhan HAHAH😄 /sebenarnya yg author siapa sih/

    Sebagian besar jalan cerita aga mudah ditebak tp percakapan antar tokoh nya ga kebayang banget. Entah kenapa author selalu membuatku terkesima dgn gaya menulismu /ciaaaaat/ :3

  11. AAAAA~ I LOVE THIS CHAPTER SOOO MUCH! ♡♡ KENAPA MEREKA YANG BERBUAT TAPI AKU YANG NGERASA DAG-DIG-DUG-SER-PLUS-SENYUM-SENYUM GAJE ?? Why authorr whyyy?? /-\ *kicked*
    Sempet shock karena kamu bilang ini udah end, tapi.. ahh, i can’t explain what i feel *speechless ceritanya xD* tapi beneran deh, pertama dan terakhir aku mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin sama author pikrachu karena selama ini aku hanya menjadi ‘pembaca gelap’ -,- dan next chapter aku ga janji komen terus yaa, soalnya rasa penasaran aku sudah melewati batas, sehingga kalo udah seruu baca sesuatu itu kadang sampe lupa ada yang harus ditinggalkan *ini kenapa bahasanya jadi muter-muter gini sih? Apa karena judul ffnya?._.v* dan karena aku udah bilang ini yang pertama dan terakhir, so, sampai bertemu dikomenan aku yang selanjutnyaa~ xD Byebye! *teleport bareng kyungsoo*

  12. ASTAGA KIRAIN BENERAN TAMAT T-T ini keren bangett sweeet “aku suka Chaeri”. aku suka disetiap chap nya pasti ada kata kata yang uat aku melting sendiri awww

  13. dugaanku benar Seukri yeyeyelalala
    iyadums si BeBeha emang harus sama CaCae /? Atau itu cuman mimpi Baekhyun / Chaeri secara yg jelas mereka tadikan tidur..

  14. eh.. ya ampun.. so sweet amat sih baek ama chaerix..
    ey..ey..
    sy lanjt y kak(sy nda nyetet pas baca bwt komenx jadi y cuma pendek bgini n gaje komenx krn keburu pingin lanjut baca) :v

  15. Aku nggak bakal ninggalin kamu thooor,aku setiaa menunggumuuu sampai kapanpunn
    mmm tau nggk sih thor ff detour ini masuk ke kategori ff terfav kedua setelah dirty storey room hahaha lopelope buat authornyaa

  16. yehettt tebakanku benerrrr, chem suka sama seukri heheh yah kasiann seukri suka sama sehun gitu -_- ahehehhehehhehehe akhirnya mereka dikonfirmasi dating wuakakak dam sumpah aku mesem2 bacanya. dan 3x baekhyin cium bibir chaeri. aku suka baekhyunnnnn

  17. Aaahhhhh!!! Sweet bgt..
    Cieeee yg cemburu ciee*lirik chaeri
    Jadi mereka skrg dah jadian nih?
    Aduh puas bgt sm chap ini..full baek-chae moment :v

    Owww jd yg disukain jongdae itu seukri toh..*angguk2in kepala
    Btw hampir percaya ni ff beneran end klo aja g liat post-annya chapter 17 dan seterusnya :v

  18. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  19. Thor gk papa kan komennya baru skrg ,? Aku reader baru and baru komen di part 15 ma part ini, hehe maaf selama ini jadi sidereader

    jujur thor saat teman aku merekomendasikan ff mu yg catching feeling sama detour awalnya aku ragu buat ngebacanya krn ini ff pertama yg aku baca dengan penggunaan kata paling sederhana tpi bisa bikin emosi naik turun🙂 apalagi pas baca part 1nya, krn aku biasanya baca ff yg genrenya berat dgn konflik yg super wow jadinya aku bosen banget baca part 1 tpi krn aku penasaran krn teman aku bilang ff mu bgus bnget jadi aku terusin deh bacanya smpe aku baca dimna sudah muncul sosok D.O disitulah aku mulai suka sama ff mu

    aku nggak bisa ngebayangin andai aja aku yg jadi chaeri hehe, biasanya author lain emang cuma bilang ‘maukah kau jadi pacarku ?’ tpi author nulis sesuatu yg lain yg bener” keren, unik dan bikin gregetan😀
    maaf thor kepanjangan, aku mau bilang terima kasih udah bikin detour yg udah menemani hari”ku yg cukup membosankan😀

  20. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  21. ”Mulutnya menganga dan kepalanya menengadah ke atas membuat siapapun di gerbong itu dapat melihat betapa polos wajah tidurnya.” Pas aku ngebayangin bagian ini kenapa malah baekhyun lucu banget ya :3 tidurnya gemesin bgt hahaha ><

  22. Ishhh aku kira bener-bener udah end-__-
    Hah? Chen suka sama seukri? Tapi kan seukri bukannya suka sama sehun ya? Ya ampun kenala miris banget si😥
    Aaaaa si chaeri beneran udah suka ke si baekhyun? Tapi gimana sama si d.o? Masa dia mau dibiarin aja ga mungkin kan?
    Izin baca chapter selanjutnya thor, :S

  23. HUWAAA! AKU GEMESH SAMA BAEK-CHAE ;333
    mereka berdua lucu banget sih omaigosh! >.<
    But.. gimana nasib dede Kyungsoo nanti? Pls jangan bikin dede Kyungsoo potek. Aku sedih kalo Kyungsoo sedih T.T tapi aku seneng kalo Baekhyun seneng.___. Ahahah~ /guling-guling dilantai kereta/

  24. Hah? Chen suka Seukri? Omegot! Dari kemaren aku udah tebak-tebakan sama diri sendiri sihh😀 hihi
    Ohh? Sweet nya Baekhyun sama Chaerin. bikin ngefly ngeth dah. keren dah nih couple kalo bener jadian. hahaha gegara ketiduran di kereta tuh. Ternyata ketiduran membawa berkah juga/plakk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s