Ending Page [Part 2/?]

Part II

Tiga hari semenjak Jongin belum kembali

Aya menghindari kata tidak karena dia yakin Jongin akan kembali.

_____

Aku membuka lokernya, tidak ada yang berubah selain seluruh barang-barangnya dilapisi debu. Kamus bahasa inggrisnya masih berada di posisi yang sama bahkan sampai bungkus es krimnya pun belum dibuang.

“Hei, apa kau sudah bertanya pada kakaknya?”

Aku menengok dan menemukan Chanyeol sudah bersandar di loker samping Jongin, ia menghela napas dan menatapku tanpa aku bisa mengerti apa maksud tatapannya. Semenjak aku tahu aku kehilangan Jongin kemampuanku untuk membaca ekspresi jadi nol.

“Tidak berguna, dia bilang jangan tanya soal Jongin padanya.”

“Kau yakin orang tuanya bukan di Korea?” Chanyeol bertanya lagi, masih menatapku.

“Hmm Jongin bilang orang tuanya astronot.”

“HAH?”

____

Aku sadar kaki kanan dan tangan kananku bergerak bersamaan, entah ini gugup atau apa. Tao yang menjadi orang terakhir melihat Jongin ikut berjalan di sampingku, dia tidak mengomentari betapa anehnya cara jalanku atau soal aku memakai rok terbalik. Yang Tao lakukan hanya berjalan dan mengatakan hati-hati ada lubang.

“Apa lagi yang harus kulakukan?” Aku memulai pembicaraan dengan laki-laki itu, dan kuharap dia menyadari aku berbicara dengannya, bukan sekedar bicara sendiri.

“Kenapa kau tidak fokus belajar saja menjadi astronot, nilai IPA-mu kan tinggi kurasa itu tidak akan sulit.” Tao menjawabku, rupanya kami sepikiran, aku serius; sekarang aku benar-benar berpikir Jongin menghilang diculik di alien.

“Hmm, kurasa benar alien bermata kuning itu menculik Jongin.” Sambil menatap langit berawan hari ini aku makin yakin soal itu. Si alien jelek itu pasti menculik Jongin karena dia begitu tampan, berarti artinya alien itu betina, eh— tunggu apa alien punya jenis kelamin?

“Aya? Apa yang kau pikirkan?”

Aku mengucek mataku yang berair, air mataku mau keluar. “Aku hanya memikirkan betapa kasihannya Jongin, dia pasti ketakutan tengah malam ada alien buruk rupa datang menculiknya dan tidak ada seorang pun yang tahu soal itu. Mereka bilang Jongin hanya anak muda labil yang kabur dari rumah tapi aku tahu ia diculik alien. Bukankah ini menyedihkan?”

Tao memijit keningnya lalu menatapku. “Kau tahu, kupikir aku gila.”

“Kenapa?”

“Karena aku percaya kata-katamu.”

Setelah itu kami berdua tertawa, aku tahu ini gila, karena keesokan harinya aku benar-benar mengisi di lembar survei aku akan mengambil jurusan astronomi dan bercita-cita menjadi astronot. Misteri alien bermata kuning akan kupecahkan, aku yakin mereka tidak akan membunuh Jongin (laki-laki itu terlalu baik) dan kalau benar mereka sudah membunuh Jongin aku akan menginvasi planet mereka. Aku akan menyelamatkan Jongin.

#

#

Asumsi Jongin diculik alien bukan main-main. Aku memikirkan itu baik-baik, kalau dipikir-pikir beberapa saat sebelum Kim Jongin menghilang aku merasa cuaca hari itu begitu panas, bukan suhu biasa, ini benar-benar panas, aku sampai sakit kepala.

Saat itu juga kelinci peliharaan kami tiba-tiba berlaku aneh, ia melompat kesetanan lebih dari satu meter setengah! Kalau Jongin melihatnya ia pasti heboh dan bangga, harusnya aku merekam saat kelinci itu lompat.

“Aya?”

Seseorang memanggil, mengganggu konsentrasiku yang sedang membaca sebuah artikel soal kemunculan alien bermata kuning di Brazil.

“Ayo kita bolos bersama, kita pergi mencari Jongin tapi tolong kau hentikan seluruh hal tentang alien itu.”

Kedua alis mataku bertaut. “Kau bicara apa sih? Aku sedang mencari Jongin berhenti memperlakukanku seperti aku hanya main-main, aku serius Chanyeol.”

Chanyeol memijit keningnya, ia ambil kursi di depanku dan seenaknya mengambil koran lama yang sedang kubaca. “Hentikan Aya, ini gila”

“Tidak gila, Tao bilang dia akan membantuku, dia juga yakin alien bermata kuning yang menculik Jongin.” Dengan kasar aku kembali merebut koran itu, jadi sedikit robek, Chanyeol sialan.

“Aya, ini bukan film Mars Needs Mom sekarang hentikan semua ini. Tao juga sama saja gilanya.”

“Kau yang gila, karena bertengkar dengan Jongin saat itu kau membuatnya mengurung diri di kamar seharian dan dia diculik!” Tanganku sudah siap menggebrak meja, tapi ini perpustaakaan dan aku masih bisa menjaga sikap.

Mata Chanyeol yang sudah bulat memelototiku, mukanya memerah ia marah padaku tapi aku juga marah padanya, kami seri. “Kalau aku bisa meyakinkan Tao ini tidak ada hubungannya dengan alien kau sebaiknya berhenti mengatakan hal bodoh ini.”

“Terserah, lebih baik kau pergi, orang sepertimu tidak akan mengerti.”

#

#

Sesaat sebelum Jongin pergi aku merasakan ia berbisik di telingaku, mengatakan kalau ini perpisahan dan bilang kalau aku tidak boleh kabur dari rumah. Lalu aku membuka mataku melihat laki-laki itu sedang mengucek kedua matanya.

Awalnya kukira Jongin sedang mengantuk, seperti ketika di kelas ia sering mengucek matanya. Kemudian aku mengira matanya kelilipan oleh serangga, dan ia akan memintaku meniup matanya. Tapi beberapa detik ia terus mengucek matanya, aku  mengangkat tanganku dan memegang tangannya, mulutku terkunci aku tidak bisa bicara.

Dan yang kulihat bukan Jongin yang mengantuk atau kelilipan. Yang kulihat dia yang menangis.

Ngomong-ngomong yang kuceritakan tadi itu mimpi.

Hari itu Jongin tidak masuk, yang melihat Jongin pergi hanya Tao yang kebetulan ketiduran dan berhenti di stasiun kereta dekat rumahnya. Ia berpapasan dengan Jongin tepat ketika laki-laki itu menaiki keretanya.Mereka sempat berpapasan saling melambaikan tangan.

Aku dan Tao tahu, itu Jongin palsu. Itu alien yang menyamar jadi Jongin, Jongin yang asli sudah mereka culik dan yang Tao lihat itu hanya imitasi Jongin. Kalian akan berpikiran hal yang sama kalau kalian juga mengenal Jongin seperti aku dan Tao.

Pagi itu Jongin mengenakan suit hitam yang dibencinya, ketika prom night ia bahkan memakai kemeja kotak-kotak biasa bukan jas seperti anak laki-laki kebanyakan, Jongin mengatakan padaku kalau ia benci dengan pakaian formal. Jongin yang itu juga hanya tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya sekilas pada Tao, Jongin yang asli pasti akan menyengir lebar dan tidak akan repot-repot menundukkan kepala.

Aku merindukkan Jongin.

Sambil berbaring di tengah lapangan bola aku memakai teropong yang kuambil dari ruang sains, di sampingku ada Tao yaarng ikut tiduran.

“Kau sudah bertemu Chanyeol?”

“Iya, dia bilang hentikan leluconmu soal alien bermata kuning.”

Kami berdua mendengus bersamaan. “Hei bukankah Chanyeol yang gila?” wow kami berkata bersamaan.

“Aku tahu Chanyeol gila, dia terlalu sok dewasa tidak percaya ada alien.”

“Setuju denganmu, hei aku berpikir sesuatu.” Tao menyenggol lenganku, membuatku menengok padanya. “Kurasa Chanyeol menyukaimu.”

“Jangan bercanda, dia pernah bilang dia membenciku.”

“Laki-laki memang seperti itu.” Tao menghela napas. Ia beranjak dan memeluk lututnya. “Kau tidak tahu kan kenapa saat itu Jongin dan Chanyeol bertengkar? Chanyeol mengatakan dia menyukaimu.”

“Lalu apa yang Jongin katakan?” Aku ikut beranjak menatap Tao yang sedang menguap lebar, persis seperti singa yang sedang mengaum.

“Rahasia lelaki, yang jelas kau diperebutkan dua pria, eh—bukankah dulu kau menyukai Chanyeol?”

“He-eh salah besar, tapi sekarang aku berpikir. Apa Chanyeol sebenarnya alien bermata kuning itu? Jangan-jangan dia mematai kita meminta kita menghentikkan melakukan hal ini karena takut kau dan aku akan menemukan fakta sebenarnya?”

“Bodoh.” Tao menjitak keningku, dan dia tidak bercanda, itu benar-benar sakit.“Yang alien itu bukan Chanyeol tapi aku.” Senyuman Tao membuatku menelan ludah, inilah yang dinamakan plot twist.

8 thoughts on “Ending Page [Part 2/?]

  1. Aahahaha ini kayak fantasy😀
    aku kayak lagi nonton anime… Apa ya judulnya.. Lupa ._.
    tapi sukaaaa hahahaa
    biarpun aya aneh tapi aku bisa ngerasain rasa kehilangannya. Biarpun ceritanya aneh dan lucu tapi aku sedih bacanya.. Aya kayak mengejar sesuatu yang omong kosong.

    aah tetep buat ceritanya unpredictable ya thor😀 aku suka cerita fantasy. Fantasy yang pertama dan romance diurutan kedua😀
    dan kalau fantasy dan romance bersatu itu spektakulerrr *o*

    jadi kai itu kemana sebenernya? Huh!Cerita ini tersirat.. Aku gak bisa menggunakan mata sherlock dikasus ini.. Hmm!

    aiya aku inget judul animenya chuunibyu demo apa gitu –” #katanyainget hahha pokoknya itulah, pernah di cekokin anime itu sama temen kkk dan aya kayak sih ceweknya, rika kalo gak salah namanya:/ percaya sama hal-hal yang gak mungkin.

  2. hmm jongin sebenernya kemana sih,.. aa penasaran.
    jangan2 bener dia diculik alien, dan aliennya itu berbentuk panda, alias tao..

    kepana gak nyari jongin di rumah tao, jangan2 di umpetin disana . hmp.

    keep update.

  3. Halo kak, ketemu lagi sama aku
    berhubung aku lagi nunggu detour, jadi aku memutuskan untuk ngubek-ngubek library dan nyari FF buatan kamu
    dan aku ketemu FF-mu yg lain
    aku bertanya-tanya kenapa FF ini gak kamu lanjutin padahal FF ini bakal seru menurutku
    aku penasaran kenapa kai tiba-tiba menghilang tanpa sebab dan kenapa aya malah ngira kalo kai di culik alien bermata kuning ? dan kenapa itu tao bilang kalo dialah aliennya
    walaupun FF-mu yg ini pengambarannya masih abstrak, karena banyak hal yg belom dijelasin diawal cerita dan itu yg buat aku makin penasaran sama ending page
    kamu buat aku terkagum-kagum lagi dengan karakter yg kamu bawain di FF ini
    kamu selalu buat aku jadi bagian dari FF-mu
    ditunggu lanjutannya kak,
    FIGHTING!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s