O V E R III

Fanfic non-exo dr pikrachu! (maunya, tp jadi fail exo tetep nyelip(bukan nyelip malahan)) Ini fanfic lama banget ga sengaja nemu dan langsung lanjutin karena aku butuh penyegaran.

O V E R  PART III

 

Tidak ada hal yang spesial antara Ryeowook-hyung dan Nayoung, yah itu lah yang akan kalian pikirkan kalau kalian tidak tahu sejarah di antara mereka berdua. Sambil memakan tteokbokkiku di pinggir jalan aku mengamati Ryeowook-hyung yang baru saja keluar dari gedung S.M. Senyum laki-laki itu merekah lebar, tentu saja alasannya adalah perempuan yang sedang berdiri beberapa meter dariku, berdiri di bawah pohon dan melambaikan tangan pada Oppa kesayangannya itu.

Aku mendengus tapi dalam hati bangga merasa seperti ayah yang puas melihat anaknya berhasil, bagaimana pun juga aku ambil peran dalam membantu hubungan mereka berdua. Meskipun belum official tapi aku rasa masing-masing dari mereka sudah punya komitmen. Aku sok tahu, tapi selama ini positif katakan saja ini namanya berpikir positif.

“D.O-hyung!” Seseorang menubrukku.

Aku mengernyit dan melihat trainee S.M. Taeyong sudah berdiri di sebelahku laki-laki itu ikutan memesan seporsi tteokbokki.

“Kau bisa kan tidak menyebut namaku sekeras itu?” Respon ketus keluar dari mulutku yang masih sibuk mengunyah.

“Bisa tapi tidak mau, lagipula hyung berutang padaku sejujurnya manajer kalian sedang mencarimu.”

“Lalu apa hubungannya aku berutang denganmu?”

“Hubungannya adalah—“

“D.O.— Oppa!” Seseorang kembali menubrukku, astaga apa aku terlihat samsak? Masalahnya di koridor tadi Chanyeol pun menubrukku!

Masih dengan mulut penuh aku mengunyah makanan, mataku membulat kaget melihat Nayoung sudah berada di depanku, oh dia masih ingat padaku. “Apa?”

“Aku ingin berutang budi, karenamu hubunganku dan Ryeowook jadi lebih jelas.”

Berusaha tidak berkesan angkuh aku mengangguk-angguk. “Selama kau tahu aku berjasa menurutku itu sudah cukup.”

Nayoung menggigit bibirnya, sepertinya masih ingin bicara tapi melihat Taeyong di sebelahku ia langsung membuka mata lebar. “K-kau—“

“Siapa aku ya?” Taeyong malah jadi tebak-tebakan. Ia menyikutku dan menunjuk Nayoung dengan  menggerakkan dagunya. “Oi hyung siapa perempuan ini?”

Aku terdiam. Siapa Nayoung? Apa aku harus bilang ‘ah ini mantan antifans Ryeowook hyung.’

“Kenalan.” Jawabanku berakhir menjadi jawaban standar.

“Benarkah? Yah padahal kukira pacar! Seru kan bisa jadi skandal, kalau begitu aku mau pulang, bye hyung!” Ia mendecak dan berlalu pergi dengan kedua tangan masing masing membawa sepiring tteokbokki tampaknya Taeyoung mengabaikan Nayoung yang masih berdiri terperangah.

Aku masih mengunyah potongan tteok terakhir sambil memandang Nayoung dengan mulutnya yang setengah menganga, entah bagaimana Taeyong di matanya tapi firasatku mengatakan laki-laki itu akan mengganggu hubungan Ryeowook-hyung dengan perempuan ini.

“Apa dia benar-benar tampan?” Aku bertanya

“Dia— mirip mantan pacarku.”

Nah firasatku benar kan.

#

#

“Katakan apa yang membuat keningmu berlapis seperti kue lapis.”

Aku menolehkan kepalaku dan menemukan Sunny-noona sudah duduk di sebelahku, satu tangannya memegang cangkir yang dipenuhi float aku merapatkan bibir berusaha menahan diri untuk mengomentari soal jaga berat badan sebelum album baru.

“Kira-kira apa alasan wanita kembali pada mantan pacarnya?” Aku bertanya.

“Karena dia tidak bisa menemukan cinta baru dan kebetulan mantannya berpikiran sama, jadi ya mereka jadian lagi.”

Jawaban Sunny-noona cukup rasional hanya saja standar rasional laki-laki dan perempuan kan beda.  “Kalau kasusnya mantannya sudah punya pacar baru bagaimana?”

“Cari orang yang mirip dengan mantan itu!” Jawabannya cepat sekali, aku sampai sedikit terperanjat.

Percakapan kami terhenti ketika Taeyon-noona datang dan melabrak temannya yang kabur latihan itu, minuman manis berkalori itu belum disentuh oleh Sunny-noona, tanpa permisi aku segera meminumnya tepat ketika mereka keluar dari ruangan ini.

#

#

Sekarang aku mencoba percaya kalau Sunny-noona dan Nayoung dua orang berbeda, mungkin Nayong lebih baik (aku harap) tapi kemungkinan dia lebih jahat juga ada, bagaimana bisa seseorang menyukai laki-laki hanya karena wajahnya mirip dengan mantannya? Tidak masuk akal itu.

“Katakan apa yang membuat pipimu menggembung seperti bakpau daging.”

Aku menolehkan kepala dan melihat Krystal sudah duduk di sampingku, tangannya memegang sebungkus popcorn caramel, aku ingin mengingatkan soal sebentar lagi kita ada konser dan popcorn ketika kau pilek sedang turun kurang bagus. Tapi mengingat bukan saatnya berdebat soal hal ini aku kembali mengangkat topik yang sejak tadi membuatku pusing. Siapa tahu Soojung bijaksana. Siapa tahu.

“Kalau kita masih menyukai mantan pacar apa yang harus dilakukan?”

“Yaa—kau bodoh, seperti tidak ada orang lain saja. Berhenti menyukai!”  Jawabannya keluar dengan lancar, aku mulai berpikir jika ada Sunny-noona sekarang tentu akan terjadi perdebatan menarik dengan Krystal sekarang.

“Tapi yang namanya menyukai kan tidak bisa diatur.” Meskipun aku setuju dengan pendapat Krystal aku memilih bertanya lagi.

“Siapa bilang? Itu kata orang kebanyakan dan mereka mengatakan itu hanya untuk berdalih. Sejujurnya bisa kok—“

Percakapan kami terhenti ketika Amber mendobrak pintu dan menarik Krystal paksa, tidak peduli perempuan itu sudah merintih pergelangannya hampir mau copot. Aku menghela napas dan mengambil popcorn yang masih berada di meja.

#

#

“Katakan apa yang membuat kulitmu pucat seperti susu basi.”

Aku menengok dan menemukan si tokoh utama Ryeowook memandangku dengan penuh tanda tanya. Sebelum menjawab aku mulai ragu apakah memang mereka saja yang lapar atau wajahku yang mirip makanan? Maksudnya bagaimana bisa sebuah wajah mirip kue lapis campur bakpau daging berwarna susu basi? Membayangkannya saja sudah mual.

“Berat badanku naik dan aku merasa tenggorokanku mulai gatal.”  Masih lemas hasil melihat timbangan aku menghela napas pelan.

“Dan alasan di balik semua itu?”

Ini dia saat yang ditunggu, puncaknya. Klimaksnya.

“Hyung— Nayoung..tadi aku bertemu dengannya, dia bertemu Taeyong dan mengatakan anak itu mirip mantannya, lalu wajahnya terperangah aku berfirasat dia akan pindah hati.”

Dalam satu tembakan aku mengatakan semuanya. Rasanya seperti seorang jahat karena mengambil kesimpulan secepat itu, tapi kalau aku diam saja juga rasanya seperti terlalu naif.

“Lalu?”

“Hah?”

“Itu hanya firasatmu kan?”

“Iya sih.”

#

#

Sambil memasukkan odeng dalam mulut aku mengamati si Nayoung itu sedang berdiri di tempat biasa, dia benar-benar stalker. Apa jadinya Ryeowook-hyung? Apa dia yakin Nayoung benar-benar menyukainya? Tampaknya dia seperti wanita biasa yang gampang terpikat dengan laki-laki lain.

“Hei hei matamu terlalu keluar, seperti mata ikan tuna ah tiba-tiba ingin makan mata ikan tuna.” Chanyeol mendengus.

Sekarang aku yakin, memang mereka semua yang kelaparan, tapi perpaduan kue lapis, bakpau daging, susu basi dan mata ikan tuna, aku tidak terima wajahku menjadi campuran semua itu. Orang tuaku bisa marah wajah anaknya disamakan dengan kombinasi makanan paling absurd.

Apa ketika mereka semua bertemu sekaligus denganku aku akan mendengar—

“D.O!”

Khayalanku berhenti, dan aku bersyukur karena membayangkan keempat hal itu digabung benar-benar tidak menyenangkan.

“Apa Ryeowook sudah keluar— siapa itu?” Yang memanggilku Nayoung lagi, dan matanya terhenti pada Chanyeol yang sedang membayar odeng kami.

Aku memutar bola mata, baiklah mari kita maklumi, Nayoung bukan fans EXO dan Chanyeol sedang memakai kupluk menyembunyikan telinga lebar yang paling menjadi penanda ‘hei dia Chanyeol EXO’.

“Tetanggaku.” Jawabanku asal, tapi itu lebih baik karena sempat aku mau menjawab ini janitor S.M.

“Hei Kyungsoo, aku pergi dulu!” Chanyeol yang tampak tidak menyadari Nayoung langsung bergegas pergi kembali memasuki gedung. Pandanganku secara otomatis mengarah pada Nayoung.

“Ya ampun—“

“Apa?” Firasat buruk lagi ini.

“Dia mirip cinta pertamaku..”  Pandangan Nayoung terus mengekori Chanyeol sampai laki-laki itu benar-benar menghilang. Dan detik itu aku tahu, firasat buruk ini sesungguhnya berakhir dengan baik.

“Hei Nayoung, bukannya aku ikut campur tapi kalau kau memang menyukai Ryeowook-hyung cobalah lebih setia.” Mulutku kembali terbuka, sekalipun aku tahu firasatku salah rasanya sebagai penutup aku harus mendapat kepastian dari Nayoung.

“Hah siapa bilang aku menyukainnya?”

Eh tidak jadi, firasatku benar, wanita ini memang bukan wanita baik—

“Aku menyayanginya! Mencintainya! Mengaguminya! Dan well, membencinya juga sih.”

Dengan pengakuan manis sekaligus pernyataan perang itu dia berlari meninggalku ketika Ryeowook-hyung keluar dari gedung.

Sebenarnya aku berharap penutup dari kecurigaanku ini diakhiri dengan hal lebih dramatis, seperti pada akhirnya dia bilang ‘tenang saja hanya Ryeowook di mataku’ atau kalau mau jahat sekalian saja ‘maaf kurasa memang bukan Ryeowook’ tapi dia jadi setengah-setengah begini.

Dan buruknya apa? Aku merasa aku harus berhenti sekarang atau akan mendapat komentar ‘Hei kenapa alismu bertaut seperti teripang kawin ah tiba-tiba pingin makan sup teripang.’

Tunggu, bukankah secara tidak langsung aku mengakui alisku seperti teripang?

 

______________________________________

aneh banget pake comic sans 

part pertama masih pake ryeowook pov, terus yg kedua d.o tapi ryeowooknya masih lumayan banyak, dan yang ini

98% d.o semuaaaaaa

5 thoughts on “O V E R III

  1. aku dapet notif fanfic ini di gmail,pas liat author-nya pikrachu aku langsung cepet2 buka dan baca dari part awal lagi.

    dan..

    ahahahaha aku ngakak! peran Kyungsoo disini bener-bener bikin aku cekakak-cekikik sendirian.Ngebayangin ekspresi dia yang jengkel di anggep kurir itu yang bikin lucu.Kelakuan Nayoung-nya juga rada mirip Sena😄 -menurutku-.

    untung yang jadi maincast-nya Ryeowook,jadi gampang ngebayangin muka sama suaranya-soalnya yang paling sering aku liat dan denger suaranya cuma Ryeowook-.

    aku penasaran gimana kelanjutan hub Ryeowook-Nayoung dan peran Kyungsoo selanjutnya dalam hub mereka,kalo ada inspirasi lagi,lanjutin ya kak! hwaiting! ^^

  2. q belum baca yg satu ataupun dua. liat ada d.o-nya trus by pikrachu jadi penasaran, Dibaca malah yang ada ngakak… D.O kayak type kepo banget ya.,. Okelah diaslinya dia itu observer yg suka ngamati member2 lain._. tapi knp jadi kayak realita yapas aku baca:D
    Trus kenapa harus dibandingin sama makanan? apa wajah d.o bener2 membuat orang lapar._.v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s