#7 Oh My Prince

Luhan’s POV

“Tidak mau? Baiklah.” Aku kembalikkan memasukkan tangan yang tadi kujulurkan ke kantong celana. Choi Jieun menolakku, dengan alasan “Aku sedang menonton oppa.”  Aku memutar bola mataku  mendengar alasan terjenius yang pernah kudengar, hahaha.

Menit-menit selanjutnya dihabiskan oleh keheningan kami berdua, sebenarnya tidak benar-benar hening, aku tidak bisa berhenti berteriak untuk menyahuti tim andalanku membobol gol lawan dan Jieun hampir sama, atau mungkin lebih parah, bisa kalian bayangkan setiap close-up orang bernama Changmin jeritan selalu terdengar, dan terus terang itu membuatku malu sebagai orang yang berdiri di sebelahnya.

“Hei Luhan?” Tiba-tiba Jieun memanggilku, sayangnya waktunya tidak tepat karena mataku sedang berfokus pada bola yang nyaris saja terambil oleh tim lawan. “Apa?” Aku menjawab cepat.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Bo— Ah!! GOL!” Aku menaikkan kepalan tanganku merasakan euforia begitu melihat close-up Rio Ferdinand dengan wajah bangganya. Melihat rekaman ulang bagaimana gol mereka masuk aku memanfaatkan detik itu untuk melirik pada Jieun yang sedang memandangku “Bertanya apa?”

“Aku butuh pendapatmu Luhan..” Jieun mengalihkan pandangannya dariku, aku menaikkan alisku “Ya apa? Tanya saja”

“Aku mau tanya, menurutmu….”

“AH! Sudah mulai! Nanti saja Jieun!” Aku langsung menengokkan kepalaku kembali pada layar televisi, terdengar dengus kesal dari Jieun tapi aku benar-benar harus menghiraukan hal itu, melihat jalannya pertandingan prioritasku sekarang, salah sendiri tadi menolak tawaran kencanku.

“Luhan!” Jieun berteriak.

Aku segera menengok padanya dan menempelkan telunjuk di depan bibirku “Ssst diam dulu.”

Dan selanjutnya dari ekor mataku aku dapat melihat Jieun sudah berjalan pergi.

 

***

 

“Aku mau ke toilet.” Sehun berdiri dari kursinya dan berjalan pergi dari meja mereka. Heeyoung menghela napas sedikit lega Sehun pergi, pilihan untuk menjadikan Sehun sebagai kekasih palsu sepertinya sebuah kesalahan besar untuk Heeyoung. Awalnya ia berpikir asal ia mendapat orang yang lebih tampan daripada Donghae yaitu Sehun, ia sudah menang. Tapi segera kurang dari satu jam Heeyoung belajar bahwa penampilan bukan lagi segalanya. Temannya ini sama sekali tidak mengerti bagaimana cara memperlakukan wanita. Sehun menolak untuk menyuapinya makanan dan baru tadi Sehun menguap cukup besar (sebuah tanda yang mengartikan ia benar benar bosan) Heeyoung benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa ia mengajak Sehun, bukan Luhan.

Sehun sendiri sepertinya mengambil keputusan yang menguntungkan untuk Heeyoung. Izin ke toilet hanya sebuah alibi untuk bisa pergi dari sana, begitu ia yakin tidak ada lagi yang memperhatikannya, Sehun segera berjalan melewati pintu toilet dan membuka pintu belakang. Ia tidak peduli bagaimana marahnya Heeyoung tapi menurutnya berjalan keluar mencari udara segar selama setengah jam tidak akan menjadi masalah besar.  

 

Sehun’s POV

Aku duduk di pinggir air mancur tengah taman dan menjilat es krim triple scoop dengan tiga rasa yang sama, green tea. Heeyoung selalu memarahiku setiap aku melakukan hal ini, ia selalu mengatakan triple scoop dengan rasa yang sama adalah pemborosan, dan saat ini aku bebas darinya sehingga sekarang di tangan kiriku sudah memegang es krim yang sama, itu artinya aku punya enam scoop untuk dinikmati.

Mataku memandangi bayanganku sendiri, bukan karena aku suka berkomunikasi dengan bayangan hanya saja tiba-tiba aku ingat episode Doraemon ketika Nobita bisa menyuruh-nyuruh bayangannya melakukan tugas rumah, tiba-tiba aku berpikir betapa menyenangkannya jika aku bisa menyuruh bayanganku menggantikanku menjadi kekasih pura-pura Heeyoung.

Masih memandangi bayangan sedikit berkata dalam hati ‘ayo bergeraklah!’ tiba-tiba aku menyadari ada satu bayangan lagi sudah berada di sebelahku, sepertinya wanita karena dia memakai rok dan begitu aku mendongak aku melihat Jieun sudah di sampingku.

Dia tidak tersenyum tapi memandangku seperti menyelidik, dua tangannya sama-sama memegang es krim triple scoop yang setiap scoop memiliki rasa yang sama, vanilla cookies.

Entah sudah berapa detik aku merasa kami berdua terus berpandangan, tidak ada yang bicara dan aku berpikir kalau aku bicara mau bicara apa?

“Kau tidak terpisah dari Luhan? Aku sempat melihatnya berada di depan toko TV.”

“Tidak— hari ini kami memang tidak bersama, aku sedang kencan.”

Jieun makin memandangiku yang kali ini pandangannya tidak dapat kudefinisikan.

Jieun’s POV

Jika ada yang bertanya padaku siapa pemegang nomor urut dua dalam daftar  laki-laki bajingan menurut Choi Jieun, maka aku menjawab itu adalah Oh Sehun. Posisi pertama tentu saja sudah tidak terbantahkan lagi adalah Lee Donghae.

Laki-laki itu, si Sehun sialan itu, mengatakan padaku ia sedang berkencan dengan santainya nadanya sama seperti mengatakan ‘hari ini cuacanya cerah ya’ bukannya aku cemburu tapi baru kemarin kami masih berkencan, apa dia ikut kencan buta padahal sebenarnya sudah memiliki pacar? Apa aku akan diduakan? Ohh— mencari masalah laki-laki ini.

“Ada perempuan yang mau berkencan denganmu?”

“Tentu saja ada, kau salah satunya.”

Aku mengepal tanganku, beberapa detik merasa ada batu bata menimpa kepalaku, karena jawaban Sehun itu memang benar.

“Selain aku, lagi pula aku tidak sungguh-sungguh ikut kencan buta kemarin itu.” Dengan nada bicara seangkuh mungkin aku berusaha menatap matanya yang tidak menatapku, ia malah memandang bayangannya sendiri.

“Tidak ada.”

Jawabannya membuatku sekali lagi merasa batu bata menimpa kepalaku, kenapa dia bilang tidak ada? Kalau ada aku bisa mencaci maki si wanita itu.

“Sebenarnya aku sedang menemani perempuan kencan, tapi pura-pura. Kalau begitu aku mau pergi sekarang.”

Mulutku membentuk ‘O’ tidak tahu kenapa dia jadi melapor padaku, apa aku terlihat butuh penjelasannya? Yang kubutuhkan hanya dia bilang kalau ada wanita yang berkencan dengannya, itu saja.

“Kalau begitu, semoga beruntung.” Ucapku canggung dan duduk di sebelahnya, Sehun benar-benar tahu tempat mana yang paling bagus untuk menghindari cahaya matahari.

Kami berdua jadi terdiam, sama-sama sibuk menjilat es krim masing-masing ketika akhirnya aku kembali membuka pembicaraan. “Kenapa kau tidak pergi juga?”

Sehun dengan santai menunjuk sesuatu, aku berpikir dia sedang menunjuk tempat sampah kodok tapi detik berikutnya ketika aku melihat Donghae datang mendekat firasatku yang biasanya salah tiba-tiba bersumpah pada diriku kalau kali ini ia merasa benar. “Apa? Ada apa dengan tempat sampah itu?” Suaraku bergetar.

“Bukan tempat sampah, mereka yang sedang berjalan ke sini menghampiriku, aku ikut double date.”

“Sama laki-laki yang sedang menggandeng lengan perempuan yang sok cantik itu?”

“Iya.”

Mulutku seperti dilem super glue atau mungkin yang lebih kuat lagi, mungkin dilem lem tikus, aku tidak bisa berkata apa-apa. Bagaimana bisa laki-laki bajingan nomor urut satu dan dua berada di saat yang sama? Rasanya kesengsaraanku belum selesai, aku yang sempat berdoa semoga Donghae berpura-pura tidak mengenalku justru mengatakan hal yang tidak mengenakkan.

“Hai Jieun!”

“Kau kenal Donghae?” Si wanita yang sok cantik itu bertanya, pertanyaan bodoh tentu saja dia kenal makanya dia memanggilku! Kecuali kalau aku memasang papan nama besar-besar ‘namaku Choi Jieun’.

“Tentu, dia mantan pacarku yang manis, teman masa kecilku yang menjengkelkan, dan tetanggaku yang baik hati.”

Sebelum dilanjutkan, aku mau meralat Choi Jieun yang sekarang jelas beda dengan yang Donghae katakan. Soal manis dan baik hati aku menerimanya, tapi soal menjengkelkan? Oh maaf menjengkelkan terlalu halus untuk orang sepertiku. Tanpa berpikir resiko apa yang akan kudapat, aku menyambar cone es krim Sehun, bersama dengan cone es krimku sendiri sehingga aku memegang tiga es krim sekarang.

“Untuk Donghae yang kusuka semoga kencanmu berhasil.” Aku melempar tiga es krim itu, seperti tiba-tiba dikaruniai bakat menjadi snipper aku berhasil mengenai tiga poin yang kuincar, muka, muka, dan muka. Tidak ada yang sasaran yang lebih tepat dari pada membuat si muka sok ganteng itu ditutupi es krim.


Author’s note

Old Fanfic! Kangen waktu baca ulang, jadi lanjutin aja. Meskipun begitu fanfic ini masih hiatus untuk beberapa alasan.

Dan ini menjadi update terakhir dari Pikrachu sampai SBMPTN selesai. Karena aku dipaksa ikut ujian itu lagi :’( sumpah ini mendadak sampai depresi, kalau b.inggris b.indonesia aku masih bisa ngerjarnya tapi matematikaaaa geografiiiii sejarahhh EKONOMIIII GA NGERTI LUPA SAMA SEKALI. AKU SETAHUN NGANGGUR ga nyentuh apapun selain laptop dan alat mewarnai apa itu SBMPTN pikrachu tidak mengerti…

14 thoughts on “#7 Oh My Prince

  1. semangat ya thor untuk SBMPTN-nya🙂 semoga lulus. gasabar nunggu update post chapter selanjutnya. dan kayaknya muka donghae disini sama kaya ujian SBMPTN yang mau author jalanin gitu ya? bikin gereget.

  2. hihiw aku diem2 baca ini dan ternyata ajaib, ada apdetan..

    semangat ikut ptn yah ^^ pastii bisaa..
    *aku doain dari sini

  3. ngebayangin muka donghae yg ketutup ice cream..hahhaa..
    ayoo thor dilanjuut..jangan kelamaan..
    semangat buat tesnya thor..fightiing ^^

  4. Nyari detour ktemu ma oh my prince. Eh ternyata castnx biasku^^. Trus, critanx bgus, dan donghae gmana ya ekspresinx, hbis d’lempar ma es krim??. D’tnggu chap brikutnx…

  5. pikrachu-ssi annyeong!!!
    perkenalkan aku reader baru!!!!!! yohooooo
    weheheheee maaf baru komen disini hbs ga berhenti2 pgn baca terus.. pokoknya ini keren! daebak!
    oya kyknya aku bakal jd pelanggan disini. jadi… bangaptaaaa aku ghina 97line~
    paipaaai!! hwaiting!!

  6. kak kamu selalu buat aku jatuh cinta sama tulisan-mu, harus berapa kali aku bilang ‘aku seneng banget tulisan-mu’
    aku seneng sama karakter jieun yg maniak TVXQ sampe teriak-teriak gitu, padahal cuma liat lewat tv doang
    aku seneng dimana momen jieun sama luhan yg gak tau malu nonton tv gratisan, hehe…favorit banget
    kalo aku jadi jieun aku gak bakal nolak diajak kencan sama luhan
    seneng momen sehun sama jieun yg lagi makan eskrim bareng, dan aku gak seneng donghae disini /entah kenapa, aku juga gak tau/
    kutunggu detour,ending page sama oh my prince
    3 FF itu favorit banget kak
    FIGHTING!!!

  7. Aku kangen fic ini jadi baca ulang😦
    Belum ada lanjutannya, tapi aku tidak mau merengek-rengek minta di update karna aku tau author masih punya tanggungan fic, plus fic baru yang juga aku suka banget ><

  8. well aku dh baca dr part 1-7 ini, dan aku udh komen part 1 nya, dan maaf bgt aku gk komen d part 2 sampe seterusnya, okay langsung komen d sini aja yaa..ini ff yg menarik bgt, seru, apalagi sama karakter yg kk buat, bner2 nge feel deh pokoknya, Hmm komen apalagi yah? , okay mungkin itu aja, keep writing kak^^

  9. Woahh sudah aku bilang kan? Gaya bahasa pikrachu emang beda😀
    Aku sudah baca dari part 1-7, tapi baru komen di part 7, maaf ya😀
    Walaupun ff ini terakhir updatenya tahun lalu dan mungkin dalam status hiatus, aku berharap masih bisa di lanjut. Aku penasaran dengan Donghae yg mukanya kena 3 cone es krim😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s