I Thought I Saw Your Face Today [Part i/ii]

I  T h o u g h t  I   S a w  Y o u r  F a c e  T o d a y

[Part I]

Cast: SeKai and OC

Genre: Romance

Length: Two-shot.

Si Kim Jongin itu, bagaimana pun juga Kim Nana melihatnya, ia tidak mengerti di mana letak spesialnya. Segala sesuatu yang pada umumnya terletak pada dirinya, sangat membosankan karena mudah ditebak. Kalau menonton film seperti sudah tahu bagaimana endingnya.

Memang apa hebatnya dia mendapat nilai 98 untuk Biologi kalau Kai tidak bisa membedakan jenis kelamin anak ayam?

Nana tidak peduli tinggi badannya melebihi 180cm karena Kai tetap takut pada ulat bulu.

Banyak yang bilang wajahnya ganteng tapi Nana tidak suka ketika wajah itu tersenyum padanya, ada kesan licik seperti udang di balik batu.

Banyak sekali yang Nana kritik dari Kim Jongin sehingga kebaikan orang itu nyaris tertutup di matanya.

***

Si Kim Nana itu, tidak peduli berapa lama Kai memperhatikannya, ia tidak menemukan hal yang istimewa pada gadis itu. Segala hal yang biasa melekat pada dirinya, sama sekali tidak mencolok dan terus terang, agak kuno.

Mungkin Nana pintar olahraga tapi dia tidak bisa melompat lebih jauh dari tiga meter, padahal itu kemampuan yang sangat penting untuk melewati kubangan air.

Nana memang tidak terlalu gemuk atau kurus, tapi tetap saja tubuhnya jelek, bahunya terlalu lebar karena dia suka sekali berenang.

Wajah Nana tidak begitu cantik, dia hanya kebetulan punya alis yang bagus tapi matanya agak aneh, sipit sebelah, kulitnya memang bagus tapi astaga, kakinya bau sekali!

Kai hampir tidak tahu apa lagi yang harus dia lihat agar ia lebih bisa menyukai Nana meskipun hanya sedikit.

***

Sehun tidak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya untuk membuat Nana menyukai dirinya. Karena Sehun berteman baik dengan Kai maka Nana memandang dirinya sama dengan Kai.Padahal tidak, Sehun suka sekali dengan Nana.

Nana yang rajin, perempuan yang selalu berlatih lompat tinggi karena menurutnya itu jauh lebih keren dari pada lompat jauh.

Nana yang tingginya 170cm membuatnya terlihat seperti model bagi Sehun sekalipun yang ia kenakan hanya piyama tidur.

Nana manis dengan single eyelidnya yang selalu menjadi favorit Sehun ketika perempuan itu menatapnya.

Sehun sebenarnya frustasi, ia menyukai Nana tapi Nana menyukai Kai. Lalu Kai membenci Nana dan untungnya Kai tidak menyukai Sehun, itu cinta segitiga yang salah.

***

Di suatu hari yang cerah ketika matahari bersinar terlalu terang sampai membuat pinguin khawatir soal es mereka yang bisa mencair, dua orang murid sedang berjalan beringan, meskipun sudah membawa ransel bersiap menuju sekolah mereka berdua sama-sama menggiring anjing, yang perempuan membawa Shiba Inu yang laki-laki membawa Pudel.

“Menurutku, anjingmu lebih baik di bawa ke salon, bulunya kusam sekali.”

“Oh terima kasih Kai, tapi sebelum mememperhatikan anjing orang lain, bukankah lebih baik pastikan dulu anjingmu itu kena rabies atau tidak?”

“Monggu tidak kena rabies.” Kai memutar bola matanya. Sambil menggumam nada asal ia melirik Nana yang sejak tadi ikut berjalan di sampingnya, perempuan yang merusak hari yang seharusnya sempurna.

“Aku merasa kita harus membuat perubahan.” Nana menghentikkan langkahnya. Kai tidak tahu kenapa jadi ikutan menghentikkan langkahnya, padahal sama sekali tidak ia menikmati berjalan di samping Nana.

“Tidak ada ‘kita’ antara Kim Nana dan Kim Jongin, tidak mungkin kau dan aku menjadi kita.”

Kalimat Kai membuat Nana mengepal tangannya, ingin sekali ia memukul kepala laki-laki itu. “Tapi kali ini harus, aku akan pindah ke desa dan kuharap aku tidak membuat masalah sebelum aku pergi, aku ingin memulai kehidupan baru..”

“Pindah?”

“Yah Pindah. Oh aku senang sekali.” Detik selanjutnya Nana sudah tenggelam dalam lamunan, tiba-tiba dia tersenyum terlalu lebar memikirkan hidup barunya tanpa Kim Jongin atau Oh Sehun, pasti menyenangkan sekali.

***

Esok harinya semua benar-benar terjadi. Sehun yang kemarin tidak masuk sekolah karena bolos baru tahu kemarin merupakan hari terakhir Nana di sekolah. Kai sama sekali tidak memberitahu soal kepergian perempuan itu, mungkin karena ia merasa kepindahan Nana tidak cukup penting untuk diberitahu. Kai tidak tahu seberapa besar rasa sayang Sehun pada Nana.

“Kepindahan Nana adalah hal paling menyenangkan yang pernah terjadi dalam hidupku, akan aku catat tanggalnya.” Dengan semangat Kim Jongin menulis di buku tulisnya dengan Sehun duduk didepannya masih berusaha keras menahan diri untuk tidak mencekik temannya itu.

“Nana tidak menitipkan salam untukku?”

“Tidak, dia bilang dia akan membuat perubahan tapi tahu-tahu pergi begitu saja. Dasar perempuan banyak omong.” Jawab Kai sambil menggambar ilustrasi kepergian Nana di atas buku tulisnya, fokus sekali sampai lupa kalau guru Matematika mereka Guru Shin baru saja masuk.

Sehun yang segera berpindah duduk di sebelah Kai memutar bola mata, Nana menurutnya tidak pernah banyak omong, hanya telinga Kai saja yang tidak terbiasa mendengar kalimat panjang. “Bahu Nana tidak selebar itu.” Bisiknya sambil menunjuk badan Nana yang dibuat seperti segitiga terbalik oleh Kai.

“Selebar itu, waktu kecil aku pernah mandi bersamanya dan bahunya benar-benar lebar! Ah ini malah kurang lebar.” Kai mendecak, seperti tidak menyadari betapa jengkelnya Sehun ia malah melebarkan bahu perempuan itu.

“Kaki Nana lebih bagus.” Sehun tidak tahan, ia merasa harga dirinya terluka melihat gadis yang disukainya digambar jelek sekali, kaki Nana yang menurutnya sama mungilnya dengan kaki Cinderella dibuat seperti cakar ayam oleh Kai.

“Aku pernah membalut kaki perempuan itu ketika dia terkilir, dan kakinya jelek!” Masih menyeringai Kai mulai mengambil pensil warna dan mewarnai latar belakang Nana dengan biru cerah. “Kepergian Nana harus dirayakan dengan langit yang begitu cerah kan?”

Sehun mengernyit, langsung mengambil pensil abu-abu dan membuat awan di atas langit yang diwarnai Kai. “Sedikit suram, setidaknya beri awan abu-abu agar lebih realistis.”

“Realistis? Ha.” Kai mendengus, ia sudah ingin merebut pensil abu-abu dari Sehun ketika tiba-tiba buku tulisnya ditarik paksa. Begitu dua orang itu mendongak, guru Shin sudah memberi tatapan mematikan, ibaratnya seperti bisa ular Boa.

“Pelajaran saya bukan pelajaran menggambar.” Suaranya terlalu dingin, seakan mampu membuat para penguin bergembira es mereka kembali membeku.

“Hari ini kita belajar Pythagoras saem, itu kan menggambar.” Sehun yang entah kenapa masih emosi menatap balik si guru tidak kalah dinginnya, tiba-tiba ia ingat betapa Guru Shin sering sekali memberi detensi untuk Nana, siapa tahu Nana pindah karena tidak tahan dengan guru ini.

Guru Matematika yang sudah kehilangan kata-kata itu memilih segera menjewer telinga dua muridnya. Tanpa banyak kompromi ia segera menarik paksa Kai dan Sehun. “Kalian berdua pindah kelas.”

***

“Permisi, saya ingin mengganggu, tapi sekolah kita kedapatan dua seniman berbakat yang sayang sekali kalau waktu mereka dihabiskan dengan belajar Matematika.” Guru Shin yang masih menjewer telinga Kai dan Sehun mendorong mereka berdua masuk ke kelas Seni membuat Guru Kim yang tengah mengukir sebatang kayu memiringkan kepalanya bingung.

Setelah Guru Shin pergi, Kai Sehun langsung mengumpat bersamaan, mereka baru tahu jeweran guru itu benar-benar sakit. Hampir satu menit ruangan kembali hening, tidak ada lagi yang lebih canggung dari pada melihat Kai dan Sehun bertemu dengan kakak dari perempuan yang membuat mereka bertengkar itu.

“Kenapa Nana pindah?” Sehun sambil menggosok telinganya yang memerah melirik pada laki-laki yang kembali berfokus pada ukiran kayunya itu.

“Menemani nenek di desa dan mengatakan ingin membuat perubahan.” Guru Kim atau biasa dipanggil Hangyeol-hyung menjawab singkat, ia tidak pernah benar-benar menyukai Kai Sehun, menurutnya dua orang itu faktor utama yang membuat nilai raport Nana turun drastis.

Kai mendengus, ia mengambil pensil paling dekat dan mulai menggambar sesuatu pada kanvas di depannya.

“Sehun, kau juga menggambar.” Tanpa melirik Guru Kim melempar beberapa pensil pada Sehun yang masih merenungkan kesehatan neneknya Nana, ia kurang tahu kondisi keluarga itu, apakah penyakit neneknya begitu parah?

“Sehun! Kubilang gambar!”  Tiba-tiba dibentak Sehun langsung mengambil pensil yang terjatuh dan mulai membuat coretan apapun itu yang membuatnya terlihat sibuk.

“Apakah Nenek benar-benar sakit? Bukankah dia sudah menjalani pengobatan di luar negeri?” Tiba-tiba Kai yang tampak fokus sekali pada gambarnya berujar, terlalu fokus sampai tidak sadar ia mendapat tatapan paling sinis dari Sehun. Sehun selalu iri pada Kai yang mengetahui segala hal tentang Nana sebagai teman masa kecil perempuan itu.

“Dia sudah sembuh, hanya ingin menghirup udara segar.” Jawab Guru Kim sambil mengangkat kepalanya, memperhatikan dua orang yang selama ini menjadi topik makan malam keluarga mereka. Adiknya, Nana, tidak pernah berhenti membicarakan soal Kai ini Sehun itu. “Apa yang kalian gambar membuat guru Shin semarah itu?”

“Kai menggambar illustrasi kepergian Nana tapi gambarnya jelek sekali.” Sehun langsung menjawab, sesaat ia merasa menjadi anak kecil yang sedang mengadu.

“Tidak jelek, gambarku hanya realistis.” Tidak terima Kai memutar bola matanya. “Aku mengenal Nana lebih lama darimu, Nana memang seperti itu.”

“Tapi bahunya tidak selebar itu, kakinya juga mungil dan harusnya rambutnya berwarna coklat tua bukan hitam.” Tangan Sehun sudah meremas pensilnya, dia memang tidak mengenal Nana lebih dari Kai, itu yang membuat dirinya marah saat ini.

Berusaha berfokus pada lukisannya Kai menggigit bibir, memilih tidak membalas perkataan Sehun. Jelas sekali temannya menyukai Nana. Dan tidak sedikitpun Kai berpikir akan mengkonfirmasi hal itu.

***

Minggu pertamanya di desa luar biasa. Tidak ada Kai.

Dan Sehun.

Bicara soal Oh Sehun. Nana baru saja menerima surat dari pemuda itu. Isinya pendek sekali tapi bagaimana pun juga Sehun mengirimkan surat saja sudah mengagetkan, ia sama sekali tidak tahu Sehun cukup peduli padanya. Sehun di matanya selama ini hanya rekan Kai yang artinya dia sama saja menyebalkannya.

Tapi meskipun begitu, Nana juga tidak mengerti kenapa saat ini ia sedang berada di meja belajarnya, menulis surat balasan untuk Sehun. Apakah ia dan Sehun bisa menjadi sahabat pena?

“Pft—“ Tahu-tahu ia mendengus, tiba-tiba terpikir kalau Sehun yang mengirim surat ini sebenarnya Kai, ia pura-pura menjadi Sehun untuk membuat Nana mengira Sehun peduli padanya, lagipula dia tahu Nana pernah menyukai Sehun.

***

Minggu kedua tanpa Nana sudah berjalan. Waktu yang habis terasa berjalan begitu saja karena yang membuat Kai tidak ‘begitu’ saja tidak lagi ada. Nana biasanya akan membuat waktu berjalan tidak biasa, karena ia akan memberi kejutan, seperti setiap dia secara sengaja menginjak tali sepatu Kai.

Ia juga memberi kejutan tanpa tahu hal yang diberinya itu adalah kejutan..Contoh, ketika memanggil dirinya dengan Jongin

Nana tidak tahu kalau ‘Jongin’ yang keluar dari mulutnya menjadi silabel favorit seorang Kai.

Nana penuh kejutan. Kai baru menyadari betapa penuh kejutan perempuan ini setelah dia pergi.

Seperti sekarang ketika ia mengecek kotak surat di apartemennya, surat dari Nana muncul.

Nana mengirimkannya surat.

“AKU TIDAK AKAN KEMBALI KE SEOUL.”

 Surat paling pendek yang pernah Kai terima, dan jujur, Nana lebih baik mengirim sms dari pada membuang uang untuk mengirim surat semacam ini.

***

Minggu ketiga tanpa Nana Sehun makin uring-uringan. Apa Nana benar-benar membencinya sampai tidak berkenan untuk membalas suratnya? Surat dari Sehun tidak sulit, maksudnya, yang Sehun tanyakan hanya kapan dia kembali ke Seoul dan bagaimana rasanya tinggal di sana, ia hanya ingin Nana tahu kalau Sehun peduli padanya, tapi kenapa tidak sedikit pun Nana memberi kesempatan untuk Sehun?

Kenapa Nana selalu menyamakan dirinya dengan Kai?

Tapi meskipun begitu kenapa yang tali sepatunya diinjak hanya Kai seorang? Sehun tidak keberatan kalau Nana menginjak tali sepatunya sekalipun itu membuatnya terjatuh.

Hari ketika Sehun memutuskan akan mengubur perasaannya dalam-dalam pada Nana, sebuah surat sudah berada di meja makan, dengan nama pengirim ‘Kim Nana’ ia langsung meloncat 30 cm dari lantainya.

“Bilang ke Kai aku membencinya, aku membenci sampai aku berpikir kalau aku bisa hidup kembali aku ingin menjadi pembunuh agar aku bisa membunuh dirinya.”

Sehun sampai mengerjapkan matanya berkali-kali. Nama laki-laki itu kembali muncul. Kenapa harus sekali di balasan suratnya Nana masih membicarakan Kai? Tidak bisa Nana menganggap dirinya lebih ada?

***

Sebulan semenjak kepergian Nana adalah sebulan yang memiliki banyak arti. Kalau kalian bertanya pada guru Shin maka ia akan mengatakan sebulan ini adalah sebulan paling sepi karena tidak ada lagi murid yang bisa diberi detensi olehnya, hanya Kim Nana yang cukup berani untuk membuat masalah dengan guru itu. Kalau kalian bertanya pada Kim Jongin maka ia akan menjawab rahasia. Tapi kalau kalian bertanya pada Oh Sehun, kalian mungkin makan menyesal telah bertanya karena jawaban Sehun panjang sekali.

Tapi untuk Nana, sebenarnya ini juga rahasia.

Sebulan pertamanya benar-benar campur aduk, ia mungkin masih membenci Kai, dan ia tahu ia akan selalu membenci Kai tapi wajah Kai selalu terbayang, bukan bayangin manis yang membuat perut geli ketika membayangkannya tapi bayangan yang membuatnya merasa terkutu. Perasaan yang sama ketika Nana terbayang-bayangi oleh Slender Man setelah ia bermain game itu, ia merasa Kai menghantuinya juga. Seperti ketika Nana turun tangga biasanya Kai sudah ada di meja makan, memakan jatah sarapannya tanpa penyesalan, ketika Nana memarkir sepedanya pasti Kai sudah bersembunyi di belakang pohon siap memindahkan sepeda itu, tapi sebulan belakangan ini lancar sekali. Ia sampai lupa untuk membalas surat  dari Sehun.

Surat dari Sehun merupakan surat paling ajaib yang pernah ia terima. Pesannya tertulis di udara dan Nana merasa itu surat paling romantis yang pernah ia terima.

Sangat ironis letika di lain tempat Sehun masih frustasi lupa memasukkan kertas suratnya ke dalam amplop.

***

Libur musim dingin datang. Cerita cepat sekali berjalan karena sesungguhnya semenjak kepergian Nana tidak ada hal spesial yang menarik untuk dibicarakan. Kim Jongin menghabiskan liburan musim dinginnya di dalam rumah, harusnya hari ini ia naik kereta mengunjungi nenek kakeknya, tapi karena melihat siluet Nana di stasiun ia tertinggal kereta.

Salju di luar sudah tebal, rambut Kai seperti ketumpahan tepung tapi ia tidak peduli karena tidak ada lagi Nana yang mengatakan itu adalah ketombe. Setelah mengunci pintu rumahnya ia segera menjatuhkan diri di atas sofa yang menghadap TV nya.

Seminggu ini ia akan sendirian. Orang tuanya sudah berada di rumah neneknya sejak kemarin dan Kai tidak berniat untuk menyusul mereka. Seminggu ini ia akan menjaga rumah, sendirian, ia akan menjaga berangkas ayahnya yang berisi surat-surat penting, ia akan menjaga lemari ibunya yang berisi emas-emas dan akan menjaga lemari kaca yang berisi Gundam-Gundam milik dirinya. Kai harus melindungi rumah.

Tiba-tiba pintu apartemennya digedor hebat, mungkin perampok benar-benar datang ke rumahnya, tiba-tiba Kim Jongin merasa menjadi Kevin di Home Alone. Sambil berjingkat pelan Kai dengan wajan di tangan sudah membayangkan beribu jebakan yang akan dia buat untuk si perampok  hingga tiba-tiba suara yang terlalu dikenalnya terdengar.

“KAI BUKA.”

Langsung melesat Kai membuka pintunya, wajan di tangan segera dilepaskan. Begitu pintu di buka Kim Nana sudah berdiri di depannya. Puncak kepalanya sudah dipenuhi butiran salju, biasanya Kai akan mengejek itu adalah kotoran burung tapi kali ini ia merasa itu seperti serbuk es serut yang cocok sekali dengan rambut hitam Nana. Tiba-tiba Kai tersenyum.

Lalu Nana juga tersenyum.

Keduanya terseyum dan hidup bahagia.a

Setidaknya itu yang kita harapkan.

***

Nana yang tidak berhenti memasukkan Popcorn ke dalam mulutnya tidak menyadari laki-laki yang duduk di sampingnya terus memandangnya. Mereka berdua duduk di sofa empuk dengan bantalnya yang banyak sekali, ruangan redup hanya lampu kuning dan nyala TV. Lutut mereka sudah bersentuhan dan Kai menahan diri untuk tidak menggeser badannya menempel pada Nana, Nana wangi sekali, kakinya sama sekali tidak bau.

“Tidak tanya kenapa aku pulang?”

“Kenapa kau pulang?” Akhirnya Kai bicara.

“Merindukan Seoul tapi besok lusa kembali lagi.” Nana berujar dengan mulut penuhnya membuat Kai teringat pada hamster peliharaannya yang sudah mati.

“Kurasa aku menyukaimu.” Kalimatnya keluar begitu saja, seakan sejak dulu Kai sudah mempersiapkan momen ini padahal sesungguhnya sama sekali tidak, ia tidak pernah menyangka mereka bisa duduk damai di atas sofa, , Selama ini mengira dirinya pria romantis Kai sendiri kaget akan kalimat yang keluar dari mulutnya tadi, pengakuan perasaannya terlalu simpel untuk masuk kategori romantis.

Nana akhirnya mengalihkan pandangannya dari TV menatap Kai dengan mengernyit. “Kau baru menyatakan perasaan padaku?”

Setelah menelan ludah dan memutuskan mengikuti alur ia memutuskan menjawab. “Hmm, aku menyukai Kim Nana. Aku berpikir aku membencimu dan itu memang benar. Tapi bagaimana pun juga aku kehilangan Nana, sulit menjelaskan bagaimana aku bisa membenci dan menyukaimu di saat bersamaan. Monggu juga merasa kesepian. Aku rasa kita harus bersama, seperti saat ini, rasanya bersama Kim Nana adalah hal yang seharusnya dilakukan.”

Nana terbatuk, setengah popcorn yang berada di mulutnya sampai keluar. “Sehun tidak memberitahumu? Kami jadian sejak bulan lalu.”

Lalu hari itu Kai tidak tersenyum lagi.

***


(A/N)

heart1000X dari pikrachu

Annnnyyeong

sebenernya aku mau oneshot cuma aku mau tahu tanggapan kalian lebih suka sehun atau kai jadinya dipotong aja

Yang kangen sama Sehun semoga cerita ini agak mengobati meskipun aku tahu Sehun di sini beda banget sama pastel.

Kali ini merasa lebih semangat karena /AHEM/ September Kak Kyungsoo mau dateng ;u;

lebih semangat karena akhirnya aku jadi mahasiswi setelah setahun nganggur😉

Lebih semangat karena– ya semangat aja.

X,

Pikrachu

32 thoughts on “I Thought I Saw Your Face Today [Part i/ii]

  1. cerita ini semacam hiburan di tengah-tengah pesta perpisahan kelas sembilan,lucuuuuuu,bikin ketawa-ketawa sendiri sama ‘perang mulut’ antara Sehun-Kai.Dua-duanya sama-sama suka Nana tapi bedanya yang satu belom sadar atau mungkin gengsi kali yaaaaa..
    aku kirain si Nana gak bakal nerima Sehun karena dia suka sama Kai,ternyataaaa…udah sebulan aja ._. selamat buat Sehuuunnnnnn,perasaanmu terbalaskan juga *^.^*
    Daannn..buat Kai,kau terlambat nak,yang tabah ya’-‘)/

    Tapi..sebenernya aku lebih suka Kai ._.

    soal ‘Kak Kyungsoo’ yang ke Jakarta di bulan September agak seneng bercampur miris,karena dia dateng dibulan ultah-ku tapi setelah aku pindah ke kampung buat nemenin Nenek,huft.

    • AHH MAKASIHHH c: syukur banget ini fanfic ga garing mehehehheh

      OMG aku juga kok, meskipun seneng belum tentu kesampean nonton ;_; tapi ga tau kenapa ya tetep aja seneng..

  2. ngomong2 soal detensi jadi keinget harpot😄
    Sama kayak fanfict kamu yang lainnya yang ini juga ceritanya lucu & manis ~_~
    selamaat yaa udah jadi mahasiswi >__<,
    tambah semangat dong lanjutin semua fanfict kamu kkkk~
    BTW, aku lebih suka kalo Nana dipairing sama kai❤

  3. Eoni, kakak, ceritanya imut bngt.
    Berasa banget feel kai sama nana yang shbtan tp caranya sedikit “aneh”.
    Nana sehun pacaran ? Finally kan.
    Sehunnya udh suka gtu, salahin kai yg gak main cepet dari awal “plakk xDDD
    Eoni, Fightiinggg !!!
    Ditunggu kelanjutan ini dan detour. Jjang…

  4. Baguus. ceeitanya baguus.
    Suka gaya bahasanya yang santai tapi tetep sesuai EYD . Hehe.
    Aku termasuk orang yang suka memeperhatikan EYD dan gaya bahasa.
    Aku lebih suka kalau Kim Nana dan Kim Jong In.
    Kelihatannya akan lebih menarik. Hohoho.
    Ditunggu chapter 2 nya🙂
    Selamat karena sudah jadi mahasiswa, author Pikrachu \^-^/

    • hahahhay waktu ngetik aku lagi santai gitu jadi kebawa bahasanya nyantai tapi untung EYDnya kepake, kadang suka kelepasan😄

  5. Aku sih selalu jatuh cinta sama tulisaaaanmu~ dan aku kangen detourrr, kangen pastel, juga kangen oh my prince hiiiiiks

    Selamat jadi mahasiswi:)

    Aku punya firasat di akhir cerita Kim Nana akan bersama Kim Jongin🙂
    Sehunnya buat aku hahahahahahahah~

    • kamu yang lagi maraton bacaaaaa haaaaai makasih komen2 sebelumnya c: seru bacanya😄
      nah firasatmu kita liat nanti :^)

  6. ini yang buat aku selalu excited baca karyanya Kafik… bahasa tulisannya tuh unik dan punya ciri khas gituuu aaa pokoknya keren deh… kapan yaa aku bisa nulis kaya Kafik? Aku nyoba nulis tapi SELALU mogok ditengah jalan wkwk

    aku lebih suka Sehuunn😀 walaupun beda karakternya sama di pastel tapi aku anggepnya cocok aja gitu dia disini… awalnya karena kasian jadi aku ngga tega dan ngga rela kalau akhirnya Nana jadian sama Kai. Kai disini sudah terlalu ‘menang banyak’ karena dia pernah ‘mandi bareng’ sama Nana…. wkwkwk jadi sekarang jatahnya Sehun ya /emang Nana apaan -,-/

    jadi kangen maknae line ini di pastel… mereka berdua saingan mulu sih >.< aaahh greget deh sama Kakak-kakak ini iat aja september nanti aku cubit gemes(?) si duo maknae ituu haha

    nama OC nya Kim Nana jadi inget Park Min Young di City Hunter… fyi aja nih Kim Nana itu nama korea favorit aku looohhh haha… /gak penting banget/

    Kafik kenapa harus bahas kalau Kak Kyungsoo dan kawan kawan mau kesini…😥 timing mereka kesini gak tepat bangettt soalnya aku baru aja masuk ke kelas 12 dengan segala pendalaman materi dan berbagai macam 'f*cking' try out and exam ituuu huaaa ㅜ.ㅜ . Bisa nonton ngga yaaa??? aku kan juga harus ikut 'hagwon' wkwkwk….😄

    Kafik, aku udah follow akun twitternya Kafik tauuu…. (kode minta dipolbek sama Pikrachu~ haha) aku ngefans sama Kafik :* suer ^^

    udah yaaah komentarku selalu ngga jelas nih spaming doang wkwk😀 Detour dan Pastelnya kutunggu looohhh ^^ FIGHTING Kafik!!!
    -XOXO :* ({})

    • AKU NGERTI. Sumpah dulu juga sering banget kok mogok, kamu harus tau dulu aku nulis alay banget ga ngerti sampe jijik kok bisa nulis kayak gitu tapi seiring berjalan waktu dan baca2 karya orang pasti makin lancar nulisnya ^^v

      hahaha ternyata ada juga yg nge-stan sehun di sini😄 dari tadi kai lebih populer, btwwww emang aku dapet Nana dari Kim Nana city hunter karena aku males sama Korea yg ribet2 tapi waktu ngetik aku enggak bayangin park mi young kok :O

      Hohohoh aku bahkan ga yakin bisa nonton tapi tetep aja seneng kyungsoo dateng :3 kalau nilainya berasa bagus ya nonton aja daripada waktu belajar kepikiran muluu (ga bener ini nasehatnya ga usah diikutin ya dek)

      last, accountmu namanya apa? c:

  7. As always cerita kak pikrachu *aku manggil kayak gitu sekarang* selalu manis dan seru. Fluffy fluffy gimana gitu. Waktu Kai-Sehun adu mulut aku mau ketawa liatnya, lucu banget. BTW kalo suruh milih Nana bareng Kai apa Sehun jujur aja aku gak bisa milih. Terserah kak pikrachu aja deh^^

    dan… selamat udah jadi mahasiswa ya. Cieee udah jadi anak kuliahan sekarang^^

  8. KAK!!!😀
    apa ini apa ? ff baru ? aku kira kamu bakal apdet detour tapi malah kambaek dengan ff terbaru yang gak kalah seru dari seniornya (detour maksudnya)
    gakpapa kalo detour ditahan dulu karena aku masih sabar menunggu, itu cerita-ceritamu aku cuma bisa sabar menunggu sambil duduk manis didepan laptop sambil mandangin wp, kamu penyedia hiburan gratis dan aku cuma bisa bayar dengan sebuah komen sebagai penyemangat (mulai ngelantur)

    entah kenapa kak, isi otakmu kayaknya lawak semua deh (ini menurut pemikiranku sendiri) setiap buat ff ada aja tingkah cast yang kamu buat itu ya lawak ya aneh ya normal…
    pokoknya itu aneh tapi kesannya normal dan manusiawi gitu (gimana sih ngejelasinnya) yang pasti gitu deh…

    back to ff yang satu ini,
    aku seneng banget sama tingkah duo bocah yang satu ini, part yang aku suka waktu kai ngambar nana tapi sehun terus ngoreksi gambaran kai, ngebayangin gambar kai aja udah senyum2 sendiri (kai sama kayak aku, sama sama gak bisa ngambar, parah banget pokoknya)
    kalo disuruh milih antara sekai, aku sih milih sehun
    aku kasihan sama dia soalnya, tapi kasihan juga sih sama kai (labil)

    sebelum aku menghilang, aku mau nitip pesen dulu kak,
    tolong kak itu kyungsoonya dijagain, waktu ini aku liat dia di iklan nature republic ngerasa kayak anak sd yang dipaksa ngiklanin alat kecantikan gitu
    kapan2 suruh aja dia ngiklanin baju anak2 biar lebih wajar keliatannya

    terakhir, SELAMAT BUAT YANG BARU JADI MAHASISWI, CONGRATS😀
    salam overdose ^^v

    • komenmu sangat membayaaaaar❤ makasih yooo❤

      hahah sejujurnya aku ga bermaksud komedi yg penting yang baca ga boleh bosen heheheh

      AKU JAGAIN KOK tapi emang itu charmnya dia c: capek juga sih liat Oppa kita lebih baby face dari kita ~_~

      YEAH sankyu ucapan selamatnya \m/

  9. Ya ampun sehun apa itu yang dinamakan teman?? Jawab sehun jawab#plak lebay
    Aku seneng” aja kalo nana sama sehun tapii biasku u,u kasian kamu nak, telat menentukan perasaan, wkwk

    oke fix ini ff bagus sama seperti detour, bahasanya juga bagus sama seperti detour, wkwk

    Next part thor, fighting^^

  10. Hyaaaaaaah yaampun sehun nana jadiaaaan kyaha kyaha kyahaaa kok ga diceritain kak jadiannya gimanaaaa aku kangen sehuuun
    Aku setuju nana sama kai! Sehunnya sama aku! H4h4h4h4 /disiramterigu/
    Terserah kakak mau sama siapa di end yg penting request-an dariku ceritain gimana sehun nembak nana, nana nerima sehun, mereka jadian, pacarannya gimana, yayayaya gomawo kaaak piiiik ({})

  11. aku ga bakal komen ff nya soalnya as always nothing ­bad, bagus banget dan LOL (sehun bego deh masa –)

    Cuma satu pertanyaanku (ha ha) aku pingin bisa bikin poster kaya gitu! Ajarin dong serius😮

    • /TOS/ congrats yg udah jadi mahasiswi~~ (ngerti banget susahnya)
      anyway poster yang kubuat itu tehnik yg biasa banget yg gampang ditemuin di tutorialnya photoshop c:

  12. Oh my seriusan aku suka bangeeeet sama fic iniiii>< tapi buat end nya sih terserah nana mau jadi sama siapa, baik sehun maupun kai dua duanya okeee:D part 2nya ditungguuuuuu, eon~

  13. Aku gk tau loh ni ff buatanmu dan aku pkit aku bakal nemu 2 author favorit eeh gk taunya rupanya ini ff mu hahaha aku suka suka sukaa tulisan nya agak beda ya (?) atau perasaan aku aja :v

    Yeee sehuuun ku akhirnya muncul

  14. bingung juga mau cadel or item. Sama sama kasian sih mrka be2 .tp mending kai aja. Soalnya dia cast utama kan. Haha

  15. Iiari awal kirain aku dicerita ini sih sehun yang bakalan jadi anak malang tapi ternyata malah sih kai yang cinta nya ditolak .
    Sebenarnya sih kalo nanti eonni mau bikin sequel nya aku rasa nana juga suka sama kai , wkwk ketauan sotoy nya nih

  16. yahh ko’ kai jadi ngenes banget gitu yaa. udah ngelawan gengsi tpi hasilnya melenceng dan memalukan. uuhh poor kai..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s