Detour #24

#24 Pink Matter

“Kau jadi pindah?” Suara Kyungsoo masih terdengar sama dinginnya, tidak bergetar sekalipun cuaca di luar sudah mendekati suhu 0°C. Tangan kirinya yang memakai glove masih memegang bola baseball yang baru dilempar Luhan.

“Menurutmuuuu.” Berbanding terbalik, di depannya ada  Luhan tampak menggigil, dengan susah payah laki-laki itu menerima lemparan bola Kyungsoo, cepat dan menukik mengingat laki-laki ini dulu menjadi pitcher di sekolah menengah mereka.

“Lalu putus dengan Sena?” Uap keluar dari mulut Kyungsoo ketika ia melompat berusaha menangkap bola yang dilempar tinggi oleh Luhan.

YA D.O.”

Keduanya berhenti bermain, lupa kalau selama ini mereka berdua memiliki penonton setia yang tidak peduli angin membuat rambut perempuan itu sama berantakannya dengan singa jantan. Sena menggosok-gosok tangannya, giginya gemeretak dan sesaat ia berpikir Kyungsoo memiliki hubungan keluarga dengan Olaf si manusia salju melihat laki-laki ini sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kedinginan. “Jadi menurutmu kami bisa putus semudah itu?” Sena yang masih duduk memeluk lututnya hanya bisa melempar bola salju pada Kyungsoo.

“Sejujurnya iya.” Lemparan Sena yang mengenai bahu Kyungsoo hanya membuat laki-laki itu tertawa kecil. Memiliki bakat wajah tanpa ekspresi Do Kyungsoo dengan mudah menyembunyikan senyumnya. Dalam hati tiba-tiba bertanya apa ia bisa merindukan semua momen ini? Bermain lempar tangkap karena itu satu-satunya olahraga yang membuatnya lebih keren dari pada Baekhyun atau Luhan, menggoda Sena karena perempuan itu sama sekali tidak bisa membedakan yang mana bercanda dan yang mana serius, atau mungkin, perempuan yang sejak minggu lalu jadi agak berubah itu.

 

***

 

Seminggu terakhir Moon Chaeri tidak menyentuh buku pelajarannya selain untuk membuka dan pura-pura mencatat di kelas. Untuk beberapa alasan otaknya terasa buntu memasukkan apa saja percuma jadi lebih baik ia melakukan hal lain. Melakukan hal lain di mata Chaeri biasanya adalah membaca cerita fiksi atau bermain Pokemon yang entah kenapa, dua hal itu juga terasa begitu membosankan.

“Hei menurutku adegan mati Irene tidak perlu diperlihatkan.” Seukri yang duduk di sebelahnya masih sibuk berbicara dengan Chen. Dua orang ini masih mengerjakan skenario untuk film mereka, ketika kebanyakan orang memilih belajar atau mengurangi waktu untuk hobi Chen dan Seukri justru melakukan kebalikan dari mereka.

“Jadi begitu lampu nyala Irene sudah mengeluarkan darah dari mulutnya?” Chen menggaruk pipinya, keningnya berlapis tanda ia berpikir keras, hal yang tidak pernah ia tunjukkan sekalipun Guru Park memberikan ulangan Matematika mendadak.

Chaeri sebagai orang yang terperangkap di antara dua orang itu hanya mendengarkan. “Begitu lebih menegangkan kan? Ayo Chaeri, ketik lagi.” Seukri mengangguk semangat dan menyikut siku Chaeri. Perempuan yang duduk di antara Seukri dan Chen dengan laptop di depannya segera mengikuti perintah itu. Saat ini bekerja menjadi asisten dua orang ini satu-satunya hal yang membuat Chaeri merasa mempunyai kesibukan selain berpikir soal Baekhyun atau menyesal soal Baekhyun, semua menjadi Baekhyun.

“Jadi, ketika Irene meminum obat yang dikiranya akan menghilangkan kutukan, Irene malah mati?”

“Hmm, dan Ren pacarnya malah sembuh padahal yang ia minum adalah racun.” Chaeri mulai mengetik, terima kasih pada Kang Seukri yang tiba-tiba memintanya menjadi penulis skenario dengan alasan nilai bahasanya yang tinggi.

“Hei Chen, siapa pemeran Irene? Minggu ini kita harus mulai shooting.”  Tanya Seukri yang seketika membuat mereka bertiga hening sejenak.

“Melihat Sena mati menurutku benar-benar menyenangkan tapi apa akting perempuan itu bagus?” Chen tersenyum, entah bagaimana Seukri ikutan tersenyum, dua orang ini tiba-tiba tersenyum membayangkan adegan mati Chaeri hanya memutar bisa bola mata.

Sambil menggaruk dagunya Seukri berpikir. “Dan Luhan adalah Ren? Aku sudah bisa membayangkannya, sudah cukup melihat mereka berdua sebagai pasangan di dunia nyata, lebih baik Irenenya— Nami?”

Mulut Chen membulat seakan Seukri baru memberitahunya mereka bisa pindah ke Mars besok. Chaeri memiringkan kepalanya, membayangkan siapapun laki-laki yang bisa bersanding dengan Nami. “Lalu siapa pemeran Ren? Tidak mungkin Sena merelakan Luhan lawan mainnya Nami.”

“Baekhyun?” Berkata pelan Seukri  melirik Chaeri dan seketika menghela napas lega melihat perempuan di sampingnya hanya menguap.

“Aku sudah menyiapkan peran untuk Baekhyun, dia harus jadi Jun. Laki-laki itu cocok jadi anak kecil.” Chen berujar semangat sementara Chaeri menggigit bibirnya berusaha menahan tawa membayangkan Baekhyun menjadi anak SMP yang menjadi korban pertama si hantu.

Lalu Seukri menjetikkan jarinya dan tertawa “Baiklah, Baekhun adalah Jun. Hei, Ren kan orang yang serius dan aku bertaruh Kyungsoo akan menolak peran ini, bagaimana kalau Sungjong saja?”

“Sungjong jadi Ren sempurna! Oke kalau begitu siapa pemeran setannya?” Chen makin bersemangat, Chaeri yang melihat entah kenapa ikut tersenyum, atmosfir dua orang ini benar-benar menyenangkan.

“Bagaimana kalau hantunya Sehun? Aku rasa ekspresinya ketika membunuh cocok.” Chaeri ikut berpendapat yang detik berikutnya Chen dan Seukri menepuk bahu perempuan itu bersamaan. “Jenius Chaeri!”

 

***

 

Baekhyun masih mengikat tali sepatunya ketika tiba-tiba dia menyadari dua pasang kaki sudah berada di depannya. Si wanita memakai flat  kuning mustard si pria converse hitam. Baekhyun yang sudah hafal siapa si pemilik kaki hanya menghela napas.

“Sudah kubilang aku tidak mau bermain, aku sibuk Chen, Seukri.” Sambil beranjak ia memandang bosan dua orang yang sudah melipat tangan di depan dada.

“Kami shooting hari Minggu dan peran Jun hanya sedikit, kau tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk menghafal dialog.” Seukri mulai bicara duluan karena tampaknya Chen tidak terlalu bagus dalam berkompromi dengan Baekhyun yang mengkritik mereka selalu bermain-main di musim ujian seperti ini.

“Tidak ada hari Minggu bagi Byun Baekhyun, aku harus ke lapangan sekarang.” Tanpa menatap mata dua temannya itu ia segera menyampirkan ranselnya ke bahu dan berjalan pergi. Langkahnya berhenti tepat di depan tangga ketika mendengar Seukri dan Chen berdehem keras.

“Ini kenangan terakhir. Sebelum Luhan pergi film kita harus selesai.” Seukri kembali berbicara, suaranya sengaja memelas seperti yang Chaeri perintahkan agar laki-laki itu mulai goyah.

“Kita bahkan berhasil mengajak Kyungsoo bermain, kau tahu? Kyungsoo sempat merengek padaku untuk mendapatkan peran Jun tapi aku tetap menolak karena hanya kau yang cocok dengan peran ini Baek.” Kebohongan Chen membuat Seukri yang berdiri di sebelahnya menepuk jidat, tidak akan ada orang yang percaya Kyungsoo merengek. “Kau harus menjadi Jun. Ayolah.” Perempuan itu hampir ingin memegang lengan Baekhyun ketika tiba-tiba Chen menahannya.

“Demi proyek terakhir kita Baekhyun.”

Setelah beberapa detik hening, bahu Baekhyun menurun, disertai helaan napas tanda-tanda orang menyerah Seukri dan Chen mengepal tangan bahagia. “Baiklah, aku baca dulu skenarionya.” Dan kalimat itu membuat mereka berdua hampir mendorong jatuh Baekhyun ke tangga.

 

 

***

 

Sepanjang sepuluh menit membaca skenario entah berapa kali Sungjong mendecak dan menggelengkan kepalanya. Setelah Chen berjanji akan menggantikkan jatah piket kelasnya selama dua minggu laki-laki itu menyerah dan setuju akan memainkan peran Ren. Dua detik setelah membaca skenario ia mulai menyesal menerima tawaran ini.

“Aku senang aku tidak perlu mati seperti Irene, tapi peranku, tidak bisa kalian buat dia lebih berani? Kenapa Ren harus takut pada kecoak?“

“Dia harus takut karena yang menjadi plot twistnya ketika ia bertemu setan ia menjadi orang paling pemberani.” Seukri berkata yakin dengan Chen yang berdiri di sebelahnya ikut mengangguk sampai dua kali.

Menyadari betapa optimis dua temannya itu Sungjong hanya menggaruk kepalanya. Sulit untuk menolak ketika tampang orang yang meminta itu mengingatkan Sungjong pada kucing di Shrek. “Untuk peran pelukan, aku ingin hanya dishoot dari belakang, sisanya aku akan bermain sesuai skenario kalian.”

“Baiklah!”

 

Sepanjang hari Kang Seukri dan Kim Jongdae tidak berhenti membujuk semua orang yang mereka butuhkan. Meminta Sena menjadi pacar Jun agak menyulitkan karena Luhan selalu protes (hingga akhirnya setuju karena adegan bergandengan tangan dihilangkan),  memohon Kyungsoo berperan sebagai tukang pengantar susu yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada Irene juga sangat sangat sangat menyulitkan (untungnya berhasil ketika mereka semua bersumpah tidak akan tertawa ketika Kyungsoo membaca dialognya). Terakhir, tentu saja yang paling sulit, meyakinkan Sehun kalau dirinya cocok memainkan peran hantu.

 

Chaeri yang masih di perpustakaan menyelesaikan scene terakhir untuk film mereka terlalu fokus sampai tidak sadar ada laki-laki yang  mengambil kursi di depannya.

“Hei sunbae.”

Masih mengetik Chaeri hanya melirik sekilas sekedar mengkonfirmasi orang di depannya ini memang Kim Taehyung. “Kalau ada pertanyaan soal Trigonometri atau apapun itu letakkan di lokerku.”

Taehyung merapikan posisi dasinya, tiba-tiba merasa canggung luar biasa.“Bukan itu. Aku sudah mengerti Trigonometri, sekarang aku kesulitan menghafal tabel periodik. Tapi masalahnya sekarang.”

“Kalau menghafal tidak perlu kubantu kan? Baca saja sepuluh kali sebelum tidur—“

“Chaeri-sunbae dengan Baekhyun baik-baik saja?”

Tangan Chaeri sempat berhenti mengetik, rasanya seperti nama Baekhyun tersebut adalah rem mendadak bagi tubuhnya. “Kami sangat baik, yah, masih bisa berjalan, bernapas dengan normal dan tersenyum bila ada yang lucu.”

Jelas tidak puas Taehyung mengacak-acak rambutnya, mengerang kesal sekalipun pengawas perpustakaan sudah mendesis padanya. “Yang kumaksud; masih berjalan bergandengan, bernapas di oksigen yang sama karena selalu bersebelahan, atau tersenyum sekalipun lelucon yang Baekhyun keluarkan tidak lucu. Masih seperti itu?” Taehyung bertanya hati-hati, akhir-akhir ini ia memang selalu hati-hati sejak insiden di kantin.

Akhirnya memutuskan mengangkat kepala dan memandang Taehyung seperkian detik Chaeri mengangkat bahunya. “Tidak.”

“Kau— maksudku sunbae, masih menyukainya?” Semakin hati-hati Taehyung bertanya.

Perempuan yang ditanya masih memikirkan soal kalimat terakhir yang diucapkan Ren hingga tiba-tiba Taehyung yang makin tidak sabaran segera menutup laptop di depannya. Memandang gemas sekaligus jengkel ia berusaha terlihat berani sekalipun takut Chaeri akan melakukan hal yang tidak-tidak, melihat langsung bagaimana perempuan ini berani memasukkan wajah Baekhyun ke sup panas Taehyung tidak akan heran kalau Chaeri berani melempar ensklopedi Britannica tepat pada wajahnya. “Jawab pertanyaan ini.”

“Aku menyukainya.”

“Benarkah?”

“Tidak akan kujawab lagi, sekarang biarkan aku membuka laptopku kalau kau tidak mau merasakan wajahmu kena ensiklopedi ini.” Ujar Chaeri sambil menepuk Britannica di sampingnya yang segera membuat Taehyung menelan ludah dan mengangguk.

 

Semua kembali berjalan biasa, dengan Chaeri yang sibuk memikirkan bagaimana posisi mati Irene dan Taehyung yang sibuk menghafalkan tabel periodik. Ada pengawas perpustakaan yang tidak berhenti melirik pada pasangan yang kerjanya hanya cekikikan dari pada membaca, dan, Baekhyun yang masih mematung di rak di belakang Chaeri.

 

Laki-laki itu tengah mencari buku Little Prince ketika matanya tidak sengaja menangkap sosok Taehyung yang seakan menggantikan perannya sebagai orang yang duduk di depan Chaeri. Ada perasaan mengganjal, seperti tergantung dan sulit dilepaskan, makin tidak enak ketika melihat Chaeri duduk dengan Taehyung di depannya, melihat lutut mereka hampir bertubrukkan, melihat Taehyung tidak berhenti melirik Chaeri, itu sesuatu yang salah.

 

Beberapa hari terakhir berjalan tanpa banyak bicara, setelah Chaeri sukses dengan roll depan dan belakangnya yang perempuan itu katakan hanya terima kasih singkat dan mereka berdua tidak pernah saling bertukar kata lagi. Tidak ada yang memulai atau merasa mereka harus memulai, topik di antara mereka berdua seakan sudah habis. Keduanya berpasasan di koridor, begitu saja tanpa sapaan atau senyum karena berpikir inilah yang terbaik saat ini.  

 

Pernah suatu sore Baekhyun yang berada di pohon favoritnya bertanya pada diri sendiri apa seharusnya mereka seperti ini? Sampai sekarang Baekhyung tidak tahu jawabannya karena sejujurnya, ia memang tidak mau tahu. Terlalu takut kalau jawabannya ‘tidak’ itu artinya ia harus mengambil langkah untuk mengubah semuanya, juga takut kalau jawabannya ‘iya’ ia tidak terima dan merasa semua ini kesalahan.

 

Maka karena terlalu takut, cerita pun berjalan seperti si kerudung merah yang tidak berani mengunjungi neneknya di hutan.

 

***

 

 

Sambil mengelus puncak kepala si kucing Kyungsoo menunggu di balik pagar belakang sekolah. Menunggu bukan hal yang disukainya, hal itulah yang membuatnya tidak pernah memesan makanan pesan antar. Kyungsoo juga jarang menunggu lampu merah, ia lebih suka memutar jalan. Kali ini karena sesuatu yang terasa urgen ia memutuskan menunggu.

“Hap!” Beberapa detik ketika Kyungsoo nyaris tidak mau menunggu lagi seseorang yang ditunggu datang, Baekhyun yang baru meloncat dari pagar bata sekolah yang tingginya hampir dua meter hampir memekik saat menyadari Kyungsoo tepat berada di sebelah tanah tempatnya mendarat. “Astaga!”

“Aku tidak bermaksud memberimu kejutan, tapi baiklah, kejutaaan.”

“Oh aku kaget.” Berkata sarkastis melihat wajah datar Kyungsoo Baekhyun kembali menghela napas. “Ada apa?”

Seakan pertemua mereka diawasi Kyungsoo menoleh kanan kiri,  memastikan tempat mereka cukup aman. “Mau mengambil beberapa komik yang kau pinjam.”

“Aku tidak pernah meminjam komik pada— baiklah pernah sekali, tapi itu sudah hilang dan kau memaafkanku.” Baekhyun memandang aneh pada Kyungsoo, ia tahu laki-laki ini punya alasan lain di balik komik.

“Biar kubantu mencarinya, kau tidak ikut Hagwon kan hari ini?”

“Tidak, tapi— aku sedang malas ke rumah, hari ini aku mau menginap di warnet—“

“Kau pulang hari ini.” Dengan nada tidak terima bantahan Kyungsoo menarik Baekhyun. Laki-laki yang ditarik tidak banyak protes, banyak hal yang dipikirkannya sehingga begitu ia tersadar Kyungsoo sudah membawanya ke depan pintu apartemennya.

 

Begitu pintu didorong terbuka ruangan yang terakhir Kyungsoo ingat berbau rokok berganti wangi seperti pinus dan campuran beberapa bunga yang tidak diketahui namanya. Semua persis sama seperti tiga tahun lalu.

“Aku meminjam komik darimu tiga tahun yang lalu astaga.”

“Benar juga, terakhir aku ke rumahmu juga tiga tahun yang lalu.” Dengan matanya beredar pada seluruh ruangan Kyungsoo berhenti pada foto berbingkai yang dipasang di atas televisi.

“ Kalau begitu cepat cari komikmu, aku mau tidur.” Baekhyun pun menjatuhkan dirinya di atas sofa tidak peduli temannya itu malah berjalan mendekat pada foto dirinya bersama ibu dan neneknya.

“Hei, bagaimana ibumu bisa berhenti merokok?”

“Ketika aku mengancamnya aku ikutan merokok jika dia tidak berhenti.”

“Mmmmm—  “ Hanya mengangguk pelan Kyungsoo yang sudah melupakan alibi mencari komiknya segera menjatuhkan diri di sofa sebelah Baekhyun tiduran. Tangannya meraih toples berisi kue kering dan hampir memakan kalau saja Baekhyun tidak mengingatkan isinya sudah basi.

“Itu jebakan untuk Junma, sayang dia tidak pernah duduk di sofa ini.” Menahan senyum Baekhyun yang merasa jebakannya cukup pintar akhirnya mengambilkan beberapa Cream Puff isi macha kesukaan Kyungsoo.

Merasa ada yang salah karena semua ini terlalu basa-basi Baekhyun memincingkan matanya menatap curiga pada Kyungsoo. “Katakan sesuatu selain cuaca hari ini agak mendung.”

Mata bulat itu mengerjap seperti tertangkap basah, setelah berdehem Kyungsoo memutuskan menghela napas. Baekhyun harus tahu. “Kau tahu Sena memutuskan tidak kuliah? Katanya ingin aktif di konservasi hewan langka milik pamannya dan pindah dari Korea tahun depan.”

“Luhan sudah cerita, lalu kenapa?”

Tatapan curiga dari Baekhyun belum hilang, Kyungsoo sekali lagi memutar otak mencari topik apapun untuk menunda pembicaraan permasalahan sebenarnya.“Bagaimana denganmu? Tiba-tiba mengambil Hagwon bukan sekedar ingin lulus Suneung kan?”

“Sebenarnya yang ingin kau bicarakan apa?” Sambil beranjak dari posisi tiduran dan duduk tegak Baekhyun mengernyit pada Kyungsoo. Laki-laki di depannya ini tidak pernah benar-benar peduli pada apapun urusan Baekhyun, yang sejujurnya, Kyungsoo memang hampir tidak pernah peduli  pada apapun di sekitarnya kecuali ketika mereka melakukan hal yang menganggu kedamaian dunianya, seperti ketika dasi Baekhyun miring.

Kaki Kyungsoo tidak berhenti mengetuk lantai dibawahnya. “Aku ada pertanyaan. Cukup sulit, hanya orang berpengalaman yang bisa menjawabnya.”

“Aku sangat tersanjung kalau kau menganggapku sebagai orang yang berpengalaman. Sekarang cepat katakan Kyungsoo.”

“Apa yang kau lakukan ketika perempuan yang temanmu sukai mengatakan dia menyukaimu?” Dalam satu tembakan kernyitan Baekhyung hilang tergantikan ekspresi tanda tanya. Saat ketika eskpresi bingung itu muncul di wajah Kyungsoo Baekhyun tidak tahu apa yang harus diresponnya, otaknya langsung berskenario perempuan yang dimaksud laki-laki itu pasti Moon Chaeri. “Chaeri mengatakan dia menyukaimu?”

Langsung menggelengkan kepalanya, Kyungsoo memilih berkonsentrasi memainkan jarinya sambil berusaha menyusun kata. Ini pertamakalinya ia merasa payah sampai harus bertanya pada Baekhyun. “Kita bukan membicarakan Chaeri, jawab dulu pertanyaanku,  anggap saja Sena menyukaimu ketika Luhan menyukai Sena.Apa yang akan kau lakukan?”

“Aku pernah seperti itu dan kau sudah tahu apa yang kulakukan kan?” Baekhyun menjawab, masih terlihat bingung karena Kyungsoo tampak tidak puas dengan jawaban itu.

“Dengar Baek, aku serius, aku butuh—“

“Chaeri bilang dia menyukaimu?”

“Bukan soal Chaeri, sekarang—“

“Atau Nami? Atau siapa lagi? Katakan dulu siapa perempuan—“

“Kang Seukri mengatakan ia menyukaiku.”

Sekali lagi satu kalimat yang membuat Baekhyun hanya bisa menelan ludah. Memang mengagetkan tapi menurutnya seorang Seukri yang menyukai Kyungsoo jauh lebih baik dari pada Chaeri yang—

“Dan Chen menyukai Seukri, apa yang harus kulakukan?”

Kepingan puzzle di kepala Baekhyun yang selama ini berpencar rasanya segera bergabung dengan kecepatan hampir 1000km/jam, kejadian di kapal dan pantai ketika Kim Jongdae bermain rahasia di depan dirinya dan Chaeri terulang. “Jadi perempuan yang disukai Chen itu Seukri!?” Baekhyun yang sudah siap memekik kegirangan karena mengetahui rahasia besar itu kembali berdehem, permasalahan kali ini bukan lagi siapa yang Chen sukai.

“Seukri menyukai Sehun tapi entah kenapa tiga hari lalu ketika aku tidak sengaja bertemu dengannya di 7-eleven ia mengatakan yah—kalau dia me—menyu—“

“Kau tidak perlu mengucapkannya Kyungsoo. “ Entah kenapa merasa prihatin melihat betapa merah kuping temannya Baekhyun menepuk bahu Kyungsoo. “Kau tinggal menolaknya kan? Seperti ketika kau menolak Nami karena saat itu aku menyukainya.”

Kyungsoo yang tidak merasa lebih baik dengan saran Baekhyun hanya memijit keningnya, ini persoalan yang sulit karena jawabannya tidak ada di buku. “Bagaimana perempuan itu bisa menyukaiku? Sampai beberapa minggu lalu dia masih memaksaku mendekatkannya dengan Sehun. Lagi pula Nami dan Seukri berbeda. Kang Seukri hanya mengatakan ia menyukaiku tapi tidak memintaku untuk mem—mem—balas—“

“Tidak perlu mengucapkannya Kyung—“ Sekali lagi Baekhyun menepuk pundak temannya. “Kalau begitu kau tinggal bersikap seperti biasa. Jangan memberinya respon kalau kau benar-benar tidak menyukainya.”

Kyungsoo hanya mengangguk. Sejujurnya ia tidak bisa melakukan banyak hal selain mengangguk.

“Lebih baik kita pergi ke warung Ramen sekarang, jam segini ibu—“

“OH BYUN BAEK!”

Laki-laki yang dipanggil menepuk jidatnya, sambil mengerang frustasi ia langsung  menyampirkan ranselnya ke bahu dan buru-buru menarik Kyungsoo bersembunyi di balik pintu kamarnya.

Dua langkah kaki terdengar berderap masuk, yang satu pelan dan satunya hampir seperti orang yang melakukan tap dance.

“Ada sepatu kita di depan, ibumu sudah tahu kau—“

“Tapi kita akan terlihat bodoh kalau muncul tiba-tiba! Diam di kamar!”

Kyungsoo hanya memutar bola mata. Dengan susah payah ia melepas genggaman Baekhyun dan berjalan menuju kasur pria itu, tidak lupa melipat selimut yang tampaknya sudah seminggu tidak dilipat. “Untuk apa bersembunyi dari ibu sendiri/“

“Aku bukan bersembunyi, ini hanya pura-pura tidur, kalau ibu melihatku sekarang ia pasti memaksaku makan malam bersama dengan Junma.”

Memilih tidak banyak protes Kyungsoo hanya mengendikkan bahunya. Sambil memandang Baekhyun yang masih mengintip dibalik celah pintu ia menghela napas panjang. “Kenapa Junma bisa menyukai ibumu? Maksudku dia masih muda dan ibumu— yah kau tahu.“

“Junma terlalu baik, ibuku hanya menyukainya tapi tidak akan mau menikah.“

“Bagaimana kalau kau punya adik— “

Baekhyun berusaha tidak memutar bola. Setelah memastikan Junma dan ibunya sudah tidak terlihat lagi ia mengunci pelan kamar tidurnya, rasanya seperti agen rahasia dan Baekhyun suka perasaan itu. “Bagaimana kabar ibumu? Kau ke Jepang karena ingin menemaninya kan?”

“Ya—dia baik, kemo terapinya berhasil. “

Menyadari bagaimana datarnya ekspresi temannya itu Baekhyun menyengir lebar, menjatuhkan dirinya di atas kasur dan menatap langit-langit kamar. Beberapa stiker bintang glow in the dark yang pernah ditempel Luhan dulu masih menempel. “Ibuku punya teman yang menderita kanker payudara dan dia terlihat sehat! Rambutnya memang tipis tapi dia tetap cantik—“

“Yah terima kasih Baek.”

Ketika mendengar tawa ibunya dari luar sana ia memejamkan mata, ada perasaan tenang sekaligus terganggu, rasanya menyebalkan ketika ibunya dapat tertawa selepas itu bersama pria yang baru dikenalnya beberapa bulan tapi tidak pernah ia tertawa seperti itu bersama anak yang sudah dikenalnya bertahun-tahun. “Harus aku yang berterima kasih, kalau bukan karena ibumu mungkin dulu aku akan meninggalkan ibuku di rumah sakit.”

“Kalau kau berterima kasih padaku, aku minta beritahu Chaeri, katakan apapun yang dapat membuat perempuan itu merasa dibutuhkan.”

Mata Baekhyun yang sejak tadi nyaris terpejam tiba-tiba terbuka lebar, harus dikatakan sekarang kalau tidak ia tidak akan pernah mengatakan ini lagi.  “Aku heran bagaimana Kyungsoo bisa menyukaimu? Aku mengatakan itu padanya.”

“Kau tahu aku menyukainya?”

“Tentu saja! Sangat terlihat— tunggu, kau mengakui ini?” Mendengar bagaimana Kyungsoo mengatakan itu terlalu mudah sebagai kategori pengakuan perasaan Baekhyun hanya bisa memandang heran pada temannya. Ia segera beranjak dari tidurnya menatap Kyungsoo lekat-lekat siapa tahu bisa menemukan tanda-tanda temannya itu hanya bercanda.

“Ya— aku menyukainya. Ugh ini menggelikan, tapi kurasa memang seperti itu—kenapa kau memandangku seperti itu?” Kali ini Kyungsoo yang mengernyit.

“Kau…mengakuinya…Kyung….”

Mulut Baekhyun masih menganga, rasanya sampai ingin menampar wajah polos itu. Kyungsoo pun mengambil rubik di meja belajar Baekhyun, berusaha mencari kesibukan dari pada harus melihat bagaimana Baekhyun memandang dirinya dengan begitu aneh. “Aku memang menyukai Chaeri tapi aku tidak berniat memiliki hubungan spesial dengan perempuan itu. Setelah kupikir, aku tipe laki-laki yang tidak bermasalah jika orang yang kusuka tidak membalas perasaanku.”

“Kau tidak akan memberitahu ini pada Chaeri?”

“Tidak, karena tidak ada gunanya.”

“Kyungsoo kau—“

“Aku memang menyukainya, tapi aku tahu tidak bisa menjadi— ya itu.” Kyungsoo menelan ludah, memikirkan ia menjadi kekasih seseorang sungguh absurd. “Orang sepertiku tidak suka menjalin hubungan di umur 18 tahun, masih terlalu muda dan aku tidak yakin bisa menjaga perasaanku pada Chaeri. Lebih baik seperti ini saja, selama aku bisa berbicara dengannya semua tidak masalah.”

“Sekalipun Chaeri bersamaku?”

Setelah menyelesaikan satu sisi rubik Kyungsoo memutar bola matanya menatap Baekhyun bosan “Awalnya memang kukira akan menyebalkan tapi ternyata tidak sesulit yang kuduga. Chaeri menyukaimu, Chaeri senang bersamamu, aku tidak bisa protes soal itu.”

“Hahh—“ Antara percaya dengan tidak Baekhyun tidak tahu apa lagi yang harus dikatakannya. Ruangan kembali hening dengan beberapa kali umpatan Kyungsoo karena ia salah menyusun rubiknya, hampir lima menit ketika akhirnya ia selesai Baekhyun masih membeku di posisi yang sama. Merasa tidak ada gunanya berada di dalam bersama Baekhyun yang tiba-tiba kemampuan otaknya menurun drastis untuk memberi beberapa saran soal Seukri Kyungsoo memilih meninggalkan ruangan.

“Kurasa pura-pura tidurmu sudah cukup, aku harus menyapa ibumu, ibuku memberi salam padanya.”

 

Byun Baekhyun yang sampai beberapa detik lalu mematung segera mengerjapkan matanya berkali-kali. “Katakan kita sudah makan malam jika dia menawarimu!” Pintu sudah terlanjur tertutup, entah Kyungsoo mendengar atau tidak laki-laki itu tidak peduli. Sulit untuk mempedulikan hal lain jika seseorang baru saja mengatakan sesuatu yang membuat hal lain terasa tidak penting lagi, karena menurut Baekhyun, ia harus menyelesaikan ceritanya sendiri sebelum mengatur dengan siapa ibunya pantas.

 

 

***

“Maaf Chaeri! Aku harus belajar karena Park-saem sudah mengancam akan memanggil orang tuaku!” Chen membungkukkan tubuhnya dalam-dalam, beberapa orang yang lewat pasti akan mengira Chaeri baru saja membully Chen. Tidak terbiasa melihat orang membungkuk sampai 90° di depannya Chaeri segera mendesis. “Oke aku mengerti, sekarang bangun dan kau berutang tteokbokki padaku.”

“Yang mulia Chaeri!” Chen menggigit bibirnya menahan ekspresi terharu, masih berusaha terlihat memelas ia memberikan setumpuk kertas pada perempuan yang tampak masih tidak ikhlas membantunya. Membayangkan ia harus mengantar skenario-skenario ini saja sudah membuat Chaeri mual. “Siapa yang perlu kuberikan?”

“Seukri tidak sempat memberikannya, jadi tugasmu mengantar skenario ini pada seluruh pemain, bilang ke mereka besok lusa harus sudah hafal. Kalau begitu aku pergi!” Kaki laki-laki itu seperti roket yang sudah disetting karena detik ketika Chaeri akan protes Kim Jongdae sudah melesat pergi (atau kabur bagi Chaeri).

 

Tahu tidak ada gunanya mengejar Chen maka Chaeri hanya meniup poninya malas, skenario yang rasanya sudah diketik susah payah itu rasanya sekarang ingin dibakar. Chaeri pun menyeret langkahnya menuju kelas terdekat yang sialnya, orang terakhir yang ingin ditemuinya justru duduk di sana.

“Chaeri!” Sena sebagai orang pertama yang menyadari kedatangan Chaeri segera beranjak dari kursinya.

“Aku ingin mengantar skenario, Chen dan Seukri sibuk.” Chaeri membagikan setumpuk kertas pada Sena sementara Luhan dan Baekhyun yang masih bermain Uno tampak terlalu sibuk untuk menyadari keberadaan Chaeri.

“Wow dialogku cukup panjang. Hei Baekhyun! Ayo latihan sekarang, kau ingat kan aku akan menjadi pacarmu nanti?” Sena meletakkan asal skrip itu tepat di atas tumpukan kartu membuat dua laki-laki itu mengerang kesal.  

Baekhyun yang detik itu masih belum menyadari keberadaan Chaeri membaca malas skrip yang baru saja menghancurkan permainan kartunya, sedikit lagi dia akan menang padahal. “Ugh— aku tidak suka Jun, kenapa dia pengecut sekali? Siapa yang membuat dialog ini? Terlalu berputar—“

“Aku yang buat.” Chaeri akhirnya angkat bicara. Matanya menatap bosan Baekhyun yang terlihat gelagapan sekarang, laki-laki itu mengomentari dengan mudahnya tanpa tahu bagaimana Chaeri bergadang untuk menyelesaikan skenario ini. “Aku memang orang yang suka berputar, maaf.”

Setelah hampir seminggu tidak berbicara dengan perempuan ini Baekhyun mengutuk dirinya sendiri, reuni pertemuan mereka harusnya tidak seperti ini.

“Hei lihat, Jun, kau mati yang pertama.” Sementar itu Luhan yang  tampak terlalu asyik membaca skenario sampai tidak sadar Baekhyun sedang berada di posisi kritis.

“Chaeri, di mana kita shooting nanti?” tiba-tiba Sena bicara, berusaha mencairkan suasana ketika tahu mengandalkan Luhan untuk membaca keadaan sama sekali tidak ada gunanya, suhu di luar sudah terlalu dingin tidak perlu lagi Chaeri menambah kebekuan di sini.

“Sekolah dan rumah siapa saja yang mau ditumpangi, kalau begitu aku pergi, kata Chen besok lusa kalian harus hafal dialog masing-masing.”

 

Setelah meninggalkan kelas itu Chaeri berjalan menuju perpustakaan. Dan seumur hidup dalam riwayat perjalanan menuju perpustakaan ini pertama kalinya Chaeri girang bertemu Sehun yang akan menitipkan buku padanya.

“Hei Chaeri kebetulan, aku meminjam nov—“

“Akan kubawakan jika kau mau membagikan skenario ini untuk Nami, Sina, dan Sungjong kalau bisa.”

Sehun mengerjapkan matanya, tanpa sadar ia menerima setumpuk kertas yang Chaeri berikan padanya. Baru ia ingin protes karena baru ingat tiga orang yang disebutnya tadi berada di ruang guru lantai tiga Chaeri sudah memotong sebelum sempat ia buka mulut. “Ini namanya barter Sehun, baiklah aku pergi.”

Dengan beban ditangan jauh lebih ringan Chaeri segera berjalan cepat menuju perpustakaan. Skenario terakhir untuk Minwoo si pengantar susu yang akan diperankan Kyungsoo.

 

Meskipun tidak sopan tapi Chaeri tetap mendorong pintu perpustakaan dengan kakinya, di meja biasanya sudah ada Kyungsoo duduk dengan tumpukan buku yang tingginya hampir mencapai satu meter di sampingnya. Terlalu semangat ia sampai tidak menyadari di sebelah tumpukan buku itu ada tabel periodik raksasa terbuka lebar dengan Taehyung yang sudah menelungkupkan lengan diatasnya.

“Kyungsoo, ini skenariomu, paling tidak besok lusa sudah hafal.” Chaeri menarik kursi di depan Kyungsoo sementara laki-laki itu segera membaca skrip yang diberikan padanya. Tangannya langsung membolak-balik halaman mencari dialog Minwoo. Ia tidak pernah benar-benar peduli tentang film ini selain soal perannya menjadi pengantar susu yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada si tokoh utama wanita. “Jadi siapa pemeran Irene?”

“Seo Nami.” Jawab Chaeri singkat sambil memandang hati-hati pada Kyungsoo, tampang laki-laki ini persis seperti guru yang sedang mengecek esai muridnya, mau tidak mau Chaeri merasa Kyungsoo sedang menilai hasil kerja kerasnya.

“Kata Chen wanita yang kusukai akan mati, saat itu aku tidak akan menangis kan?”

“Tidak.”

“Lalu siapa pemeran Ren?” Kyungsoo memijit keningnya, Chaeri yakin laki-laki ini sedang membaca dialog Minwoo saat menyatakan perasaannya pada Irene.

“Sungjong— kau sempat mau dijadikan Ren tapi kami yakin kau akan menolak.”

Memang, dan aku bingung kenapa kalian yakin aku tidak akan menolak peran ini, sejujurnya aku lebih suka jadi Jun.”

Chaeri menjetikkan jarinya pelan, berusaha menahan senyum. “Oh itu peran Baekhyun. Chen paling semangat Baekhyun menjadi Jun. Dia yang mati pertama dan terus terang agak konyol.”

Ketika seperkian detik Kyungsoo terlihat lega Chaeri yang sudah ingin tertawa seketika menutup mulutnya kaget saat melihat laki-laki yang sejak tadi menelungkupkan badannya duduk tegak, Taehyung tahu-tahu sudah memandangnya dengan tangannya menopang dagu.

“Kenapa memandangku?”

“Aku bosan memandang tabel.”

Masih terlihat lega karena sudah memastikan dirinya tidak akan mati di film itu Kyungsoo mendengus.“Jadi kau tidak bosan memandang Chaeri?”

“Tidak.” Taehyung menjawab pendek.

Wajah lega Kyungsoo seketika hilang, kernyitan yang sama ketika ia sedang membaca dialog pengakuan cinta Minwoo kembali muncul saat itu memandang Taehyung. “Katakan sesuatu Chaeri atau laki-laki ini akan terus memandangi wajahmu.” Mata Kyungsoo masih tertuju pada Taehyung. Chaeri di depannya tidak tahu harus seperti apa, sulit untuk mengakuinya tapi pandangan Taehyun sama sekali tidak mengganggunya. Taehyung menatapnya seperti memandang Chaeri adalah hal normal yang tidak perlu dilakukan sembunyi-sembunyi, seseorang menganggapnya benar-benar ada dan tidak ada yang benar-benar mengerti kalau Chaeri suka hal itu.


 

(A/N)

Update terakhir sebelum aku mudik!

Dan dengan chapter ini author ada pengakuan. Yang pertama, sejujurnya sejak bagian festival olahraga aku sudah menetapkan pilihanku kalau Kyungsoo enggak bakal bareng Chaeri. Yeay. Dia emang suka Chaeri tapi—   aku pribadi bahkan ga bisa bayangin Chaeri dan Kyungso jadian gimana, aku ga rela cowok kayak Kyungsoo sama Chaeri. GA RELA, kayak bapak ga rela anak gadisnya jadian sama cowok tertentu. Tapi aku suka hubungan mereka jadi ga bisa kyungchae’s moment dihilangkan begitu saja cuma gara2 Chaeri ga bareng dia.

Kedua, habis Detour tamat aku bakal bikin spin-off Detour dengan karakter utama kali ini Kyungsoo x OC x someone yang segera bakal kalian tahu siapa tokohnya ;;;;)

Ketiga, aku ga bisa bikin cerita hantu jadi maaf chapter ke depan rada kampungan gitu dialognya, filmnya Chen sama Seukri emang ngaco tapi aku mau bikin yang serem, kalian siap2 aku udah ngasih peringatan ada genre horror di upcoming chapter.

Daan bye2 c:

52 thoughts on “Detour #24

  1. Hemhemhem.. Setelah dibikin galau di chapter 23, disini aku cukup seneng karena apa? Karena Chaeri dan baek masih saling sukaaaaaaaaa~ aku gak sabar nunggu chapter selanjutnya dan taraaaaa jangan bilang Kyungsoo bakalan sama seukri, kasian nanti Chenku patah hati😦
    Geurae, selamat mudik author^^

  2. Ahhhhhhhhh baekhyun bodoh!!!!
    Ayoooo dong baekchae baikan, buat adegan konyol kayak dulu.
    Dan luhan dgn sena kayaknya baik-baik aja walau diambang kehancuran *eh wkwk
    Keep writing thor!🙂

  3. Aku sukaa wktu chaeri blang dia masih suka sma baek, tpi si baek nya gk denger ya?

    Aku jga suka banget di part ini aku ngerasa kyungsoo jdi makhluk yg bersosialisasi ketika dia butuh baekhyun ntuk ngatasi masalah dia hahaha

    Naaah tuh kaan kalimat trakhir kamu slalu ambigu, chaeri suka taehyung mndang dia, aku udh bkin analisis sndiri jadinyaa :v

    Yeeee ada hunchae momen :* trimakasih author-nim hahaha, klau dpikir2 muka sehun cocok sih jdi begituan hahaha

    Okeee hati hati di jlan author nim semoga mudiknya menyenangkaaan

  4. Uwuuuuuuuuuuu~ kirain Detour masih lama update-nya ternyata cepeeetttt! aseeekkkkk!!!!! yang tadinya abis saur mau niat tidur tapi pas ngecek e-mail ada Detour #24 mata langsung melek seketika,kayak ngeliat good day moccacino dikasih keju di siang bolong *.*

    Kyungsoo si datar tanpa ekspresi ternyata suka ngeledekin orang,uuuuuu~ mau dong di ledekin juga *matagenit*

    Luhan-Sena adalah pasangan tergigih sepanjang masa versi aku,yaaaa walaupun Luhan pindah aku tetep yakin Sena bakal setia nungguin Luhan.Perkiraan aku sih,mereka berdua gak gampang putus

    Entah kenapa aku suka part Chen-Seukri yang diskusi soal peran,mereka udah saling nyambung menurutku,cocok.Jadi pelissss kaakkkk jangan pisahkan merekaaaaa T.T

    Seukriiiiiiiiii…ada apa denganmuuuuuu??? Aku juga nebak itu Chaeri,tapi pas Kyungsoo bilang bukan,aku kira itu Nami atau siapalah,gak sampe mikir Seukri,yaampun! kenapaaaaaa???? kasian Chen T.T

    Kyungsoo ngaku! astaga Kyungsoo ngaku! *histeris* Ibuuuuuuuuuu…Kyungsoo ngaku juga akhirnyaaaaaaaaaaaa ^o^
    agak gimana gitu pas tau Kyungsoo gak berniat punya hubungan sekalipun dia suka sama Chaeri,yaaaa walaupun aku salut dia gak jadi laki-laki yang terlalu terobsesi sama Chaeri

    Aku suka part Chaeri nganter Skenario,apalagi pas Baekhyun salah ngomong gitu,gatau kenapa suka aja gituuuuuuuuuuu

    KyungChae moment ~( ^.^)~(^.^ )~ selalu perpustakaan,jadi inget KyungChae setiap ada kata perpustakaan,hehehehehehe.

    oh! Kak,jangan pasangkan Chaeri dengan Taehyung apapun yang terjadi,cukup Ibu Byun dan Junma pasangan beda umur,jangan ada lagi plis!

    aaakkk serius? KyungChae gak bakal bisa sama-sama? seriusaaaannnn?😮 yaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh😦 padahal pas Chaeri udah gak sama Baekhyun aku berharap KyungChae bisa jadi….tapi…….yaudah lah.Aku akan terima siapapun yang jadi sama Chaeri,aku akan terima Chaeri akhirnya sama Baekhyun-lebih terima kalo sama Kyungsoo *teteup*-

    Tapi yang kupikirin sekarang bukan cuma soal itu,melainkann…..siapa yang bakal jadi sama kyungsoo?! tidak,jangan Nami! aku gak suka diaaaaaaaa.Jangan juga Seukri,cukup KyungChae yang berpisah.Siapapun itu asal jangan dua orang itu-walaupun masih gak rela kyungsoo suka orang lain selain Chaeri-.

    Akan kutunggu cerita setelah Detour tamat itu! Akan ku tunguuuu kaakkkkkk!!!!! ^^ btw,selamat mudik,semoga selamat sampai tujuan ^^ mudik kemana kak?

  5. Kapan baekhyun balikan ama chaerinya nih kak.. aku pngen bgt mreka balikan. dan knpa chaeri gak main di filmnya seukri chen juga, tpi mlh dsruh ngetik..
    eh bknnya taehyung ska ama sena ya, tpi kok yg diliatin chaeri.. halah plg juga krna gda sena yg bsa dliat. kekeke.

    dichap ini aku yg paling aku ska pas chaeri blg mash ska baekhyun. trus taehyung mandangin chaeri. aku tggu lnjutannya & mudiknya ati2 yee😄

  6. oke aku mau bilang kalau cara musuhannya Chaeri sama Baekhyun itu kekanakan deh, aku lebih suka kalau ada adegan kayak di film action pas Chaeri masukin muka Baekhyun ke sup panas waktu itu hahahah😄 becanda deng😄 jadi ceritanya mereka udah break up beyums? atau cuma diem dieman aja? lucu juga mereka begitu aku senyam senyum sendiri bacanya kkkk

    omaigat ibunya Kyungsoo sakit? ugh… kacian😥 disisi lain ibunya Baekhyun yang sehat begitu ya sifatnya, rada rada… weird lah… -kayak anaknya. /Eh/

    aku little bit (?) kecewa deh Kyungsoo sama Chaeri gabisa bersama😀 hehehehe… tapi untungnya moments mereka gabakal ditiadakan kan yaa??? wadoh ini aku kenapa jadi KyungChae Shipper garis keras ya? wkwk terbukti nih daya tarik seorang Kyungsoo memang sangat hebat sampai kayaknya hampir semua karakter cewe disini suka sama dia ya kan?😀 Kyungsoo-jjang!! ilopyupul Dyooo :*

    gatau kenapa nih akhir akhir ini feelku ke Baekhyun agak berkurang😦 sudah tidak seperti dulu lagi. Tapi kadang aku suka banget sama beberapa perlakuannya Baekhyun ke Chaeri, karena di ff ini karakternya Baekhyun ga mainstream ke pacarnya yaaa walaupun dia… ya gitu… aneh, nyebelin dsb. Tapi itu tuh yang bikin aku ‘masih’ bisa ngedukung pasangan ini… karena keunikannya mungkin. /ah aku ngomong apaan sih?!/

    setelah sekian chapter finally Sena Luhan muncul kembali yeeaaayyy ^,^ walau cuma sedikit aku udah seneng ada mereka lagi🙂🙂 kangen sama Luhan :*

    anak yang troll kayak Chen bisa bikin film genre horror?????? aku penasaran kayak gimana sih level horror seorang Kim Jong Dae😉 aku juga penasaran karena nanti Baekhyun dipasangin sama Sena kan kalau gasalah? wow reaksi Chaeri sama Luhan bakal kayak gimana ya??? aku menunggu next chapter setelah Kafik mudik loh ^,^

    last but not least, I want to say sorry yaa… Minal aidzin walfadzin Kafik ^,^ maaf kalau ada kata-kataku yang kurang berkenan, komentarku juga kayaknya nyampah doang nih😥 huhuhu tapi aku gapernah lupa untuk selalu bilang kalau aku terlalu cinta sama karyanya Kafik /ugh klisee~~~/ wkwkwk

    KEEP WRITING AUTHOR PIKRACHU-JJANG ^,^!!!!!!
    -XOXO :*

  7. Thorrr .. Ak gk bisa comment apapun soalny ini chapter keren bgt .. Kli ini ak ska bgian baek sma kyungsoo ngmng dikamarny baek yg baek blng kw mengakuinya ? Waa .. Tpi seenggakny pengen gtu liat Kyungsoo nyatain perasaanny gtu walaupun akuny pastinpas baca nyess dn tau klau mrk gk bakal bersama sedihny ..

    Next projectny kyungsoo sma aku ya yg rdi author bilang itu lo :p wkwkwk kidding thor ..
    Slamat mudik yaa, sorry klau aku sempet comment dn kmu gk tralu ska dgn kata”ku walaupun akny non muslim si ._.

    Fighting ya thorr .. Pastelny dong :p kangen duo magnae yg narsis di ig tu wkkwkw

  8. Author, chapter kali ini emang bener-bener bagus! Aku suka banget sama nih FF, gk pernah bosen nunggunya😄
    Aku suka banget sama BaekChae, jadi semoga nanti akhirnya mereka sama-sama🙂
    Chapter selanjutnya horror? Gawat, semoga gk terlalu serem deh, takut soalnya…
    Mudik oleh-olehnya cerita detour makin seru ya thoor, have a nice mudik!😀

  9. kyaaaaa kya kya kya kyaa!
    definisi girang adalah kalo kak pikrachu update!
    yeheeet makasih ya kaaak ga nyangka update cepet banget~ aku kelewat girang nih🙂

    aku sbg kyungchae fans ngerasa sakitnya tuh disini kak (nunjuk hati) T.T
    tapi yaudahlah gpp~~~ habis emang karakter kyungsoo yg kakak kembangin disini emang wajar begitu hohoho

    dan.. kok aku ga ngerasa bakal ada apa2 ya sama taehyung chaeri?
    aku ngerasanya mereka biasa aja kok

    dan sena luhan.. selamat! telah menjadi pasangan yg solid!

    dan.. dan.. aku ga nyangka seukri suka kyungsoo!!!! pasti di spin off sama chen2 yaaa??
    trs nanti seukri pilih chen, dan kejadian baekchae terulang-___-

    kakak btw pastel kapan update niiiih?? sama oh my prince juga. tapi pastel dulu aja deeehh
    aku kangen sina soalnyaaa. next chap yg di film itu muncul kan sinanya??
    trs trs kok kai ga bnyk muncul sih kaa?? kasian-___- kangen juga sih

    ciyeee yang mudik! hati2 dijalan kaaak ohel2 update yg banyak yaa!
    semangaaaaat!!!!!

  10. Aku seperti ada firasat/? Taehyung bakal jadi peran penting disini entah kenapa=_____=. WELL! Dari awal detour -yang walaupun aku ga ngikutin detour dari pertama kali muncul- aku! Masih! Setia! Memilih! BaekChae!!! Ugh. Okeokeokeokeeee aku msh inget soal kemungkinan eonthor-nim bakal ngebuat akhir mereka gaakan bersatu. Tapi….ayolah aku hanya masih berharapaja ㅠㅠ mungkin keajaiban bisa terjadi disini/?;-; *apaan-_-*.

    Btw, aku bosen baek sama chaeri diem-dieman gitu==” wkwk tapi aku gabosen mereka mesra-mesraan kaya waktu itu wkwkwkwk. Yanamanya juga baekchae shipper disini huahahahahaaa.
    Oiya, Luhan side storynya kan pada akhirnya mereka nikah… Iya kan??? Nah aku yakin mereka gaakan pisah/? Wkwkwk.

    Soal seukri… Jadi untuk kesekian kalinya jongdae harus kembali mendapatkan kenyataan pahit cinta bertepuk sebelah tangan lagi? Uh uh uh…. Poor mas jongdae;-; semoga aja gaada badai petir super besar datang/? *apaansih-_-*.

    Yupss ceritanya masih tetap kerennn. Dan aku msh tetap menunggu kelanjutannya.
    I’ll be wait for the next! Keep writing! Eonthor fighting!!

  11. ciee update sebelum mudik, hahahaha

    kue basi? plis byunbaek. harusnya kau pancing junma, pura2 baik terus nawarin “ah ini ada makanan” tinggal tunggu junma bolak balik toilet dah/ngasih ide jahat. daaan… kenapa kamu jealous sama anakmu sendiri?? (bagiku mongtae adalah anaknya baekchae, tbh)
    kafik aku gak ngerti seneng banget taehyung kayak mau menghibur chaeri. adik kelas yang perhatian/sobs… aku sekarang gak masalah sama noona-dongsaeng relatiionship, tbh. asal jangan beda 10 tahun aja, hahaha

    jugaa, terima kasih telah menanamkan pikiran kyungsoo jadi pitcher (inner fangirl anime olah raga guling2 di lantai)
    ngomong2 maksudnya ren semoga bukan nu’est ren karena ren dan sungjong, AASDSKFLAFG. plis, plis, kalo iya aku bakal ngeringis2 sendiri di pojokan ini, OTL

  12. Jangan jangan taehyung suka chaeri…….? .-.
    Baekhyun sama chaeri baikan dong ih greget -,-

    Jadi penasaran sama kelanjutannya, semangat author! ^^

  13. Aku suka part yang ini,syukur deh chaeri gak sama kyungsoo soalnya mereka lebih baik temenan aja gak cocok kalo harus jadi pasangan karakter mereka terlalu sama,buat Baek ayo dong balikan lagi sama chaeri mumpung kalian masih sama2 suka.buat author selamat mudik ,semoga mudiknya menyenangkan…
    Aku seneng banget detour update…

  14. Akhirnya chap 28 :”)
    Suka bnget cara berpikirnya si kyungsoo, kayakny taehyung suka sama si chaeri hmmm
    Ttp smngat thor ^^

  15. Ya ampun akhornya update! Btw, kapan baekhyun baikan sama chaeri? Aku suka banget sweet moment mreka berduaaa. Ya ampuuuun author fighting!

  16. Halo thor salam kenal:) aku readers baru. Tau ff ini dari rekomendasi. Dan baru komen sekarang karna baca ngebut dari chapter 1 haha. Duh yaa aku tuh baca ini labil jadinya>.< aku suka baek-chae tapi aku juga suka kyung-chae -.- dua kopel ini sama sama menarik yes:D thor kayanya taehyung dibikin demen sama chae seru tuh:D.

  17. saya suka saya suka , tapi jangan lama-lama dong updatenya!!!!
    penasaran banget sama chapter selanjutnya, penasaran sama filmnya chenseukri, pengen tau aktingnya baek and kyung, pasti pas shooting seruu dehh..
    author semangat yaaaa!!!!!
    minal aidzin wal faidzin🙂

  18. kak detourchapter 24 kali ini jadi THR lebaran untuk para reader setia-mu /yeay/
    sebenarnya udah baca sebelum lebaran, hehe tapi sorry aku baru komen😀 soalnya kamu apdet waktu aku mudik /gak nanyak
    makin ke sini makin terasa ni FF mau tamat, aduh… aku malah udah kangen duluan padahal belum tamat :’D
    No banyak bacot… selamat idul fitri kak!!!😀
    FIGHTING!!!
    salam overdose~ ^^v

  19. Jangan bilang chaeri mulai tertarik sm taehyung?? Gak kan? Mrka skg jd pada mencar ya thor tinggal chaeri doang gak kemana2

  20. Kirain detournya belum update eh ternyata udah
    Itu chen sama seukri bikin film Dalam rangka apaan
    Taehyung nempel sama chaeri mulu
    Kyung jadi pergi ke jepang gak?

  21. emm.. Baru baca hari ini, tngah malam lagi. Iseng” dateng ksini eh trnyata udah ada lanjutannya.
    Kayaknya biasanya aku suka, cman aku agak khawatir sama baek,. Fighthing!

  22. hahaha yeheeee, aku setuju kalo kyung sama chaeri gak dipasangin berdua thor, mereka cocok kayagitu aja, chaeri udh pas sama baek thor hahahaha, aku harap hubungan mereka bakal membaik deh, aku tunggu next chapter thor

  23. Baek ayo balikan! Ayo! Ayo! Huhu
    Iya thor aku setuju kalau. Kyungsoo sama chaeri kayak gitu aja😀
    Duhh itu taehyung ngapain lagi ?!!
    Pokoknya taehyung ga boleh suka sama chaeri! Chaeri harus sama baek!
    #enakbetngomong -_- #heheterserahauthorajadeh😀
    #gamaksakok😉

  24. Akhirnya aku meninggalkan jejak disini ugh. Well aku mau bilang kalo ff ini itu ‘EMAS’ wakakakak rada lebay tapi beneran. Ini cocok buat anak muda yang suka sama yg manis manis. Walopun konfliknya cukup riwet/? Tapi karna gaya bahasanya santai dan enak banget jadi ga kerasa.
    Aku mau minta maap karna baru komen sekarang karna jujur aku baru tau ff ini (sumpe lo? Elah kudet *inisapaygngomong) dan pas tau ada 24 chap (masih on going pula) akhirnya aku ngebut baca sampe chap 24 dulu baru komen. Btw aku baca 24 chap itu 3 hari loh ya-_- lama emang, padahal dulu bisa baca 40-60 chap sehari. Yah mungkin karna mata mulai bermasalah jadi bacanya agak lama (gada hubungannya tolong) e e e ini kenapa jadi curhatttt. Oh sang author maapkan daku yang oenyoeh ini /gampar/
    Sebenernya sih aku mau mau komen panjang sampe kalo bisa wordnya lebih banyak dari ff ini/? Tapi karna sudah kehabisan kata kata jadi komennya sampai disini saja /nyengir cantik/
    Eh tunggu mau bilang kalo aku sukaaaaaaaa banget sama gaya bahasa ff iniiiiiiii. Dan karna aku selalu bilang makasih ke author yg gaya bahasanya aku suka sekarang aku mau bilang makasih juga. Terima kasih karna udah buat ff dengan gaya bahasa yg aku suka banget lope mwah mwah buat author tercinta /apaansih/
    Oke kak pikrachu, aku mau brb baca pastel dulu karna penasaran hahaha. Abisnya sering banget di sebutin di author’s note. Doakan aku sempat meninggalkan jejak disana dengan selamat kakak. Dadah /sksd doeloe/

    p.s: baekchae balikan plisss /kedip kedip/

    • HAH baca apaan 40-60/sehari :v

      aaaah makasih komenmuuuu aku sering sebutin pastel cuma gara2 kebetulan pembacanya sama jadi sekalian aja eheheheh

      balikan ga yaaaaaaa

  25. oh my lega baca Detour #24 setelah galau di Detour #23 u,u
    Baekhyun sama Chaeri masih saling sukaa kenapa Baekhyun gak memulai rencana awal buat mereka memulainya juga dari awal,,

    aku setuju sama author aku suka sama Kyungsoo-Chaeri tapi gak lebih dari temen karena mereka itu cocoknya ya jadi *pecintasesamapokemon* /bercanda/ temen maksudnya,,

    dan gak bayangin Baekhyun jadi peran mati konyol di film-nya Seukri sama Chen >.<
    Kyungsoo cocok banget jadi pengantar susu yang cintanya betepuk sebelah tangan sama tokoh utama ceweknya :Dv

    next Detour aku tunggu terus author~

  26. di chap sbelum’a sih V ga jdi ngerusak han-na, tpi dsini kya’a malah jdi bibit orang ketiga’a baekchae nii,.
    skali lagi please thor slamatkan baekchae.. >.<

  27. Pikrachuuuuu hayyy😀
    Apa kabar wkwk
    Nih w bingung mau komen apa wkwk abis ceritanya mempermainkan perasaan bat wkwk
    Jadi chaeri gak sama kyung juga… Padahal kalo sama kyung aku udah rela tuh wkwk
    Nanti sama taeyong lagiii. Cocok lagi yaaaaa.. Kalo org kek chaeri sama taeyong yg lebih muda. Cocok cocok wkwk

    Plis endingnya plis aku pengen tau cewek kayak apa yg cocok sama kyung versi authornim. Cewek baek juga yaaa.. Hahaaa haaaa
    Luhan sena bersatu. Oiya sina sina gimana tuh sama sehun apa taooo wkwk

    Ah ya btw masa krystal main drama nama castnya senaaa😦 ngerusak bayangan aku bgt masaaa kan krystal itu sina bukan sena huakama xD

    Fighting scene horornyaaaa. Haha aku juga tugas akhir di smk buat film horor :’) aaah jadi inget masamasa sekula haha :’D

    • ANYYEONGGGu

      ufufuffufu plis aku juga udah ga sabar mengungkap identitas ceweknya, hahahah justru pastel aku lebih fix siapa orangnya nanti ;;)

      HAH YAAMPUN SENA. LHA. KRYSTAL yg itu jadi pacarnya luhaaaan nononononono (takut mempengaruhi pembaca detour bayangin sena nanti krystal kan ga pas banget ._.)

  28. Authornim !!! Maaf baru bisa tinggalin jejak di sini , karna uda lama gk ikutin ff ini aku ulang lagi , alhasil karna gk mau ke tinggalin ff nya jadi gk sempet tinggalin jejak /? , yahh kenapa pada banyak yg mau pindah ?? Harus nya merka bersama thor #inisihsaransaya :v , thor akhir nya harus baek-chae ya ya ya /maksa/ kenapa nami gk sama kyungsoo saja thor ?? Next chapternya di tunggu yaaakkkkk

  29. EEEYYYY.. astaga lupa-lupa aja mau baca detour.

    Greget banget mau nunggu baekchae moment lg, mereka tu renggang gitu semenjak baek ke hagwon, rindu banget baekchaaee,.
    tapi tapi, Kyungsoo…sama siapa DX apakah dia akan bersama seukri, lalu chenjongdae akan menjadi pria paling mengenaskan di sejarah detour. #Poskopedulichen
    Kyungg, kenapa nggak coba bilang aja, minimal bilang ke chaeri. kasian T.T
    dan luhan-sena…gapapa, udah pernah baca mereka bulan madu, udah puas biar kata di sini ada badai menghadang wekekekeke.

    Pikrachu sekarang mw kuliah ya, selamat dan semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttt !!! * tebar confetti

    PS: aku kangen banget sama pastel :’3

  30. Aloha dsaya reader baru…🙂
    Detour fanfic pertama yang ssaya baca di blog ini. Saya kebut tiga hari baca dari part 1- 24 dan maaf baru komen di part 24..
    Awalnya saya gak ngerti kenapa judulnya Detour. Tapi setelah baca Extra story tentang jalan memutar saya jadi ngerti.. Detour review versi saya hum… Kisah ini menceritakan tentang sejumlah siswa-siswi SMA dengan katalisator jalan memutar.. Detour sendiri seperti permainan memilih jalan dan harus memilih dengan bijaksana. Tapi saya masih harus sabar menunggu membaca Detour sampai part terakhir supaya penasaran ‘kenapa harus Detour’ bisa terjawab😀

    Saya suka cerita School life… Apalagi yang ceritanya manis seperti Detour. Perumpamaan-perumpamaan yang penulis pakai bikin saya ngakak baca Detour… Percakapan yang terjadi di ff ini sangat mencerminkan karakter tokoh-tokohnya. Khas anak remaja SMA banget. Bikin saya bukan seperti baca tapi kayak terputar drama di otak saya.. hehehe.

    pokoknya pokoknya.. saya sangat berterimakasih kepada penulis karena telah menulis fanfic yang sangat sangat menarik untuk saya baca saat mengisi waktu liburan…

    *bow

    • HELLOO HAI HAI
      memotivasi banget komennya huaaaa sumpah lagi capek terus baca komenmu capeknya ilang dan jadi mau lanjutin detour lagi c:

      *bow 90 derajat!

  31. syukurlaaa. Menurutku juga kagak mungkin sih, si Kyungsoo ng’rebut Chaeri dari Baekhyun, itu bukan style Kyungsoo banget. Ya nggak soo? D.O mah sukanya suasana damai.. Ahh lope-lope dah oh iya kocak si ya si Sehun nitip buku mulu haha

  32. entah aku dh komen atau blom d part ini, #lupa..tapi klo misalkan udh aku komen lg aja..hehehe
    okay aku bner2 terhibur sama chen dan seukri yg serius bgt sama proyek yg mereka kerjakan apalagi sama celoteh” yg kluar dri karakter” yg ada d sini bawaan nya tuh pengen ktawa aja ckckck

  33. jadi kasus baekhyun chaeri bakal berlanjut gitu?? kapan baikannya?? -_- dan lega menghadapi kenyataan bahwa kyungsoo tifak ditakdirlan umtuj chaeri *halahhh sama siapa?? nami ya ya ya hihihi

  34. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  35. apa jadinya tuh film kayaknya bakalan seru abis.. tapi taehyung ? apa dia mulai ada rasa sama si cewe ? hmm… bingung.. -,-
    semangat thor ! ^^b

  36. Ehem.. Ehem
    Hai pikrachu~ Masih ingat ga sama aku?? Yang pasti ga ingat..
    Tapi ya ampun aku kangen banget sama DETOUR, setahun lebih aku jarang nyentuh internet buat baca2 selain tugas, akhirnya ga baca ff ini,,
    Aku kaget banget BaekChae putus di chapter sebelumnya, sempet kesel tapi yah itu lebih baik biar lebih kerasa bumbunya..
    Karena aku udah lama ga baca Detour aku baca lagi dari awal..
    Dan aku baru sadar kalo persahabtan antara mereka itu manis banget, saling mengisi dan ga munafik, mungkn krna terlalu fokus ke BaekChae aku baru nyadar skrg.. Haahhhhh aku suka banget ff kamu pikrachu..
    Ff yg bikin aku ngecek WP ini tiap hariii dulunya…
    Ini komentar perdana sebagai comeback aku jadi pembaca tetap lagi di sini.. Hahaha😀
    Love~

  37. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  38. wah.. chaerin berpaling ke tarhyun nih ? iri bnget sma chaerin yg bisa di sukain sma taehyun,😦
    kq berasa gg ada tanda” balikan yg baekhyun ama chaerin,
    awalnya aku kira kyungsoo bkaln jd orng ketiga setelah tau baekhyun sma chaerin putuss, gg tau nya dia biasa aja..
    untuk luhan sama sena, aku sedikit sedikit klq mereka akan jauh…
    kasian chen, seukri mlah berpalinh ke kyungao pdhal aku kira mereka buat film bersama bkaln seukri suka kyungsoo gg tau nya gg😦

  39. Wahahahaha aku baru ngeh kalo si sehun jadi hantu padalah ceritanya di chapter kemarin, woahh, akhirnya d.o mengakui perasaannya di depan si baekhyun sendiei! Senangnya..
    Ehh, wait, chaeri ngomongnya pedes amat ya pas ngebagiin skenario ke si sena, luhan, sehun apalagi si baek. Btw, si taehyung keenakan ngeliatain muka si chaeri😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s