Puddles Jump (1/?)

(p.s: Story not by pikrachu!)

Title: Puddles Jump

Author: *anon*

Cast: EXO and numerous OC

Genre: Friendship, romance, school life, comedy


                                                              01.

“Hanri, kakak akan menikah.”

“Memang—“ Hanri yang masih sibuk mengunyah crackers tidak begitu mempedulikan ucapan Heunri. ”Semua orang suatu saat nanti akan menikah bukan?”

“Aku akan benar-benar menikah. Bulan depan.”

Sang Hanri yang sedang mengunyah crackersnya langsung tersedak karena pernyataan mendadak dari kakaknya, Sang Heunri .

“HAAAAA!?!?”

Heunri yang tersenyum dengan kedua pipinya yang merona merah langsung menganggukan kepalanya berkali-kali. Seakan hendak pamer ia pun mengangkat tangan kirinya, cincin berlian sudah terpasang di jari manisnya. Hanri hanya ternganga.

“Sudah kuduga kau akan terkejut!!!” Berteriak riang Heunri melompat-lompat kecil kegirangan.

Hanri langsung menutup rahangnya rapat-rapat tidak bisa berkata-kata, dirinya masih tidak percaya. Kakaknya, Sang Heunri  yang baru berumur 24 tahun itu akan menikah. Menikah!!

“D-dengan siapa??” Akhirnya sebuah pertanyaan keluar dari mulut Hanri.

Mata Heunri terbelalak. Ia tidak percaya dengan pertanyaan konyol yang dilontarkan oleh adik perempuan yang usianya lebih muda 10 tahun darinya itu, sudah sejuta kali ia mengenalkan Hanri pada kekasihnya dan dia masih bertanya siapa kelak yang akan dinikahi dirinya?

“Tentu saja dengan Kai! Kim Jongin!!!” Heunri mencubit pipi adiknya dengan wajah gemas. ”Aish-! masa kau tidak tahu dia!?”

Hanri memandang kakaknya dengan takjub. Sang Heunri menikah? Dengan Kim Jongin? Hanya itu yang terlintas di otak Hanri. Kim Jongin atau yang biasa dipanggil  Kai sudah 3 tahun lamanya berhubungan dengan kakaknya Sang Heunri. Namun ia tidak begitu akrab dengan pacar (calon suami) kakaknya yang satu itu. Kakaknya yang dari dulu tidak pernah terlalu serius dengan satu pria bulan depan akan memulai hidup baru bersama seorang anak orang kaya yang pintar, baik hati dan sialnya tampan.

“A-apakah Ibu dan ayah sudah tahu tentang ini?” Hanri masih tergagap karena kaget teringat ibu dan ayah mereka yang sudah lama tinggal di Rusia melakukan penelitian tentang proyek astronominya.

Heunri menaikan alis kanannya. ”Tentu saja sudah! Dan mereka setuju! Yang kuberitahu pertama kan mereka!” Heunri langsung memukul pelan kepala adiknya. ”Aku itu anak yang berbakti kepada orang tua,”

“Aneh rasanya kalau nama kakak akan berubah menjadi Kim Heunri,” Hanri kembali memasukan 3 crackers ke mulutnya.” Tidak cocok,”

 Heunri tertawa. ”Tidak juga. Kurasa aku lebih keren kalau dipanggil nona Kim,” Ia cekikikan sendiri. ”Kim Heunri- Ah-!! Aku tidak sabar bulan depan!”

Heunri langsung meraup semua crackers dari piring dan memasukannya sekaligus ke mulut hingga penuh. Tiba-tiba Heunri mengangkat ponselnya yang berbunyi.

“ A-! Jonghiiiiiin!- Ohuk!” Perempuan itu langsung tersedak dengan creckersnya sendiri.

Hanri memandang piring crackersnya yang kosong. Baru saja ia melihat piring  crackersnya yang penuh, dalam sekejap hilang karena diraup Heunri. ”Aku mau ambil crackers di dapur,” Ia meninggalkan kakaknya yang berbahagia sibuk terbatuk-batuk. 

“Yaa!!- Hanri!! Ambhilkan juga minhum untukhku!”

“Blam” Hanri sudah menutup pintunya.

#

Hanri bengong ketika menuang jus apel ke mug berbentuk Tasmanian Devil favoritnya. ”Ah- jusnya tumpah,” dengan tenang ia malah memperhatikan jus apel berwarna emas kecoklatan itu meluap dari mugnya.

Hanri apa pilihanmu sekarang? Sudah 3 tahun Hanri tinggal bersama kakaknya berdua saja karena orang tua mereka yang bekerja di luar negeri. Kalau Heunri menikah, secara otomatis Heunri akan tinggal bersama kim Jongin. Hanri tidak mau mengganggu atau pun diganggu kedua calon mempelai yang berbahagia itu. Ia tidak mau seatap dengan Kim Jongin.

Bagaimana kalau kau tinggal di Rusia? Hanri teringat ajakan ibunya. Tidak mau. Aku ingin menamatkan pendidikanku di Korea. Hanri sudah menemukan jawabannya sendiri dari ajakan ibunya itu.

Yaaa- apa boleh buat, lebih baik aku bicarakan saja dengan Heunri. Hanri pun membawa sepiring besar crackers dan 2 gelas jus apel menuju kamar tidurnya.

Di kamar, Heunri sedang berguling-guling sambil terbatuk-batuk di kasur. ”Han-riiii, Akhirnyyya-ohuk!” Wajah Heunri memerah seperti tomat karena terbatuk-batuk. Ck ck Masih tersedak rupanya.

Heunri langsung menyambar jus apel dari mug Tasmanian Devil milik Hanri yang Hanri siapkan untuk dirinya sendiri. Dengan sekali teguk ia membuat Hanri yang melihatnya memandang jengkel.

“Ahhhh- one shot, hik” Heunri yang baru menghabiskan segelas jus apel dalam 1 tegukan besar baru sadar bahwa sebenarnya ada mug lain yang seharusnya dia ambil, bukan mug Tasmanian Devil milik Hanri.

Aigoo, maafkan aku Hanri. Yang tadi benar-benar darurat-” Heunri langsung menyondorkan mug bentuk Luigi dari karakter Mario Bross miliknya ke Hanri dengan wajah memelas.

“ Tidak apa-apa,” Hanya mengendikkan bahu Hanri pun duduk bersila di pinggir kasurnya.” Aku hanya ingin bertanya sesuatu,”

Melihat adik perempuannya terlihat serius Heunri tertegun. Ia langsung duduk bersila di hadapan Hanri. ”Apa?”

Heunri tahu adiknya pasti akan membicarakan sesuatu yang penting bukan sesuatu untuk berbasa-basi.

“Ini tentang aku,”

“Iya,”

“Aku tidak ingin mengganggu kakak.”

“Iya,”

“Jangan membuat hal ini menjadi beban untuk kakak,”

“Iya! Aku mengerti Hanri! Cepat tanya saja padaku!”

“……….”

“Kalau akhirnya kakak menikah dengan Kim Jongin-” Hanri menelan ludah. Ia bingung bagaimana cara menyampaikannya sesuatu yang sedang berputar-putar di otaknya ini.

“ Iyaaaa,”

“ Apa yang akan-” Hanri benar-benar bingung.

“ Iiiiiyyyaaaa,”

“Apaaaaaa- yangakanterjadidengankukalaukakakakhirnyamenikahdengansiJongin?” Akhirnya dengan intonasi tercepat yang pernah ia keluarkan Hanri menyelesaikan kalimatnya.

“ Apa-?”

“ – yang terjadi padaku kalau akhirnya kakak menikah dengan JONGIN,” Hanri cepat-cepat menambahkan.

“ Ahh…” Heunri terlihat seperti sudah mengerti.” Kalau itu-” Heunri ikutan terdengar bingung dengan jawaban yang akan diberikannya kepada Hanri.

Hanri ingin mengutuk dirinya sendiri karena ia merasa terlalu egois untuk memikirkan kebahagiaannya di kehidupan baru kakaknya.

“ Kau akan tinggal denganku dan Jongin,”

“ Apa?”

“ Kau tinggal denganku dan Jongin,” ulang Heunri. Ia tersenyum.

“ Jongin juga sudah setuju,”

Segera Hanri menggelengkan kepalanya. ”Tidak, tidak, tidak, aku menolak,”  Tinggal dengan Jongin adalah mimpi buruk yang nyata bagi Hanri.

“ Kenapa tidak? Kim Jongin akan menjadi kakak ipar yang menyenangkan. Dia sangat ingin punya adik perempuan,” Dan ucapan Heunri tidak membantu sama sekali.

“ Pokoknya tidak. Aku memilih pergi ke Rusia dari pada 1 atap dengan Kim Jongin,” Tetap bersikeras Hanri memasang wajah seriusnya. 

“ Hanriii, jangan seperti itu!” Dengan wajah memelasnya Heunri tampak sama keras kepalanya dengan si adik.

“ Aku akan benar-benar pergi ke Rusia bersama ibu dan ayah,” Ucap Hanri dengan nada mengancam.

Kecewa dengan pilihan adiknya itu ia mengepal tangannya menahan emosi. “ Ya!!!! Hanri! Apa kau benar-benar membenci Jongin?!”

“ Aku tidak membencinya! Aku hanya tidak nyaman dengannya!” Tiba-tib Hanri menyesal kenapa ia harus menanyakannya sekarang? Kenapa ia tidak menanyakannya bulan depan saja di hari pernikahan kakaknya.

Ya, Hanri! alasanmu kekanakan sekali! Kau tidak mau tinggal bersama kami hanya karena merasa tidak nyaman dengan kakak iparmu? Ha! Dasar anak-anak!” Heunri berkata seperti itu dengan nada meremehkan.

Tidak terima Hanri membulatkan matanya. Ia tidak terima dibilang kekanakan oleh kakaknya yang jauh lebih kekanakan dari dirinya. Sambil melipat kedua tangannya ia menarik napas panjang.

“Kau yang lebih kekanakan! Kau menyuruhku tinggal bersamamu supaya ketika kau bertengkar dengan Kim Jongin kau tinggal meminta pertolonganku jadi kau bisa merasa lebih aman! Benarkan?!” Hanri mulai naik darah dan mengungkap teori asalnya yang terlintas di otaknya.

Heunri yang terkejut dengan pernyataan teori asal Hanri itu langsung menunduk. Itu berarti teori Hanri benar.

“ Hanri- ayolah tinggal bersamaku, kau akan betah tinggal di sana, Jongin bahkan sudah menyiapkan kamar untumu,” Kali ini Heunri merajuk sambil mempersembahkan sepiring penuh crackers yang tadi diambil dari dapur oleh adiknya. ” Kakakmu akan sangat kesepian,”

Hanri yang dari dulu dekat dengan kakaknya itu paling tidak suka melihat kakaknya memohon.

“ Hentikan! Jangan mencari rasa simpati seperti itu!” Ia benci dengan orang yang memohon. Kalau ada orang yang memohon padanya entah kenapa Hanri merasa dirinya adalah orang  jahat. Ia tidak suka menjadi peran antagonis.

 Heunri yang memandang Hanri dengan tatapan ayo-tinggal-bersamaku. Langsung bernapas lega ketika Hanri mengambil sekeping crackers dari persembahan dirinya.

“ Akan kupikirkan nanti,”

#

Bagi Hanri hidup itu adalah pilihan. seperti Semacam game of life atau monopoli. Apa pun yang terjadi kita harus selalu memilih bukan?  Dia lebih suka sesuatu yang berbau pasti seperti yes or no  atau black or white. Hanri sangat menyukai semua hal tentang pilihan. Ia tidak pernah ragu dalam memilih. Ia selalu percaya diri dengan pilihannya sendiri. Karena itu soal pilihan ganda selalu menguntungkan dirinya sendiri. Hampir seumur hidupnya ia tidak pernah menyesal atas pilihannya sampai saat ini…

“ Agh…” terdengar suara erangan dari kamar Hanri. Sang Hanri mengerang. Ini pertama kalinya Sang Hanri menyesal 2 kali karena ke 2 pilihannya sendiri.

Pertama: Hanri menyesal karena ia memilih tinggal dengan Heunri dan Jongin. Kedua  : Hanri menyesal karena ia memilih sepatu high heels yang ia kenakan sekarang karena terlihat sangat aneh dengan bajunya untuk pernikahan Heunri.

“ Hanri!!!” Ibu Sang yang sudah datang dari 3 minggu lalu terus meneriakan nama Hanri. “ Ya!!! Kita akan telat kalau kau mengurung dirimu di kamar terus!”

“ Maaf!!” Sang Hanri tanpa pikir panjang lagi langsung mengganti high heelsnya dengan sepatu sneakers putihnya.

“ Lama sekali-ommo! Kenapa kau ganti high heelsmu!?” Ibu Sang terkejut ketika melihat Hanri duduk di mobil .” Penampilan macam apa itu?!”

“ Sepatu High heelsnya terlalu tinggi, terlalu jadul, jadi kuganti dengan sepatu sneake-”

“ Menurutku jadul lebih bagus,” Ibu sang memotong kalimat anaknya. Ia cenderung lebih suka gaya lama. Hanri hanya mendengus.

#

Heunri terlihat sangat bahagia. Ia memakai gaun putih yang panjangnya sampai mata kaki. Memakai high heels berwarna putih dan sarung tangan. Gaunnya terlalu sulit untuk dideskripsikan. Rambut panjangnya berwarna coklat disanggul dengan sangat rapi. Wajahnya hanya memakai make up  natural yang sederhana. Bibirnya yang berwarna peach memanggil nama seseorang yang baru saja datang “ Hanriiiii!!!”

Hanri yang baru naik dengan lift menyadari panggilan kakaknya yang berbahagia itu langsung menghampirinya. “ A- Kakak!”

Pernikahan Heunri diadakan di sebuah hotel yang cukup ternama di kotanya. Yang diundang pun hanya teman-temannya. Heunri yang berada di lantai atas sedang bersiap-siap turun ke bawah langsung mendatangi keluarga kecilnya itu.

“ Aigoo-Heunri anakku yang paling besar ini akan menikah,” mata ibu Sang berkaca-kaca. Ia memeluk dan mencium gadis sulungnya yang akan lepas dari orang tuanya dan akan memulai hidup baru dengan Jongin. “ Kalau ada masalah telpon saja ibu, oke?” Heunri lalu memeluk pak Sang.

“ Ah-Ibu dan Ayah tenang saja. Kan ada Hanri yang selalu bersamaku,” Heunri tertawa lalu merangkul Hanri. Hanri hanya mengernyit.

Hanri nanti akan benar-benar tinggal dengan Heunri dan Jongin. Tinggal dengan Jongin. Dari awal ia sudah menyesal dengan pilihannya. Namun ia makin menyesal setengah mati dengan pilihannya ini karena, rumah yang mereka tempati rupanya terletak di Busan. Jauh dari Seoul. Karena itu ia juga harus pergi meninggalkan kenangan, sekolah, teman-temannya di Seoul dan memulai kehidupan baru di Busan.

Rupanya bukan hanya kakak yang akan memulai kehidupan baru, aku juga.

“ Heunri, ayah dan ibu akan mencari tempat duduk, kami duluan ya, “ Pak Sang pun pergi menuju lantai bawah bersama Ibu Sang.

Hanri hanya memandang Heunri yang sudah melepaskan rangkulannya.

“ Ya-Hanri, suatu saat nanti kau pasti akan mengerti perasaan ini, “ Heunri tersenyum tipis, lalu ia meninggalkan Hanri.

Hanri mendengus lagi, dari awal ia memang tidak mengerti dan tidak mau mengerti.

#

Ketika acara pernikahannya sudah mau dimulai, Hanri berniat untuk pergi ke toilet dan menunggu di luar sampai acara pernikahannya selesai. Tingkah Hanri memang tidak sopan, Tapi ia sudah bosan setengah mati di awal acara. Lalu ia melihat seorang anak laki-laki pendek dan berwajah datar (sepertinya seumuran dengan Hanri) duduk bersama pria berumur 24 tahunan di depan mereka.

“ Aduh…”

“ kenapa?”

“ Perutku sakit,”

“ Cepat ke toilet sana!” Anak laki-laki tersebut langsung beranjak dari kursinya dan berjalan melewati Hanri. Sebuah senyum kemenangan muncul di wajah anak tersebut ketika ia melihat wajah bosan Hanri sekilas.

AKHHH?!!! Hanri kesal setengah mati. Anak laki-laki di depannya menggunakan cara sama yang akan ia gunakan untuk kabur dari ruangan yang super membosankan ini.

  Cih, anak itu pasti baliknya 2 jam lagi.

“ Ibu…”

“ Kenapa? Kau mau ikut-ikutan anak itu?” Ibu Sang yang sudah melihat kejadian di depan mereka langsung melakukan strike pada Hanri. Tapi Sang Hanri tidak pernah kehabisan akal. Kecuali pada saat belajar matematika,

“ Ayolah bu, yang kabur tadi itu adalah teman sekelasku. Ada yang harus kutanyakan padanya,” Sang Hanri akhirnya memanfaatkan anak yang kabur tadi.

“ Oh ya?” Ibu Sang mulai curiga dari perkataan anaknya sendiri akan langsung melepaskan anaknya kalau anaknya bisa menjawab pertanyaan yang satu ini.

“ Siapa namanya?”

“ SHIN KIMCHI ,”

#

Sang mempelai pria, Kim Jongin terlihat terburu-buru. Tadi ia pergi ke toilet karena gugup. Ketika di toilet ia bertemu dengan seorang anak laki-laki. Anak tersebut bilang kalau ruang pernikahannya sudah penuh. Karena itu Jongin langsung pergi ke luar menuju ruang resepsi pernikahan. Namun begitu ia sudah keluar dari toilet, Matanya dikejutkan oleh kemunculan seorang anak gadis bersneakers putih yang kelihatan familiar di matanya. Wajah anak gadis itu kurang terekspos jelas karena jaraknya cukup jauh dengan mata Kim Jongin. Tapi ia yakin namanya anak gadis itu adalah…

“ HANRI!!”

Gadis bersneakers putih itu mengacuhkannya dan terus berjalan lagi.

Mungkin ia tidak mendengar. Kim Jongin mencoba berpikir sepositif mungkin dan melanjutkan perjalanannya ke ruang resepsi pernikahan lagi secepat mungkin.

FLASH BACK

“ SHIN KIMCHI,” ulang Hanri.

Ibu Sang bengong setelah mendengar sebuah nama unik yang keluar dari mulutnya.

“ Kau serius?” Ia menjadi sedikit lapar karena baru saja ia mendengar nama yang terdengar lezat. Kimchi adalah makanan favorit Ibu Sang.

Hanri mengangguk.“ Namanya adalah SHIN KIMCHI,”

“ Ayahnya sangat menyukai Kimchi. Waktu ia lahir oleh ayahnya ia langsung diberi nama SHIN KIMCHI,”

Hanri tegang. Begitu ibunya menanyakan siapa nama anak laki-laki tersebut hanya Kimchi yang terlintas di otaknya tersebut.

Ibu Sang ingat, suaminya sangat menyukai Ramyeon. Apakah seharusnya saat Heunri atau Hanri lahir salah satu dari mereka di beri nama Sang Ramyeon?

“ Ya sudah, sana pergi,” Ibu Sang terlanjur memegang kata-katanya di dalam hati. Kalau Hanri bisa menjawab siapa nama temannya, akan kubebaskan.

Hanri langsung beranjak dari kursinya dan melesat ke pintu keluar.

END FLASH BACK

#

Hanri mengunci pintu toilet, mencari posisi ternyaman di atas kloset dan tidur.

Anak laki-laki yang tadi kabur dari acara pernikahan sudah menyiapkan sebuah plan yang menurutnya akan mengurangi kebosanannya. Ada 3 pilihan :

  1. Ia akan mengelilingi seluruh bagian hotel sendirian
  2. Ia akan menaiki seluruh lantai lift sendirian
  3. Kalau benar-benar sudah bosan ia akan masuk toilet perempuan sendirian

Dari dulu anak laki-laki ini tidak pernah sekali pun memasuki toilet perempuan. Ia ingin mencoba menjadi anak nakal di Seoul walau pun hanya 2 jam.

Anak laki-laki ini pun memulai petualangan hotelnya sendirian.

Pertama ia menjalankan PLAN A.

  

#

Hanri menguap, Ia menguap lagi, lalu menguap dan menguap lagi. Sudah 4 kali ia menguap. Setelah 1 jam tidur di atas kloset ia berniat untuk keluar dari toiletnya.

Ia menyiram wajahnya dengan air di wastafel. Kepalanya yang tadi panas menjadi lebih dingin karena terkena air.

Karena bosan, Ia memperhatikan seluruh bagian toilet tersebut. Keran wastafelnya menggunakan sensor, pintu toiletnya berwarna merah, lalu ada garis berwarna emas. Tembok dan lantai toiletnya berwarna krem dan bersih yang membuat Hanri merasa nyaman sehingga ia merasa sanggup berada di toilet itu selama sehari. Ia suka sekali dengan toiletnya walau pun ia tidak tahu apa gunanya kita mengagumi toilet.

Sebersit ide nekat muncul di otak Hanri.

Aku akan mencoba ke toilet laki-laki.

Ia pikir apa salahnya masuk toilet laki-laki kalau toiletnya kosong. Toh, semua orang yang datang kecuali dia, pegawai hotel dan anak laki-laki itu semuanya berada di ruang pernikahan.

Hanri pun keluar dari toilet perempuan dan memasuki toilet laki-laki.

#

Anak laki-laki yang kabur dari pernikahan atau kita sebut saja Shin Kimchi sudah melakukan ke 2 plannya sampai 2 kali putaran. Selama menjalankan plannya ia tidak mendapatkan sebuah tantangan. Ia kira ada pegawai hotel akan menangkapnya atau ia akan mengendap-ngendap seperti pencuri, tapi tidak ada siapa-siapa di hotel itu.

Ia akhirnya memantapkan dirinya untuknya memasuki toilet wanita. Kimchi bukan seorang mata keranjang atau apa, tapi ia sudah berjanji, kalau ia sudah benar-benar bosan, yang akan ia lakukan adalah memasuki toilet wanita.

Kakinya sudah menuntun dirinya untuk masuk toilet wanita.

Kimchi sudah berada di depan pintu toilet wanita.

Ia menyentuh ganggang pintu toilet wanita.

Membukanya.

Menelan ludah.

Dan masuk ke dalamnya.

#

Hanri melihat toilet pria. Maksudnya ia sudah memasuki dan mengelilingi toilet pria.

Toilet pria sama saja. Yang berbeda hanya toiletnya. Lubang toilet untuk buang airnya kecil. Selain itu bentuknya panjang. Ia ingin keluar dari toilet pria dan kembali ke toilet wanita.

#

Shin Kimchi terkejut dengan apa yang dilihatnya. Toilet wanita tidak berbeda jauh dengan toilet pria. Hanya saja tidak ada toilet khusus pria yang selalu menempel di tembok.

Toilet wanita di sini kosong. Shin Kimchi merasa lega karena awalnya ia kira ia akan kepergok oleh seseorang di dalam sini.

Krek

Pintu toilet terbuka.

Shin Kimchi panik. Ia menjambak rambutnya sendiri.

Ia benar-benar panik.

Akhirnya ia memilih untuk tetap mematung di depan wastafel dari pada ia harus bersembunyi karena ia tahu pada akhirnya bersembunyi di mana pun pasti ia akan ketahuan juga.

Ia memejamkan mata serapat mungkin dan siap mendengar sebuah jeritan histeris dari wanita…

“ Ha!! Laki-laki!” Hanri muncul, ia memergok Shin Kimchi seperti ketika ia memergok kucing jalanan mencuri ikan di rumahnya.

Shin Kimchi terkejut sendiri. Ia kira ia akan mendapat tamparan keras atau siraman air dari gadis bersneakers putih yang memergoknya, namun gadis itu melongo dan memandangnya dengan tatapan yang ia tak terbaca sama sekali.

Ia langsung mengambil kesempatan untuk kabur dari toilet sebelum gadis itu sadar dan benar-benar akan menyiram dirinya dengan air.


 

from pikrachu:

Ini fanfic debut dongsaengku yg masih smp. Namanya ga mau disebutin dan dia sendiri bukan pecinta korean pop huahaha dia bikin karena kupaksa,  (kenapa exo? karena dia cuma tahu exo) selama ini dia selalu baca detour dan biar adil aku suruh dia buat fanfic juga, dan beginilah hasil nya. Pikrachu di sini hanya sebagai editor.

Anywwaay author pikrachu minta maaf soal update yang neomu jongmal lelet tapi aku berusaha biar updatenya memuaskan c: daaan college stuff! (yes sekarang punya excuse kalau sibuk)

7 thoughts on “Puddles Jump (1/?)

  1. Wah… Good story kak!
    Aku merasa iri udah dikalahin anak smp T_T
    tipe2 ceritanya kyk kak prikachu, tp menurut ku itu efek karena dia sering baca ceritamu, kak. Atau karena kamu yg jd editornya ? Tapi nice kok… T.o.p
    di beberapa part rada kecepetan sih… Maaf
    keseluruhan ceritanya bagus, agak gak nyangka kalo yg buat lebih muda dari aku, merasa payah aku buat ff T_T ditambah dia bukan pecinta kpop
    FIGHTING! buat adiknya kak…
    Salam overdose ^^v
    ditunggu kambaeknya kak~

  2. aku belum bisa nebak ini ceritanya bakal gimana,bahkan belum kebayang kelanjutannya kayak gimana,haaaaaa aku penasaraaaannnnn!!! kenapa Hanri gak suka Jongin? Apa ada alasan tertentu atau cuma sekedar gak suka? terus-teruss siapa itu si Shin Kimchi? ahh pas aku baca bagian ‘ Lalu ia melihat seorang anak laki-laki pendek
    dan berwajah datar ‘ pendek dan datar otakku langsung mikir itu Kyungsoo.Haahh aku merasa kalah sama gaya tulisan adeknya kak pikra,sebelas-duabelas sama tulisanmu kak,aku sukaaa! bilangin sama dia jangan di sembunyiin namanya,hihihihi =D

  3. aku belum bisa nebak ini ceritanya bakal gimana,bahkan belum kebayang kelanjutannya kayak gimana,haaaaaa aku penasaraaaannnnn!!! kenapa Hanri gak suka Jongin? Apa ada alasan tertentu atau cuma sekedar gak suka? terus-teruss siapa itu si Shin Kimchi? ahh pas aku baca bagian ‘ Lalu ia melihat seorang anak laki-laki pendek
    dan berwajah datar ‘ pendek dan datar otakku langsung mikir itu Kyungsoo.Haahh aku merasa kalah sama gaya tulisan adeknya kak pikra,sebelas-duabelas sama tulisanmu kak,aku sukaaa! bilangin sama dia jangan di sembunyiin namanya,hihihihi =D

    oiya deng,aku sangaaaattttttt menunggu detour update,kangen semuanya-saking kangennya ampe baca lagi dari awal-di tunggu ya kaaakkkkkkk!!! ^^ mangatseeeee!

  4. uwaaah kereeennn daebak daebak daebakkkkk~
    ehh ceritanya hanri nya masih 14 taun yakan? kenapa aku malah bayangin kim hyanggi pas di queen classroom yaa._.
    aku penasaran sama lanjutannyaaaa
    johayooo~
    update soon juseyo:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s