Detour Side Stories: First Year

Detour Side Stories: First Year

 

Kyungsoo tidak akan suka kalau aku menceritakan beberapa fakta soal dirinya pada kalian. Sejujurnya laki-laki itu agak sensitif, baiklah dia memang cuek dan terus terang tidak peka (ironis kan? Tidak peka tapi sensitif) cenderung polos hampir bodoh, dan sisanya dia cerdas tapi percaya padaku, dia laki-laki sensitif.

Banyak hal yang harus diketahui tentang Kyungsoo tapi aku tidak akan menceritakan semuanya. Ada sesuatu yang namanya rahasia dan aku Byun Baekhyun selalu bisa menjaga rahasia temannya.

Ngomong-ngomong aku sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba kita membicarakan laki-laki ini.

Maksudku, saat ini Guru Park masih duduk di depanku, setelah tertidur di pelajarannya ia menarikku paksa untuk mendengar petuah yang selalu dianggapnya berguna lalu  membicarakan masa depan cemerlang dan bagaimana cara meraihnya, hal-hal seperti kegagalan dan jalan buntu atau apapun itu aku kurang mendengarnya.

“Bagaimana menurutmu jadinya seorang Byun Baekhyun di masa depan?” Ia membenarkan posisi kacamatanya menatapku mencoba simpati tapi aku tahu dia jengkel, dia memang selalu jengkel.

“Ngg— orang hebat?”

Matanya mengernyit tanda tidak suka, sulit untuk membuatnya tidak mengernyit, aku tidak keberatan dengan pandangan itu tapi melihat orang mengerutkan keningnya sambil menatap kita membuatku frustasi juga,  jadi aku kembali menjelaskan apapun yang kupikir dapat membuatnya merasa aku bisa meraih masa depan cemerlang meskipun sejujurnya otakku masih memikirkan Kyungsoo.

Tiba-tiba kantuk luar biasa menyerangku, Guru Park memotong rencana hidup menggapai masa depan cemerlangku dengan beberapa nasihatnya, orang dewasa selalu menganggap dirinya paling benar. Kuakui kadang mereka memang benar, tapi seharusnya mereka tahu ada saatnya mereka berhenti bersikap seakan mereka orang paling benar di dunia ini.

Ada satu orang yang selalu menganggap dirinya benar, aku kurang membencinya sekalipun dia menyebalkan. Namanya Do Kyungsoo jika kalian penasaran. Kyungsoo menganggap dirinya benar tapi sangat menyenangkan karena ia tidak pernah menganggap dirinya paling benar seperti kebanyakan orang. Orang yang banyak tahu, tidak semuanya memang, suka bicara apapun yang membuatnya terlihat dia banyak tahu, aku tidak membenci hal itu karena sesungguhnya kalau aku tahu aku juga akan seperti mereka. Tapi Kyungsoo, yah kalian hanya perlu tahu kalau dia laki-laki yang akan menatapmu dengan pandangan aku-tahu-karena-memang-harus-tahu, seperti pengetahuan yang dia punya hal biasa dan artinya tidak ada hal yang istimewa soal itu.

“Baekhyun? Kau mendengarku?” Interupsi dari Guru Park memutuskan lamunanku. “Iya saem.”

 “Jadi setelah ini apa rencanamu?”

Aku meniup poni, tiba-tiba merasa sensitif, begitu saja mungkin karena aku moody.  “Hidup bahagia dan melalui masalah dengan positif. Positif, rencanaku menjadi orang positif.”

“Dan itu memerlukan—“

“Astaga aku lupa mengembalikan buku! Maaf saem, besok aku tidak akan tidur lagi.”

Kernyitan Guru Park masih menempel pada keningnya, dia tahu aku tidak pernah meminjam buku dan aku bersyukur dia tidak mempermasalahkan kebohonganku. Tanpa basa basi soal betapa penting buku itu harus dikembalikan aku segera keluar dari ruang guru. Koridor kelas masih ramai tapi untuk beberapa alasan aku jenuh dengan keramaian ini. Akhirnya aku memutuskan benar-benar ke perpustakaan, mungkin hanya membaca beberapa buku promosi wisata Asia Tenggara. Sudah hampir enam tahun sejak aku menabung untuk perjalanan ke sana, sejak mengetahui gajah adalah mamalia darat paling besar, menaiki gajah Thailand menjadi salah satu obsesiku.

Tapi obsesi ini tidak pernah tercapai. Selalu saja ada hal yang menghalangi. Misalnya dua tahun lalu. Luhan yang mengaku cukup berjasa dalam hidupku menemukan teori Byun Baekhyun alergi udang, setelah aku menghabiskan makan siangnya (ia membenci udang) kelopak mataku membengkak, mataku hanya segaris dan tubuhku memanas lalu gatal luar biasa. Tabunganku berkurang untuk berobat ke rumah sakit demi menghentikkan pembengkakkan pada bibir dan mataku. Perasaan ketika uang yang kau kumpulkan nyaris bisa membeli tiket pesawat habis begitu saja untuk mengobati alergi bukan hal yang menyenangkan. Setelahnya mataku masih segaris tapi aku bersyukur ketebalan bibirku kembali normal, lalu karena malas pulang aku duduk di ruang tunggu sambil diam-diam menggaruk perutku yang masih gatal, agak memalukan, kalian tahu seberapa canggungnya gerakan menggaruk perut apalagi aku harus melakukannya di depan noona yang cukup cantik.  

Dalam ruang tunggu yang sepi kami sama-sama mendongak ke atas menonton televisi yang tergantung soal berita menyedihkan yang hanya membuat kita merasa bumi terlalu berbahaya untuk ditinggali. Saat ketika aku memutuskan beranjak dari kursi noona yang itu tertawa. Beberapa detik aku sampai berpikir hal apa yang pantas ditertawai di sini, maksudku, berita masih membahas soal mobil yang jatuh ke jurang karena pengemudinya mengantuk.

“Kyungsoo!”

Dan orang itu yang disebut tadi benar-benar datang dari ujung koridor sana. Entah kenapa refleks aku menatap noona yang aku yakin sekali baru menyebut nama murid pindahan di kelasku. Jelas ini sangat mengagetkan, terutama setelah aku sudah bertaruh dengan Luhan Kyungsoo tidak punya kakak perempuan apalagi kekasih.

“Oh Baekhyun? Kau tampan sekali.” Sarkastik adalah bahasa ibu Do Kyungsoo. Aku memutar bola mata. Kyungsoo untuk ukuran orang yang tidak sengaja bertemu temannya di rumah sakit tergolong sangat aneh, wajahnya tidak terkejut seperti menganggap aku, Byun Baekhyun di rumah sakit sama normalnya melihat patung pahlawan di museum.

“Temanmu Kyungsoo?” Noona yang tadi tertawa menunjukku.

“Bukan.” Kali ini aku tidak tahu, apa dia mencoba menjadi sarkastik atau apa.

Tapi menjadi orang berinisiatif maka aku mengenalkan diriku pada noona itu. “Namaku Byun Baekhyun, teman sekelas Kyungsoo.”  Kyungsoo yang sudah duduk di belakangku malah sibuk mengeluarkan banyak majalah dari tasnya, penglihatanku masih bagus jadi aku dapat melihat majalah apa saja yang dia bawa, majalah wanita, sesuatu seperti koleksi musim panas terbaru atau trend model rambut selebritis. Aku baru tahu ia punya hobi mengoleksi majalah wanita.

“Aku tidak tahu apa yang mau ibu beli jadi aku beli semuanya.”                  

Noona itu—atau apa tadi? Ibu? Ibu dari Do Kyungsoo?

“Halo Baekhyun, aku ibu Kyungsoo.”  Ia tersenyum padaku. Aku ingin sekali membalas senyumnya tapi astaga, tersenyum ketika kau merasa terlalu kaget agak susah untuk dilakukan.

“Aku juga membeli beberapa komik, tapi—“

“Lalu bagaimana Kyungsoo di kelas?” Ibu Kyungsoo mengabaikan anaknya dan aku merasa bersalah untuk bangga soal ia lebih memilih aku dari pada anaknya.

“Ahh—“ Pertanyaan sulit. Aku tidak suka Kyungsoo sejak awal.

Ceritaku harus berhenti.  Aku sudah sampai di perpustakaan jauh lebih cepat dari yang kuperkirakan. Sialnya perpustakaan tidak benar-benar sepi, ruang baca terlalu penuh untuk seorang Baekhyun bisa membaca di sana. Aku tidak bisa membaca di tempat yang ramai, maksudku sekalipun mereka semua bungkam tidak mengeluarkan sedikitpun suara bahkan batuk kecil, aku  tetap tidak bisa membaca di sana. Jadi aku memutuskan mengambil beberapa buku wisata dan membacanya di rak paling belakang. Jarang ada yang mau ke bagian itu, cerita soal penampakan arwah guru bahasa di sana membuat siapapun yang terlalu mudah percaya tidak pernah berani melangkah ke sana. Aku beruntung termasuk orang yang tidak mudah percaya. Kyungsoo juga berani ke sana jika kalian penasaran, ia beruntung termasuk orang yang tidak mudah percaya meskipun kadang, aku sampai tidak mengerti kenapa Kyungsoo selalu membuat hidupnya lebih sulit.

Tidak ada salahnya sekali-kali mencurigai sesuatu, tapi bukankah sekali-kali mempercayai sesuatu juga bukan sesuatu yang salah? Menjadi teman sekelasnya selama dua tahun sudah membuatku mengerti kalau level kami berbeda, dunia yang sama tapi cara berbeda, seperti aku orang yang mengambil level easy dan dia memilih hard sekalipun tahu memiih easy juga bukan hal yang buruk.

“Oi Baek Park-saem bilang apa tadi? Katanya—“

“Dia mengatakan aku akan memiliki masa depan cemerlang.” Aku memotong perkataaan Luhan yang tahu-tahu muncul di balik rak. Interupsi ketika aku ingin sendiri dapat membuat aku menjadi orang paling menjengkelkan, mungkin. Sulit mengakui dirimu menjengkelkan, menjadi orang menjengkelkan membuatku merasa memiliki kelakuan yang salah, aku tidak suka mengakui diriku salah dan kupikir, semua orang memang seperti itu.

Kembali soal Kyungsoo karena aku memilih mengabaikan Luhan. Memilih sekotak susu sapi mana yang dibeli bagi Kyungsoo sama sulitnya dengan memilih baju apa yang akan dipakai untuk konser piano. Aku pernah berbelanja sekali dengannya. Saat itu aku ingin membeli susu untuk kucing jalanan yang sering lewat di depan gerbang sekolah dan Kyungsoo mengatakan lebih baik sekalian membelikannya makanan kucing, lalu kami sepakat akan menggabungkan uang kami untuk membeli dua hal itu. Setengah jam pertama kami habiskan dengan memeriksa setiap keterangan komposisi, dan oh, kadaluwarsa. Ia selalu mengecek tanggal kadaluwarsa setiap hal yang akan masuk ke dalam tubuhnya, bahkan kaleng dari vending machine atau susu kotak gratis dari sekolah. Aku tidak keberatan tapi agak menjengkelkan ketika kau memberinya minuman gratis dan dia masih mengecek tanggal kadaluwarsa minuman pemberianmu. Saat belanja aku dan Kyungsoo berakhir membeli beberapa mainan kucing dan entah kenapa ia terobsesi untuk memandikan kucing itu, jadi kami sempat berdebat wangi apa yang paling cocok untuk kucing itu. Selesai berbelanja kami habiskan beberapa menit di depan pintu masuk supermarket (menghalangi pengunjung masuk sampai si kasir berdehem keras). Ia selalu memeriksa bill setiap berbelanja. Percaya padaku, bahkan kalau membeli sekilo telur aku bertaruh Kyungsoo akan memeriksa sendiri dengan tangannya sudah mencapai satu kilo kah telurnya.

Akhirnya aku menemukan tempat duduk, tepat di bawah jendela dengan sinar sore matahari menerpa tempatku, seakan disorot semesta persis seperti yang kuinginkan. Luhan sudah pergi sejak tadi, ia sedang mengintip Sena karena aku tahu tidak satupun buku di dunia ini dapat menarik perhatiannya. Dan aku tidak akan menceritakan soal Luhan, sama sekali tidak mood.

Buku yang kuambil tadi membuatku mengumpat Aku salah mengambil buku. Buku pertama memang sepuluh tempat wisata terbaik di Asia Tenggara seperti yang kuinginkan, tapi buku kedua, aku heran bagaimana dongeng Thumbelina bisa sampai di rak bagian buku wisata. Dan bagian paling mengherankan, aku yang pada akhirnya membaca habis dongeng itu.

Setelah menutup halaman terakhir Thumbelina aku mengerjapkan mata. Thumbelina menjadi sama serunya dengan buku terakhir Harry Potter. Membaca dongeng atau cerita anak selalu membuatku merasa sentimental. Ada beberapa cerita yang memiliki plot yang tidak bisa kuterima sehingga pada akhirnya aku tidak bisa menyelesaikan cerita itu, dan aku bersyukur cerita Thumbelina berjalan seperti yang kuinginkan. Kalau kalian tahu cerita si tudung merah, sampai sekarang aku tidak tahu bagaimana cerita itu tamat. Setelah si serigala menemukan nenek si tudung merah aku menutup buku ceritaku. Aku tahu ini hanya sebuah cerita tapi tetap saja ini menyedihkan, membayangkan seorang nenek disiksa serigala benar-benar menyakitkan. Aku berpikir mungkin karena saat itu umurku saja yang terlalu muda, tapi kenyataannya setelah mendapatkan akil baligh pun (yang jelas sudah cukup untuk membayangkan adegan kekerasan) aku memilih tetap tidak menyelesaikan cerita itu. Kuakui aku penasaran bagaimana cerita si tudung merah selesai, aku dengar si serigala menyamar jadi si nenek untuk dapat memakan si tudung merah, lalu karena wajahnya tidak mirip (tentu saja) penyamarannya terbongkar. Tapi setelah penyamarannya terbongkar apa yang akan dilakukan si tudung merah? Apakah gadis kecil bisa melawan serigala jantan dewasa? Atau ia kabur begitu saja dan meninggalkan neneknya? Apakah neneknya selamat? Aku masih penasaran, tapi kau tahu, aku terlalu sibuk untuk membaca habis cerita itu. Setelah menginjak SMA mencari waktu untuk menamatkan cerita si tudung merah benar-benar sulit.

Setelah membaca Thumbelina mood mencari 10 tempat terbaik di Asia Tenggaraku hilang.  Aku memutuskan beranjak dari tempatku dan melakukan hal apa saja yang terbesit di otak.

 

Tidak ada yang terbesit dalam otakku.

“Hai Baekhyun.”

Perempuan yang baru saja memanggilku masih belum mengangkat kepalanya. Dia terlalu pemalu untuk ukuran perempuan yang berani menyatakan perasaannya. Jangan bertanya bagaimana aku tahu dia akan menyatakan perasaannya, kalian akan benci jawabanku karena aku akan bilang, aku tahu begitu saja.

“Ada hal yang harus kusampaikan, bisa keluar dari perpustakaan?”

Aku yang dari tadi mendekatkan telingaku ke mulutnya karena suaranya terlalu kecil segera mengangguk dan mengikutinya berjalan ke luar. Langkah perempuan ini benar-benar kecil, rambut sepinggangnya membuat tubuhnya yang mungil makin terlihat kecil, seperti kurcaci.

“Namaku Naeun dari kelas sebelah. Aku tahu kemarin Baekhyun baru putus dari Sena, tapi aku memutuskan meyatakan perasaanku hari ini bukan karena hal itu.”

Kalimat selanjutnya dari Naeun itu tidak terlalu kudengarkan. Bukan karena pengakuannya yang membosankan, tapi konsentrasiku pecah karena ia mengingatkanku soal kejadian kemarin. Putusnya hubunganku dengan Sena berjalan dengan damai karena alasan kami berhenti saling menyukai bukan soal ada hal yang salah di antara kami. Ini juga bukan soal Sena sebagai perempuan yang tidak menyenangkan, dia menyenangkan, kalau ia cinta pertamaku aku pasti akan menjaga perempuan itu. Yah, aku beruntung belum terlalu menyukainya karena jujur, menyayangi orang yang disukai sahabatmu benar-benar menyulitkan. Kalau kau melihat ekspresi Luhan setiap aku bergandengan tangan dengan Sena kau akan merasa Byun Baekhyun adalah orang paling keji di dunia ini.

Ngomong-ngomong, pada akhirnya aku menolak perasaan Naeun. Memakai alasan aku masih ingin single maka aku berjalan ringan meninggalkannya. Naeun masih tersenyum dan ia cantik, dalam hati aku berharap ia akan menyatakan perasaannya padaku lagi. Aku hanya berharap karena aku suka berharap, kalau pun ia tidak menyatakannya perasaannya lagi, aku tidak peduli. Ini hanya sebuah harapan, bukan impian, resolusi, apalagi obsesi.

Aku tipe orang yang tidak pernah benar-benar serius dengan harapanku. Terakhir berharap adalah ketika aku mengatakan pada ibu aku ingin memiliki ayah dan wanita itu berakhir mengencani banyak pria yang ujungnya, membuat harapanku memiliki ayah menjadi jungkir balik. Aku tidak ingin memiliki ayah jika caranya seperti itu.

Salah satu orang yang kukenal suka berharap adalah Kyungsoo. Dia suka berharap tubuhnya menjadi lebih tinggi, nilainya selalu di atas rata-rata dan dapat membahagiakan orang tuanya. Pertama kali aku melihat Kyungsoo berharap adalah ketika kami bertemu untuk kedua kalinya di rumah sakit. Saat itu aku baru saja menjenguk Luhan yang baru saja operasi usus buntu. Ketika di toilet, tepatnya di depan wastafel sambil membasuh wajahku aku melihat pantulan Kyungsoo. Rupanya ia sudah berdiri di sana sebelum aku masuk. Kedua matanya memerah dan pipinya agak sembab, mungkin habis menangis. Aku menatapnya heran dan ia mengendikkan bahu. Tanpa sadar aku mengikutinya keluar dari toilet hingga akhirnya kami berhenti di depan sebuah kamar. Seorang wanita dengan infus di tangannya berdiri, ibu Kyungsoo. Ia tersenyum padaku dan kali ini aku membalas senyumnya.

“Apa orang yang kau sayangi juga sedang di rumah sakit?” Suaranya yang pelan membuatku menghampirinya sementara Kyungsoo yang tetap di sampingku masih melipatkan kedua tangannya di depan dada.

“Teman sekelasku baru saja operasi usus buntu.” Aku menjawab singkat.

“Tapi, kurasa aku juga melihatmu kemarin di sini.”

“Oh— aku memeriksa mata, mungkin terlalu banyak main game.”

“Dan kemarinnya juga—“

“Ahh aku menambal gigiku kemarinnya lagi.”

“Lalu?” Ibu Kyungsoo masih tersenyum padaku, masih sama ramahnya tapi dari suaranya aku bersumpah ia benar-benar menjadi orang yang berbeda.

“Lalu?”  Pertanyaannya terlalu ambigu, aku hanya menaikkan alis.

“Aku tidak tahu, kau yang tahu.”

Sambil menggigit bibir aku melirik Kyungsoo. Laki-laki itu malah menatapku datar sama sekali tidak membantu terutama ketika pada akhirnya ia hanya menghela napas.

“Kau tahu Baekhyun? “ Menyadari betapa cluelessnya aku, Ibu Kyungsoo kembali berbicara. “Aku merasa menjadi orang paling beruntung karena aku punya Kyungsoo yang setiap hari membawakanku banyak majalah, menanyakan apakah aku merasa lebih baik dan menemaniku beberapa menit untuk mendengar cerita drama yang kutonton setiap siang di sini.”

Mulutku masih terkatup, tiba-tiba aku tidak tahu apa yang harus kukatakan.

“Sudahlah ibu, lebih baik sekarang kau tidur.” Tiba-tiba Kyungsoo menginterupsi percakapan kami, aku bersyukur atas interupsinya. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi Ibu Kyungsoo mengikuti permintaan anaknya itu, ia masuk kamarnya sambil bersenandung riang sementara Kyungsoo yang melihatnya masuk justru terlihat lebih pucat dari pada ibunya sendiri.

“Ibuku sebenarnya sudah sembuh sejak beberapa tahun lalu. Tapi entah kenapa minggu lalu, kankernya kembali lagi. Aku mengatakan itu karena kau terlihat penasaran sekali Baek.”

“Oh—“ Sekali lagi aku kehabisan kata-kata.

Kyungsoo tiba-tiba tersenyum. “Aku berharap ibumu juga merasa beruntung.” Dan dengan kalimat itu ia memasuki kamar ibunya, meninggalkanku yang masih mematung. Itu saat pertama kali aku melihat Kyungsoo berharap.

Dua tahun lalu rumah sakit memang menjadi rumah keduaku. Dua minggu setelah ibuku diopname atas percobaan bunuh dirinya akhirnya aku memutuskan untuk mengunjunginya. Sejujurnya tidak ada yang salah dengan ibuku, saat itu aku hanya kesal, kalau saja ia tidak mencoba bunuh diri, ia bisa memberiku uang jajan atau membuatkanku bekal, jadi aku tidak perlu memakan bekal Luhan dan alergi lalu menghabiskan tabunganku. Aku benci mengingat betapa buruknya Baekhyun yang dulu. Jadi mari kita berhenti.

 “Guru Park meminjamkan ini padamu.” Tiba-tiba seseorang memukul kepalaku dengan buku tebal. Aku mengerang kesal. “7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Wow cocok untukmu Baek.”

Sambil mendengus aku mengambil buku itu dari tangan Kyungsoo. “Aku sudah mengatakan pada Park-saem aku akan meraih masa depan cemerlang dan ia tidak percaya.”

“Sulit untuk percaya padamu, kuakui kali ini guru Park benar.”

Wajah yakin Kyungsoo membuatku mendecak. “Aku akan membuktikanmu. Kita lihat masa depan siapa yang lebih cemerlang. Siapa yang memiliki istri lebih cantik, uang lebih banyak, rumah lebih bagus.”

“Aku tidak suka memiliki istri yang cantik, uang yang banyak dan rumah yang bagus aku sudah memilikinya. Kurasa aku sudah menang.” Kyungsoo tiba-tiba melihat langit-langit koridor, aku ikut mendongak. “Bocor lagi atapnya—“

Mata Kyungsoo memang terlalu tajam untuk ukuran anak remaja, ia tidak pernah melirik wanita cantik tapi matanya selalu menangkap setitik noda yang terlupakan. Aku tertawa “Kau tidak perlu istri yang cantik. Istri cantik tidak terlalu berguna untuk membetulkan atap bocor.”

Ia hanya tertawa dan berjalan pergi sambil menggaruk kepalanya, mungkin sambil berpikir merek cat apa yang paling bagus untuk menutupi kebocoran itu.

 

Tiba-tiba terdengar suara pesawat, aku menengok ke jendela melihat awan hari ini mengepul persis seperti permen kapas. “Aku juga tidak perlu wanita cantik.”

Karena tiba-tiba aku ingin menikahi Thumbelina.  


 

(a/n)

ANYONG GUYS.

Nah, jangan kecewa aku kembali dengan side story bukanya new chapter o.o dari dulu aku selalu ingin ngebahas pertemuan baek dengan ibunya kyungsoo, tapi kalau dimasukin ke cerita utama jadi terlalu mendrama lebih baik disisipin di side storynya ajaaa

 

Daan kenapa pikrachu sukaaa banget bikin side story kalau ada yang nanya, karena side story itu selalu bikin aku gemeter, setiap aku baca side storynya shoujo manga aku merasa ada pendekatan batin dengan cerita itu. Semoga kalian merasakannya juga dengan detour. Hal yang paling aku seneng jadi author-nim fanfic kalau kalian ngerasa jadi bagian dari cerita ini bukan sekedar pembacanya aja. Itu pleasure banget buat akuuuu ;u;

 

Sori buat update super lama, sekedar info aku sekarang udah ga di jakarta dan beradaptasi di kamar baru itu susaaaaah banget. Moodku ga muncul dengan keadaan kamarku yang sekarang huhehehe ._.

 

Oh! Satu hal yang perlu diinget. AKU BAKAL NAMATIN cerita ini. Cuma takut aja kalian mikir aku ga serius gara2 updatenya lama tapi aku serius sama detour. Sampai ketemu!❤

 

P.S. It’s okay it’s love BAGUS BANGET KAN. Awalnya aku nonton cuma liat kyungsoo tapi serius itu cerita keren banget ;A;

36 thoughts on “Detour Side Stories: First Year

  1. Bagus banget, Kak. Kukatakan side story kali ini bagus, hehehe😀
    Kakak nonton it’s okay it’s love ya? Aku jugaaa, dramanya emang bagus, sinopsis awalnya juga bagus.
    Detour mau tamat?? Sayang banget…. T^T
    Tapi nggak apa, yang pentig Chaeri dan Baekhyun happy emding😄

  2. Aku sedang menunggu bis dikampus dan tiba2 teriak pas dapet notif kamu update detour! Yaaah walaupun cuma side story tp lumayan ngilangin kangeeeeeeeeeen. Aku agak bingung; aku gak mau detour cepet2 tamat tp aku jg penasaran sama akhir ceritanyaaaaa hemmm,
    Tlp ina kemaren bikin aku keingetan baek terus dan kamu update pake sudut pandang baek bener2 buat aku seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeng tak bercelah😀
    Semoga kamu cepet update new chapternya yaaaaa.. Fighting^^

  3. Kak apa kabar ?!
    Kangen kmu dan ceritamu
    setelah sekian lama tidak apdet akhirnya apdet
    seneng benget kak !!
    Awalnya aku kira ini side storynya sena-luhan, eh… ternyata side story terbentuknya hubungan persahabatan baekhyun-kyungsoo
    pov’nya baekhyun lawak banget kak, atau emang kmu’nya yg lawak
    tp kmu bener2 menghayati sama pov’nya baek, tipe2 cara berpikir seorang bocah SMA macem baek
    cocok banget ! T.o.p
    sebenernya aku gak mau banyak bacot, tp apa daya aku terlalu kangen sma cerita ini

    kak, kmu sama kayak aku nonton its okay thats love cuma pengen liat kyung, tp ujung2nya tetep kepincut sma itu drama

    tanpa babibu,
    salam xoxo kak !!

    • hahah liat dari posternya udah baek-soo gimana sih😄 sena-luhan udah no more lagi side storiesnya huahahaha

      Akting Kyungsoo melampaui ekspetasikuuuuuu. Ga ngerti Kangwoo mengganggu sekali di otak ini ;A;

      • hehe… aku gak liat, soalnya notify detour apdet aku liat gmail-ku jadi gak keliatan posternya

        menurutku aktor DO udah ak bisa ditawar aktingnya, profesional banget…
        berharap detour gak tamat barengan its okay thats love

        kak, sebenernya aku mau nebak sesuatu dari beberapa klu yg pernah kmu bilang
        waktu itu kmu pernah bilang mau buat spin off dari detour (di chapter2 sebelumnya kayaknya kmu dapet bilang gitu) habis itu kmu buat aku inget lagi waktu aku ngintip commentnan mu di reader lain dan kmu bilang mau buat spin off detour
        sebenernya ini udah lama banget mengganggu otakku, boleh gak aku nebak kalo spin off detour pemeran utamanya bakal chen-seukri-kyung
        aku gak tahu kenapa tp aku pikir itu

      • hah tenang aja ga mungkin tamatny barengan, dan sejujurnya karakter kangwoo itu sangat mengganggu otakku kalau ngetik kyungsoo, ingetnya si ceria kangwoo mulu ._.

        WOH TEBAKANMU. aku ga mau kasih tau atau benar tapiii yg jelas siapapun OC nya nanti kalian bakal kaget.

  4. Gilaaa kangen banget sma detour authornya jgaaa 😂
    Cieee authornya udh jdi maba😀
    Semangat maba
    Aku suka sma cerita side story jga krna pakek sudut pandang gtu, walaupn side story luhan sena masih d peringkat satu di hati aku😀
    Gk sbar tnggu lanjutan detour
    Keep fighting author nim

  5. Lagi suntuk nunggu mata ngantuk dan bobo, coba buka-buka littlesweetfanfic dan taraaaa~ aku malah jadi seger baca POV baek yang kocak… Tapi meskipun begitu, pikrachu hebat bisa buat kesan dramatis saat kyungsoo dan baekhyun ketemu di rumah sakit untuk kedua kalinya..
    Btw, aku jug punya beberapa teman yang mirip kayak kyungsoo. Dan mereka semua bergolongan darah A. Ribet deh kalo belanja.. Banyak yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Dan aku tipe-tipe seperti baek yang kurang suka memperhatikan hal dengan detil. Rasanya pegel kalo belanja bareng mereka tapi pada akhirnya aku juga ikut-ikutan bantuin milih-milihnya.

    Aku gak pengen Detour cepet-cepet tamat sebenernya soalnya takut kangeeeennnn sama cerita tokoh-tokohnya. Tapi berhubung pikrachu suka buat side story, biarpun detour tamat aku akan senang sekaliiii kalau pikrachu sering buat side story. :))

    • jangan takuuut meskipun tamat aku berencana bikin spin-off detour meskipun fokus kita bukan baekchae lagi c: DAN YEP. Side Story pasti aku ga pernah bosan sumpah

  6. finallyyyyyyyyyyyyy~~~~~ huaaaaaa aku rindu padamu Kafiiiikkk ^,^
    yaaa walaupun ini side story bukannya next chapter ini udahh cukup karena THIS IS THE ONE OF MY MOODBOOSTER!!! Cukup mengobati rinduku padamu /plak/
    DETOOOUURRR plisss jangan tamat duluuu ini ceritaaa hehehehehe. ngeri gak bisa move on dari cerita iniiihh….
    NEXT CHAPTER, AKU SETIA UNTUK TETAP MENUNGGU KOK TENANG AJAAAA ~~~ ^,^
    (Tapi jangan kaget yaaa kalau nanti di twitter ada ‘hantu bawel’ yang mention mention Kafik dan nyuruh untuk cepet updatee) wkwkwk….
    ciyeee sudah masuk perguruan tinggi ya kak? CONGRATS YAAAAA^,^ akhirnya AUTHOR-JJANG JADI MAHASISIWI YEAY!! doain aku nyusul tahun depan yaaa :*
    Udah ah aku mau komen itu ajaaaa… KEEP WRITING AUTHOR-NIMMMM
    Ehemmm detour next chapter nyahh dipercepat yah heheheheh😄

    • AHAHAHA
      itu dia tantangankuuu ngebikin ending yang bikin kalian rela buat move on dari cerita ini :—)
      aHH ga papa ingetin aja serius aku mesti diingein tp sori kalau permintaannya enggak dikabulin😉

      UUUHHHHH AMIN GOODLUCK pokoknya tahun terakhirmu semoga yang terbaik jangan capek struggle pokoknya🙂

  7. yeay meskipun cuman side story aku seneng detour update…karna apa?????
    karna aku selalu suka setiap momennya mereka..pasti di dalem pesawat yang tadi ada chaeri???

  8. keren2, aahhh pantes aku heran kenapa kamu lambat update thor, biasa nya kamu seminggu sekali pasti apdet ato dua minggu maksimalnya. hmmm, lanjutttttttttttttttttttt

  9. Detour side story emang selalu memegang peran penting menurutku,dan side story kali ini jugaaaaaaaaaaaaaaaa,haahhhh demi apa kangen detour banget pas baca ini jadi kebawa aja ke dalam ceritanya.Kyungsoo sama Baekhyun punya cara masing-masing dalam ngejalanin hidup mereka,yang satu easy yang satu hard (berasa lagi main game).Tapi aku suka walaupun mereka punya cara masing-masing tapi mereka bisa jadi sahabat (walaupun pada awalnya saling gak suka) tapi dari rasa gak suka itu aku malah liat sisi peduli mereka satu sama lain.Suka persahabatan mereka :”

    aku terhibur banget sama Baekhyun POV-nya kata-katanya itu lohh,hahahahaha.Cara dia ngegambarin Kyungsoo apalagi,yang bikin ngakak pas part supermarket,sama cewek cantik😄

    aku bakal selalu nunggu update-an Detour.Dan hahh apabangetlah aku seneng gak seneng detour mau tamat,masih belum relaaa ㅠ.ㅠ

    p.s: aku baca fanfic kak pikrachu di asianfanfic yang He’s So Fine.Aku sukaaaaaa,tapi sayang gak di lanjutin lagi ya kak? .-.

  10. awe awe baru ngecek rupanya ada apdetan eheyy >< walopun cuma side story gpplah ya yang penting ini DETOUR mameeennn /apaan/

    oke ini mungkin aku bakal ngomentarin tiap paragraf dari side story ini, jadi stay tune kak pikrachuu jangan bosen yeaa

    oke aku boleh ketawa ga soal 'obsesi baekhyun menaiki gajah thailand'? dan sumpah kesian bbh matanya bengkat karna udang huhu😦 udah sipit makin ilang deh matanya… udah sini ke indo sj gratis gue yg bayarin/gagaga.

    semuda apakah wajah ibu kyungsoo sampe di kira nuna nuna oleh baekhyun? ini bener penasaran lohh

    "aku heran bagaimana dongeng Thumbelina bisa sampai di rak bagian buku wisata" —- /hening/ kok b-b-bi-s-saa? jangan jangan itu ulah arwah guru bahasa? omhonaaa. dan bener bener ya itu ada apa dengan cerita si tudung merah…..

    "Ia hanya tertawa dan berjalan pergi sambil menggaruk kepalanya, mungkin sambil berpikir merek cat apa yang paling bagus untuk menutupi kebocoran itu." pake nodrop kak^_~

    "Karena tiba-tiba aku ingin menikahi Thumbelina. " nikahi aku saja baek mwah /mohon dimaklumi/

    ohhh jadi ini tentang pertemuan baekhyun sama ibu kyungsu toh /ceritanya baru baca author's note/ pantesan pas awal rada bingung ini latarnya begimana yasalam-,-

    oke tapi aku suka kuq^_~ ini lucu dan menghibur diriku yang sedang galaw memikirkan tugas tugas yang menumpuk huwhuw sedieh nih😦

    dan apdetan chapter detour cepetan di post ya kak udah gasabar nihhhhh.

    DAN IYA IT'S OKAY IT'S LOVE EMANG BAGUS BANGET! KWANGSOO KYUNGSOO PALING KEREND DECHHH! UGH ITU SI DYO MIRIZ YAH JADI TOKOH IMAJINASI😦 INSUNG MIMPI APA BISA MENGIMJINASIKAN COGAN/?

    semoga gabosen dengan komenan sepanjang drabble (ato ficlet?) dari aku kakakkk^_~ isinya gaje pula kan yah h3h3. okedeh sampai jumpa di detour berikutnya (ini berasa aku ya authornya-____-) bye byeee~~~

    <3<3

    • AKU GA AKAN PERNAH BOSEN SAMA KOMEN PANJANG. hah sori capslock mode on soalnya aku seneeeeng bgt

      it’s okay it’s love aku malah sukkaaaaaa banget sama haesonya beneran suka banget pokoknya sama cara dia mencintai cowok huhuhu

      sampai jumpa juga~

  11. Asli endingnya absurd banget, kenapa baekhyun malah jadi pengen nikah sama thumbelina, wkwkwk ada ada aja deh
    Tapi aku sama loh sama baekhyun, sampe sekarang gatau ending cerita si tudung merah hahaaha😄
    Aku malah seneng kalo baca side story, secara dengan adanya side story tuh, jadi lebih tau kehidupan dan karakter si cast, kaya karakter si bekyun ini yg ternyata awalnya benci setengah mati ama kyungsu dan gamau nyelesein cerita si tudung merah wkwk
    Oh kak, jelas aku bagian dari cerita ini lah, kan aku sena /abaikan/ hahahaha
    Aku seneng kakak serius sama detour dan mau namatin ini huahahahaha semoga endingnya semua bahagia yaaa, amiiin dan abis itu kakak lanjutin pastel deh *eh

    Oh iya, kak fik kuliah dimana kak?

    • sebenernya detik ngetik chapter ini aku juga ga tau ending tudung merah lho ahahah

      iya pokoknya kalau aku update lama jangan mikirin aku udah lupa sama detour c:

      pastel, sumpah aku pengen ngepost tp takut kalian kecewa sama updateannya😦

      aku kuliah di Itenas~

  12. Keren bangettttt lumayanlah buat ngobatin rasa kangenku sama detour hehehehe. Dan aku emang suka side story kayak gini
    jujur aja, aku suka pake banget banget sama karakter Baekhyun. Gak suka yang ribet*karena aku juga tipikal kayak gitu* dan soal dia yang suka berharap tapi kalaupun enggak kesampean yaudahlah. Karakter favorit banget aaaaaa.
    Kyungsoo-nya disini juga keren, tipikal yang berlawanan sama Baekhyun tapi suka banget kalo mereka ketemu dan ngobrol.

    Oke fine, Baekhyun emang enggak butuh wanita cantik karena dia cuma butuh Chaeri seorang #eaaaaaaa
    Jadi siapa thumbelina nya? Penasaran. Chapter 25 nya ditunggu ka^^

    n.p: BTW aku juga awalnya ngikutin It’s Okay It’s Love karena aktor-aktornya favorit semua*terutama kemunculan Kyungsoo* tapi pas ngikutin aku suka banget dan setuju ceritanya emang kece banget^^

  13. hyaaa suka bangetttt~ seru seru ceritanya seruuu, dan as always, pemaparannya asik banget, bikin enak dibacanyaa~ aku kaget banget pas baca part ibunya kyung yang dikira baek noona-noona O.o terus kirain aku disini bakalan ada chaeri, aku kangen momen baek-chae:( tapi gapapa dehh pikrachu-nim udh update juga aku udah seneng bangeeeet xD next chapternya aku tungguuuuuuuu~~~

  14. aaakkkkk kak akhirnya aku bisa komen🙂 tiap hari aku nengok ngintip ngintip ke blog ini dan udah di post😀 awalnya agak sedih soal nya side story tapi karna side story jadi ceritanya makin ngeh. jadi suka side story daaahhhh
    aku suka bahasanya nggak ribet dan ceritanya pas buat anak muda yang lagi lovely dovey. nggak berlebihan atau kurang pas pokoknya suka banget!!!
    ah iya kak aku pernah nonton dan awalnya suka banget karna membahas penyakit kejiwaan. tapi lama kelamaan ceritanya ngebosenin. kalo kata aku sih gitu. terlalu bertele tele. hehehe
    next part sangat di tunggu kak!!!

  15. uwaa sidestorynya bagus banget,,

    cara pandang Baekhyun tentang Kyungsoo jadi salah satu topik yang gak pernah aku pikirin apalagi tertarik tapi setelah baca sidestory ini aku jadi pingin tahu lebih lagi bagaimana cara pandang Baekhyun sama Kyungsoo nggak cuma tentang Kyungsoo yang terobsesi mandiin kucing jalanan yang sering lewat di depan sekolah mereka tapi lebih kepada gimana cara pandang Kyungsoo sama sesuatu hal yang gak pernah dia pikirin misalnya istri yang tadi dibahasa😀

    dan ternyata noona-noona cantik yang dilihat Baekhyun di rumah sakit itu ibunya Kyungsoo,, aku kira kakaknya atau semacam kayak sepupu karena kalo kekasihnya Kyungsoo gak mungkin banget :v,, dan aku baru tahu kalo ibu Kyungsoo itu megidap kanker,, Kyungsoo manis banget jadi anaknya ibunya dengan perhatian yang kecil contohnya kayak beliin majalah dan semacemnya so sweet banget,,

    cara Baekhyun maparin gimana hubungannya berakhir sama Sena juga sederhana tapi aku bisa bayangin banget muka Luhan yang patah hati >.<

    sidestorynya daebak ditunggu sidestory detour lainnya,,
    it's okay it's love emang bagus thor aku pingin liat tapi sampek sekarang belum keturutan :3

  16. hai =) aku newreader tapi aku uda tamat FF Detour sama Pastel.. Detour FF pertama (bener2 pertama) yg aku baca, sekaligus dunia baru yg bikin aq tau FF =p
    pertama baca Detour g sengaja nemu di Google search, langsung episode tengah, tapi aku langsung buru2 cari episode dari awal trailer… aku langsung jatuh cinta, nagih, g bisa berenti baca =D serasa masuk dunia baru… buruan update Detour yaa Author Pikrachu, kangen Chaeri-Baekhyun ^^ meskipun aku sebenernya g begitu mengerti dunia Korea hehe
    Setelah baca Detour ampe sini, aku baca Pastel n sekarang juga uda abis blum ada update ._.
    kangen Sehun-Sina-Tao dkk

    Apresiasi 4 Jempol (10 kalo bisa) buat Author… bagus banget (y)
    semangat cari inspirasinya ya Author Pikrachu \^o^/
    kutungguuuu~~~~

    • Selamat datang di dunia fanfic!!!!
      Sumpah aku salut, kamu ga suka exo tp bisa baca detour. Gimana bisa nemu detour di google search? Ini kan blog tersembunyi.. tapi gimana pun jugaaaa aku seneng non k-poppers sampai seneng baca detour :))

      Iyaaa aku semangat terus kokk :DD

      • aq lupa waktu itu aku search apa lalu muncullah fanfic detour di sela2 list hasil pencarian hehe karna penasaran jadi aku buka… mungkin takdir yang menemukan kita hehehe
        asiiik uda ada updatee… \^o^/ mo baca duluu.. makasiii author, fanficmu penyelamat disela2 kesibukan kantor yang cukup mebosankan hehehe

  17. Mamanya kyungsoo sakit ya😥
    Kalo papanya? Kemana? Atau aku ada kelewatan baca apa ya..

    Beneran ya, luhan tuh udah suka sena dari kapan-kapan, grrrrr..

    Pikrachu fightinggg!!!!

  18. Hallo! Anyeong! Ni hao!
    Wah side story ini buat aku melayang wahaha, ko melayang ya? Ya maksud melayang nya emg bikin greget gitu. Cerita ini bener bener unik! (Yah aku memang menyukai hal hal unik and menarik!) Soal baek-chaeri ada apa ya sebenarnya? Aku ngerti si tapi aku juga bingung. Ngrasa aneh ya kalo seorang byun bac- baekhyun membenci atau tidak menyukai seorang moon chaeri. Wahaha yang jelas ya aku sangat sangaaaat menyukai couple baek-chaeri. Ya kalo bisa (harus bisa waha maksa nih) mereka menjadi couple yang terbaik di FF kaka author >×< AMIIN. Dan aku mau tanya, authot memang nya pindah rumah? Atau gimana? Ada apa dengan kamarmu memang? Ya meskipun berbeda, aku doakan detour ini cepat cepat d post dan kalo segera tamat si yaa keputusan pastinya ada di author kan? Pokonya the best writer and keep fighting! Oya, aku sangat ingin baek-chae cepat berdamai dan happyyyy ending segera ya thor! Bbye! (Tolong balas comment ku ya. Aku sangat membutuhkan replay dari author sendiri wekeke~)

    • halo haloooo makasih komenmu yg sangat memotivasi :—–)

      aku lebih tepatnya pindah kota gara2 kuliah dan belum biasa sama kamar baru hhaa jadinya ide suka mentok. Nah, mari kita berharap baekhae bener2 berdamai, well, ending happy atau enggak tergantung sudut pandang masing2 semoga aja definisi happymu dan happyku sama HAHA

      • Oh begitu ya, yaudah semoga unnie bisa cepat beradaptasi atau lebih tepatnya betah lah d kamar baru unnie ya! >*<
        Dan masalah baek-chae aku mau berdoa supaya fikiran kita untuk ending bisa sama aaaaaa😀 makasi makasiiii :*

  19. well walaupun udh baca berulang kali aku tetep gk bosen, keren, pokoknya ini bagus bgt, aku suka bgt sama sudut pandang baekhyun tentang kyungsoo–Yaah pokoknya the best lah side story ini^^

  20. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  21. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s