Detour #26

#26 Better Together

 

 

 

Sudah banyak yang bilang, cemburu artinya tanda dari perasaan suka itu sendiri. Moon Chaeri punya pengakuan kalau ia tidak pernah cemburu dengan siapapun wanita yang mendekati atau didekati Byun Baekhyun. Ketika ia melihat Baekhyun tertawa keras sambil menepuk bahu si wanita baginya tidak ada alasan untuk cemburu melihat betapa lebar senyum wanita itu, toh Chaeri sendiri merasa sudah berharga ketika Baekhyun merangkul bahunya, dulu memang.

Ketika Baekhyun menunjuk sebuah majalah dan mengatakan Taeyeon terlalu cantik Chaeri juga tidak kesal, namanya juga laki-laki.

Bahkan ketika seorang adik kelas perempuan pura-pura jatuh di depan Baekhyun dan laki-laki itu dengan polosnya membantu Chaeri sama sekali tidak kesal.

Tapi kali ini, untuk pertama kali sepanjang hidupnya, ia yakin monster hijau itu akhirnya muncul juga dalam hatinya, dia cemburu dengan perempuan yang namanya Taeri itu.

 

Hal yang harus kalian ketahui tentang Taeri adalah; Dia sama sekali tidak cantik. Tubuhnya gempal, rambut tebalnya berantakan, kulitnya terlihat kasar dengan beberapa bintik merah, dan wangi tubuhnya seperti Odeng. Klimaks dari semua ini adalah, Baekhyun jelas terlihat nyaman dengan Taeri. Mata Baekhyun berbinar, binar yang sama ketika Chaeri menjelaskan teori mesin waktu padanya. Menyukai seseorang berdasarkan kepribadian jauh lebih meyakinkan dibanding berdasarkan fisik. Semua tamat, kepribadian adalah permanen dan itu artinya, Baekhyun akan selamanya menyukai Taeri.

“Chaeri?”

Perempuan yang sejak  tadi sedang dianalis itu membuyarkan lamunan Chaeri. Mereka bertiga berakhir menunggu salju berhenti di Domino’s Pizza karena suhu minus kurang cocok untuk Chaeri yang lupa membawa scarfnya. Chaeri tidak tahu apa yang membuatnya mengiyakan begitu saja ajakan Taeri untuk belajar bersama. Mungkin karena ia ingin mengetes seberapa dekat Baekhyun dengan wanita itu, dan lima menit sejak ia duduk, Chaeri sudah ingin pulang.

“Aku baru ingat ada esai yang harus kukerjakan, sepertinya aku harus pulang sekarang.” Dengan tangan yang sibuk merapikan buku yang sesungguhnya sama sekali tidak dibuka Chaeri beranjak dari kursinya.

“Salju masih deras Chaeri, ini sudah kemalaman jadi aku akan mengantarmu pulang.” Baekhyun yang masih sibuk menyalin jawaban PR Bahasa Inggris dari catatan Chaeri menaikkan kakinya menghalangi jalan keluar Chaeri.

“Wah sejak kapan kau menjadi seorang gentleman Bacon?” Taeri menyenggol Baekhyun disebelahnya, beruntung sekali ia tidak melihat betapa mengkerutnya wajah Chaeri ketika ia menyebut nama Bacon.

“Yah, menurutku wajar menjadi gentleman untuk kekasihnya sendiri.” Jawaban Baekhyun terlalu ringan untuk ukuran orang yang baru saja membuat dunia Chaeri jungkir balik. Chaeri tidak mengerti kenapa Baekhyun masih bisa fokus memandang buku tulisnya ketika di sekelilingnya dua wanita menatap dirinya bingung.

 

Dan, saat ketika tangan Baekhyun diam-diam menggenggamnya di bawah meja, Chaeri mengerti.

 

 

***

 

Jam enam sore dan hanya Kyungsoo yang berdiri di depan gerbang. Si pembuat acara Chen dan Seukri mengatakan mereka akan terlambat. Dua teman yang mengaku sebagai sahabatnya itu; Luhan dan Baekhyun sudah mengatakan dari sejak pagi mereka akan terlambat masing-masing mengikuti pelajaran tambahan. Moon Chaeri yang katanya tidak pernah terlambat itu mengirim pesan akan terlambat karena mengurus Daeha yang tiba-tiba sakit gigi. Sehun harus menemaninya ibu pergi membeli wastafel. Sungjong entahlah dan Nami mengatakan ia akan datang lima menit lagi sejak lima belas menit yang lalu. Menit kedua ketika Kyungsoo mulai menyesal meninggalkan makarel bekunya hanya demi shooting ini Sena mengejutkannya dari belakang.

“Hai Kyungsoo! Tebak siapa aku.”

Kyungsoo melepas tangan Sena yang menutupi matanya dari belakang. “Siapa pun yang jelas aku tidak suka kau menutupi mataku dengan tanganmu yang keringatan itu.”

Sena merengut dan mengelap tangannya yang memang selalu berkeringat pada celananya. “Di mana yang lain? Ponselku rusak jadi aku tidak tahu apapun.”

“Intinya semua terlambat dan aku menggigil menunggu di sini, bagaimana kalau kita ke dalam?”

“Ahh—“ Mata Sena menyipit, menemukan sesuatu yang tiba-tiba menarik. “Ketakutan ya sendirian di dalam?”

“Kita buktikkan siapa yang sebenarnya penakut?” Kyungsoo pun menaikkan bahunya, berjalan masuk ke sekolah ketika Sena menjulurkan lidah padanya. Omong kosong dia seorang penakut. Tapi baiklah, dia memang penakut, Kyungsoo kadang takut ketika seseorang yang sedang berjarak dekat dengan dirinya sedang memakan es krim, memikirkan bagaimana lelehan es krim jatuh mengenai bajunya sudah cukup membuatnya memijit kening tapi untuk kasus makhluk halus dan sebagainya, ia cukup percaya diri.

 

“Kau jadi ke Jepang Kyungsoo? Kenapa jadi dokter harus jauh-jauh ke Jepang sih? “ Sena memutuskan topik itu ketika mereka sampai di kelas 3-A. Jarang sekali ia punya momen seperti ini, quality time berdua dengan Kyungsoo tentu harus dimanfaatkan.

“Yah— tidak sejauh seseorang yang China.” Jawab Kyungsoo singkat sambil membuka National Geographic yang baru dibelinya tadi di stasiun kereta.

Sena meniup poninya, selalu harus ada akal-akalan untuk membuat laki-laki ini mau bercerita. “Luhan ke China karena ayahnya ingin Luhan belajar bagaimana cara jadi penerus. Oh Luhan benar-benar seperti Kim Tan!” Sena tersenyum, terlihat bodoh tapi sudahlah terlihat bodoh di depan Kyungsoo bukan hal yang benar-benar memalukan.

“Lalu apa ayah Luhan juga seperti ayahnya Kim Tan?” Kyungsoo tersenyum masih memandang takjub foto pendaki gunung, sama sekali tidak menyadari tangan Sena sudah ingin memukulnya.

“Mereka mirip, tapi aku bersyukur ayah Luhan tidak mengusirku dengan membeli tiket pesawat ke luar negeri.”

“Mungkin belum terpikir, tapi ngomong-ngomong kenapa kau terlihat senang Luhan akan pergi, minggu lalu masih ada yang menangis karena harus melakukan hubungan jarak jauh.” Kyungsoo membuka halaman selanjutnya, langsung membaliknya lagi karena kurang suka melihat perempuan suku pedalaman tanpa pakaian.

“Sebenarnya tidak terlalu buruk, lagi pula dia pergi bukan untuk selamanya dan aku di Korea juga tidak selamanya. Hubungan kami makin dinamis dengan perpisahan ini, bukankah ceritaku jadi seperti di novel-novel? Menurutmu bagaimana kalau aku menulis novel ceritaku dan Luhan?”

“Yah—“ Pada akhirnya Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari majalah, tiba-tiba penasaran dengan ekspresi Sena yang begitu percaya diri soal hubungannya . “Kalau ada yang mau membacanya, silahkan.”

“Tentu saja kau yang akan menjadi pembacaku! Ini pasti keren, sebenarnya aku bisa meminta Chaeri tapi dia sudah sibuk dengan filmnya Chen. Lagi pula aku tahu nilai bahasamu cukup tinggi, dulu juga kau memenangkan esai bagaima—“

“Yak, stop. Aku tidak pernah membaca romance, kalau kau menjadikan ceritamu dan Luhan misteri aku bersedia menjadi editormu.”

Sena membuang napasnya. Tiba-tiba dalam hati jadi bertanya bagaimana bisa dulu jatuh cinta pada laki-laki sekaku ini. Kyungsoo di matanya dulu terlihat sangat berwibawa, karisma, tampan, segala hal yang dibutuhkan. Membayangkan jika ia dan Kyungsoo bersama dan membuat novel  misteri dari kisah mereka bahkan rasanya masuk akal, tentu saja, Kyungsoo selalu membawa misteri kemana pun.

 

“ASTAGA!” Pintu kelas terbanting, Nami dengan napas tersengal-sengalnya segera menghampiri meja Kyungsoo Sena. Melihat Nami sebenarnya merupakan hal biasa tapi kali ini melihat betapa berantakannya perempuan yang selalu menyisir rambutnya setiap setengah jam sekali itu Kyungsoo menaikkan alisnya bingung.

“Kalian di sini! Aku bersumpah aku mendengar suara piano dan kupikir salah satu dari kalian yang memainkannya!”

Sena memiringkan kepalanya belum mengerti kemana pembicaraan ini akan berjalan. “Lagu apa? Aku dan Kyungso kan tidak bisa bermain piano.”

Rivers Flow in You kukira itu Baekhyun tapi begitu kubuka tidak ada siapa pun di sana.”

“Baekhyun masih ada Hagwon, dia baru menelponku baru saja naik kereta menuju ke sini.” Kyungsoo menunjukkan panggilan terakhir dari layar ponselnya pada Nami yang langsung menelan ludahnya.

 

***

 

Sehun dan Chaeri sampai bersamaan. Keduanya turun dari mobil masing-masing memandang satu sama lain dengan pandangan astaga-kukira-aku-yang-paling-terlambat. Dengan panik tanpa saling menyapa keduanya berlari memasuki sekolah, sama-sama terlambat lebih dari satu jam mereka berdua tahu tidak ada gunanya berlama-lama.

 

Koridor terus terang sepi untuk ukuran ketika semua teman mereka sudah sampai. Biasanya akan terdengar teriakan Baekhyun atau Luhan dari ujung sana tapi bahkan suara derit pintu pun tidak terdengar.

“Ponselku tertinggal. Hei Sehun kau yakin kan mereka tidak pindah lokasi?” Chaeri berusaha menyamai langkahnya dengan Sehun yang sejak tadi melongo pada setiap jendela kelas yang dilewati.

Sehun menghentikkan langkahnya, menengok sebentar dan tersenyum meskipun ia tahu koridor terlalu gelap untuk Chaeri dapat menangkap senyumnya. “Terakhir Luhan mengatakan pindah ke lantai 6 tapi aku berfirasat mereka tidak di sekolah lagi.”

“Maksudmu?” Chaeri mau tidak mau terdengar panik. Berada di sekolah jam 9 malam hanya berdua dengan Oh Sehun kurang menyenangkan untuknya.

“Aku baru sadar tidak ada mobil Luhan di depan.”

“Kalau begitu telpon dan katakan jemput kita, aku tidak bisa pulang ke rumah hari ini.”

Sehun pun menunjukkan ponselnya. Retak dan terlihat begitu menyedihkan. “Terinjak ibuku tadi.”

 

***

 

Sungjong yang sejak tadi tidak bisa berhenti mengecek jam tangannya setiap lima menit sekali makin terlihat panik. Kemana Sehun pergi adalah isi otaknya dari tadi. Ia sudah menyelesaikan semua adegannya dengan cepat hanya tersisa satu dan itu dengan Sehun.

Cut!” Chen berseru terlalu semangat untuk ukuran sutradara yang sudah dicerca berkali-kali oleh pemainnya.

Kyungsoo melongokkan kepalanya dari jok depan mobil Luhan. Memperhatikan Baekhyun yang baru saja melakukan adegan menghancurkan boneka salju yang dibuat susah payah oleh Sungjong. “Hei Baek. kau tidak tahu di mana Chaeri?”

Sambil membersihkan salju dari lututnya ia menggeleng. Di mana Chaeri adalah pertanyaan sulit beberapa minggu belakangan ini. “Coba tanya Daeha, Chen coba tanya Daeha!” Baekhyun berteriak.

“Aku sudah bertanya—“

Jawaban Chen tidak selesai. Teriakan dari gedung sekolah membuat mereka semua serempak menengok bersamaan. Suara Chaeri  dan tanpa perlu konfirmasi Baekhyun berlari.

 

***

 

Flash back

 

Chaeri baru sadar kalau perasaan lega ternyata senikmat ini. Saat ketika laki-laki yang mengaku jadi kekasihnya Taeri datang menjemput pacarnya itu Chaeri menggigit bibirnya tidak mau Baekhyun menyadari betapa lebar senyum dirinya sekarang.

Taeri melakukan salam perpisahannya dengan Baekhyun, beberapa gerakan tangan rumit sebelum akhirnya mereka bersalaman seperti yang Chaeri sering lihat antara Luhan dan Baekhyun. Setelah Taeri pergi dan Baekhyun masih menyalin PR Chaeri mengambil Ipodnya, berpura-pura sibuk memilih playlist ketika kenyataannya ia diam-diam melirik Baekhyun yang matanya masih terpaku pada kamus Bahasa Inggris. Chaeri hampir lupa bagaimana wajah Baekhyun. Maksudnya, beberapa minggu terakhir ia memang menghindari segala hal yang berhubungan dengan laki-laki itu.

“Nah— ayo kita pulang Chaeri.”

Dan ketika Baekhyun menyebut namanya. Chaeri hampir lupa bagaimana perasaan menggelitik itu.

“Aku kedinginan jadi aku tidak bisa meminjamkan scarfku tapi—“ Baekhyun tersenyum.

Dan ketika Baekhyun tersenyum, ia hampir lupa kalau mata menyipit itu juga kesukaannya.

“Tanganku kosong dan tidak berkeringat, jadi kita bisa bergandengan tangan. Kan?”

 

Setengah perjalanan setelah Chaeri menolak bergandengan tangan dengannya Baekhyun entah kenapa kehilangan  rasa percaya diri untuk berdiri di sebelah perempuan itu. Meskipun langkah perempuan itu mungil dan pelan Baekhyun sebisa mungkin terus memaksakkan langkahnya jangan sampai menyamai langkah Chaeri.

Chaeri sibuk dengan Ipodnya dan berakhir memilih I Want Love That Will Last. Terlalu menikmati suasana ia sama sekali tidak memberi perhatian bahkan ketika Baekhyun hampir terpeleset akibat jalanan yang benar-benar licin.

“Taeri— bukankah dia orang yang menyenangkan?” Chaeri pada akhirnya membuka dialog sementara Baekhyun yang sejak tadi berjanji pada diri sendiri akan merespon setiap perkataan Chaeri sebaik mungkin memiringkan kepalanya bingung, membicarakan Taeri di luar prediksinya.

“Memang, kami memiliki banyak kesamaan jadi aku cukup dekat dengannya.” Ucap Baekhyun yang mulai mempercepat langkahnya berada tepat di belakang Chaeri sampai hembusan angin musim dingin membuat rambut perempuan itu menyapu pelan bibir Baekhyun.

“Hmmm sama di mananya?” Chaeri masih belum menengokkan kepalanya tapi Baekhyun tahu ia sudah selangkah lebih dekat entah pada apa.

“Kalau kau lihat pacarnya tadi, aku bertaruh kau tidak percaya tapi sebenarnya Taeri ingin sekali putus dengannya—“

“Karena dia menyukaimu?”

Mata Baekhyun mengerjap dua kali. Kaget dan bingung. “Bagaimana kau tahu?”

Jawaban dari Chaeri hanya rem mendadak yang membuat Baekhyun menubruknya. Chaeri tidak bergeming, masih berdiri tepat di depan Baekhyun, membelakanginya seakan Baekhyun benar-benar hanya tembok.

“Bagian mana yang samanya? Soal kalian sama-sama ingin putus dari—“

“Bukan.” Baekhyun melanjutkan langkahnya, menarik lengan sweater Chaeri dan membawanya kembali berjalan karena berhentinya mereka membuat trotoar yang ramai malam itu menjadi macet.

“Tapi aku menolaknya mengatakan aku sudah menyukai perempuan lain dan Taeri tidak bermasalah dengan itu. Dia tetap menyukaiku tapi—“

“Kau tidak memberitahu kalau kita—“

Sambil menggigit bibirnya Baekhyun melirik diam-diam pada Chaeri. Sedikit lagi. Firasatnya mengatakan sedikit lagi. “Bagaimana kalau kita bergandengan tangan?”

Chaeri mengangkat kepalanya, entah kenapa ingin tahu bagaimana muka Baekhyun ketika mengatakan kalimat itu sementara yang ditatap gelagapan dan kembali memandang ke depan, tiba-tiba sok sibuk merapikan poninya.

“Apa di kepalamu hanya ada soal bergandengan tangan?”

“Tentu tidak—“

“Oh.” Chaeri memutar bola mata. Setelah menarik dan membuang napas giliran dirinya merapatkan bibir karena sejujurnya dari pada bergandeng tangan jauh lebih nyaman baginya memeluk lengan pria di sebelahnya itu. Coat  yang dipakai Baekhyun terlihat jauh lebih hangat dari pada sweater  tipis yang dipakainya, belum lagi wangi Peppermint yang Chaeri curi lihat ketika Baekhyun keluar dari toilet sambil menyemprotkan parfumnya.

“Baekhyun?”

“Hm?” Respon Baekhyun sambil membuka ponselnya yang bergetar.

“Mau mendengar hal yang menggelikan?”

“Mau—“ Mendapat pesan dari Kyungsoo soal jangan lupa membawa payung yang dipinjamnya Baekhyun tidak menatap Chaeri yang sejak tadi sudah sekuat tenaga mengumpulkan keberaniannya.

“Tidak jadi.” Tiba-tiba Chaeri mengurungkan niatnya, begitu saja mendadak mood  hilang.

Merasa aneh maka Baekhyun menengok, memandang sekilas pada Chaeri yang tiba-tiba terus menatap ke depan dengan wajah canggung.  Ketika memutuskan kembali membalas pesannya untuk Kyungsoo sesuatu membuat tangannya yang sejak tadi bergerak lincah di atas layar ponsel terdiam.

Perlahan menengok ke kiri ia sudah menemukan perempuannya  memeluk erat lengan kirinya, seperti koala yang siap tidur pada pohon favoritnya. Baekhyun tidak mengerti apa yang terjadi, yang ia tahu semua sudah selesai, bahkan ketika Baekhyun tidak berusaha memulainya. Sambil kembali mengetik pesannya ia terus berjalan, sesekali bersenandung dengan Chaeri yang mendekap erat padanya, meminta kehangatan meskipun sejujurnya si laki-laki merasa Chaeri lah yang lebih  memberi kehangatannya.

 

***

 

Jeritan Chaeri tadi bukan bercanda. Ia bersumpah ketika memutuskan memencar dengan Sehun dan dirinya akan pergi ke lantai tiga tiba-tiba seseorang meniup tengkuk lehernya tanpa peringatan suara langkah kaki. Chaeri menghentikkan langkah menaiki tangga. Rasanya akan ada sergapan mendadak jika ia terus nekad naik.

Sambil menelan ludah ia mulai menyesal meminta Sehun untuk berpencar. Kenapa mereka tidak bersama saja? Apa Sehun tidak mendengar teriakannya tadi?

“Sehun?” 

Hening. 

“Ada orang?” Ia menaikkan volume suara ketika pada akhirnya balasan yang ia dapat hanya gema suaranya sendiri. Sambil mengepal tangannya kuat sampai merasa kukunya akan membekas pada telapak tangan Chaeri kembali menuruni tangga. Ia akan keluar dari gedung. Apapun yang terjadi ia harus keluar dari gedung dan pergi ke Seven Eleven terdekat persetan dengan shooting ini.

Dengan bantuan cahaya bulan yang menembus jendela koridor Chaeri berjalan cepat, berusaha tidak menimbulkan suara berisik yang bisa memancing sesuatu untuk muncul. Berada di lantai kedua Chaeri berdehem, memanggil Sehun menjadi harapan satu-satunya.

“OH SEHUN!”

Lagi tanpa jawaban. Chaeri terus mempercepat langkahnya, kali ini makin yakin ia harus segera keluar.

 

***

 

Kyungsoo yang sudah membaca habis National Geographicnya menengok pada jam mobil. Sudah 15 menit sejak Baekhyun berlari memasuki gedung, lima menit pertama ia menganggap Baekhyun terpeleset dan mencari Chaeri dengan kaki tertatih, lalu memasuki menit ke sepuluh mungkin mereka berdua sudah bertemu tapi memilih tetap di dalam entah melakukan apa, dan terakhir di menit ke 15 Kyungsoo mengacak rambutnya gusar, keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju gedung, sesuatu yang salah pasti terjadi.

Masuk ke gedung, lampu ruang musik menyala hal pertama yang disadari laki-laki itu, tiba-tiba teringat cerita Nami soal Rivers Flow in You yang mengalun tanpa ada pemain Kyungsoo menelan ludahnya sebelum mendorong pintu ruangan. Tutup tuts pada piano tidak terbuka, dan Kyungsoo yakin tidak akan ada murid yang datang ke sini malam-malam hanya untuk memainkan piano. Merasa hanya menghabiskan waktunya beranalisis  maka Kyungsoo mengendikkan bahunya keluar dari ruangan dengan langkah cepat yang sesungguhnya tidak ia sadari.

 

Pemberhentian selanjutnya adalah toilet laki-laki yang terbuka. Tanpa berusaha mengintip terlebih dahulu ia mendorong pintu terbuka lebar, mendorong pintu setiap kabin toilet dengan kaki berharap tidak menemukan Baekhyun di sana. Tentu saja, melihat Baekhyun di toilet dengan keadaan yang tidak mengenakkan siapa yang mau.

Berusaha tidak melirik cermin toilet meskipun ia tidak percaya soal penampakan yang katanya sering muncul lewat sana Kyungsoo melangkah cepat keluar, sekarang ia sadar panik mulai merayapinya. Setelahnya dengan agak ragu ia mengetuk toilet wanita yang berada tepat di depan pintu toilet pria.

“Chaeri?”

Ketukan dua kali lagi hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri. “Ada orang di dalam?”

Hening tanpa sedikitpun suara Do Kyungsoo segera berjalan cepat menjauhi toilet, atau lebih tepat di katakan berlari kecil ia pun menaiki tangga menuju lantai dua. Sekarang ia berharap Chen, Luhan atau bahkan Sena segera menyusul dirinya ke sini.

 

***

 

Park Sena berusaha menyelesaikan kepala boneka saljunya ketika tiba-tiba Luhan menjatuhkan dirinya duduk di sebelah Sena.

“Sena. Bukankah menurutmu lebih baik kita pulang? Sehun dan Chaeri tidak mungkin lagi datang.”

Tanpa melirik pada laki-laki yang sedang memainkan ujung kepangannya Sena mendecak. “Kau tadi dengar kan ada jeritan Chaeri lalu Baekhyun menyusulnya dan sampai sekarang mereka belum kembali?”

Meniup poninya, Luhan melirik jengkel pada Chen yang sedang sibuk memohon pada Sungjong untuk mengulang adegan pelukannya dengan Nami. “Lihat Chen, dia bahkan tidak khawatir dua pemainnya tidak datang-datang. Sudahlah kita pulang saja.”

Memilih mengabaikan Luhan sekalipun laki-laki itu sudah menarik-narik kepangannya Sena pun menusukkan ranting pada badan si manusia salju sebagai sentuhan terakhirnya. Menengokkan kepalanya, ia membuang napas menatap Luhan yang kedua telinganya memang sudah memerah. “Bagaimana kalau kita cari mereka? Aku baru sadar ini sudah hampir setengah jam sejak Baek pergi.”

“Baiklah, ajak Kyungsoo juga.”

Senyum jenaka Sena kembali muncul, sambil menggoyangkan jari telunjuknya dan mendecak ia mencibir “Aku cukup pemberani, tidak perlu mengandalkan Kyung—“

“Bukan itu maksudku, aku juga berani tapi kan, ya sudahlah. D.O!” Luhan beranjak dan menghampiri mobilnya yang sengaja terus dinyalakan atas permintaan Kyungsoo yang kedinginan. Tidak menemukan Kyungsoo yang terakhir dilihatnya masih membaca majalah Luhan segera memandang heran pada Sena. “Sena, kau tahu kemana Kyungsoo?”

Perempuan yang ditanya sama herannya, sambil mengendikkan bahu ia hanya menjawab singkat. “Di mobil.”

Dua-duanya hening, saling berbicara lewat pandangan mata panik sampai akhirnya si sutradara menginterupsi. “Luhan! Setengah jam lagi kalau Sehun atau Chaeri tidak memberi kabar kita akan pulang.” Tiba-tiba Chen menyahut.

Luhan mengerjapkan matanya, seumur hidup baru pertama ia merasa Kyungsoo begitu ceroboh. “Chen, Kyungsoo menghilang.”

“Telpon dia, bilang aku mau menginap di rumahnya.” Chen yang masih sibuk membaca ulang skenario sama sekali tidak menyadari nada panik dari kalimat Luhan, di kepalanya sekarang hanya dipenuhi hukuman ringan untuk Sehun dan Chaeri yang mengingkari janji mereka.

“Masalahnya D.O. meninggalkan ponselnya di sini.” Dengan lemas Luhan mengangkat Iphone hitam itu, membuat baik itu Sena atau Chen membuka mulutnya. Kedua dari mereka tahu, Kyungsoo tidak pernah meninggalkan ponselnya.

 


Author’s Note:

 

KANGEN sdfsdjkhsfks

Update jadi super duper lelet ya huhuhuhu tapi yang penting cintaku pada kyungsoo ga berubah. Hahaa akhirnya kesampean masukin unsur misteri ke fanfic semacam Detour lol. Ini Cuma jadi intermezo aja kok tenang aja daaaan tadah! Hubungan baekchae jadi ambigu gitu tapi ga papaaa sengaja kok huahahaha

Ah udah jadi ga tau mau ngomong apa :’ pokoknya tetep setia sama detour. Eniwei di Detour Luhan bakal ke China tapi kenapa jadi beneran ke China orangnya :’’ huhu tapi yaudahlah ga jaman lagi ngomongin begituan, yang penting hepi karenaaaaaa #HAPPYCHANYEOLDAY

HAI :* buat pembaca baru, kalian dateng ketika aku update lagi lelet2nyaaa tapi tetep komen kalian yang makin bikin aku gemeeeees lanjutin detour❤

51 thoughts on “Detour #26

  1. Eon tau gk si selama aku liburan dan pas awal masuk SMA itu selalu nunggu” Detour dan tdi pas aku nge cek time line di twitter langsung liat twittnya eon yg bilang stay tune Detour akan update waaww aku rela tidur jam 10 demi baca detour walaupun besok Ulum Bio sama Ing W, doain aku ya eon :p

    Btw aku agak gk ngerti mana yg sekarang dan mana yg lampau ._. Tapi sumpah keren abis eon ttng misterinya keren banget .. dan aku sedikit ketawa pas bagian Kyungsoo teringat dgn kata” Nami ttng piano yg bermain dgn sendirinya .. ngeri juga si baca malam”

    Trus detour chapter ini gk mengecewakan sama sekali de😀
    eonni jjang (Y)
    Pastelnya .. udah kangen banget ni dgn hubungan Sina sama Tao oppa ._.
    Dan aku masih shippernya KyungChae walaupun sudah dapat menerima couple BaekChae, jadi greget liat hubungan mrk yg gk jelas .. oke next ya Eon😀
    Mian kalau comentku kepanjangan dan bikin gk ngerti trus jadi gaje dan nge spam ._v

    • Aaah ditungguin teruuus makasih yaa 😅 ujiannya benerin kudoain sukses kok c;

      Yg soal flesbek itu cuma yg baek sm chaeri perjalanan pulang dr dominos pizza sisanya waktu yg ‘sekarang’ dan soal pastel. Ah aku juga kangen kok sama taosin :’)

  2. eonni sumpah aku nggu ini lama bgt, pertama sehari sekali aku cek udh dipost apa blm lama aku kurangin.jd dua hr sekali hueeee TT
    tp gpp sekali update ada kemajuan hubungan BaekChae yeeei~

    oya eonni mnta uname twitternya dong plis plisss🙂

  3. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa SENEEEEEEEEEEEEEEENG!!!!! aku nungguin terus, aku kangen banget sama detour sama pastel juga D; kalo lagi gak sibuk update soooooooon yaaaaaaaaaaaaa pikaaa

  4. Komen sebelum log in OTL
    Masih bingung kenapa mbak Pikrachu masih sempet2nya bisa update detour padahal saya di sini tenggelam sama tugas atm

    Ookaii…. aku gak nyangka bakal ada unsur misteri yg muncul tbh. Chaeri jealous hahaaha dan tiba2 menunjukkan sisi posesifnya(?) Bisaaa. Chen adem anyem pemainnya ilang2 an orz orz tapi bisa bgt ngebayangin mas Chen gitu lol. Aku fangirl Chen banget di siniii hahahaha

    Krn ini ada misteri… updatenya dipercepat yaa jk jk kkkk ^^

    • HAHA TASY inilah yg namanya procrastinateeee kayak tugas setumpuk tapi aku tetep bukan laptop bodo amat besok deadlinenya wkkwk

  5. Aduh kak aku kangen banget !!
    Kayak seabad kesannya
    aku terhura kak, speechless
    aduh kangen baekchae kak, kangen kyungsoo, kangen semua pemain detour
    aduh rasanya mau nangis
    setiap hari baca ff lain, tapi detour selalu dihati /alay mode on/
    untuk selanjutnya fighting kak, aku tahu kuliah nyita banyak waktumu

  6. Aku lumutan nunggu part ini hahahaha
    Akhirnya keluar juga :’) *pompom*
    Baekchae balikan kaaaan? Feeling aku sih gitu
    Part ini dimasukin genre misteri menarikjuga
    Di tunggu lanjutannya ya author🙂

  7. kaaaaaaaaaaaak fikra comeback…..😀

    kak kenapa updatenya lama bgt lumutan tau kak nungguin detour, bolak-balik trs ke blog ini cm buat liat detour updatenya kapan. kangen kak fikra juga :’)
    Baekchae gantung hubungannya, kayak AADC.
    bagian nami disini success bikin deg degan bgt pas dia bilang ada yg mainin piano.
    kangen moment sena luhan + kangen pastel jugaaaa kak, Sehun Sina😥
    bukannya si sina jg ikut main di filmnya chen ya kak?
    bentar lagi mereka semua mau lulus trs pd ngelanjutin kuliah ke jurusan masing”. aku juga tahun ini mau lulus + lanjut kul. jd di mohon kpd kak fikra kalo mau ending detournya, nanti aja kak kalo aku jg udh kuliah wkwkwk😀
    tp kalo bisa sih trs lanjut

    pokoknya kangen detour +pastel. :’)

  8. eon tau ga , tiap hari kadang aku suka sempet” cek udh muncul belum ff detour part selanjutnya tapi ga muncul” . dan akhirnya ada juga ﹋o﹋
    eonni kenapa lama bgt munculnya sih eon? kangen tau♡

  9. Akhirnyaaaaaaa~ di update jugaaaa!!!! aku kangen banget banget banget banget sama Detour,kalo ada pemberitahuan email,berharap Detour update,sampe nge cek blog takutnya udah update tapi gak masuk ke email,ternyata belom.Ehhhhh giliran iseng,ternyata UPDATE!

    Unsur misterinya ngena,aku jadi ngeri ngebayangin bunyi piano itu,merindinggggg~ Apalagi yang Chaeri sendiri itu,dia itu di tangga ‘kan ya? masa aku takut Chaeri gelinding ke bawah karena panik ._. Kyungsoo dan Baekhyun nyusul Chaeri,eumm aku berharap Kyungsoo sih yang nemuin Chaeri *tetep*
    soal BaekChae moment yang Chaeri ngerangkul Baekhyun,aku cukup puas,aku juga cukup lega karena ternyata Taeri bukan siapa-siapa Baekhyun,kalo boleh jujur aku kangen saat-saat Chaeri ngejelasin sesuatu ke Baekhyun,gatau kenapa aku suka aja

    Keep writing,author-nim! Semoga di lancarkan imajinasinya,di senggangkan waktunya,di ilangkan tugasnya biar cepet update *eh kkkk~ Ditunggu kelanjutan Horror Detour selanjutnyaaaaaaaa~

    • Hahaha seneng seneng deh ada yg bilang kangen momen dialog mereka :” iyaaa nanti next chapter bakal kumunculin kok

      Huhuhu doa2mu kuaminin semuaaaa amiiin terutama yg bagian hilangkan tugasnya

  10. author-nim gomawooo bangeeet bangeet bangeeet soalnya ada hunchae moment😄 hahaha apa itu sehun chaery lirik2an tatap2an pas smpek depan sekolah, trus apa itu chaery manggil2 nama sehun :v hahaha sukaa

    ya ampun baek itu chaery udah kasih kode udah kek koala gtu cobak
    seperti biasa di setiap ff mu pasti ada beberapa kalimat yg bkin aku analisis sndiri :v contohnya di kalimat Baekhyun tidak mengerti apa yang terjadi, yang ia tahu semua sudah selesai, bahkan ketika Baekhyun tidak berusaha memulainya
    nah itu maksudnya semuanya udah selesai kn konflik antara baekchae walaupun baekhyun gk berusaha buat mulai membereskan konfliknya, bener gtu thor? :v hahaha analisis sndiri sih atau lebih tepat brharap gtu hahaha

    akuuu seneng bangeeet pas liat detour akhirnya mncul angka 6 nya setelah sekian lama melihat 5 terus😦 tapi rasa kangen aku masih bersisa author-nim😦

    • Hahahahah waktu aku ngetik sehun chaeri momen aku beneran inget kamu lhooo kayam dalam hati ” reader yg suka bgt adegan hunchae bakal seneng bgt nih lol”

      DAN
      SELAMAT YAH KAMU BENER
      Serius analisismu bener, maksudku tuh emang ituuuuu aku suka nulis kalimat ambigu karena lebih singkat dan ga terlalu narasi bgt kayak enggak terlalu to the point meskipun ujung2nya jadi banyak yg ga nyambung tapi huft untung ada yg ngerti 😙

  11. Tercengang aku pas mampir keblog ini ternyata detour udah update yeeeeeeeeeeeee~o~ seneng gilssss haha:D duh yaaa miss banget sama baekchae:’) jangan lama lama napa kak updatenya-_- ngomong ngomong pastel apa kabarnya kak?:’) jangan digantung lah:’)

  12. NICE aku baru sadar bukan mimpi kalau ini adalah chapter 26 ^,^

    Kafiiikkkkk aku kira blog ini udah banyak sarang laba labanyaaa euy… tiap hari bolak balik cek sambil berharap kapaaaaan… kapan diupdate next chapternyaaaa ㅜ.ㅜ aku bahkan udah lupa sama nama tokoh nya kaya sina dan sena aku harus review chapter sebelumnya untuk mengingatnyaaaa *plak* suka ketuker wkwkwkwk

    aku bahkan sempat berpikir kalau Kafik -ehem sama seperti authors di luar sana yang tidak bertanggung jawab atas karya indahnya yang dibiarkan begitu saja di tengah jalan /huhuhu/ BERUNTUNGNYA aku salah, Kafik emang JJANG !! Tapi Aku tetap setia kok nungguin update-annya Kafik ^,^🙂😀

    as always ya Kafik aku selalu terpesona sama cerita ini mau bagaimanapun jalan ceritanya aku tetep cinta sama semua karakter disini. seriuuuss😄 please ini bukan sebuah ke-klise-an belaka. aku udah berkali kali komentar ceritanya selalu unik disetiap chapter.

    dan ituuuhhhh gak salah kan seorang Moon Chaeri nunjukin rasa cemburu ke Baekhyun??? NICE~ jadi gantung gitu yaaa hubungan mereka makin bikin aku jadi greget!! Seru sih kalau digituin mereka berdua wkwkwk dan juga WOW sejak kapan Baekhyun jadi heroic gitu sih???? maigat ~~~ beruntungnya Chaeri

    Chen buat film genre horor kenapa behind the scene nya juga ikutan horor???? tapi ini kereenn akhirnya terjawab rasa penasaran aku akan level horor seorang Chen.

    akhirnya terobati jugaaaa rasa rinduku :*

    Kafik yang rajin yaaa nulisnyaa hehe jangan putus asa kalau lagi buta akan ide oke? /plak/ AKU MENUNGGU CHAPTER SELANJUTNYA LHOOO heheh jebol capslocknya😄

    Pokoknya harus semangat yaa Kafik untuk terus menulis khayalan ini🙂🙂🙂 Kafik-JJANG PIKRACHU-JJANGI ^,^

    • Iiiiih aku ga bakal lupain detour karena aku ngerti gimana rasanya jadi pembaca fanfic yg tiba2 ceritanya stop :’

      Huhhuhu makasih tetep dibilang unik aku takut habis sekian minggu enggak ngetik tiba2 detour jado kehilangan gayanya dan kalian kecewa haha

      Tenannnng putus asa dan pikrachu tuh ga pernah berada dalam satu kalimat😉

  13. kaaaaaaaaaaaak fikra comeback…..
    kak kenapa updatenya lama bgt
    lumutan tau kak nungguin detour,
    bolak-balik trs ke blog ini cm buat
    liat detour updatenya kapan. kangen
    kak fikra juga :’)
    Baekchae gantung hubungannya,
    kayak AADC.
    bagian nami disini success bikin deg
    degan bgt pas dia bilang ada yg
    mainin piano.
    kangen moment sena luhan + kangen
    pastel jugaaaa kak, Sehun Sina
    bukannya si sina jg ikut main di
    filmnya chen ya kak?
    bentar lagi mereka semua mau lulus
    trs pd ngelanjutin kuliah ke jurusan
    masing”. aku juga tahun ini mau
    lulus + lanjut kul. jd di mohon kpd
    kak fikra kalo mau ending detournya,
    nanti aja kak kalo aku jg udh kuliah
    wkwkwk
    tp kalo bisa sih trs lanjut
    pokoknya kangen detour +pastel. :’)
    semangat nulis ya kak fik, kita semua nunggu ide gila kak fik buat chapter berikutnya🙂

  14. Oke…..

    Di hari minggu yang rada mendung ini, aku kepikiran buat ngecek wp buat liat detour udah apdet ato belum. DAN APA? INI APDET HUHU KENAPA AKU GAPERNAH BISA BACA APDETAN DETOUR DI HARI DI POSTING NYA/?

    Tau gak sih kak, aku ngecek wp tgl 26 malem malem loh, eh rupanya di post pas hari ulang tahun masa depan aku ;-( iya, masa depan ehem. (maap jungdoq akunya)

    Dan sepertinya kali ini aku gabisa ngerusuh, ngomentarin tiap paragrafnya ;-( sibuk nih mau un duh. Malah besok ulangan semester kan. DAN AKU BELUM BELAJAR HUHU (dan malah baca fanfict…) duh maap jadi curhat gini.

    Btw aku belum baca chapter ini tapi mau komen duluan…. hahah soalnya takut kalo udah baca ke bablasan ngomen ngerusuh lagi. Tapi beneran aku pengen ngerusuh ih. Tapi yasud lah ya, kalo dari judulnya sih kayanya baekchae mau balikan😏 JADINYA AKU SENENG BAHKAN SEBELUM BACA AWWWW

    Baiklah kak, aku mau baca ini dulu. Semoga next chapternya cepet jadi ya/? Dadahhhh~

  15. detour update…. bahagianya…. hahaha… mood jadi tambah lebih baik abis baca… baek di sini cool. baekbaekbaek… ahahaha jadi suka baek… tapi kyungsoo jg keren… khawatir sama teman sampe keluar dari karakter asli. uhm… tapi kok aku ngerasa kyungsoo lebih khawatir sama baek bukan chaeri yah.. apa kyungsoo emang gak ada rasa suka ke chaeri kayak baek ke chaeri? misteri…
    dan lagi siapa yang main piano malam2 di sekolah… *mikir*
    Chen itu menggemaskan. Minta diuyeng-uyeng. Hahaha. Fokus sama satu hal sampai gak peduli yang lain.

  16. kaaaaaaaaaaaak fikra comeback…..
    kak kenapa updatenya lama bgt
    lumutan tau kak nungguin detour,
    bolak-balik trs ke blog ini cm buat
    liat detour updatenya kapan. kangen
    kak fikra juga :’)
    Baekchae gantung hubungannya,
    kayak AADC.
    bagian nami disini success bikin deg
    degan bgt pas dia bilang ada yg
    mainin piano.
    kangen moment sena luhan + kangen
    pastel jugaaaa kak, Sehun Sina
    bukannya si sina jg ikut main di
    filmnya chen ya kak?
    bentar lagi mereka semua mau lulus
    trs pd ngelanjutin kuliah ke jurusan
    masing”. aku juga tahun ini mau
    lulus + lanjut kuliah. jd di mohon kpd
    kak fikra kalo mau ending detournya,
    nanti aja kak kalo aku jg udh kuliah
    wkwkwk
    tp kalo bisa sih trs lanjut
    pokoknya kangen detour +pastel. :’)
    semangat nulis ya kak fik, kita semua nunggu ide gila kak fik buat chapter berikutnya🙂
    🙂

  17. aku seneng bgt akhirnya di update lgi! setelah alu tunggu lama dan cek setiap hari haha >.< aku kangen bgt nih baekchae saking ambigunya aku jdi lebih penasaran akhirnya gmn ya haha dan aku suka bgt kyungsoo disini justru yg bikin unsur comedynya ada aku selalu ketawa setiap kyungsoo muncul ^^ lgi sibuk ya aku tunggu update nya thor;)

  18. perasaan lega yg sesungguhnya adalah…tau kalo detour udah di update hehehe
    Lama bgt nunggu part ini..
    Dan hasilnya seneng pas baekhyun pegang tangan Chaeri. huuuaaah…
    Dilanjut terus!!!

  19. KAK FIKRAAAAAAA akhirnyaaaa lanjut jugaaa detournyaaa.. hehe tinggal kafik yang masih rajin updateee.. pengen update tp gadapet mood hehe… semangatt kak fiiiik lanjut teruss yaaa

  20. hai author-nim ^^ bulan lalu aku buka blog ini, nyari update an detour tp gaada trs, eh pas ga dibuka malah muncul update an ._.
    chapter yg ini seru thor, aku jd penasaran bgt kelanjutannya, buat bahan bacaan pas liburan juga, can’t wait >< semangat ngelanjutinnya ya thor!!! ^ ^)9

  21. FINALLY UPDATE!!! Tapi setelah sekian lama aku baru buka maafkan aku soalnya dulu sering banget buka setiap hari berkunjung ke blog ini bertanya-tanya apakah kak pikrachu sudah update atau belum? Ternyata belum sampai akhirnya baru hari ini aku buka lagi dan tadaaaaaa tulisan dengan judul Detour 6 akhirnya muncul juga seneng banget ya rasanyaaaa tapi kenapa aku jadi curhat yaㅠㅠ

    Baekhyun yg ngegenggam tangan chaeri dan chaeri yg ngerangkul tangan baekhyun sampe kyk koala mereka kenapa jadi romantis begini sihhhhhh terharu aku loh :’) tapi jangan keseringan biar ciri khas baekchae tak hilang hehe

    Ff ini kenapa jadi horror gini apalagi pas bagian chaeri sama nami ampun chaeri sampe teriak gitu baekhyun lagi nyusul tp gak ada kabar sehun juga lah kyungsoo jadi ikutan juga tinggal nunggu aja chen, luhan, sama sena juga
    Kyungsoo pake acara ninggalin handphone lagi nah yg bagian horrornya itu dia gak pernah ninggalin handphonenya duh gimana sih ini greget!!!

    Kak part ini pokoknya keren deh gak nyangka kalau bakalan ada unsur horror yang tiba-tiba muncul tp pary selanjutnya gak usah dimunculin lagi deh atau kalau gak sedikit aja gitu c;

    Kak semangat ya nulisnya semangat juga buat update detour 7nya ^^//
    I’LL BE WAITING EUY! YEHET!

  22. waahhhh finally akhir nya di update juga fanfictionnya masih belum paham sma chapter ini, semoga next chapter nya cepetan ya thor hehehe , oiya kenapa tiba2 jadi horor gini ya hahaha tapi bikin peneasaraaaaaaan banget dan berharap banget yang nemuin si cheri itu baekhyun bukan kyungsoo hehehe . semangat nulisnya thor hehehe

  23. lope lope dah sama BaekChae akuh padamuh /? Udah balikan aja. Tapi sejujurnya aku lebih suka mereka yg kayagini (?) maksudnya tanpa terikat status dan yeah manis aja gitu ada canggung dan sebagainya… Tapi berharap juga mereka balikan dan melanjutkan menjadi keluarga yang sakinah /? Haha abaikan..

  24. hallo aku pembaca baru heheh. bukannya mau jdi silent reader tapi aku bingung mau komen apa. jadi aku komen di chapter ini aja ya. dari awal sampai chapter ini aku suka banget sama ceritanya benar benar detour wahaha. jadi kapan nih kak mau lanjutin?😀 tetap semangat ya. dan padahal aku lebih suka chaeri sama kyungsoo walaupun mungkin kalau jadian mereka kisahnya kaku tapi menurut aku mereka manis. tapi baekchae menurutku gak masalah sih hehehe terus berkarya dan tetap semangat🙂

  25. Aaaaa akhirnya setelah sekian lama aku nunggu updatean detour, akhirnya ada juga. Baekhyun sm Chaeri balikan lagi ya? Gatau kenapa kok aku gk ikut seneng ya?._.v .
    Pokoknya ditunggu chapter berikutnya yaa eonni;-)
    Oiya biasanya aku jadi silent reader terus bkn karena males buat comment cuma aku tipe org yg suka bingung mau comment apa, padahal aku suka ceritanya hehe😀
    Eonni pastelnya please bgt dilanjutin yaaa:’)

  26. annyeong haseyo~
    aku reader baru disini, maaf baru bisa comment soalnya baru nemu ff ini kekeke :v
    jujur ini ff keren banget, ceritanya ngga ngebosenin dan yaa sukses bikin senyum” sendiri gara” kelakuan Baekhyun-Chaeri ^^
    huwaaaaa… ga tau mau bilang apa lagi, tapi yang pasti tetep semangat ngelanjutin ff nya yaa
    ditunggu chapter selanjutnya ^^
    fighting~

  27. Maaf thor, dari chap 1- chap 26 baru kali ini ninggalin jejak..
    Jeongmal mianhae..
    Ffnya buat aku pengen lanjut terus, jadi penasaran..
    Seneng banget sama karakter tiap pemerannya,
    ada rasa sedih, seneng, geli, kecewa, kesel, kocak, dan heran campur g percaya, semuanya jadi satu.. Keren banget thor,
    Ini sampai chap. berapa thor?
    Penasaran pengin liat end nya,

  28. Maaf thor, dari chap 1- chap 26 baru kali ini ninggalin jejak..
    Jeongmal mianhae..
    Ffnya buat aku pengen lanjut terus, jadi penasaran..
    Seneng banget sama karakter tiap pemerannya,
    ada rasa sedih, seneng, geli, kecewa, kesel, kocak, dan heran campur g percaya, semuanya jadi satu.. Keren banget thor,
    Ini sampai chap. berapa thor?
    Penasaran pengin liat end nya,
    kasih tahu nae eon..

  29. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  30. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  31. “Dan, saat ketika tangan Baekhyun diam-diam menggenggamnya di bawah meja, Chaeri mengerti.” su,pah senyum” sendiri baca kta” itu,, ngebayangin gimna ekspresii mereka… hahahah…..

  32. Si taeri udah punya pacar tapi suka ke si baek, ya elah, tapi smpahnya deg degan baca chapter ini *lebay*
    Pertama, si nami ngedenger suara piano kedua si chaeri ngerasa ada yang niup leher terua yahh teriak, ketiga si baekhyun lari pas ngedenger teriakan si chaeri dan ga kembali lagi, si kyungsoo nyari mereka berdua dan ada sesuatu yang ganjal di kamar mandi/?, si chen yang ngga ngerasa aneh sedikitpun sama apa yang terjadi di dalam sekolah, atau mungkin karena si chen anak gokil dan ga mau ambil pusing sama urusan orang dia ga peduli? Tapi kan ada chaeri sahabatnya disana, atau ternyata ada yang ngejailin mereka? Si taehyung? Atau rencana mereka sendiri? Cielah jadi main tebakan kaya si chaeri-baekhyun-__-
    Ahhhh kaka mengingatkan pada mantan suamiku luhan :”
    Btw, si sehun ga kenapa-napakan di dalem? Soalnya dia suami satu-satunya setelah ditinggalkan luhan *cielahlebay*-_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s