Detour #27

 

  # 2 7 –   T h e   I n t r o

 

Kapan terakhir kali Chaeri merasa setiap langkah kakinya akan mempengaruhi nasib hidup? Kalau tidak salah ketika festival olahraga saat ia bertekad memenuhi harapan Kyungsoo untuk memenangkan tim estafet putri yang kemungkinan menangnya masih terhitung jari. Chaeri ingat persis bagaimana ia merasa kepercayaan Kyungsoo padanya adalah isu penting sehingga memenangkan marathon itu selalu membekas pada ingatannya. Sambil menggaruk sikutnya yang tiba-tiba gatal ia terus mempercepat langkah melewati koridor lantai dua yang entah kenapa terasa terlalu panjang untuk ukuran koridor sekolah.

“Hei! Siapa itu?” Terdengar suara orang menyahut dari ujung sana       

“Sehun?”

Sehun yang baru saja kembali dari perpustakaan berusaha terlihat tidak terlalu gembira. Gengsinya cukup tinggi untuk mau mengakui betapa bersyukurnya ia menemukan seseorang.

 “Sehun! Kenapa baru muncul sekarang?” Chaeri berlari kecil menghampirinya sementara laki-laki itu berusaha menggigit bibirnya menyembunyikan betapa lebar senyumnya sekarang.

“Kau tahu apa yang kupikirkan sekarang?” Sehun berkata.

Tepat ketika langkah Chaeri berhenti di depan laki-laki itu keduanya tersenyum, dengan senyum terlalu lebar untuk alasan konyol karena pertama kalinya baik itu Chaeri atau Sehun merasa mereka baru saja bertelepati.

Pulang

Dan keduanya segera berlari.

 

***

 

Deo dangdanghage neon Mr. Mr. Nal bwa.” Baekhyun sudah hampir selesai menyanyikan satu album lagu SNSD sampai dirinya tiba di lantai enam. Setelah hampir membuka setiap ruang yang dilewati akhirnya dirinya berakhir di kelas bekas, meja berantakannya masih sama persis ketika terakhir ia dan Chaeri menghabiskan sore di sana. Pertama kalinya ia menangis dan mungkin terakhir di depan Chaeri, menemukan kenyamanan ketika dirinya tidak perlu berusaha selalu tersenyum karena perempuan itu tidak akan menghakiminya. Baekhyun tanpa sadar tersenyum, melupakan baris terakhir Mr. Mr yang sengaja dinyanyikannya untuk mengusir perasaan ngeri.

“Chaeri?”

Hening.

“Kalau begitu siapa saja! Mohon jawab.” Seru Baekhyun dengan panik mulai menjalarinya. Terus terang untuk kali ini ia lebih suka penampakan atau apapun itu muncul, karena ketakutan terbesar seorang Byun Baekhyun justru dari keheningan itu sendiri.

“Baekhyun!”

Laki-laki itu segera menengok, matanya mengernyit karena melihat Ahn Sina adalah hal terakhir yang terpikir di otaknya. Ia bahkan sudah mempersiapkan mental jika arwah guru Bahasa yang gosipnya suka bergentayangan di lantai enam akan muncul.

“Sina? Apa yang kau lakukan di sini?” Ucapnya sambil menghampiri perempuan itu. Sekalipun dirinya dan Sina hampir atau tidak pernah bertukar sapaan setiap mereka berpapasan tiba-tiba laki-laki itu merasa ia dan Sina akan punya sejuta topik untuk diperbincangkan sekarang.

“Buku Biologiku tertinggal di lantai 6.”

“Hah?” Baekhyun mengecek jam tangannya, memastikan kalau dirinya kaget memang normal, karena mencari buku biologi di sekolah pukul 10 malam bukan hal yang wajar. “Apa kau memang semacam Biology Freak atau—“

“Ngg— pertama bantu aku mencari Seukri karena kudengar kalian melakukan shooting di lantai enam tapi aku tidak menemukan apapun di sini.”

“Kami pindah ke halaman belakang, dan ada apa dengan Seukri?” Satu alisnya naik memandang bingung Sina  

“Tidak ada apa-apa dengan Seukri. Kalau begitu bagaimana kalau kita ke bawah sekarang?” Sina segera berjalan meninggalkan Baekhyun, laki-laki itu mengerang kesal dengan segala ketidakjelasan dari Sina tapi tetap memilih mengikuti Sina karena sendirian lebih lama lagi ia mungkin akan benar-benar didatangi si arwah.

“Kau bertemu Chaeri atau Sehun?”

“Aku melihat siluet perempuan di lab tadi tapi entah siapa.”

“Demi apapun itu pasti Chaeri!” Lalu Baekhyun pun berlari lagi.

 

***

 

Kyungsoo mulai menyesali keputusannya berada di laboratorium. Beberapa menit lalu ia masih beralasan mungkin Chaeri meninggalkan buku Biologinya di sana mengingat sejak kemarin si perempuan mengeluh malas mengambil bukunya yang tertinggal, tapi saat ketika Kyungsoo menggeser pintu lab hal yang terpikirkan adalah; tidak mungkin Chaeri berani datang ke ruang semacam ini seorang diri. Oleh karenanya tanpa mencoba mengecek apakah buku Chaeri masih tertinggal atau tidak ia segera menutup pintu lab, berlari cepat menuju lantai bawah.

Sambil berjalan tangan Kyungsoo meraba panik isi kantong celananya, dalam hati langsung mengumpat saat menyadari ia meninggalkan iPhonenya di mobil Luhan. Tidak sempat lagi berpikir soal betapa berbahayanya berlari menuruni tangga dalam kegelapan Kyungsoo melompati dua anak sekaligus.

Kyaa!”

Jeritan tadi membuat Kyungsoo menelan ludah. Laki-laki yang segera merapatkan punggungnya ke dinding mencari keamanan itu berdehem, memastikan suaranya akan benar-benar keluar. “Siapa di sana?”

“D.O. bukan di sana? Ini aku!”

Detik ketika Kyungsoo mengenal suara cempreng yang terdengar sedang menahan tangis itu ia kembali menuruni tangga, langsung menemukan pemandangan Sena yang duduk sambil memeluk lututnya lengkap dengan Luhan yang hanya memandang capek pada perempuan itu. “Sudah kubilang jangan berlari di tangga kan.”

Sena masih meringis, terlalu sibuk menahan rasa sakitnya tidak bisa melakukan pembelaan pada dirinya.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya Kyungsoo yang sudah berjongkok di depan dua temannya, hanya bisa memandang heran dua orang itu sekalipun dalam hati benar-benar bersyukur mereka benar-benar nyata di hadapannya sekarang.

“Mencarimu! Sehun dan Chaeri sudah datang.” Luhan memandang jengkel temannya, Kyungsoo tidak tahu perjuangan dirinya dan Sena memeriksa setiap kelas menduga siapa tahu laki-laki itu bersembunyi di bawah meja ketakutan (yang sejujurnya tidak mungkin).

Kyungsoo langsung menyandarkan dirinya pada dinding, membuang napas lega dilanjutkan tawa, tiba-tiba merasa begitu konyol. Sebenarnya apa yang terjadi sekarang? Kenapa panik membuat semua terasa memusingkan? Saat ketika ia berdiri dan menepuk bahu Luhan sesuatu membuat senyum leganya hilang, mengingat alasan lain kepanikannya tadi.

“Dan Baekhyun?”

Ketiga dari mereka hanya bisa terdiam.

 

***

 

1 bulan kemudian

 

Akhir Januari ketika suhu mencapai 7°c matahari hari ini bersinar menyenangkan ditambah angin sepoi, musim dingin paling bersahabat. Sementara itu ketika kebanyakan orang memilih berjalan keluar menikmati vitamin D selagi matahari masih bersinar, seorang perempuan berbaring malas di atas sofanya memakan rakus Tiramisu Peppero ketika di depannya masih ada semangkok penuh Corn Flakes yang belum tersentuh. Chaeri menaikkan kakinya memperhatikan warna gold yang menghiasi kuku jarinya setelah Sena yang tiba-tiba menekuni nail arts berhasil memaksanya.

Beberapa minggu setelah keberangkatan Luhan ke China, hari ini adalah hari pertama yang membuat Chaeri sadar akan beberapa hal.

Chaeri memejamkan matanya, merasa timing menjadi terlalu sempurna ketika AKMU – Eyes, Nose, Lips mengalun lewat radio tepat ketika ia berpikir akan tidur beberapa jam lagi sebelum mencoba melakukan sesuatu yang berguna untuk menghabiskan hari terakhir libur musim dinginnya.

Kembali soal Chaeri yang sadar akan beberapa hal.

Hari ketika Chaeri hanya bisa memandang datar Luhan yang melambaikan tangan untuk yang terakhir kali sebelum ia memasuki pesawat, perempuan itu akhirnya mengerti. Kalau orang yang paling sedih ketika Luhan pergi bukan lagi Sena yang terus menggigit bibir menahan tangisnya selama laki-laki yang ditangisinya itu masih tertawa oleh lelucon garing Baekhyun. Chaeri baru sadar kalau Kyungsoo yang selama di bandara memilih sibuk dengan tetris dari pada bernostalgia soal apa saja yang mereka lakukan saat dulu adalah orang paling sedih pada hari itu. Pagi tadi saat Kyungsoo menelpon Chaeri meminta perempuan itu jangan lupa membawa komik yang dipinjamnya, Chaeri tahu Kyungsoolah yang paling kehilangan, laki-laki itu tidak akan membaca komik jika ada Luhan yang selalu datang ke rumahnya hampir setiap minggu melakukan boys night out yang membuat mereka memutar bola mata setiap Chaeri bersikeras dengan istilah boys night out. “Jangan samakan kami dengan perempuan dan girls night outnya. ” Itu yang selalu Luhan katakan.

Chaeri berdiri dari sofa, merentangkan tangan tinggi-tinggi sampai rasanya tulang punggung perempuan itu bergeser. Tiba-tiba mendapat ide untuk melakukan aerobin ringan Chaeri yang sudah ingin menelengkan kepalanya kanan-kiri tiba-tiba mengumpat, sial salah bantal.

Hal selanjutnya adalah soal Kim Jongdae, bahwa laki-laki itu sama normal dan manisnya dengan remaja laki-laki 13 tahun yang baru pertama kali jatuh cinta. Bulan lalu adalah saat terakhir Chaeri bertemu Jongdae hingga hari ini, ketika keributan ‘saling mencari’ yang pada akhirnya si orang yang harusnya menjadi pahlawan berakhir menjadi korban karena Byun Baekhyun ditemukan pingsan di ruang lab. Kejutan yang disiapkan Sina untuk ulang tahun Seukri kurang berjalan lancar ditambah Jongdae yang tidak berhenti menyalahkan diri soal bagaimana bisa ia tidak tahu ulang tahun perempuan yang disukainya. Hari itu terlalu banyak hal yang terjadi. Chaeri yang kebanyakan berperan menjadi saksi yang tidak bisa melakukan apa-apa hanya menggandeng tangan Jongdae selama perjalanan pulang sehabis shooting. Kim Jongdae mungkin terlihat tidak serius dengan perasaannya ketika ia hanya tertawa ketika Seukri menolak perasaannya, tapi pagi ini, ketika Chaeri sadar Chen sama sekali tidak membalas pesannya sedikit pun ketika laki-laki itu menghabiskan liburan musim dinginnya di Hongkong Chaeri tahu layaknya laki-laki yang pertama kali merasakan patah hati, Chen pun bisa semenyedihkan ini.

Chaeri menggoyangkan kepalanya saat ketika Baby Good Night – GD&TOP mengalun , sambil menggumam nikmat karena radio seperti menginginkannya memiliki pagi yang menyenangkan ia berjalan menuju kulkas mencari air mineral dingin, tenggorokannya terasa kering mengingat sejak kemarin malam ia ikut bernyanyi menemani Daeha si Directioners menonton habis One Direction: UP ALL NIGHT The Live Tour. Selesai meneguk habis air putihnya dalam satu tegakan Chaeri berjalan menuju jendela, membuka lebar gorden yang sudah hampir satu minggu tidak dibukanya. Semenjak memenuhi tantangan Daeha bermain Slender Man Chaeri memiliki ketakutan khusus soal jendela, mengkhawatirkan kemungkinan muncul penampakan yang bisa mengintipnya lewat jendela.

Setelah mendapatkan mood inilah-saat-yang-tepat-untuk-mandi-dan-memulai-hari Chaeri pun berlari kecil menuju tangga, menyempatkan diri berkaca di depan cermin, hal yang dulu dilakukannya hanya untuk dua alasan, memastikan tidak ada belepot sisa sarapan atau belek di sudut mata. Chaeri pun baru sadar, setelah menyukai Baekhyun frekuensinya berkaca di depan cermin menjadi jauh lebih banyak dengan alasan yang tentu lebih bervariasi. Kadang Chaeri bercermin hanya untuk memastikan warna lipgloss nya tidak terlalu mencolok tidak ingin Baekhyun menyadari usaha perempuan itu untuk terlihat menarik di depannya, ia bahkan sempat berputar beberapa kali memastikan pakaiannya hari ini cukup rapi untuk tidak membuatnya mendapat peringatan dari Baekhyun soal salah mengancing dan kerah yang kurang disetrika.

Setelah memastikan wajahnya hari ini tidak terlalu pucat hasil tertular influenza dari Daeha, Chaeri mengangggukkan kepalanya tersenyum.

***

Bersepeda di sepanjang sungai Han sebagai pemuda sehat yang memilih cahaya matahari ketimbang penghangat ruangan. Taehyung terus mengayuh sepedanya, bersenandung karena merasa diam akan menghancurkan suasana cerah hari ini.

“Taehyung!”

Tangannya segera mengerem sepeda, langsung menengok penasaran karena siapapun yang memanggil dirinya di siang damai seperti ini benar-benar beruntung. Taehyung baru berjanji ia akan mentraktir makan siang siapapun teman yang ia temui hari ini menghabiskan waktu sejam dua jam untuk berbincang.

Dan Moon Daeha lah orang beruntung hari ini.

“Daeha kau sampai tepat ketika Gongchan baru saja pergi.” Taehyun berujar semangat pada Daeha yang dikenalnya sebagai teman sekelas adik laki-lakinya; Gongchan.

“Sebenarnya dari tadi aku melihat Gongchan bersamamu, jadi aku memang menunggu Gongchan pergi dulu.”  Daeha menjawab datar fakta kalau ia tidak mau bertemu Gongchan menurutnya tidak perlu disembunyikan. Sementara Taehyung hanya tertawa dan pun turun dari sepedanya. “Mau makan siang?”

Daeha menggaruk dagunya, “Ibuku mengatakan kita harus menolak tawaran orang asing—“

Ya—“ Belum sempat Taehyung protes Daeha langsung tertawa, menarik lengan Kim Taehyung “Ayo tadi aku lihat Sundae besaaar sekali.”

Sundae di musim dingin?” Taehyung tertawa sambil menyalakan ponselnya mengecek apakah pesan yang dia kirimkan sudah benar-benar terkirim atau belum. Sejak 15 menit lalu ia sudah mengirim pesan pada Chaeri, saat bosan setengah mati bersepeda dengan Gongchan yang tidak berhenti merengek soal cuaca terlalu dingin nama Moon Chaeri terlintas di otaknya. Membayangkan makan tteokbokki bersama perempuan itu bisa menjadi ide yang menyenangkan, belum lagi Taehyung sudah punya sejuta pertanyaan bagaimana episode terakhir Naruto pada Chaeri.

“Kenapa wajahmu berkerut?” Daeha bertanya, terlihat cuek berkesan basa-basi tapi Taehyung teman adiknya ini benar-benar serius dengan pertanyaannya.

“Aku mengajak kencan seorang perempuan, tapi ia mengabaikanku.” Taehyung menjawab santai, kembali memasukkan ponselnya pada kantung jaket.

“Perempuan jual mahal seperti dia lebih baik kau lupakan.”

Taehyung tertawa, mengacak rambut ikal Daeha sampai perempuan itu menampar tangannya. “Dari pada jual mahal mungkin lebih tepat dia bahkan tidak menganggapku. Lagipula dia sudah menyukai orang lain Daeha.”

Daeha menggelengkan kepalanya tiba-tiba merasa capek dengan fakta laki-laki yang menyukai perempuan yang sudah menyukai laki-laki lain. “Oppa tetanggaku juga menyukai perempuan yang sudah menyukai perempuan lain. Aku tidak mengerti, apa itu sedang tren atau populasi perempuan di dunia sudah berkurang? Seperti tidak ada wanita lain saja.”

“Nah kau tidak perlu mengerti. Ngomong-ngomong kau sudah berbaikan dengan kakakmu?” Taehyung memilih segera berganti topik.

Daeha mendecak, mengingat ulang bagaimana Chaeri kemarin mengejek habis-habisan Oppa favoritnya “Susah berbaikan dengan orang keras kepala semacam kakakku.”

Taehyung meniup poninya, mendongakkan kepala dengan matanya menatap matahari yang hari ini tidak tertutup awan. “Aku benci orang keras kepala.”

“Kalau begitu kau akan membenci kakakku.”

 

***

                      

Setelah seharian kemarin bermain di Everland seperti pasangan gay bersama Baekhyun yang mengaku stress Kyungsoo bersumpah tidak akan lagi menerima kebaikan seorang Baekhyun yang tiba-tiba berbaik hati menawarkannya tiket gratis taman bermain. Mencoba wahana rollercoaster 16 kali sukses membuatnya muntah semalaman, terlebih angin malam musim dingin membuat Baekhyun merengek Kyungsoo harus memberikan syalnya pada Baekhyun yang hanya memakai sweater tipis rajutan nenek.

“Ibu sudah makan?” Setelah kembali dengan segelas kopi panas Kyungsoo kembali menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Melanjutkan video call dengan ibunya yang sudah kembali di rumahnya di Gyeonggi.

Wanita yang sedang mengelus kucing di pangkuannya mengangguk semangat. “Kau tidak tahu betapa besar porsi kimbap yang kumakan tadi. Kau sudah makan?”

“Lima menit lagi dan aku akan mencari makan di luar.” Sambil meneguk kopinya Kyungsoo menjawab datar ketika sejujurnya dalam hati ia tersenyum, menyadari kalau ibunya memang tidak berbohong mengingat betapa tirus pipinya yang dulu setelah melakukan kemo sekarang sudah jauh berisi.

“Bukankah kau suka memasak sendiri?”

Kyungsoo tersenyum, mengendikkan bahunya. “Hari ini aku ingin memanjakkan diriku.”

Ibu Do tersenyum, sambil mengangkat kucing dari pangkuannya ia menatap serius Kyungsoo.“Ngomong-ngomong kau bilang besok sudah masuk sekolah. Sudah memberitahu teman-temanmu soal itu?”

“Tidak apa-apa, aku lebih suka mereka mengira aku akan ke Jepang sehingga mungkin Baek dan temannya akan memperlakukanku dengan lebih baik.” Kyungsoo yang tahu ibunya benar-benar serius hanya tertawa, “Baek bahkan sudah membuat kenangan dengan mengajakku ke Everland kemarin.”

“Tunggu, aku baru ingat soal Baekhyun. Bagaimana kabar Baekhyun dengan ibunya?”

“Sepertinya tidak ada perubahan. Dan kau tahu ibu? Perutku tiba-tiba lapar jadi mungkin lebih baik kita lanjutkan ini nanti malam.” Kyungsoo yang sudah menyiapkan alasan lapar ketika ibunya membawa topik yang paling dihindari segera menunjukkan jam tangannya. “Sudah hampir jam dua siang, lebih baik aku makan sekarang. “

Ya ya ya. Dan anakku adalah orang paling pintar dalam membuat alasan.” Ibu Do memutar bola mata sementara anaknya hanya tertawa tidak membantah sindiran itu.

Bye.” Melambaikan tangannya ia pun mematikan laptopnya, segera meraih coat terdekat dan berjalan keluar. Angin sepoi musim dingin langsung membelai pipinya dan Kyungsoo tanpa sadar tersenyum. Sambil  memasang playlist musim dingin dari iPod pemberian Luhan yang mengatakan itu hadiahnya sebagai sahabat terbaik Kyungsoo melangkah keluar.

 

***

Chaeri membuka pintu café Comma yang belakangan menjadi tempat favoritnya menghabiskan me-time sekedar membaca buku lama atau tertidur ketika mengerjakan latihan soal Matematika. Kepalanya menengok kanan kiri mencari alasan keduanya berada di sini.

Sambil menenteng tote bag raksasanya ia menahan tawa, melihat orang itu sudah duduk di tempat favoritnya. Baekhyun selalu duduk di sudut ruangan, kursi yang menghadap langsung jendela menjulang tinggi. Chaeri sebaliknya memilih duduk di kursi balik rak buku, menutupinya dari Baekhyun yang kadang suka menengok ke belakang karena bukan sekali dua kali Chaeri sering mengisengi laki-laki itu memanggilnya dari belakang.

Sambil mengeluarkan buku-buku yang akan menemaninya sore ini Chaeri memperhatikan Baekhyun yang sedang menunduk membaca fokus buku di hadapannya. Baekhyun kembali menjadi orang paling sibuk yang membuat Chaeri merasa dinding di antara mereka kembali terbangun. Meskipun perasaan jengkel atau kecewa itu tidak muncul lagi, bagaimana pun juga memulai semuanya dari awal tetap terasa canggung. Semakin ke sini semakin Chaeri menyadari kalau sesungguhnya ia tidak benar-benar mengenali Baekhyun.

Hari ke lima ketika ia menemukan Baekhyun di café favoritnya ia baru tahu Baekhyun tidak selalu seperti yang ia pikirkan. Baekhyun baru yang ia tahu adalah Baekhyun yang selalu memesan kopi pahit dengan bertumpuk-tumpuk buku tebal latihan soal bukan Baekhyun lama yang suka memesan Cola float dengan bacaan paling berat mungkin Detective Conan. Sebelumnya Chaeri selalu merasa Baekhyun tidak pernah cocok dengan tempat seperti ini, laki-laki itu tidak cocok dengan buku, kopi, dan café yang tenang. Baekhyun bagi Chaeri selalu identik dengan Nintendo, milkshake oreo dan game center. Tapi sekarang melihat laki-laki itu duduk nyaman berjam-jam tanpa sedikitpun memainkan ponsel sekedar mencari selingan belajar, Baekhyun yang sekarang sungguh membuat Chaeri merasa jauh tertinggal di belakangnya.

Melihat Baekhyun yang berdiri dari kursinya berjalan menuju counter, Chaeri langsung bersembunyi, menutupi hampir setengah wajahnya dengan beanie sambil menundukkan kepala, kembali berfokus pada novel Haruki Murakami yang baru dibelinya. Rasanya konyol mengingat dirinya dulu yang selalu merasa cukup benar untuk menasehati Baekhyun ini itu; meminta Baekhyun mengulang pelajaran, jangan membiasakan mencontek PR atau tidur tidak boleh bergadang.  Sekarang hal yang ia lakukan adalah melihat Baekhyun dari belakang, bagaimana laki-laki itu terus berkembang sementara dirinya yah begitu saja.

 

***

Kyungsoo yang mendapat rekomendasi kalau café Comma mempunyai Tiramisu terbaik di Hongdae membelalakkan matanya kaget, karena melihat Baekhyun di tempat mari-membaca-dan-belajar kurang cocok untuk sahabatnya itu.

“Baek?” Ia memanggil temannya yang sedang berdiri di depan counter, sementara Baekhyun yang masih bingung memilih Green Tea Latte atau Black Tea Latte hanya menganga melihat Kyungsoo sudah berdiri di belakangnya. “Terakhir aku melihatmu memakai kacamata saat SMP dulu ketika minusmu bertambah setelah bermain DOTA delapan jam nonstop.”

“Green Tea Lattenya satu.” Baekhyun kembali menghadap kasir sebelum akhirnya mendengus di depan Kyungsoo. “Dan sekarang aku memakai kacamata untuk alasan lebih keren.”

“Menonton Running Man dengan jarak satu meter karena kau tidak tahan melihat Kwangsoo—“

“Bukan, maaf menghancurkan definisi kerenmu tapi sori, bukan itu.” Baekhyun berjalan mundur dari counter membiarkan Kyungsoo memesan sementara laki-laki yang jadi tertawa itu hanya mengendikkan bahunya.

Sambil keduanya berjalan menuju meja paling sudut ruangan Chaeri yang sudah menutupi wajahnya dengan Koran (karena novel tidak cukup besar) hanya bisa berdoa semoga Kyungsoo tidak menyadari beanie hitam yang dipinjaminya untuk Chaeri sedang dipakai perempuan itu.

Dan bersyukur lah Chaeri karena Kyungsoo terlalu sibuk dengan percakapannya bersama Baekhyun untuk menyadari beanie hitamnya.

“Astaga Baek. Kau masih sayang dengan otakmu kan?” Mata bulat Kyungsoo makin melebar melihat tumpukan buku hampir satu meter di atas meja temannya.

“Terlalu sayang Soo. Dan coba lihat, setengah dari buku latihan soal itu sudah kukerjakan.” Baekhyun yang tidak tahan untuk pamer tidak sadar kalimatnya tadi sukses menurunkan imagenya di mata Kyungsoo.

Kyungsoo mendengus, membuka buku itu asal dan hanya bisa mendecak dalam hati, karena wow, Baekhyun benar-benar mengerjakan separuh buku yang tebalnya hampir menyerupai Ensiklopedi A-Z. “Karena kau mengatakannya, kekerenanmu hilang Baek.”

“Tidak peduli~” Ia menarik kursinya, kembali duduk dan mengecek satu-persatu mencari buku yang paling jarang terisi. “Yang penting untuk ujian minggu depan aku percaya diri mengalahkanmu di Matematika. Tunggu dua minggu lagi dan aku akan mengalahkanmu di Bahasa Inggris.”

Sambil membelah Tiramisunya Kyungsoo hanya mengangguk-angguk, terbalik dengan Baekhyun yang sekarang menjadi semacam study freak dengan buku tebal dan kacamata over sizednya Kyungsoo justru hmm— mengalami kemunduran. Belajar baginya tidak semenyenangkan yang dulu, perasaan puas ketika ia berhasil menyelesaikan soal Algebra tidak lagi muncul, Kyungsoo yang sekarang tidak lagi merasa mempelajari sejarah dinasti Joseon sama serunya dengan menyelesaikan kasus-kasus pada Sherlock Homes. Kemunduran mencengangkan bahkan dirinya pun kaget.

“Aku tidak terlalu pintar bahasa Inggris, jadikan patokanmu Chaeri untuk pelajaran itu.”

Tangan Baekhyun yang sedang mencari halaman 121 tanpa sadar berhenti.

Kyungsoo menolehkan kepalanya, garpu yang sudah mendekat pada mulutnya langsung berhenti menyadari Baekhyun yang seketika diam. “Kau sudah berbaikan dengan Chaeri kan? Apa perlu bereaksi seperti aku baru saja menyebutkan nama terlarang?”

Sambil mengacak poninya Baekhyun memilih menutup buku soal karena tiba-tiba istirahat dan menikmati Green Tea Lattenya terasa jauh lebih baik dari pada terus memaksakkan otaknya bekerja. “Bukan begitu.”

 

Flash back

Setelah benar-benar yakin mereka sudah keluar dari gerbang sekolah Chaeri dan Sehun menghentikkan langkah mereka berbarengan.

“Aku harus makan Odeng sekarang.” Sehun yang sudah kembali menjadi dirinya yang tenang mulai merapikan rambut berantakan hasil lari dan angin musim dingin.

“Bukankah lebih baik mencari telpon umum dulu?”

“Tidak Chaeri, odeng lebih—“

“Sehun! Chaeri!”

Sehun tidak sempat menyelesaikan argumen Odeng lebih penting dari pada telpon umum karena tiba-tiba Ahn Sina menepuk bahunya dari belakang. Chaeri dan Sehun sampai diam beberapa detik keduanya tahu Sina orang yang paling cepat menolak ketika Chen menawarkan peran hantu padanya.

“Kenapa kau di sini?”

Sina mengusap dahinya yang berkeringat, memandang Sehun dan Chaeri seakan mencari jawaban dari pandangan bingung mereka. “Tunggu, kenapa kalian hanya berdua? Mana Baekhyun?”

“Sejak tadi kami memang hanya berdua.” Sehun mengendikkan bahu diikuti Chaeri yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya setuju.

Sambil memejit batang hidungnya beberapa skenario segera berputar di kepala Sina. Apa Baekhyun yang dilihatnya di lantai 6 itu hanya— hantu? Tapi tidak mungkin, oh ayolah.

“Oiiiii” Suara lengking Chen membuyarkan lamunan masing-masing tiga orang itu. Ketiganya sama-sama tercengang melihat Chen yang sudah kembali dengan dua bungkus fried chicken di masing-tangan, bertingkah bagai orang paling bahagia ketika ketiga temannya baru saja merasakan sensasi mistis sekolah.

“Chen!! Dari mana saja?” Chaeri sebagai orang pertama yang bereaksi pada kedatangan Jongdae, Sehun masih terlalu kesal berpikir Chen terlihat untuk santai untuk seorang sutradara yang memaksanya datang ke sini ketika kebanyakan orang tentu berpikir hanya orang gila yang mau menantang salju di tengah suhu minus demi shooting film konyol dan Sina, kemungkinan Baekhyun yang dilihatnya tadi adalah hantu masih membuat perempuan itu tenggelam pada pikirannya.

“Kalian yang kemana saja! Kalian tahu tiga orang pemeran kita sampai mencari ke sekolah dan coba lihat, kau dan Sehun berdiri dengan santainya di sini?” Chen menggelengkan kepalanya kesal, tidak sadar kalimatnya barusan membuat Sina segera berjalan menghampirinya.

“Dan tolong katakan siapa tiga orang itu?” Sina memajukan kepalanya mendekat pada Chen yang langsung mengernyit. Melihat Sina yang seingat dirinya menolak mentah-mentah tawaran bermain sebagai hantu Chen memiringkan kepalanya bingung. “Tunggu Sina. Kau sudah berubah pikiran?”

“Ughh tolong jawab pertanyaanku dulu.” Sina memutar bola mata.

Menggaruk rambutnya Chen terdiam. Berpikir beberapa detik hingga Sina yang tidak sabaran berdehem. “Hello?”

“Oh maaf, tiba-tiba aku berpikir kejadian ini bisa kumasukkan dalam filmku nanti. Jadi,” Chen mengangkat telunjuknya, mulai mengingat ulang kejadian itu “Pertama Baekhyun mendengar jeritan Chaeri dari sekolah lalu ia menyusul.” Sina di depannya langsung membuang napas lega sementara Chaeri dan Sehun saling menukar pandangan kita-benar-benar-tertinggal. “Dan karena Baek tidak kembali lagi, Kyungsoo ikutan menyusul.“ Kali ini Sehun yang menghela napas lega karena  itu artinya teriakan Kyungsoo yang di dengarnya perpustakaan tadi bukan sekedar ilusi. “Terakhir, Sena dan Luhan ikut menyusul mengingat Kyungsoo lupa membawa ponsel tersayangnya. Dan oh! Aku baru sadar, kenapa justru kalian di sini tanpa orang-orang itu?”

Chaeri mengerjapkan matanya sampai dua kali. “Aku mendengar jerita Sena tadi! Astaga kukira yang kudengar itu apa.”

“Dan aku mendengar jerita Kyungsoo.” Sehun menimpal diikuti dengan Sina yang sudah kembali menjadi diri tenangnya. “Dan aku bertemu Baekhyun di lantai enam, dia bertanya apa aku melihat Chaeri dan aku hanya menjawab ada siluet perempuan di lab lalu dia langsung meninggalkanku.”

Kalimat terakhir Sina membuat Chaeri mengernyit. “Tunggu, jadi Baekhyun mengira aku ada di lab?”

Sina baru saja mau membuka mulutnya untuk menjawab berhenti ketika tiba-tiba suara lain kembali datang menginterupsi mereka. “Chaeriiiiiiii”

Sena berteriak di balik punggung Luhan yang sedang menggendongnya membuat Chaeri segera mengalihkan perhatiannya dari jawaban Sina. Kyungsoo berlari kecil, menyusul Luhan yang masih bisa berlari sekalipun berulang kali mengatakan berat badan Sena sudah menyaingi beruang hibernasi.

“Kalian tidak bersama Baekhyun?” Kyungsoo yang masih terengah-engah segera menjatuhkan dirinya di atas salju, sehabis melakukan lari dadakan mendengar jeritan aneh di koridor lantai tiga yang ingin ia lakukan sekarang hanya mengistirahatkan kedua kakinya.

“Baekhyun mencariku di lantai tiga. Ia mengira aku ada di lab.” Chaeri langsung menjawab, merasa bertanggung jawab atas hilangnya Baekhyun.

“Dan di mana kau sejak tadi hah?” Luhan yang terus terang jengkel langsung menjatuhkan Sena di atas jalanan salju, tidak peduli si perempuan mengerang kesakitan. Sejak tadi ia berharap Chaeri sebagai si biang masalah penyebab Baekhyun menghilang sudah menemukan laki-lakinya itu.

Ketika Luhan Sena Kyungsoo terus menatapnya meminta penjelasan Chaeri pun mendesah pasrah. “Di mana pun itu yang jelas aku tidak pernah ke lab.”

 

***

 

Daeha dan Taehyung sudah memulai makan siang mereka sejak setengah jam lalu. Perempuan kecil yang sudah menghabiskan gelas kedua Thai Teanya hanya bisa memandang aneh pada Kim Taehyung seakan Oppa di depannya itu semacam keajaiban dunia yang patut diamati.

Kim Taehyung yang benar-benar mengunyah nasi goreng nanas sampai 32 kali akhirnya tertawa ketika menyadari dirinya benar-benar menjadi tontonan gratis perempuan itu.

“Kau tahu Oppa, kau orang pertama yang kulihat masih memakai metode 32 kunyahan untuk sekali suapan.” Daeha menyeruput tehnya, mulai berpikir untuk memesan yang ketiga karena dengan cara makan kura-kuranya, Taehyung bahkan belum menghabiskan setengah dari porsi makan siangnya.

Taehyung hanya mengendikkan bahu, mulai memakan suapan ke sepuluhnya.

Menghela napas bosan maka Daeha mengaduk tehnya malas. “Aku bertanya pada guru IPA ku dan dia mengatakan sebenarnya mengunyah 12 kali juga sudah ditoleransi oleh sistem pencernaan.”

“Ck ck ck.” Taehyung mendecak, menggoyangkan jari telunjuknya. “Kau tahu Daeha. Mengunyah sampai 32 bukan hanya sekedar untuk kebaikan mencerna makanan oke? Pernah dengar quotes ‘alam akan menghukum siapa saja yang tidak cukup mengunyah.’?”

Daeha berusaha tidak memutar bola mata demi menghargai Taehyung yang paling tidak suka kalau seseorang tidak menganggap serius ceritanya. Terlebih Oppa nya ini yang akan membayar dessert mahal yang Daeha pesan. “Tidak tahu, dan kalau berbaik hati kau mau menjelaskan apa artinya?”

Taehyung tersenyum jahil mengendikkan bahunya. “Rahasia~ Sebenarnya ini hanya soal melatih kesabaran saja. Kalau ingin melatih kesabaran kita bisa melakukannya lewat mengunyah makanan.”

“Woah—aku baru saja mendapat pelajaran berharga dari Taehyung-seonsang.” Daeha bertepuk tangan segera mendapat balasan jitakan pelan dari Taehyung yang hanya terkekeh.

“Kau tahu Daeha, perempuan yang kuajak kencan itu juga menguasai bahasa sarkastis sebaik yang kau bisa.”

“Oppa belum mendapat balasan darinya? Sudah kubilang perempuan seperti itu harus dibuat cemburu agar mau merespon.”

Taehyun yang kembali melakukan metode melatih kesabaran lewat mengunyah memiringkan kepala, memikirkan baik-baik kalimat Daeha, karena meskipun terdengar konyol (anak SMA mengikuti saran bocah SD) Taehyung harus mengakui Daeha cukup bijaksana dibandingkan dirinya.  “Aku tidak menyukai dia. Kim Taehyung hanya tertarik. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya disukai oleh perempuan seperti itu. Itu saja.”

“Kenapa kau penasaran?” Daeha menyendok Sundaenya, ia selalu suka setiap Taehyung bercerita padanya, hal itu membuatnya merasa penting dan bisa dipercaya.

“Katakan saja aku pernah membaca surat cintanya, dan well, caranya menyatakan perasaan cukup manis padahal orang aslinya benar-benar dingin. Dia tidak mengumbar rasa suka dengan mengatakan seberapa frustasinya dia jatuh cinta seperti kebanyakan perempuan yang termakan hormon. “

“Hei, jangan bicara seolah Oppa tidak termasuk dengan remaja yang termakan hormon itu.”

“Itu masa laluku.” Taehyung meniup poninya. “Kenapa aku tidak menyukaimu saja Daeha?”

 “Ew, ada Pedofil-Oppa aku harus berlari sekarang.” Sok memasang wajah paniknya Daeha kembali membuat Taehyung sekali lagi menjitak pelan dahi teman kecilnya. “Kau tahu seleraku noona kan?”

 

***

Sebenarnya Chaeri bukan penggemar tidur siang. Jika ia mengantuk dan kebetulan punya waktu kosong Chaeri lebih suka menghabiskan waktunya menamatkan Pokemon atau menonton apapun itu asal bukan tidur. Bukan itu artinya dia membenci tidur juga, hanya saja, menurut seorang Moon Chaeri yang menjadikan menamatkan Pokemon Omega Ruby & Alpha Sapphire sebagai salah satu resolusinya berpikir tidur hanya buang waktu saja (untuk apa tidur siang ketika kau punya waktu tidur 8 jam di malam hari nanti?)Oleh karenanya, Chaeri yang baru saja terbangun dari tidur siangnya sehabis membaca novel Murakami yang beberapa kalimatnya harus dibaca berulang kali untuk mengerti masih memejamkan mata, menikmati perasaan nyaman karena sungguh, benar kata orang kalau tidur siang membantu kita menjernihkan pikiran.  Perasaan gelisah sekaligus jenuhnya hilang terbawa tidur. Selesai menguap untuk yang kedua kalinya mata Chaeri menangkap segelas Cappuccino di atas  mejanya.

Tepat ketika seorang pelayan berjalan di samping mejanya Chaeri segera menghentikkannya. “Eh— maaf permisi..”

“Ya?” Pelayan yang  terlihat terburu-buru itu tampak memaksakkan senyumnya pada Chaeri.

“Maaf, tapi aku tidak pernah memesan minuman ini.”

“Oh itu—“ Ia tersenyum, sesaat tadi si pelayan memang agak kesal pada Chaeri yang baru saja menghentikkan dirinya ke toilet tapi melihat ekspresi bingung Chaeri a la perempuan drama mau tidak mau ia tersenyum geli. “Pacarmu mengatakan kau membutuhkan Cappuccino.”

Si pelayan wanita langsung melesat pergi meninggalkan Chaeri yang hanya bisa mengerjapkan matanya. Ketika kesadarannya sudah kembali penuh ia segera beranjak dari kursi, mencari sosok Baekhyun yang beberapa jam lalu masih mengobrol asik dengan Kyungsoo.

“Di mana Baek?” Kepalanya menengok kanan- kiri dan saat ia menyadari kursi yang Baekhyun duduki tadi sudah berganti diduduki seorang kakek dengan korannya  ia tahu laki-laki itu sudah pergi.

Chaeri pun berjalan menuju counter, kalau Baekhyun menemukan dirinya di sini itu benar-benar tidak lucu.

“Ada yang bisa kami bantu?”

Sambil merapikan rambut berantakannya Chaeri tersenyum kaku. “Hmm— pria berkacamata memakai sweater merah, yang duduk di sudut ruangan, kapan dia pergi dari sini?”

“Oh—“ Seakan sudah bisa menebak jalan sebuah cerita pelayan yang sedang berjaga itu tersenyum. “Satu jam yang lalu dan dia mengatakan kau harus makan siang sebelum pergi dari sini.”

Chaeri yang mengernyit hanya membuat si penjaga makin tersenyum. “Orang yang tidak mau diberi tahu namanya itu menitipkan ini padamu.” Si pelayan memberikannya sehelai sapu tangan, lalu menujuk pipi kirinya.

Chaeri memegang pipi kirinya dan menyadari kalau bekas air liurnya sejak tadi sukses membuat si pelayan menahan tawa. “Oh terima kasih.” Ia menerima sapu tangan itu.

“Karena dia sudah membayarkan satu makan siang untukmu, kau tinggal memesan apa saja sekarang.” Lanjut si pelayan yang segera membuat kedua pipi Chaeri memerah. Berusaha menahan senyumnya menjadi terlalu lebar ia pun mendongak, melihat daftar menu sambil berpikir cara terbaik untuk membalas kejutan menyebalkan yang sialnya manis.

“Aku mau pesan sandwich.”

Kapan terakhir kali Chaeri merasa kedua pipinya memerah seperti ini? Kalau tidak salah ketika ia lupa membawa pintu rumah dan harus menunggu dua jam di luar sampai Daeha membukakan pintu untuknya. Untuk alasan kedinginan yang menyedihkan, dan kali ini dengan Baekhyun sebagai alasannya, Chaeri tidak keberatan kalau pipinya harus memerah setiap saat.

 

***

Makan malam hari ini harusnya menjadi makan malam terbaik Byun Baekhyun, setidaknya kalau dipandang dari segi makanan bukan teman yang menemanimu makan. Tapi prinsip Tuan Byun yang mengatakan teman makan jauh lebih penting dari makanannya itu sendiri membuat dirinya tidak begitu menikmati makan malamnya  hari ini. Ia memang sudah menolak tawaran Joonmyeon dan ibunya makan di restoran Perancis yang kemahsyurannya terbukti dengan letaknya yang berada di lantai teratas hotel paling mewah di Seoul, keputusan makan malam pun di pegang oleh Baekhyun yang mengusulkan Domino’s Pizza lalu ditolak oleh Joonmyeon sehingga mereka berakhir berada di restoran pizza terbaik di Gangnam, Baekhyun hanya mendengus, Joonmyeon baru saja menambah alasan barunya kenapa-aku-tidak-mau-Joonmyeon-menikah-dengan-ibuku.

“Bagaimana Baekhyun di kelas?” Ibunya memulai percakapan dan sebagai anak yang mencoba melihat ibunya senang Baekhyun berjanji dirinya tidak akan memutar bola mata malam ini.

“Semua menyukai Baekhyun. hanya itu yang bisa kukatakan.” Laki-laki itu tersenyum lembut bergantian pada Baekhyun dan ibunya.

“Bagaimana Joonmyeon di kelas?” Baekhyun meniru suara ibunya tidak peduli wanita itu langsung memberikan tatapan tajam padanya. “Semua wanita menyukai Junma, hanya itu yang bisa kukatakan.” Ujar Baekhyun yang baru saja mengikuti cara Junmyeon menjawab.

“Dan bagaimana ibumu di rumah?” Berusaha mengurangi suasana canggung Joonmyeon pun berusaha bertanya, dengan nada ringannya tanpa tahu pertanyaannya barusan akan sukses menghancurkan makan malam mereka.

“Tidak ada yang menyukai ibu, hanya itu yang bisa kukatakan.” Jawab Baekhyun santai, dilanjutkan dengan menyeruput lemon tea.Sseolah kalimatnya tadi tidak cukup dalam untuk membuat dua orang di hadapannya diam Baekhyun yang memilih memainkan ponselnya kembali berkata. “Setiap pulang bau alkohol, cuma bisa masak spagethi, oh ibu memang cantik, tapi, seperti kata orang tua, kecantikan itu bukan hal yang permanen kan?”

Ibu Byun yang biasanya lebih suka berganti topik kali ini merasa terlalu lelah sehingga ia segera menarik lengan anaknya itu, tersenyum pada Joonmyeon yang segera mengangguk membiarkan perempuan itu pergi. Joonmyeon sudah tahu soal isu kepercayaan Baekhyun pada ibunya, dan sebagai orang baru laki-laki itu memilih diam membiarkan kekasihnya melakukan hal yang dianggapnya paling benar.

“Tidak apa-apa. Pizzanya masih lama, kalian bisa keluar mencari udara segar.”

Baekhyun berjalan pasrah, mengikuti tarikan tangan ibunya sampai mereka tiba di luar restoran. Sementara ibunya menghela napas frustasi ketika yakin tidak ada lagi orang yang mendengar.

“Ibu, aku harus belajar, hari ini hari terakhir—“

“Baek, aku hanya meminta dua jam dari waktumu, mari kita bersikap menyenangkan dan ayolah, Joonmyeon tidak pantas untuk mendapat semua perlakuan ini.”

“Aku hanya mengatakan fakta.”

Ibu Byun hanya memijit keningnya. Semua terasa melelahkan dan untuk kali ini saja, ia sungguh berharap Baekhyun mau bekerja sama dengannya. “Hari ini saja oke Baek? Kau tahu ini ulang tahunku kan?”

Baekhyun tertawa untuk hal yang sebenarnya sama sekali tidak lucu. “Lebih dari tahu. Aku tahu bagaimana ibu sudah membeli dress yang sedang dipakai ini sejak minggu lalu, aku tahu ibu menghabiskan waktu 3 jam untuk riasan hari ini dan tentu aku tahu ibu sebenarnya tidak menyukai Junma.”  

“Profesor Byun Baekhyun, bisa katakan berdasarkan penelitian semacam apa kau mendapat teori itu?”

Baekhyun memutar bola mata, mengingkari janjinya membuat laki-laki itu diam-diam menyesal. “Karena ibu tidak pernah benar-benar menyukai orang lain semenjak ayah pergi. Jadi mari kita berdua hidup bahagia tanpa perlu Ibu gonta-ganti mencari pelarian. Bagaimana?”

“Kau tidak suka Ibu menemukan pengganti ayah? Ketika kau sudah besar nanti Baek, kau akan meninggalkanku, aku tidak bisa tinggal sendirian.”

“Nah itulah. Kau bahkan tidak percaya pada anakmu sendiri mengatakan aku akan meninggalkanmu. Jadi bagaimana bisa ibu mempercayai Joonmyeon kalau ia juga tidak akan meninggalkanmu?”

Mendengar kalimat anaknya yang sejujurnya tidak benar-benar salah membuat Ibu Byun membutuhkan waktu beberapa detik sebelum menjawab “Aku hanya tahu.”

“Wow jawaban paling jelas yang pernah kudengar.” Berkata sarkastis Baekhyun langsung membalik badannya. Tidak ingin ibunya melihat kalau kedua sudut matanya mulai berair. “Terakhir aku melihat Ibu memohong seperti ini saat SMP dulu, ketika pada akhirnya si bajingan kabur membawa tabunganmu dan Ibu berakhir mencoba meninggalkanku sendirian. “

“Aku tidak akan bertindak seperti itu lagi Baek. Oh astaga, kenapa anakku bertindak sok dewasa sekali sih?”

“Apa yang membuatmu merasa Joonmyeon adalah pria yang tepat? Karena uangnya? Atau wajah tampannya? Latar belakang keluarga—“

Mengusap wajahnya letih, Ibu Byun menghela napas. “Baiklah Baekhyun. Kau boleh pulang, selamat belajar dan pastikan kau mendapat nilai sempurna kalahkan Kyungsoo seperti yang selalu kau katakan padaku.”

“Terima kasih Ibu. “ Baekhyun membalikkan badannya, berusaha memasang senyum lebar andalannya ia menarik lembut tangan ibunya. “Dan selamat ulang tahun.”

Baekhyun pun berjalan pergi, secepat yang ia bisa sebelum ibunya bisa berganti pikiran.  Ibu Byun hanya tersenyum, Baekhyun selalu tahu bagaimana cara memberi luka dan obat di saat yang bersamaan. Sambil menggenggam liontin hadiah ulang tahun dari anaknya ia kembali memasuki restoran.

 

***

 

Hari pertama semester terakhir sekolah berjalan sesuai prediksi Chaeri. Pertama ia tidak akan mengerjakan 30% dari ulangan Matematika tadi. Kedua, ia akan mendapat menstruasi karena sejak kemarin malam perutnya melilit luar biasa. Dan terakhir, Baekhyun akan tersenyum padanya seakan tidak pernah terjadi sesuatu antar mereka berdua.

“Hai Chaeri.” Baekhyun yang baru saja berpapasan dengan Chaeri di koridor segera menghentikkan langkahnya.

“Hai Baekhyun.” Chaeri tersenyum, benar-benar tersenyum karena sungguh, diantara sekian prediksi yang ia lakukan hari ini, saat Baekhyun benar-benar tersenyum padanya lah prediksi yang paling ditunggunya.

“Jadi— kau kosong sore ini?”

Chaeri melipat kedua tangannya di depan dada, tersenyum menatap Baekhyun. “Menurutmu Tuan Byun?”

 


Author’s note

 

 

 

48 thoughts on “Detour #27

  1. Aku bacanya pelan-palan dan hati-hati karena takut ada kata yang terlewat..
    Sejujurnya, aku udah pernah bilang ini belum ya? Dari sekian banyak serial ff dengan maincast baekhyun yg udah aku baca, detour ada diurutan paling atas yang aku suka banget.
    Detour tuh manis, greget, dan semua karakter exo yang ada di dalamnya -kecuali Luhan dan suho- tuh persis sama apa yg aku pikirin selama ini hahahahahahaha
    Aku tau ada masa dimana author kehilangan ide tapi aku bersyukur karna sampe saat ini ide detour masih hidup, dan aku berterima kasih banget sama kamu.
    Detour ceritanya gak terlalu berat dan keseharian banget tapi kamu bisa ngembuatnya gak ngebosenin, itu yang buat aku suka >.<

    Dan pertanyaanku buat chapter ini: Taetae gak tau ya daeha itu adiknya chaeri? Duhduh lucunyaaa.

    Oia sejak aku baca taehyung jd cast di detour, aku jadi cari tau dia dan aku jd suka BTS, salahin kamu buat yg satu itu karna aku mengkhianati EXO :p

    Okeeee semangat terusnyaaaaa
    Fighting^^

    • daaan komenmu manis gregetin juga hahha. Dengan latar keseharian yang apa adanya aku seneng bgt kalian stay sama fanfic sederhana ini :’)

      taetae ga tauuuu hehe
      dan BTS tuh emang bagusss jangan salahin aku salahin mereka yang emang asdfghjjkl; bikin aku ga tahan selipin mereka di ff exo

  2. balikan! balikan! Ayoo baekchae baalikaaan wakakakaka
    Aku sampe lupa kalo chapter sebelumnya itu yg syuting pelem wkwkwk makanya sempet bingung dulu awalnya
    But at all, aku greget bgt pengen baekchae balikan ohmaygat dan taehyung buat aku aja fix

  3. Aaaaaaaaaaaaaa Byunbaek sama Chaeri udah baikan aaaaaaaaaa. Aku gemes banget sama kopel ini gak tau kenapa. Dan entah kenapa juga aku ngerasa, aku miris Kyungsoo enggak sama siapa-siapa disini u,u. Luhan pindah dan jujur aku GAK RELA:'(

    chapter ini, aku bacanya bacanya bener-bener pelan jadi aku ngerasa puas banget baca chapter ini. Taehyung-ah aku tau perasaan kamu. Baru tertarik tapi udah ditolak ya? Sakit.*jadi curhat?!* ah sudahlah, ka pikrachu aku tunggu detour 28 nya, pastelnya dan cathching feeling ya…. ILYSM deh:*

  4. aaaaaaahhhh Detour akhirnya out jugaaaaaaa seneeeeng ahahaha. bela belain baca detour dulu padahal besok masih ada uas gkgk~
    iiih kak pikraa greget deh pengen cepet2 tau momen baek-chae, kan udah baikan tuuh. ah pokonya pengen tau kelanjutan mereka gimana. aaaa aaaa aaaa pokonya next chapter ASAP ya kakkk banyakin baek-chae nyaa.
    ♥♥♥ aku tunggu terus update-an Detournya, mangat kaka author {}

  5. Lucu banget aaaaakkk
    Tapi setau aku thor, bolus yang baik itu setelah 33 kunyahan ._. Yah beda satu gapapa lah ya
    Chaeri baek dkk adalah sekumpulan abgyang kisahnya paling menarik kkkk
    Semangat lanjutinnya author!^^

  6. Akhirnya detour update jg!! Aku seneng bgt >..< taehyung bkl nyerah atau trus ngejar? Baekhyun chaeri bakal balikan lgi? Kyungsoo bkl jomblo trus kah(?) Udh kyungsoo sama aku ajalah haha aku penasaran bgt thor ditunggu lanjutannya, aku penasaran bgt endingnya gmn^^ fighting thor! :3

    • Akhirnya detour update jg!! Aku seneng bgt >..< taehyung bkl nyerah atau trus ngejar? Baekhyun chaeri bakal balikan lgi? Kyungsoo bkl jomblo trus kah(?) Udh kyungsoo sama aku ajalah haha aku penasaran bgt thor ditunggu lanjutannya, aku penasaran bgt endingnya gmn^^ fighting thor! :3

      • Aku sebel bgt klo comment d hp slalu kepotong.. aku suka bgt sa couple luhan-sena aku pasti bkl kangen bgt ama moment mereka berdua T.T apalagi sama luhan cepet2 balik yaa *ikutan galau breng kyungsoo*

        Aku bru2 ini jg suka bts dantaehyung jg biasku! Cma entah knp aku tetep dukung baekhyun sama chaeri ^^ udhlah taehyung ama daeha jg cocok kok(?)

      • hahahha sebenernya tujuanku nulis detour bukan buat nentuin chaeri jadian sama siapa atau gimana. well kita liat nanti ya😉

  7. Yey seneng bgt pas liat ada chap 27. Aku tadi sebelum baca ini baca chap 26 nya takut lupa ceritanya wkwk
    Chap selanjutnya banyakin baekchaerinya yaa🙂

  8. /deep breathes
    pertama tama tama tama tama
    kau membuatku ngeship Daeha sama Taehyung lololol. mongtae kayak “noona is my style” tapi daeha bisa dewasa gitu dan mongtae jadi luluh (daeha lulus sd dulu tapi hahahha). dan apalagi pas dia sadar daeha sama chaeri saudaraan dan ya pasti mirip2 lahhh (tolong hentikan manusia ini dari tsunami headcanon–sumpah, pingin banget jadinya ada spin-off mereka. /coughs/kalogaksempetaneaja/coughs/ please ignore me

    baekhyunnnn. lol plis. dia mulai permainan baru dan chaeri bakal merespon (?) aku ngerasa kayak mereka nutup satu buku dan buka lembaran baru gitu (dengan style mereka wkwkwkw) semua orang keliatan berubah walaupun sebenernya sama? kwangsoo plisss dia dimention lolol. my favorite girin. dan chenn…. sediih… jadi agak complicated here in the kokoro gara2 dulu aku ngeship chen sama daeha (sorry not sorry, btw sebenernya kalo aku baca tokoh utamanya siapa sih, lol)

    btw…
    aku ENVY berat sama chaeri karena dia punya 3DS /UGLY SOBBING
    main pokemon x sama y aja masih jauh di mata. chaeri bermainlah menggantikanku

    IGNORE.
    ME.
    PLEASE. not

    • aku kasih spoiler karena aku sayang komenmu tasy!! YES DAEHA WILL GET HER OWN STORY! one day dengan orang yang bakal bikin kamu asdfghjkl entah itu tae atau siapapun itu ugh

      btw sesuai dengan judul chapter ini ‘the intro’ pendapatmu bener hahah buka lembaran baru meskipun itu sangaaat tersirat tapi tetep selamat yah you get my point in this chapter.

      XX!!

  9. baby(?) Taehyung balabala(?) belum tau yaa si Daeha itu adiknya Chaeri, beh keren sekali sih idenya… makin complicated !!

    omai omai omaigat, bbbbbbaekhyun kok manis siiihhh?? ah aku envy envy envy -,- /apadah/ mereka baikannya manis , Kafik lagi suka yang manis manis yaa belakangan ini. Good deh haha

    aku berharap di dunia nyata ada sosok pria seperti baekhyun hahaha

    Makasih ya Kafik karena berkat baca ff ini aku semakin termotivasi untuk yang namanya BELAJAR! posisi mereka sama aku sama ^,^ sama sama mau ujian -,-
    aku pas baca yang baekhyun mati matian gitu belajarnya (sampe buku numpuk hampir semeter) merasa tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan cowo itu, sama kaya Chaeri aku minder huhuhu ㅜ.ㅜ
    sebelumnya juga udah terpengaruh pas baekhyun mulai ikut hagwon, akumah kalau bimbel sehari masuk sehari engga eh pas baca ff ini, yaa aku lebih sering lagi masuk bimbelnya nyahahaha /curhatmuludeh/

    aku salut sama imajinasinya Kafik nih, kok bisa gitu loh mempengaruhi orang lain kaya gini… aku terhuraaaa *elapaermata*

    makasih AUTHOR-NIM !! TETAP SEMANGAT DAN UPDATE MOHON DIPERCEPAT HEHEHE

    • mungkin karena akhir2 ini exo feels ku kembali lagi dan apapun yg baek lakukan jadi manis lagi di mataku :DD

      Daaaan seriouslyy ff ini bisa kamu motivasi??? kenapa?? gara2 mereka juga giat belajar jadi kamu ga mau kalah? hahah omg apapun itu semoga ujian nanti kamu berhasil yah amin hehhe salut sama orang yang masih bisa ngeluangin waktu baca ff di tengah musim ujian gini?🙂

      nikmatin waktu belajarmu jgn jadi tekanan, pokoknya ini mikir buat masa depanmu dan jangan sampe kedepannya kamu ngomong “coba dulu aku belajar…” pokoknya jangan ada penyeselan mumpung kamu masih punya banyak kesempatan! dan aku ngoceh karena aku seneng liat orang rajin belajar. hahah.

      SEMANGAT JUGA!!

  10. entahlah lagi-lagi aku berharap kyungsoo sama chaeri hiks huhu.. tapi sepertinya pada banyak yang suka sama baekhyun ya, aku berharap sama kyungsoo sebab gimana ya menurutku kyungchaeri itu manis🙂 yaudahlah jika nyatanya sama baekhyun biarlah kyungsoo dan chaeri aku imajinasikan saja diotak ahahaha ah ya soal chapter ini daebak (y) dan ohh soal -kejadianmistis- sangat menegangkan walaupun kayaknya baekhyun ketemu sama hantu beneran ya ahahaha di lab pula wow… itu sih astaga seremnya, dan yang lebih seremnya lagi pas chaeri bilang: “Di
    mana pun itu yang jelas aku tidak
    pernah ke lab .” whaha jadi langsung jleb. ah satu lagi kayaknya chaeri bisa ngertiin prasaan kyungsoo waktu luhan pergi ya ah so sweet🙂 tetap semangat ya dan tetap lanjutkan😀

  11. Akhirnya yang ku tunggu” datang juga.. ^_^
    taehyung kok bisa deket ama daeha?
    Terus, bener kalo taehyung suka chaeri?

  12. Eonnn .. mian aku baru bisa baca sekarang dan ini aku baca 1 chapter tu berhari hari krna tugas yg menumpuk di tambah ulangan dan kerja kelompok tiada akhir kemudian di ikuti oleh jadwal les yg padat _.
    and finnaly Detour update =D

    astaga moment sweetnya Baekchae tu sweet banget yg pas di bilang Baek tu pacar Chaeri .. dan jujur masih kangen KyungChae momment kyk di detour yg festival olahraga ._ v kabar buruk masih kangen KyungChae di lain sisi udah mulai menerima BaekChae ..
    di sini Chaeri sma Baek tu balikan lagi atau putus si kok kyknya aku jadi binggung ya ? ._.
    dan Kyungsoo dia jahil banget ._.
    Sekian dari comment gaje dan panjangku .. mian kalau spam ._.

  13. astaga finally di update juga ;–; kangen bangat sama chaeri-baekhyun. kenapa luhan pergi ?? ;–; , kyungsoo juga mau pergi ?? , cerita nya gantung banget wkwkwk bikin penasaraan next chapter di tunggu thor !!!

  14. Jalan cerita Ff ini slalu bkin Q snyum2x sendiri! Nd gag jarang Q ngakak mpe peruT skiit!😀
    cerita’a maniz nd gag ngebosenin! Sungguh! Klo pun bsok detour dh tamat, Q Hrap author’a bkin crita sjeniz kyk ini lg! Nd Q bru sdar skarang, siapapun maincast’a lx author’a yg ngebwain cerita’a asyik, bkalan betah baca’a! Hi2x, kyk author yg 1 ini! Q suka baca krya mu ini! Mghbuur bgd!😀 , wlpun Q bru nemu blog ini blm lama, v q lgsung suka crita’a! Nd 5p lx dichap sblm’a q gag smpet komen, krna q sking pnsaran’a jd ngebuT bCa’a! He2x, FiGhting bwt author’a!🙂

  15. YA AMPUN AKU SENENG ADA MOMENT SEHUN-CHAERI! gatau kenapa aku seneng aja~ kekekekekeke

    Tapiiii…harapanku akan Kyungsoo yang nemuin Chaeri pupus sudah,padahal aku berharap ada moment KyungChae,kangeeennnn😦

    Bahahahahaha😄 ByunBaek si Sone sepanjang masa,sebenernya aku rada sensitif kalo bahas Bacon dan si ‘itu’ tapi di sini entah kenapa aku gak terlalu ambil pusing dan malah ku ketawain.Soalnya sekarang aku udah nganggep Baekhyun Detour bukan Baekhyun yang punya pacar jago nari+nyanyi😄 Btw,itu Sina yakin nyari buku Biologi malem2? Hiiii~

    Siluet perempuan di lab? KYUNGSOO?! BAHAHAHAHA?! Jadi bayangan Kyungsoo kayak perempuan?! ahahahahahahahaha demi apa aaku ngakak! Ku kira itu beneran Chaeri atau siapa tapi itu Kyungsoo!!!! hahahaha😄 dan aku makin gak nyangka,Kyungsoo yang ku prediksi gak takut apapun ternyata masih punya rasa takut juga😄

    Luhan………gatau aku mau komen apa tentang pindahan Luhan.Tapi aku jadi ke inget…..sudahlah di skip aja😦

    Ada part favorit di chapter ini.Pertama,part Baekhyun pesenin makan siang buat Chaeri.DEMI APA ITU SWEET!!!!!!

    Kedua, acara makan malam Baekhyun-Ibu Byun-Junma (si berondong calom Bapaknya Baekhyun XD) aku-suka-banget part ini!

    Ketiga, Kyungsoo-Ibu Kyungsoo.Aku penasaran apa yang di maksud Ibu Kyungsoo disini,apa jangan-jangan Kyungsoo gak jadi pindah? .-.

    Ahhh,aku makin gak sabar baca lanjutannya.Aku juga kangen Kyung-Chae!!!!! Semangat lanjutinnya kak pikaaa! ^^

  16. update-an terbaru detour chapter ini kan? uyeahh akhirnya berhasil ngebut juga baca ini. Meluangkan waktu baca ini sama sekali gak sia-sia (oh yampun kenapa jadi kebanyakan ngulang kata ‘baca ini’) hehe
    tapi detour makin kesini makin asdfhjkl aku gak tau gimana cara mendeskripsikan perasaan ketika baca dan efek setelah baca (yg pasti makin jatuh dalam pesona byun baekhyun *uhuk*). Oh iya, aku baru komen lagi disini yampun😦
    Sebelumnya aku gak menyinggung soal karakter tokoh cerita ini dan sialnya, aku baru nyadar kalo ternyata karakter mereka yg sangat berpengaruh. Aku sangaaaaaaaaaat suka chaeri!! titik gak pake koma aku palung suka chaeri yg manis dengan mulut sarkastik dan sikap cueknya. Oke, chaeri punya karakter yg khas dan dimana lagi nemuin karakter oc seperti dia? Satu2nya tokoh utama yg punya masalah dengan hidupnya dan masalahnya ada kehidupannya yg selalu berjalan lancar tanpa masalah. Padahal dia cemburu, bertengkar sama baekhyun, itu juga masalah sih -.-
    uhu yg jelas chaeri bener2 karakter favorit disini selain baekhyun sbg bias utama :3
    Baekchae bener2 cute dan rasanya seperti real. Sampe ngebayangin hal absurd gimana rasanya punya pacar kaya baekhyun wkwkw duh
    Dan kyungsoo yg terlalu perfeksionis, entah kenapa pertama tau dia gitu antara ‘wow’ sama ‘ugh’ jadi bersatu. Kyungsoo yg gitu mengangumkan dan menggelikan disaat yg sama.. Apalagi luhan yawwwwloohhh dia!! yampun bener2 tipe anak bandel yg ada disekolah, tapi untung ganteng. Entah kenapa dia disini cocok banget dapet peran bandel dan kekanakan gini… Dan yampun, aku penasaran kenapa baekhyun pingsan? Apa yg bikin dia pingsan di lab? Ketakutan? dan yg mainin piano siapa??????
    Sebenernya semua -bahkan bagian yg lebih kecil dari atom di ff ini (?) sangat menarik, tapi yg paling menarik perhatian ku selain yg slice of life nya remaja2 ini, aku bener2 pengen tau tentang kehidupan keluarga baekhyun. Tentang ibunya, perasaan baekhyun, dan kehidupan mereka selama ini. Nah, walaupun aku ngerasa yg itu menjurus ke genre drama agak angst.. Tapi mungkin sekali-kali kakak author (?) kepikiran buat nulis side story nya hehe kalo bisa sih yg panjang (astaga banyak maunya)
    tapi sedihnya, detour mendekati final? No!! Aku baru mampir dan gak ngerasain perjuangan menunggu setiap chapter baru detour selama berbulan-bulan ㅠㅠ (ugh ini malah jadi sesi curhat)
    well, banyaaaaaak yg mau aku tulis tapi, aku harus (lagi) menyadarkan diri ini box comment bukan sesi mencurahkan isi hati jadi… next chapternya pasti ditunggu!! Lumayan detour bisa jadi pelarian dari kumpulan soal-soal latihan UN haha😀
    semangat!!!

  17. authoor dimana kamu dimana~~~ AKU RINDU FF INI SUNGGUH >< myane baru komentar sekarang u.u aku suka bgt sama ff ini smpah bacanya itu asdfghjkl sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  18. Wooow akhirnyaaa kesampaian baca detour :”
    Dan aku takuuut kalau catching feeling bsa ngalahin ff favoritku si detour iniiii :”
    Yaah intinya semua ff mu aku suka, tapi yah kedua ff pnya karakteristik masing2 detour dengan pembahasan sederhana dan bkin gigit2 jari kalau ada moment baekchae saking sweeeetnya (apalagi klau ada moment sehun chaeri) hahaha dan ff catching feeling dengan super duper complicated tpi ttap luar biasaaaa

  19. whoaa greget bgt deh sama part ini, ayo dong chaeri balikan lg sama Baek, di setiap bagian” yg menceritakan hal” selain hubungan baek-chae..ituu aku tetep suka bgt, gk ngebosenin,
    dan untuk selanjutnya semangat untuk author nya, mudah2an next chap nya gk lama, hehehe

  20. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  21. hmmm kasian yah baekkie😥 , tapi chaerri sebenernya hubungan apa yang legi dijalani cewe itu sama baek ? aku bingung ,.. semoga mereka balikan lagi yahh😀
    semangat thor ! ^^b

  22. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

  23. Umm, udah dket ujungnya ya.. Udah hampir selesai..
    Tiap kata yang kamu tulis itu bener2 hidup di otak aku udah kayak film.. Emang sih ada typo, tapi terbayar dgn alur yang oke punya
    Sisi manis tiap karakter tuh emang ‘jleb’ banget.. Bikin aku nyakar2 apapun yang ada di deket aku saking gregetnyaa..
    Mungkin aku udah pernah bilang ini ke pikrachu ya, tapi aku sukaaaaaaaaaa sama Baekhyun di sini, ini juga didukung gaya tulisan pikrachu yang NGGAk pernah ngebosenin, selera humor yang fresh bgt, trus konsepnya yang emang tipikal keseharian anak muda bgt, ringan dan ga bertele-tele..
    Aku bener2 ga mau Detour tamat.. Dari semua FF Bahasa or English yang aku baca Aku paling suka Baekhyun di sini.. Yailah komenku menggebu-gebu banget tiap ada chapter baru yang keluar, dulu..
    Intinya aku bener2 suka.. Banget

    • Haiiiiii udh lama kamu ga mampir ke sini daan untungnya detour masih memuaskann bagi kamu :)) baekhyub di sini kayaknya bakal berubah di sequel but lets see apa tetep terlihat sama dimatamu mm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s