Detour #28 [FINAL]

poster idea credit to Alexa Chung’s It!

#28. Someday Somewhere

Chaeri tahu harusnya sekarang ia tengah bercermin, mungkin sambil memoleskan lipbalm pada bibirnya yang kekurangan air putih atau menyisir rambut ikalnya yang sudah hampir mencapai setengah pinggang, bukannya seperti sekarang, pura-pura sibuk berkutat di depan rak buku ketika tahu membaca beberapa cerita fiksi untuk sekarang hanya membuang waktu percuma.

“Jadi, sore ini ada waktu?”

Kalimat Baekhyun belum berhenti terngiang di kepalanya, rasanya seperti kaset rusak yang Chaeri ingin sekali potong pitanya karena suara itu terasa menggelitik sekaligus membuat sebal. Sambil mengambil The Great Gatsby Chaeri membuang napas panjang, mulai menyesali keputusan kenapa ia mengiyakan ajakan Baekhyun ketika dirinya sama sekali tidak siap berbicara dengan Byun Baekhyun yang itu.

Byun Baekhyun yang membuatnya belajar kalau menyukai seseorang tidak sesimpel dengan yang ia baca di komik juga Baekhyun yang membuatnya mengerti kalau menyukai seseorang juga tidak terlalu sengsara seperti yang ditontonnya di drama.

“Kenapa masih di sini?” Tiba-tiba jantung Chaeri serasa copot, buku di pelukannya terlepas dan kalau saja Kyungsoo tidak cekatan maka ensiklopedi Britannica yang sempat lepas dari pelukan Chaeri itu akan menimbulkan gedebuk berisik. Tanpa mempedulikan sikap ceroboh Chaeri laki-laki yang sejujurnya kaget mendapati Moon Chaeri masih di perpustakaan berdehem,  “Bukannya ada janji dengan Baekhyun?”

Chaeri hanya mengangkat bahu, tangannya yang sudah penuh buku masih memaksa mengambil The Picture of Dorian Gray.

“Baekhyun sempat mendatangiku bertanya apa aku melihat Chaeri. Apa aku perlu menelponnya sekarang?” Ucapan Kyungsoo yang itu entah sindiran atau apa membuat Chaeri hanya menelan ludah. Beberapa bukunya terjatuh dan kali ini Kyungsoo tidak mengambilnya.

“Kenyataannya adalah—“ Chaeri memejamkan mata. “Aku  tidak tahu apa yang bisa kukatakan padanya—“

Kyungsoo tidak mengatakan apa-apa hingga beberapa detik, seakan ia menunggu Chaeri melanjutkan kalimatnya dan ketika Chaeri mengeluarkan batuk canggung, ia tahu perempuan itu terlalu clueless untuk melanjutkan kalimatnya sendiri.”Kurasa kalau kau tidak datang menemuinya hari ini kau akan menyesal.”

Kali ini Chaeri mengacak rambutnya dengan gusar. Sekarang Kyungsoo membuatnya tampak seperti protaganis yang baru saja membuat kesalahan besar, yang akan menghancurkan jalan cerita yang seharusnya berakhir menyenangkan karena pilihannya. “Sejujurnya Kyungsoo. Aku tidak berniat memulai semua lagi.”

 “Baekhyun bahkan tidak tahu kau sudah mengakhirinya.” Dan dengan kalimat itu ia berjalan meninggalkan Chaeri.

***

Baekhyun yang membuka ponsel berpura-pura mengecek to-do-list  kenyataannya terlalu sibuk mengecek beberapa akun instagram favoritnya sampai lupa tujuan awalnya menyalakan ponsel. Sekasual yang ia bisa Baekhyun mengaduk kopinya ketika dalam hati mulai mual dengan tiga sendok gula, (kenapa ia tidak memesan sesuatu yang manis sekalian dari pada meminum kopi dengan gula kebanyakan?) Sambil menghela napas ia memandang tiga tumpuk buku teori dari Sungjong yang memenuhi meja, agak ironis karena beberapa hari terakhir The Fault in Our Stars lebih sering menjadi pegangannya dari pada buku teori itu. Sambil menguap lebar Byun Baekhyun yang merasa jenuh sekaligus lega tiba-tiba ingin melakukan hal yang lain.

Baekhyun memandangi pintu cafe yang tidak pernah diam bergeser, semua orang keluar masuk tanpa henti membuat Baekhyun kesal karena orang yang ditunggu tidak kunjung masuk. Ia melirik sesaat ke arah jendela, memastikan siapa tahu ada perempuan yang tengah mengintip isi cafe. “Taruhan. Chaeri tidak akan datang.” Ucapnya pada dirinya sendiri.

Lalu Baekhyun melirik bibi di sebelahnya, sejak tadi duduk mengaduk lemonade dengan es batu mencair terlihat sama menyedihkannya dengan dirinya yang sudah menunggu seorang wanita hampir satu jam tanpa kejelasan. “Ahjumma, jika seorang wanita tidak mengabari pria apa artinya ia membatalkan janjinya?”

Perempuan itu memandang Baekhyun teliti, melihatnya dari atas ke bawah lalu menghela napas panjang. “Mungkin ia terlalu sibuk sehingga si pria dinomor duakan.”

Jawaban yang sama sekali tidak membantu itu membuat Baekhyun kembali memandang gemas arlojinya, menunggu Chaeri datang sama seperti menunggu kapan iklan favoritnya diputar, dan jika kalian bertanya apa Baekhyun pernah menunggu selama setengah jam di depan TV demi melihat iklan Hyundai diputar, ya Baekhyun pernah melakukannya.

“Menunggu keahlianku.” Sambil tersenyum ia membuka halaman The Fault in Our Star, mencari-cari chapter 14 untuk melihat sesuatu yang lebih baik dari pada jam atau ponsel. “Tapi ahjumma, jika pria itu terus menunggu si wanita, bukankah ia terlalu naif?”

Si wanita kembali menghela napas  menjawab pelan sambil melirik jendela seperti bicara pada dirinya sendiri. “Tapi kadang wanita menyukai laki-laki naif.”

***

Mata Chaeri masih mengekori satu persatu moleskine notebook, tangannya terlipat di depan dada masih menimbang warna paling bagus untuk dibelikannya sebagai hadiah ulang tahun ayahnya. Sampai 10 menit lalu ia memasuki toko buku hanya untuk membeli isi pensil mekaniknya yang dihilangkan Sena, tapi tiba-tiba tidak sengaja melihat bonus kalender untuk pembelian diatas 50.000 won ia baru ingat besok lusa ulang tahun ayahnya.

Memikirkan ulang tahun selalu membuat nama Byun Baekhyun terlintas karena menurut Chaeri, laki-laki itu identik dengan ulang tahun. Chaeri selalu menunggu tanggal ulang tahun Baekhyun,  tidak sabar memberikan hadiah setahun sekali untuk laki-laki semacam Baekhyun. Memberi hadiah untuk orang seperti Baekhyun pasti akan menyenangkan karena laki-laki itu selalu tahu bagaimana cara membuat orang merasa spesial dengan hadiahnya. Sekalipun ulang tahun laki-laki itu masih harus menunggu beberapa bulan lagi Chaeri sudah mengumpulkan hadiah untuk Baekhyun sejak ia memutuskan ia memang menyukai laki-laki itu. Bagi Chaeri memberi hadiah ulang tahun untuk seorang Baekhyun jauh lebih mudah dari pada menimbang warna notebook, memberi pada Baekhyun tidak memperlukan perhitungan karena laki-laki itu pun tidak pernah memperhitungkan sesuatu. Baekhun pernah berkata kalau satu-satunya hal yang dia hitung adalah berapa kupon minimarket yang sudah dikumpulkannya untuk mendapat doorprize jalan-jalan ke Thailand.

“Aku suka yang warna putih.” Suara yang familiar itu refleks membuat Chaeri menengok, di sampingnya sudah ada Taehyung berdiri, senyum lebar tanpa beban seperti Taehyung biasanya.

“Wah. Sejak kapan kau di sini?” Mata Chaeri memincing, menatap curiga Taehyung yang terakhir dilihatnya tadi masih menulis ‘aku tidak akan mencontek’ 100 kali di papan tulis kelasnya. “Aku ingat guru Park memberimu detensi karena kau mencontek.”

“Aku hanya melirik karena mataku pegal dan tiba-tiba kertasku ditarik.”

Chaeri memutar bola matanya. “Yah, melirik setiap lima menit pada si juara kelas, tentu saja itu bukan mencontek.”

Mengendikkan bahunya, Taehyung memilih menghiraukan sindiran itu karena bagaimana pun juga mengelak dari Chaeri hanya membuatnya terlihat kalah. “Aku sedang menemani Gongchan membeli kamus, habis ini mau ikut kami minum bubble tea?”

“Aku ada janji dengan seseorang.” Ujar Chaeri yang tiba-tiba ingat masih ada Baekhyun yang mungkin— sudah satu jam menunggunya. “Hei Taehyung. Apa rambutku sudah rapi? Apa bibirku terlalu merah? Wangi parfumku— terlalu menusuk ?” Sambil memasukkan notebook putih pada tas belanjanya ia memandang hati-hati Taehyung yang memandanginya dari ujung kaki sampai kepala.

“Apa kau akan menghadiri fanmeeting atau apa?” Taehyung menaikkan satu alisnya bingung. “Ya terlihat rapi, aku suka wangi parfumnya, tapi menurutku lebih baik rambutnya digerai.”

“Aku akan bertemu—“ Chaeri melepas ikatan rambutnya, sambil memandang tali sepatunya yang sejak tadi dibiarkan tidak terikat karena ia terlalu malas. “Aku akan bertemu Baekhyun.”

Hening beberapa detik hingga akhirnya Chaeri merasakan tangan Taehyung merapikan poninya yang mulai kepanjangan. Chaeri mengangkat kepalanya memandang lekat-lekat pada Taehyung tahu-tahu terlihat serius. “Kalau kau akan bertemu Baekhyun— kurasa lebih baik semua rambutnya diikat, Baekhyun yang sporty pasti lebih suka perempuan dengan rambut diikat, warna bibirnya kurang merah, Baekhyun suka wanita sensual—“

“Terima kasih sarannya Taehyung. Aku pergi.” Setelah memotong kalimat yang sebenarnya Chaeri agak penasaran bagaimana kelanjutannya ia pun berjalan cepat menuju kasir. Suara tawa Taehyung terdengar sampai ia berjalan menuju pintu keluar, Chaeri tidak menengok lagi, ia takut kalau ia menengok dan melihat Taehyung tersenyum padanya, semuanya akan terasa berat.

***

Siang tadi ada sesuatu yang lagi-lagi membuat Chaeri terlalu tahu banyak. Guru Park meminta Chaeri memanggil Sena ke ruang guru, mengatakan semangat belajar Sena perlu didongkrak dan hal itu lah yang membuat Chaeri rela mengelilingi sekolah untuk mencari Sena yang ponselnya disita karena perempuan itu ketahuan melakukan video call dengan Luhan selama kelas berlangsung.

Setelah sebulan lebih semenjak kepergian Luhan Sena memang banyak berubah. Dan diantara semua perubahan itu Chaeri bersyukur Sena tetap mengatakan laki-laki nomor satu paling tampan adalah Luhan sekalipun ‘cinta tidak kesampaiannya’, Kim Jongin membuat Sena merasa ia mendapat peluang kembali. Beberapa kali ini Kai sering main ke kelas Sena, bermain Uno karena setelah Luhan pergi ia telah mewariskan seluruh trik Uno nya pada Sena (membuat Kai merasa ia harus mengalahkan Sena dulu untuk berani melawan Kyungsoo).

Tepat ketika Chaeri mendorong pintu lab pelan ia mendengar suara serius Sena.

Sena yang berbicara serius hanya jika mengenai skandal G-Dragon idolanya tiba-tiba terdengar berbicara serius dengan topik lain membuat Chaeri menempelkan telinganya, dan segera beberapa detik kemudian ia menyesal.

“Tidak. Kau tidak boleh menyukai Chaeri. “

“Kenapa?” Taehyung bertanya ringan. Seperti Taehyung biasanya yang selalu memudahkan setiap situasi. Taehyung yang berlawanan dengan Sena yang selalu menyulitkan setiap situasi.

Well, aku penentang hubungan laki-laki lebih muda dari pada si perempuan.”

Setelah itu Taehyung tertawa, ketidaksetujuan Sena mungkin terdengar sekedar basa-basi seorang sahabat bagi Taehyung. Dan mungkin pengakuan Taehyung soal perasaannya terdengar seperti lamaran serius bagi Sena yang selalu menangkap segala hal berlebihan.

Setelah itu Taehyung tidak tertawa lagi, berusaha mendengar serius Sena yang sedang memberinya nasehat membuat Chaeri merasa bersalah karena orang seperti Taehyung tidak akan mengerti, karena ini tidak sesederhana dengan alasan dari Sena (ini bukan soal laki-laki lebih muda karena Chaeri bahkan tidak peduli soal itu).

Taehyung tidak akan paham karenanya di toko buku tadi Chaeri mencoba memberitahu sekaligus menegaskan, bahwa Baekhyun masih menunggu dan terlihat menarik di depan Baekhyun masih menjadi hal pentingnya. Yang itu artinya, bukankah lebih baik Taehyung mencari wanita lain yang mau terlihat menarik di depannya bukan laki-laki lain.

***

Pada akhinya Baekhyun meminum jus alpukat yang awalnya ia pesan untuk Chaeri. Sambil terus membaca ia mengucek beberapa kali matanya yang sudah sembab, tangannya masih meremas tisu lembab bekas air mata, dan sayang sekali Baekhyun tidak menyadari kalau untuk setengah jam terakhir ia menjadi tontonan menarik si pelayan wanita yang diam-diam memberi bonus es krim vanilla pada jus alpulkat pesanannya.

Byun Baekhyun yang terlalu sentimental terhisap dengan novelnya sampai tidak menyadari Moon Chaeri sedang berdiri tepat dibelakangnya, memberi pandangan paling menghakimi untuk laki-laki yang lima menit lalu mengirim pesan padanya ia harus cepat pulang banyak PR yang harus dikerjakan.

“Aku berlari dari halte karena kupikir pembicaraan kita akan penting dan kau harus cepat pulang untuk mengerjakan PR.” Chaeri akhirnya membuka mulut, membuat novel Baekhyun terjatuh dramatis. “Dan sekarang yang kau lakukan adalah menangisi kematian tokoh fiksi.”

Baekhyun mengerjapkan mata, memandang Chaeri keheranan seolah belum percaya Chaeri yang itu pada akhirnya datang. Chaeri yang belakangan membuat Baekhyun yang periang bisa bersedih sekaligus tertawa tanpa harus melakukan apa-apa.

“Kau tidak mengerti Chaeri.” Mulut laki-laki itu mengkerucut, sambil menggosok hidungnya yang gatal (padahal menyembunyikan rona merah di pipi) ia memandang Chaeri hati-hati.

“Kau bisa bertanya, jangan memandangku seperti itu.”

“Aku tidak akan bertanya kenapa Chaeri lama sekali datang, pertanyaanku adalah— apakah kau memakai make-up sekarang?”

Rasanya seperti anak kecil yang ketahuan mengambil cookies diam-diam, Chaeri tertangkap basah. ”Hanya lipstick, blush-on— baiklah mascara juga.”

Perubahan air muka Chaeri yang tiba-tiba kehilangan percaya dirinya membuat Baekhyun tersenyum geli. “Aku akan menganggap kau melakukannya karena akan bertemu denganku, dan untuk menghargai usahamu aku akan mengatakan sesuatu. Itu membuatmu lebih manis— dan aku serius.”

Sambil mendorong jus alpukat yang tersisa setengah gelas pada Chaeri Baekhyun berdehem.”Baiklah, kembali ke topik intinya— “

“Tunggu, biarkan aku bertanya.” Chaeri memotong kalimat Baekhyun. “Aku melihat Taeri keluar dari cafe ini. Apa ia baru bertemu denganmu?”

Baekhyun mengerjapkan matanya, sekilas kaget tapi tidak ada yang perlu ditakuti soal itu jadi ia hanya mengangguk. “Ya— dia mengatakan aku harus berhenti menunggumu karena dia melihatmu berjalan keluar dari toko buku dengan laki-laki lain. Dia bilang laki-laki itu tampan, lebih tampan dari pada aku”

“Kau mau tahu siapa laki-laki itu?” Chaeri bertanya hati-hati.

Duh Chaeri, aku Byun Baekhyun, tentu aku tahu. Sudahlah kita kembali ke topik intinya.”

Memilih mempercayai quotes ‘Aku Byun Baekhyun tentu aku tahu’ Chaeri menghela napas, memberi gestur pada Baekhyun untuk melanjutkan inti topiknya. Topik apapun yang Chaeri yakin mungkin bagi Baekhyun itu akan mempengaruhi perdamaian dunia yang palingan bagi Chaeri sepenting apa menu spesial kantin besok.

“Parfum apa yang kau gunakan?”

Chaeri tertawa, dan Baekhyun tahu perempuan itu mengerti maksudnya.

***

Nami dan Chaeri masih harus memberikan beberapa dokumen untuk kelengkapan administrasi pendaftaran universitas incaran mereka, keduanya berdiri kaku sama-sama gugup hingga akhirnya Guru Yoon mengatakan keduanya dalam posisi aman yang artinya hanya tinggal menunggu keberuntungan memihak mereka.

Sambil berjalan beriringan Nami memberikan sebungkus M&M pada Chaeri yang tidak berhenti menggigiti kuku jarinya sejak tadi. “Menggigiti coklat jauh lebih baik.”

“Terima kasih.” Chaeri segera menerimanya, membuka bungkusan dengan sekali sobekan lalu menumpahkan setumpuk coklat pada tangannya. “Aku tidak percaya aku benar-benar mencoba Oxford.”

Sambil tertawa Nami menepuk bahu mungil Chaeri yang naik turun mengikuti napasnya. “Karena kau Moon Chaeri aku tidak terlalu kaget. Maksudku, wajar saja sih kalau kau yang mencoba.”

“Hah? Moon.Chaeri.Masuk.Oxford. Kau tidak merasa itu terlalu mengada-ada?”

“Tidak! Menurutku itu rencana yang masuk akal.”

“Aku terlalu naif Nami.” Chaeri menengok pada Nami, memandang frustasi seakan Nami lah biang semuanya. “Seharusnya aku hanya mendaftar pada kampus lokal dekat dengan rumah.”

“Chaeri—“

“Aku harus menemui Kyungsoo.”

Chaeri berjalan pergi, mencari Do Kyungsoo yang terakhir didengar dari Chen masih mencuci kemejanya yang terkena cipratan saus kacang Jajangmyeon milik Baekhyun.

“Kyungsoo kau di dalam?” Chaeri mengetuk pintu toilet lantai dua, berharap banyak Kyungsoo lah yang berada di dalam karena sudah cukup ia mendatangi lima toilet mencari-cari di mana Kyungsoo mencuci kemejanya.

“Kyungsoo baru saja keluar.” Pintu toilet terbuka dan Oh Sehun yang sepertinya baru cuci muka memandang Chaeri bingung. “Kenapa kau mencari Kyungsoo? Bukannya baru baikan dengan Baekhyun?

Chaeri memutar bola mata. Bertemu Oh Sehun di saat kritis seperti ini agak menjengkelkan. “Tidak. Dan mencari seseorang tidak berarti dia orang yang kita suka. Kau tahu di mana Kyungsoo?”

Dengan handuknya Sehun mengelap poninya yang ikutan basah, lalu menunjuk arah kanan menuju tangga. “Mungkin sedang menjemur kemejanya.”

Chaeri segera melesat pergi meninggalkan Sehun yang bersenandung ringan kembali memasuki toilet karena sebenarnya urusan kamar mandinya belum selesai. Beberapa detik lalu ia masih membasahi wajahnya tapi gedoran pintu dari Chaeri membuat Baekhyun yang sedang mendapat detensi mengepel lantai toilet memaksa Sehun menjawab panggilan Chaeri.

“Kenapa tidak kau saja yang memberitahu Chaeri?”

“Karena— bukankah itu canggung?”

Sehun menyalakan keran dan mulai memoleskan sabun cuci mukanya melirik Baekhyun dari cermin. “Sejak kapan kau bisa merasa canggung?”

Yah pokoknya aku tidak mau bertemu Chaeri sampai aku tahu hasil kelulusannya.”

“Kalau ia diterima?”

Baekhyun menghentikan tangannya yang bergerak mengepel asal-asalan. Berpikir keras meskipun ia sudah tahu jawabannya sejak awal. “Berarti kami akan mempunyai jarak lalu Chaeri akan bertemu laki-laki karismatik di sana dan aku bertemu wanita cantik di sini.”

“Lalu?”

“Lalu Chaeri akan kembali dan aku akan menyambutnya.”

“Sesederhana itu?”

“Hmm— “ Baekhyun menggaruk dagunya, kali ini benar-benar mentelantarkan tugasnya dan bersender pada dinding sambil memakan M&M yang disimpannya di kantong celana sejak tadi pagi. “Entah kenapa jika aku yang mengatakannya jadi terdengar sederhana. Tapi Sehun, ini lebih kompleks dari yang kau kira.”

Sehun yang menahan tawa hanya bisa tersenyum kalau tidak ingin busa sabunnya memasuki mulut. Sambil mulai membilas wajahnya yang dipenuhi busa ia pun berkata “Apapun itu, yang terbaik untukmu Baek.”

“Dan Chaeri.” Baekhyun menambahkan, tersenyum riang.

###

###

A/N

Exams come dan coba apa yang kulakukan. Update Detour! Aku ngerasa melakukan pemberontakkan.

Biar aku jelasin. (Entah kenapa ngetik author’s note yg ini lebih susah dari pada ngetik chapter 28 itu sendiri)

Iya Detour tamat.

Awalnya aku ga ada niat tamatin di chapter 28. Tapi semakin aku ngetik semakin feelingku mengatakan. “Oke Fik, sampai di sini aja.”

Terus terang, melanjutkan Detour lagi setelah chapter ini ga akan seexcited yang dulu.  Aku masih menikmati melanjutkan cerita Baekhyun-Chaeri-Kyungsoo,  bukan soal bosan atau ‘ga bisa’ namatin karena kalian harus tahu masih banyak hal yang kusimpan untuk cerita ini.  Dan aku ngerasa memasukkan itu dalam Detour udah ga cocok lagi. Detour udah terlalu menjadi zona nyamanku yang artinya aku harus keluar.

Kesimpulannya aku bakal bikin kelanjutan perjalanan Chaeri dengan brand new detour yang lebih membuatku nyaman dan semoga kalian menikmati final chapter ini.

Detour akan kembali dengan judul dan atmosfir yang berbeda we can call it sequel!

I need feedback for this final chapter ;u; to make this chapter as special as a final chapter could be.

p.s: no bashing jika ada yang ga suka keputusanku 

44 thoughts on “Detour #28 [FINAL]

  1. Happy and shock at the same time~
    aku seneng banget tau detour update. Tapi kaget pas ada tulisan final
    aku sukaa krn emang selalu suka tulisanmu kaaa
    tapi aku rasa on the next brand new detour apa yg kyung rasakan di chap ini kurang terealisasikan
    entah cuma perasaanku atau apa, tapi masih berasa gantung kaa
    but i like it and i cant wait to know the girl who’ll be with kyuung~
    good job ka! Fighting!

    • kemunculan kyungsoo di final emang dikiiiit bgt haha sengaja karena aku ingin fokusnya ke baekchae meskipun endng mereka ambigu🙂 kugantungin ceritanya emang sengaja kok! hehee.

  2. Congratulations ka fikkk!!😀
    my personal favourite fanfic! Yang aku suka dr fanfic ini adalah, kejujurannya. Entah kenapa aku ngerasa fanfic ini jujur banget dan mengalir banget, there’s this invisible effortless charm in this fanfic.
    all in all, brilliant!🙂

    • makasih nayaa! pikrachu feel so honoured :–) Semoga brand new detour tetep bakal tetep jadi fanfic yang kamu suka ya hahhaah. kangen naya ih.

  3. huweeee author~~~~
    tadi pagi temen aku ngabarin “yan, detour tamat ya?” aku jawab, “gak” terus dia bales “Coba buka email lo!” dan pas aku buka JENG JENG DETOUR #28 (FINAL)
    OEMJI- ini gak salah baca. benaran final. dan ini udah yang kaya aku mesti pelan-pelan banget bacanya. pelan-pelan bangeeeetttttttt…ini final gitu loooooooooh…

    jujur aku seneng bisa ngikutin detour dari awal sampe akhir. nunggu update detour tuh kaya nunggu kado ulang tahun -gak pernah bosenin dan pas udah diupdate seneeeengnya tuh banget banget-
    dan aku seneng diakhir cerita chaeri bisa balikan sama baekhyun. tapi emang kamu mesti banget buat kelanjutannya!!! ini WAJIB BANGET. karena banyak banget pertanyaan yang belum terjawab disini, dan rasanya sayang banget kalo cuma berakhir gantung gini.

    dan seperti yang pernah aku bilang, sepanjang perjalanan aku jadi penikmat ff (khususnya ff maincast baekhyun) detour ada diurutan teratas yang aku suka~~~ dan sekarang aku kaya yang kehilangan apa yang harus aku tungguu :”((( oke aku bohong, masih ada catching feeling, pastel, sama oh my prince hahahahhahahahah

    tapi aku tetap menghargai keputusan kamu :)) selamat ya udah berhasil ngelarin ff ini. makasih udah buat ff semenarik ini🙂 semangat buat karya2 lainnya dan buat kuliahnya :))
    pikrachu fighting^^

    • HAhhaha yaampun kocak abis detour masuk percakapan sehari-hari kalian. Iyaaa detour tamaaaat :”)
      Banyaknya pertanyaan yang masih ga jelas banget sengaja kok tenang aja itu bukan ketidaksengajaan yang artinya semua bakal kejawab di brand new detour😀

      Makasih udh selalu jadi pembaca setia aaa kutunggu komenmu di kelanjutan detour yaaa

  4. WHAT…..

    FINAL……

    INI CHAPTER TERAKHIR! OMO!!

    First.Aku mau komen part KyungChae di perpus.Aku udah ngarep setengah idup Chaeri bakal berakhir sama Kyungsoo pas dia bilang “Sejujurnya Kyungsoo.Aku tidak berniat memulai semua lagi.” Ini aku ngarep banget mereka jadi official,sumvah .-. Tapi,aku inget Kyungsoo lebih nyaman temenan sama Chaeri daripada punya komitmen sama dia.Dan aku jidatku langsung mengkerut pas Kyungsoo bilang “Baekhyun bahkan tidak tahu kau sudah
    mengakhirinya.” Berarti selama ini Baekhyun gak.nganggep dia putus sama Chaeri?

    Kedua.Part Baekhyun nunggu Chaeri.Aku suka kalo ada cowok yang rela nunggu cewek kayak gini.Biasanya di fanfict yang selalu nunggu itu cewek dan di sini giliran cowok.Gatau kenapa seneng aja😀.Aku suka sama part Baekhyun nanya ke ahjumma di sampingnya,berasa ahjumma itu kayak pakar cinta gitu😄

    Tiga.Part Chaeri-Taehyung.Ugh,di sini aku langsung takut Taehyun bakal berakhir sama Chaeri.Kalimat Chaeri di perpus ke Kyungsoo langsung terlintas gitu aja dan bikin aku gigit bibir.Sejujurnya,aku kurang suka sama hubungan cewek lebih tua dari si cowok.Dan aku bahagia banget Chaeri terbuka dengan ngasih tau dia ada janji sama Baekhyun dan gak bisa ikut beli bubble tea sama Taehyung \o/.

    Empat.Sena.Aku gak heran kalo Sena bakal jadi begitu setelah Luhan pergi.Aku juga gak heran dia berani video call-an di kelas😄 Dia itu cewek konyol favorit aku *cubitsena.
    TUH KAN! TAEHYUNG SUKA CHAERI! DAN YESH! SENA SEPENDAPAT SAMA AKU! Dan Alhamdulillahnya Chaeri gak punya perasaan itu ke Taehyung.

    Lima.Yeeeeesshhh! Ada BaekChaeeeee! Aku selalu suka percakapan antara Baekhyun dan Chaeri.Gatau kenapa.Tapi,di part ini aku rada gak mudeng pas Baekhyun nanya tentang parfurm dan.kalimat selanjutnya.Bisa tolong jelasin gak,kak? .-.

    Enam.Chaeri mau masuk oxford? Uwoooo keren! Di sini dia kayak bener-bener perempuan berotak encer.Dan Nami,dia masih suka Baekhyun kah? ‘kan waktu di chap 20 dia kayak cemburu gitu liat Baekhyun cium kepala Chaeri .-.

    Tujuh.Baekhyun selalu menyederhanakan sesuatu.Kayak dia yang menyederhanakan perasaannya ke Chaeri.Duh bahasaku ancur.Dia itu sebenernya sedih Chaeri milih Oxford.Dia tuh sebenernya gak siap LDR-an.Tapi dia kayak bikin itu jadi sesuatu yang biasa aja.Kayak Chaeri bukan pergi jauh tapi cuma piknik doang.Fiuh.
    ( Dan atuhlah si Sehun harus banget ya bersihin muka di sekolah? .-.)

    Sebagai chapter penutup,aku ngerasa masih kurang greget,kak.Walaupun ini tetep bikin aku jerit karena seneng sekaligus kaget ini chap terakhir.Tapi,karna kakak bilang mau bikin sequel,menurutku ini akhir yang pas buat bikin lembaran baru *cieleh*.Aku gak sabar buat sequelnya.Gak sabar buay baca moment lucu,konyol,sedih,greget,dan apapun itu dari mereka.Berharap di sequel Luhan comeback😦
    Okeh,semangat buat Kak Pikra! Semangat untuk segala urusannya! ^^ Terimakasih untuk Detournya selama ini.Fanfic moodmakerku :”

  5. speechless abis sumpaaaaaah!! kirain A/N nya bercanda. Udah sampe sana? asdfghhkl tea with shocking sodaaaa O.O
    baru buka email liat detour update langsung kaget ditambah tulisan final.ditambah ini selesai dengan sesederhana ini?? Astagaaa kalimat baekhyun seolah diucapkan ke reader, entah kenapa kalo baekhyun yg bilang jadi keliatan sederhana banget. Padahal ini rumit dan aku susah nerima ini udah final??? baekhyun chaeri nya gimana? huhu aku ssedihhh… selalu sedihh :”( ini ff favoritku, bukan hanya karna ini endingnya gantung banget kaya keputusan tao, tapi juga karna aku gak rela aja ini ending beneran /-\
    pas proses baekri baikan, gimana chaeri bisa tau taehyung suka chaeri, dan lainnya menurutku agak terlalu cepet dan kurang detail. Atau emang aku yg serakah pengen baca ini lebih panjang huhuhu sedih banget ih asli ㅠㅠ
    Tapi bener nih bakal ada sequel?? tapi kalo sequel nya malah tentang hubungan chaeri sama orang lain dan baekhyun nya terbuang aku bisa apa. Eh jangan deh semoga sequel nya lebih bagus dan gak sengagetin ini. Baekhyun-Chaeri udah satu kesatuan yg tidak bisa dipisahkan. Aku gak nyangka detour membawa kejutan sebesar ini. Sequel nya, aku bener2 berharap banyak kak sama sequel ini. Rasanya gak bisa move on dari baekhyun-chaeri. Bawaannya pengen maksa mereka happy ending aja tiap hari, pengennya detour ini gaada kata final dan terus mengalir aja hehe, tapi yeah, semua diserahkan kembali ke author dan sequel yg jadi satu2nya harapan :”””)

    • LOl. Iya sesederhana dan kalimat baekhyun tuh sebenernya pesanku buat kalian juga. “ini jauh lebih kompleks guys’ tapi aku sebagai author yang ga mau bikin everything too drama feels berusaha bikin semuanya jadi kejadian biasaaaa banget. Aku ngerti banget susah nerima ini sebagai finals tapi semoga dikelanjutin nanti kalian bakal ngerti kenapa aku mutusin ini chapter terakhir.

      Ending gantung banget adalah sebuah kesengajaan! Heheheh kayak exo wolf drama version.

      Iya ada sequel. Promise. Karena seperti yg kubilang banyak hal yg udah kusiapin buat detour dengan berbagai kejutan :DD.

  6. yeeee akhirnya di post juga wkwk
    jujur, aku agak kaget pas liat judulnya /hm/ jadi part ini yg terakhir ._. udah ga rela gitu pas tau ini part terakhir T.T ehh pas liat note nya…..langsung nyengir😀 yeyeyey
    emm, kayanya aku baru komen sekarang2 deh ._. maapin aku thor (/. \) tapi suka bangt sama ceritanya, anak muda gitu.. /hmm
    terus, aku suka sama semua castnya. Ngakak kelakuan semuanya😀 *-_-
    yeyeyeyeye ditunggu sequelnya😀
    bener2 penasaran sama cerita semua castnya wkwkwk
    fighting ya thor!!!!! wish you luck ah for your exam😉

  7. Ini aku yang biasa ngasih komen pake uname dreamfangirl, gaktau ini pertanda -buruk- atau apa pas mau login pake uname itu aku lupa passwornya heol, ternyata perasaanku bener pas buka email dan baca notif update blog ini tittlenya udah ada embel embel “final”…

    huuuufffftttt entah kenapa otakku buntu gak bisa ngasih komen untuk chapter ini, tapi walau ffnya udah end aku gak mau bersedih hati-no way- karena masih bisa berharap dengan apa yang Kafik tulis di author’s note yaaa hihihi

    detour udah kelar… dan dengan akhir yang seperti itu walau gak meleset sih dari dugaanku kalau endingnya bakal gini. tapi yang jelas aku tetep kagum kok sama Kafik, manusiawi kok kalau feelnya udah gak kayak dulu lagi sebagai penulis fiksi tapi Kafik masih berusaha namatin cerita ini sebaik mungkin, saluuutt !!!

    mungkin aku bakal ngasih komentar untuk keseluruhan ceritanya mulai dari awal sampai final, ya aku udh berkali kali bilang kalau tokoh disini bener bener hidup saat aku baca-aku juga pernah bilang aku ketularan doyan belajar karena cast di cerita ini pinter pinter wkwk-, alur ceritanya juga sangat unik-mengalir begitu damai- /halaah/, pewatakannya cocok dengan cast yang Kafik pilih, bahasanya juga mudah dipahami walau kadang ada satu dua kalimat yang susah dicerna tapi itu gak jadi masalah, dan konfliknya sangat complicated bikin makin greget bacanya dan gak sabar nungguin bakalan kayak gimana kelanjutannya, nah point terakhir itu tuh yang buat aku selalu wow-in Kafik. aku tuh mikir ‘kok bisa ya punya pemikiran kaya gitu?’ dan ‘hebat banget’ .

    aku gak lebay atau berlebihan sueer deeh^,^ karena memang selama ini pikrachu adalah satu-satunya author yang selalu aku tungguin update-annya. inget pertama kali aku komen di chapter 17 yang entah sudah berapa kali kirim komen tapi gak muncul-muncul. sebelum komen itu aku kan siders dimana-mana. aku memberanikan diri aja untuk komen disini dan setiap komen panjaaaang banget gini. kalau diblog lain paling cuma bilang ‘nice story, keep writing’ nah kalo komen sama kafik pasti dibales dengan friendly jadi aku juga semangat ngasih komentar walau mostly yang aku tulis itu bukan kritik yang membangun hihihihi, itu dilihat dari sisi pengarang hehehehe

    Bring brand new detour for us-readers- as soon as possible yaaa Kafik/hehehe/, aku gak mau anggap ini berakhir karena aku merasa masih dikasih harapan sama kafik untuk terus belajar dari semua karya kafik lainnya, walaupun aku gak komen di semua update-an pikrachu tapi aku tetep mantengin kok~~

    Keep writing PIKRACHU!!! i’ll wait for your another stories❤❤

    by dreamfangirl

    • Anyyeoong hahah enggak kok, bukan pertanda buruk. Detour tamat bukan bener2 akhirnya juga ga kan?🙂
      Daan aku penasaran, dugaanmu soal ending ga meleset emang dugaanmu kayak gimana? hahah

      Feel so honoured dengan komenmu tapi masalahnya ini cuma daily life fanfic aku ngerasa aku ga punya pemikirin ‘kaya gitu’ yg hebat bgt… dan bikin kamu selalu bisa kasih komentar panjang aku selalu terimakasih karena itu bener2 moodmaker ada orang yg ngehargain ceritaku dan ngeluangin waktu buat ngetik komen :)))

      See you again dreamfangirl c:

  8. Aku seneng banget pas ada emaip masuk eh ff detour udah ada, tapi yang bikin sedih kenapa udah end sampe disini? Aku tau author juga manusia yang sehari-hari nggak cuma bikin ff aja hidupnya, tapi chapter ini nanggung bangeeeeetttttt untung author baik kita bikin sequel, jadi nggak sabar nunggu sequelnyaaaaaa, pokoknyaa aku sukaaa banget ff ini soalnya gaya penulisannya beda dari yang lain, pokoknya aku tunggu ya author seulnya

  9. Hai kak fikra.
    Maaf kak udh lama aku ngga koment di detour pdhl selalu baca setiap kak fikra update.
    Pertama aku mau bilang makasih ke kak fikra krn udh bikin ending detour tepat wkt, bener” real seperti di dunia nyataku. Aku jg bakal masuk univ tahun ini sama kayak chaeri cs😀
    Buat sebuah cerita menentukan ending pasti yg paling susah, ending yg seperti ini yg aku suka bukan sad/happy ending membuat pembaca bisa memikirkan gimana sih side side atau kelanjutan ceritanya.
    Dari semenjak kak fikra update detour 27 aku setiap hari sampe hari ini cek email terus berharap ada notif bertuliskan detour. Td aku pas cek email seneng ngga ketulungan ada notif detour, tp pas diteliti ada tulisan final agak terasa bimbang mau dibaca apa engga, takut ngga sesuai harapan & bikin nangis ngga bisa baca detour lagi. Tp kak fikra emang author paling the best.
    Tp di author note kakak semacam memberikan harapan lagi sama aku & readers lain buat baca “sequel” dari detour. brand new detour semoga bisa membuat readers setia kak fikra mendapatkan feel seperti awal” detour update ^^.
    Berharap juga pastel update dilanjutin kak. Kangen moment” yg ada di pastel, kangen sina sehun tao :’)
    Keep fighting kak fikra… :))

  10. wuhuuu, /gak tau diri/
    Maaf sebelumnya, aku jadi silent reader😦 itu karena low signal n’ krisis kuota (curhatan pasaran). Tapi beneran, udaaaah dari lama aku pengen komen tapi sekalinya komen lolanya minta ampun..akhirnya dari sekian banyak rintangan, hari ini aku bisa ninggalin jejak.
    Aku dapet cerita ini dari be2rapa rekomendasi yang sempet aku baca, yaudah aku klik aja karena castnya baekhyun. Awalnya, aku gak tertarik…tapi daripada aku baca yang aneh2 diwaktu senggang dengan sdkt penasaran aku balik lagi kesini. Kesannya aku tuh gak tau malu ya😀 tapi jujur aja aku ngehargain kerja keras author yang udah nyelesein detour. Disinilah yang bikin aku suka kyungsoo dan chen…
    Sekali lagi maaf ya🙂

  11. Detour beneran end?? Hiks.

    Omo!! chaeri mau ke oxford?! la baekhyun nya ditinggalin??! kamu harus menyusul chaeri baek!!

    fighting untuk sequelnya kakak!! ^^

  12. sbnar’y rda gntung gtu bca chap ini..
    brsa mngtik sbuah psan yg bru stgah n stlah itu hp nya mti..
    gk ada kjlsan brarti..
    tpi ttp ditggu kok ff detour versi bru nya..

  13. oke karana author udah jelasin. aku bakalan diam wkwkwk

    “Well , aku penentang hubungan laki-laki lebih muda dari pada si perempuan.” kita sama.an sena kekeke tapi anehnya aku suka klok sama darahae bhaaq

    sumpah ketawa ngakak waktu baekhyun cerita klok dia pernah nungguin iklan tv sampe 1 emang iklan hyundai itu ada apanya?? :v

    ditunggu squelnya thor, fighting!!

  14. Ini-gantung-banget. Masih ada yang author lupakaaaan, bagaimana tentang seukri-chen-kyungsoo? Kyungsoo-taehyung- chaeri-baekhyun? Ekhm nasib dua orang yang cintanya ga kesampean itu. Well, ini masih tetep keren walaupun gabisa nutup mulut exited sendiri loncat loncatan di kasur pas baca FINAL. Abt detour new ver aku akan selalu menunggu updtan nya. Luv it💕

  15. serius apa ini detour tamat ka? ya ampun ya ampun. *gapapalah masih ada sequel*
    D.O nya dikit banget huhuuuu, tapi taehyung masih sempet nongol wkwk

  16. aaahhh author endingnya terlalu biasa…tapi cukup menghibur setelah penantian panjang & i’ll be wait for sequel

  17. akhirnya tamat jugaaa
    dari dulu nungguin ff ini haha😦
    endingnya rada nggantung sih
    btw ff yang pastel kapan dilanjutin?

  18. masih mikirin nasib luhan sena *lho wkwkwk entahlah aku nganggepnya cobak.an hubungan mereka yg berat baru menjalin hubungan yg dulunya salah paham eh malah kudu pisah wkwkwk

  19. Yeay akhirnya update..
    Pas baca bagian akhirnya aku mikirnya ‘what? cuma gitu doang?’ Soalnya kaya bukan end cerita. Tapi pas tau ada sequel nyaa jadi agak lega wkwk semoga lanjutannya makin seruu. Ditunggu thor😉
    Btw ini salah satu ff favorite aku lho.. Aku suka bgt

  20. Yeay akhirnya update..
    Pas baca bagian akhirnya aku mikirnya ‘what? cuma gitu doang?’ Soalnya kaya bukan end cerita. Tapi pas tau ada sequel nyaa jadi agak lega wkwk semoga lanjutannya makin seruu. Ditunggu thor😉
    Btw ini salah satu ff favorite aku lho.. Aku suka bgt cara athor nulis ceritanya, ringan buat di baca😀

  21. Authorniimmmmm!!!!!!!
    Entah mau di bilang lebay atau gimana, tapi aku suka sama tulisan kakaaaaa
    mulai dari pastel,oh my prince,detour!! aku belum baca catch feeling sih tapi aku janji bakal baca! soalnya kenapa?? because i love your fanfic! bener-bener beda dari yg lain. aku suka gaya bahasa dan pembawaan authornim di setiap chapternya selalu seloww dan itu sangat perlu di acungi jempol! cuman kamuu thorr yang nulis ff kyk gini, dari semua ff favorit dari mumuturtle,aff,semuanya deh!
    udah gitu kalo aku baca ff authornim aku suka senyum2 sendiri. DAN PLUS! AKU SELALU MEMBACA ULANG FF KAMUUUUUU HUAAAAAAHHH <3<3<3 FIGHTING YA BUAT SKUELNYA DAN OH YA PASTEL SAMA OH MY PRINCENYA KAPAN DI LANJUTIN NIH? AKU SETIA MENUNGGU KAKAAAAA MUAAAHH

  22. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo

  23. Annyeong…

    mian komen di part akhir aja thor…
    menurut aq yg lumayan cukup lama menunggu part akhir… wajar aja end nya seperti ini soal baek dan chaeri yg menggantung karena studi mereka…
    menurutku endingnya cukup real mengingat di kehidupan nyata itu banyak hal yg seperti ini….

    sekuel sepertinya menceritakan khidupan mereka nnti di bangku kuliah ya??
    yg aq bingungkan kenyataan apa yg disembunyikan kyungsoo ya??

    mian komen kepanjangan…
    ditunggu sekuelnya ya …. (>_<)

  24. huhft… apa ini yang dimanakan ending thor ?? hehe😀 kayak menggantung gitu aku bingung -,-
    semangat thor ! ^^b

  25. kaaaak sumpah aku telat tau kalo ini udah di upload sama kamu unn ㅠㅠ #panggilnyacampur”

    as all ways is so unpredictable gak nyangka shock banget! aku kira end nya bakal kelihatan ini kayak apa dan ternyata tetap aja ada Baekhyun-Chaeri-Kyungsoo aku gk masalah sih tapi pas Chaeri bilang dia harus cari Kyungsoo tanpa aku tau alasannya apa itu buat aku Sesuatu bangeet ».« ada apakah dengan hubungan Baek-Chae apa mereka benar” kandas karena waktu di cafe gk dijelasiin apa” terus Taehyung #kalotulisannyasalahmohonmaaf# gimana tu nasibnya apa dia juga masuk di hati Chaeri sm kyk Baekhyun dan D.O, daan Taeri mash tetep ada terus Chaeri juga mash curiga gk jelas sama Baekhyun yang ‘itu’ banyak yang ngegantung dan aku gk nyangka kalau endingnya bakalan kyk gt😄

    aku dukung banget Kak kalau mau di bikinin sequel aku fikir unni harus keluar dr jalur aman detour kalo nggk detour bakalan kyk gini aja gk ada perkembanggannya syemanggaat author pikacruu! #i’ll always support youu^^
    dengan update detour#28 ini mengobati kerinduanku akan tulisan kakak yang selalu bahas hal terkecil yg memang banyak dikehidupan ini tp sering terlupakan oleh author yg lain And I LIKE IT so much because it’s so pure! and last word thank you for writing DETOUR (ceritanya gk maenstreaaam!!)

  26. Meski agak gantung dan masih bnyak pertanyaan yg ingin kutanyakan tpi aku seneng kok dgan keseluruhan part final ini karena intinya sesuatu yg kita raih itu bukan apa yang kita raih tapi bagaimana perjalanan kita dalam meraih hal itu dan menurutku itulah specialnya detour

    aku tahu ff author dari rekomendasi teman krn aku terbiasa baca ff dgan konflik yg tinggi dan misterius juga genrenya angst jadi pas baca detour part 1 pendapatku gini ’emang apa bagunsya ff ini ?’ tapi krn aku penasaran jadi aku lanjutin aja dan aku sadar ternyta ff mu ini begitu mengalir, dan aku ngerasa ikut ada dalam cerita bahkan bahasa yg author gunakan sgat sederhana dan alurnya tidak terlalu berat tapi author selalu kasih sentuhan spesial dan hal lain yg unik juga manis dari ff lain yg pernh aku baca

    intinya aku tunggu sequel detour, mau tau siapa pasangan kyungsoo dan apa chaeri diterima di oxford atau tidak
    makasih thor sudah bikin hari”ku jadi semanis perjalanan baekhyun-chaeri-kyungsoo😀

  27. ya ampun ! maaf kan daku yang menjadi silent reader kaka pik. tapi , , oh ho ! sy udh terlanjur suka banget sm ff ini. … secara baek adalah bias saya tapi , why ? kenapa tamat nya sangat lah apa ya ? begitu . dalam hati . Lah ? abis ? . sumpah gak pernah rela detour tamat and pleaseeeeeee. sequellllllllll i needdddd sequel dari fanfic ini . . ^^ dan terimakasih berkat detour sy mempunyai pencerahan sendiri untuk pembuatan ff saya . . please sekali lagi . segera publish sequel dari detour . . gamsahamnida🙂 ;’)

  28. Ya ampun ka pik maafkan lah daku yang baru comment ketika detour final . . Entah saya yang paling telat nemuin ini ff atau apa yang jelas dari awal sy baca detour bnr ” ini adalah fanfic chapter dengan fluff yang manis tapi sejujur nya bnr bnr keren . . ^^!! aduhhh yang sy heran pas baca ini adalah ketika ada tulisan author note . Lah ?. Abis ? . sumpah jujur demi baekhyun dan chae ri ga rela ini ff berakhir dngn settingan baek ngomong sm sehun . . ka Pik please butuh squel .. detour butuh sequel dan saya pun butuh sequel ^^ keep write ne eon ! Fighthing !!🙂

  29. End? Terus gimana dengan hubungan Chaeri sama baekhyun, kyungsoo, terus Taehyung juga kak?
    Sequel mana sequel? Udah di post kak?

  30. Gatau ini ada angin apa tapi beberapa hari ini setiap sebelum tidur tiba2 inget baekhyun dan yg pertama aku pikirin langsung, “ah kangen baekhyun di detour~~” dan nyampe juga kesini lagi. Baca dari awal berasa baru baca pertama kali cuma bedanya aku udah tau kejadian apa yg akan terjadi kkk. Dan baca ini lagi aku sadar, terlalu banyak hal2 yg aku rasain pas baca setiap chapternya dan aku sadar lagi, komen yg aku catat dipikiran jauuuuuuh lebih banyak (dan puaaaanjang) dari yg aku tulis di box comment. Yah alasan sederhana, pegel ngetik dan ngerasa ocehanku yg semacan ini kurang penting buat authornya sendiri. Lol isinya curcol semua
    Aku sering baca detour cuma lompat chapter (baca chapter yg ada scene fav aja) tapi yah kadang terpaksa jadi juga sider. Dan semakin sering baca rasanya semakin jatuh cinta dengan tulisan kaka, dan baekhyun. Sadar gak sadar aku nerima pesan tersirat dari sikap positif baekhyun yg nyatanya bener2 tertular ke real life ku apalagi kenyataan aku bukan anak SMA lagi itu bikin stress dan setiap stress tiba2 inget detour dan baekhyun dan kalimat2 yg rasanya lumayan buat motivasi. Haha aku tau ini agak hmmm mendramatisir kkk tapi gapapalah nyatanya begini, walaupun ocehan ini kurang (atau malah nggak) penting (banget) tapi gak jadi sider lebih melegakan (karna perasaan ganjel jadi sider di ff favorit itu beda tipis dengan gak ngaku pas ketauan ngambil isi dompet mama)😀
    Daaaaaan~ aku masih menunggu detour versi baru yg lebih seru :3

  31. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s