Interval [1/?]

Chapter 01- Tired Girl

Pertanyaan apakah tiga tahun waktu yang lama atau bukan cukup mengganggu untuk beberapa orang.

Ada pasangan yang beranggapan masa pacaran mencapai tiga tahun itu lama atau malah kelamaan, ada juga yang bilang memakai sweater yang sama selama tiga kali musim dingin mengartikan sweater itu sudah menjadi sweater tua, orang politik merasa masa jabatan tiga tahun terlalu pendek, sama halnya dengan murid SMA merasa masa sekolah tiga tahun mereka berlalu cepat. Moon Chaeri yang pada akhirnya bisa pulang setelah tiga tahun tinggal di luar Seoul sampai sekarang tidak tahu apa tiga tahun yang ia lalui itu termasuk cepat atau lama.

“Sudah di bandara?” Suara ayahnya terdengar dari telpon, Chaeri merespon singkat lalu segera menutup telpon dengan alasan ingin ketika ke toilet ketika sebenarnya ia hanya tidak ingin berbicara dengan siapapun untuk saat ini.

Chaeri sempat berpikir untuk berbohong pada orang tuanya kalau ia punya seminar penting yang sayang kalau dilewatkan. Tapi memikirkan tiket yang sudah dibeli dari tiga bulan lalu ini akan sia-sia begitu saja Chaeri langsung berjanji, kalau tahun ini pun ia tidak juga pulang maka rambutnya yang hampir mencapai pinggang akan dipotong pendek. Dan karena beberapa bulan ini ia sudah telanjur memberi perawatan untuk rambut yang katanya berantakan itu, mau tidak mau Chaeri harus pulang kalau tidak ingin usaha ke salonnya terbuang percuma.

Alasan kenapa menurut Chaeri pulang ke rumah lebih menakutkan dari pada melihat nilai final semester adalah karena ia menyadari rumah pasti sudah berbeda. Dan berbeda yang dimaksud di sini adalah ketika perbedaan itu membuat Chaeri takut ia lebih suka yang lama.

Banyak cerita di sana yang hanya Chaeri dengar lewat skypenya dengan Daeha. Seperti kalau keluarganya sudah pindah tempat tinggal ke apartemen karena ibu sudah tidak ingin membereskan rumah yang rasanya terlalu luas kalau hanya ditempati mereka bertiga, atau gosip kalau Chen mengambil kerja sampingan menjadi asisten fotografer sehingga Daeha bilang laki-laki itu lagi dekat dengan member girlband yang ia lupa apa namanya. Chaeri tertawa membayangkan Kim Jongdae terlibat skandal tapi ketika Daeha memberi tahu kalau Baekhyun baru-baru ini menjadi penyiar radio tawa Chaeri tahu-tahu terhenti.

Rasanya menyedihkan bagi Chaeri yang mengetahui hal itu lewat Daeha. Tapi kalau diingat memang sudah hampir setahun semenjak Baekhyun menghilang. Sampai sekarang Chaeri masih berusaha yakin kalau berita Baekhyun lagi apa bukan lagi urusannya, sekarang berhenti penasaran soal apapun mengenai Baekhyun sudah menjadi sama mudahnya dengan membaca Catcher in the Rye bagi Chaeri. Bahkan ketika tidak sengaja dengar dari Nami kalau Baekhyun nonton Spectre berdua dengan perempuan Chaeri hanya mengangguk lalu mengganti topik tentang bagaimana cara membuat frosting untuk cupcake.

Chaeri merapatkan bibirnya ketika pemberitahuan keberangkatan pesawatnya terdengar. Tidak banyak yang bisa ia lakukan selama delapan jam perjalanan, ia sudah mengunduh belasan novel digital dan mungkin akan tidur sampai lima jam karena kemarin ia lupa tidur demi menamatkan satu season Friends karena cara paling efektif menghabiskan libur bagi orang yang tidak suka keluar mencari cahaya matahari hanya dengan mencari serial mana yang harus ditamatkannya sepanjang liburan.

***

“Siapa nama ikan mas peliharaanku?”

“Orca.”

“Wangi parfum ibu?”

“Duh. Kue coklat yang ketumpahan kayu manis?”

“Film favorit ayah?”

“500 days of Summer.”

“Astaga. Jadi ini kakakku. Si Moon Chaeri yang asli.” Mulut Daeha masih menganga. Ia pada akhirnya mengangguk tapi matanya tetap memandang curiga Chaeri dari kaki sampai kepala dengan tangannya terlipat di depan dada. Bagaimana pun melihat Chaeri yang kembali dengan warna rambut dark copper sama absurdnya dengan melihat Dumbledore menyemir hitam rambut putihnya. Mata Daeha agak lama berhenti mengamati kaki Chaeri, kakak perempuan yang dikenalnya hanya memakai sneakers warna monokrom bukannya ballet flats yang super feminim. Lalu ketika Chaeri berbalik badan Daeha mengerutkan dahi menyadari ransel Kanken yang selalu menempel pada Chaeri sudah berganti jadi tas tote besar dengan warna merah jambu.

“Lagi stress ya?” Daeha berkata, dibalas oleh jitakan pelan ibunya yang tidak bisa berhenti tersenyum dari detik melihat Chaeri keluar dari gerbang kedatangan.

“Stress tidak akan membuat perempuan jadi begini.” Ibu Chaeri berkata. Tangannya bergerak cepat mengeluarkan pocket camera tanpa aba-aba sesukanya mengambil foto anak pertamanya yang anehnya hanya Chaeri respon dengan memutar bola mata bukan panik dan merebut kamera seperti yang biasa Chaeri lakukan setiap ibunya ingin mengambil foto.

“Aku mau tidur.” Chaeri menguap lebar. Daeha mendecak setidaknya kebiasaan Chaeri selalu menguap lebar tanpa menutup mulut masih ada. “Tidak lupa hari ini hari apa?”

“Ulang tahun adikku tapi aku capek.” Ucap Chaeri sambil memaksakkan senyum yang hanya dibalas dengan dengusan Daeha. “Yah— oke. Lagi pula aku tidak bisa merayakan ulang tahun dengan keluarga tahun ini. Aku punya teman yang sudah menyiapkan pesta kejutan untukku.”

“Wah.” Chaeri membulatkan matanya ditambah ekspresi wajah kaget yang kelihatan sekali pura-puranya makin membuat dahi Daeha berkerut. “Aku penasaran bagaimana caramu menghadapi pesta kejutan yang sudah bukan kejutan lagi.”

Daeha memutar bola matanya. Dari pada mulai berdebat dengan kakak perempuan yang keseringan merasa paling benar ia lebih suka membuang muka dan berjalan pergi. Bagaimana pun perempuan yang metarmorfosis itu memang Chaeri, si kakak yang sudah tahu adiknya marah tapi tidak akan bergerak untuk bujukan minta maaf.

Sepanjang perjalanan dengan rute baru menuju rumah Chaeri tidak bisa tidur, menengok kanan kiri untuk menghafal jalan baru ke tempat tinggalnya yang asing. Perubahan tidak terlalu banyak adalah kesimpulan pertama Chaeri sejak ia dan ibunya mengobrol. Semua masih sama karena Seoul pun masih seperti itu, selain melihat Daeha yang sekarang memakai jepit rambut warna shocking pink untuk poninya yang kepanjangan tidak ada berubahan berarti bagi Chaeri.

“Sekolah bagaimana? Aku sempat mengira enam bulan di sana sudah akan membuatmu merengek pulang. “

“Memang.” Chaeri mengikat rambut panjangnya, terdiam beberapa detik untuk mengingat enam bulan pertamanya di London. Memang benar beberapa bulan pertamanya di sana agak menyedihkan, sampai membuatnya merasa ia salah membuat pilihan. “Aku sempat ingin pulang tapi dipikirkan lagi setelah pulang akan memalukan jadi lebih baik aku bertahan.”

“Dan sampai tiga tahun  baru akhirnya pulang.” Timpal ibunya. “Aku tidak ingat pernah membesarkan anak yang sombong.”

“Ibu harus tahu setiap kita skype aku selalu menangis, aku bahkan merindukan Japchae ibu yang selalu keasinan.”

“Jangan mencoba menjadi emosional Chaeri.”

Sambil tertawa Chaeri menoleh ingin mengamati profil ibunya dari samping yang masih menahan senyum. “Ibu senang aku pulang?”

Jawaban yang Chaeri dapat hanya tawa ibunya, dari pada frontal menunjukkan perasaannya Ibu Moon lebih suka menyetel radio lalu membiarkan Chaeri tahu kalau dari caranya bersenandung saja sudah cukup memberitahu apa itu senang atau bukan.

***

Untuk pertama kalinya di hari Minggu bisa bangun jam 11 siang menjadi hal istimewa bagi Chaeri yang rutinitasnya beranggapan Minggu pagi saat yang tepat untuk mengulang pelajaran. Saat ia membuka mata dan melihat yang menyambutnya jendela dengan gorden terbuka bukan daftar to-do-list yang tidak pernah habis Chaeri tersenyum lebar.

Banyak hal yang bisa dilakukannya hari ini. Seperti tidur lagi lalu bangun untuk makan siang, atau lebih berkualitas, membaca koran pagi bahasa Korea yang sangat dirindukannya. Jadi ia bangun dan berguling sebentar sambil diam-diam berharap seseorang datang membawakan sarapan untuknya.

“Bisa bangun sekarang?” Daeha sudah berada di depan pintu kamar, melipat tangan di dada masih memakai boxer dan t-shirt polos kesukaannya, tidak ada perubahan khusus selain, kaos kakinya warna shocking pink.

“Ada apa dengan pink?” Chaeri beranjak dari kasurnya, menghakimi kaos kaki pink yang ternyata di bagian depannya ada paruh flaminggo. “Maksudku kenapa kamu mendadak pakai warna pink?”

“Aku suka pink sekarang— ngomong-ngomong aku akan pergi, ibu dan ayah juga—“

“Kita akan pergi?” Chaeri seketika meraih handuk bersamaan dengan Daeha yang menjatuhkan diri di atas kasur.

“Kita? Yang pergi hanya aku dan ayah dan ibu.”

“Hah?”

“Setiap minggu siang aku ada kelas karate.” Daeha berkata. “Ibu baru membuat cafe bersama teman kuliahnya dan setiap minggu gilirannya yang berjaga, ayah pergi memancing, baru-baru ini ia merasa dari pada membeli saham lebih menarik mencari ikan.”

“Dan aku di rumah? Sendirian? “

“Kenapa tidak pergi saja? Bertemu siapa pun asal bukan Mr. B “ Daeha tersenyum, Chaeri sudah ingin mencubit lengannya tapi terlambat karena Daeha sudah belajar bagaimana caranya menghindar dari kelas karate yang diikutinya.

Sampai lima menit Chaeri memilih hanya terlentang di atas kasur, ibu yang sudah berteriak soal sarapannya yang sudah disemuti tidak membuat Chaeri bergerak. Agak menyedihkan karena menurut Chaeri minggu yang biasa sudah tidak ada, tidak ada Daeha yang akan menemaninya bermain game konsol atau ibu yang seharian hanya berkebun di belakang.

Mungkin Chaeri bisa mencari kesibukan juga. Siapa tahu ia bisa mengajak temannya bertemu. Tapi ketika ia ingin mengambil ponsel dan ingat kalau Sena baru saja berangkat ke Aussie untuk double degreenya Chaeri mau tidak mau cemberut. Ada Seukri, tapi Seukri yang ia lihat di media sosial selalu sibuk dengan segala event dan teman barunya, mengajak bertemu orang sibuk ketika dirinya sama sekali tidak sibuk, Chaeri tidak ingin melakukan itu.

“Jangan lupa kasih makan Oscar!” Daeha berteriak lalu semua menjadi sepi. Sekarang semua orang sudah pergi. Chaeri hanya akan di rumah, menghabiskan libur pertamanya di rumah dengan ikan mas.

“Aku bisa menelpon Luhan.” Tangan Chaeri kembali meraih ponsel tapi seketika ingat kalau Luhan bukan di Seoul, laki-laki itu masih berlibur di Jeju dan mungkin lupa kalau Chaeri kembali ke Korea dari kemarin.

Jari Chaeri terus bergeser, mencari nama di kontak ponselnya yang bisa menandakan kalau ia punya teman sekarang. Ada Chen, tapi yang ia tahu dari Daeha kemarin sampai bulan lalu Chen dan orang yang paling tidak ingin Chaeri temui makin bersahabat karena kebetulan keduanya mengambil kampus yang sama dan sialnya memilih tinggal bersama juga.

Perut Chaeri berbunyi, kemarin setelah dipaksa makan bubur kerang (yang sangat dibencinya) lalu muntah Chaeri langsung tidur sampai lupa untuk mencuci bekas muntahannya. Dan ketika ia berpikir untuk pesan antar masakan China karena sarapannya sudah disemuti, nama Seo Nami terlintas di kepala Chaeri. Nami tidak diterima di Cordon Bleu meskipun ia mencoba sampai lebih dari tiga kali. Tapi perempuan itu sekarang berusaha keras dan yang Chaeri tahu, Nami baru saja mencoba menjadi model.

“Aku tidak ingin bertemu orang cantik sekarang.” Ia menghela napas panjang. Ada nama dengan marga Byun terpikir olehnya tapi ketika ia memenjamkan mata, ia sadar ada hal yang baru saja dilewatkannya, bukan soal kalau Nami dan Sungjong pada akhirnya jadian atau orang yang namanya Byun itu ternyata makin terkenal tapi si teman pertamanya yang sekarang masih Chaeri ragukan apa laki-laki itu masih mengingatnya.

***

Hari ini untuk pertama kalinya Do Kyungsoo bisa minum teh tanpa melakukan hal apapun. Ia tidak memegang ponsel untuk menunggu pesan balasan dari temannya, atau membuka laptop untuk mencari tahu soal beberapa pameran penting. Sekarang yang ada di coffe table nya hanya secangkir teh dalam mug warna pink hadiah ulang tahun dari Seukri.

“Siapa yang tidak kaget melihatmu sekarang? “ Luhan dengan rambut belah pinggir rapi yang belakangan menjadi model baru rambutnya tidak bisa berhenti mengamati temannya dari ujung kaki sampai kepala. “Kenapa aku harus mengambil bisnis ketika ternyata Do Kyungsoo yang paling berpotensi menjadi businessman pada akhirnya menjadi seniman keramik?”

Luhan yang berlibur di Jeju karena katanya merindukan wisata alam hampir ingin memuntahkan kopi yang diminumnya saat tidak sengaja melihat Kyungsoo lewat di depannya. Seperti mimpi siang bolong karena orang pertama yang berada di pikirannya hari ini adalah Do Kyungsoo karena pagi tadi saat penjual kerang bakar lewat di depan guest housenya mau tidak mau nama Kyungsoo terlintas karena dia satu-satunya laki-laki yang mengatakan lebih suka menerima kerang di hari Valentine.  

“Kalau kamu tidak tahu, seseorang tidak harus berada di jurusan bisnis kalau ingin menjadi businessman.”

Well said Mr. Do Kyungsoo.” Luhan sampai mengerjapkan matanya. Kyungsoo di hadapannya sekarang memiliki rambut yang agak menutupi telinga, rasanya janggal, seperti melihat— bahkan tidak ada perumpamaan yang tepat ketika ia ingat jelas saat sekolah dulu Kyungsoo lebih memilih gundul dari pada harus punya rambut sedikit gondrong. Tapi di antara seluruh keganjilan Do Kyungsoo sekarang yang paling mengganggunya adalah noda tanah liat di lengan Kyungsoo. “Bagaimana dengan noda di tangan itu? Bukannya harus dibersihkan? Bukannya menurutmu itu menjijikkan? Bukannya itu dosa besar? Lebih salah dari pada membuang sampah sembarangan?”

Kyungsoo memutar bola matanya. Ini sudah seminggu ia di Jeju untuk persiapan pameran kelas, setelah semalaman berada di studio ia ingin keluar membeli Strawberry Milkshake tapi justru yang ditemuinya Luhan yang berlari-lari keluar dari coffe shop masih memegang kopi dan koran pagi sambil berteriak histeris memanggil namanya.

“Iya aku akan membersihkannya, tapi ini baru lima menit sejak aku mendapatkan noda ini dan ini bukan masalah besar. Membuang sampah sembarangan baru masalah.”

“Chen harus melihat ini.”

Kyungsoo mendengus, Luhan masih menatap dirinya dengan tatapan jenakanya, tidak beda jauh dengan tatapannya saat Kyungsoo bercerita soal episode spesial One Piece. “Sebenarnya reaksi Chen tidak separah jeritan Baekhyun ketika ia masuk apartemenku.

“Baek. Oh iya. Aku paling lupa sama Baekhyun.”

Dan ketika nama Byun Baek tersebut maka otomatis nama Chaeri akan terlintas, dan bicara soal Chaeri hal yang diingatnya adalah video call terakhirnya dengan Chaeri dua tahun lalu. “Hei katanya Chaeri pulang?”

***

Chaeri melihat sekeliling, dengan segelas susu di tangannya ia berkeliling rumah, mencari tahu alasan kenapa Daeha pernah cerita kalau ia melihat hantu di rumah ini.

Setelah hampir sepuluh menit berkeliling hanya untuk menemukan foto SMAnya yang tersembunyi di antara tumpukan ensiklopedi Chaeri akhirnya menjatuhkan diri di atas sofa baru, sofa gaya Scandi dengan warna baby blue yang dibeli ayahnya sebagai hadiah ulang tahun Chaeri. Ayah Chaeri berkata kalau Chaeri menikah nanti ia harus membawa sofa itu ke rumahnya, Chaeri hanya tersenyum setiap membayangkannya, ketika nanti ia punya rumah sendiri lalu sofa itu akan menjadi spot favoritnya ketika ia akan menonton TV dan si suami mungkin bisa bersandar pada Chaeri sambil makan nachos, harus nachos tidak boleh popcorn.

Foto yang sekarang berada di tangan Chaeri adalah foto saat hari terakhir sekolah. Ada Luhan,  kepalanya saja karena itu hasil photoshop Sena yang merasa foto ini kurang sesuatu. Di foto itu Chaeri berada paling pinggir, sebelahan dengan Baekhyun yang kedua tangannya satu merangkul Chaeri satu merangkul Kyungsoo. Kyungsoo nyengir lebar sementara senyum Baekhyun terlalu lebar membuat mata kecilnya semakin menyipit. Chaeri mencoba tersenyum seperti itu tapi ia bingung kenapa matanya tidak jadi seperti Baekhyun.

“Akhirnya aku pulang.” Chaeri menghela napas dan seketika sadar belakangan ini ia benar-benar capek.

Author’s Note:

Akhirnya. First chapter. Akhirnya. Halo kalian masih bersama saya?

Buat chapter ini kayak lagi nostalgia bikin ngelihat Detour dari awal sampai terakhir, dan tiba-tiba aku ikutan sentimental kayak Chaeri. Kalau kalian ngerasa chapter ini membosankan aku minta maaf karena gimana pun juga aku maunya chapter pertama ngasih kita feel macem gini, ketika semua hal lagi datar-datarnya lalu kita ngerasa ‘jadi pada akhirnya gitu aja’.

Stay tune untuk next chapter! Aku ga janji bakal bikin chapter yang intense tapi pastinya tetep berusaha bikin kalian ga sabar pengen baca yang berikutnya kayak drama chorom. Amin.

xx, pikrachu

 

30 thoughts on “Interval [1/?]

  1. Baca ini jadi ikutan nostalgia juga. Sering merinding terharunya pas baca. Jadi kangen masa-masa SMA. Kangen baca detour dengan keanehan tingkah masing-masing cast. Huhu. Kangen.
    Sangat ditunggu lanjutannya :”)
    Keep writing! ❤

  2. Feelnya tetap dapet.
    Nah pas chaeri lagi ngingat siapa yg mau dia hubungi, seketika aku langsung ingat kyungsoo. Dan di interval ini aku harap kyungsoo orangnya, bukan berarti menyingkirkan baek secara perlahan yak haha. Semangat kak pik!

  3. Omaygaaaddd terharu banget ini update. Kirain kakak lupa update karna janjinya sebulan tapi…. yah gitu haha :”)
    Chapter pertama ini keterlaluan. Bikin baper kuadrat. Aku jadi ikutan sentimental, malah bukan cuma nostalgia detour tapi kebawa baper inget jaman SMA yg padahal baru berakhir tahun lalu. Ih nyesek yaluhan😦
    Tambah nyesek lagi baekhyun disebut Mr. B atau Byun. Hadeuh. Feels nya selalu nyampe (aku selalu ngerasa jadi chaeri krna banyak miripnya sama dia wkwkwk) , dan apa yg pengen kakak sampein di ch 1 ini nyampe banget. Kaya, ketakutan chaeri tentang perbedaan yg lama sama yg sekarang. Semacam ngerasa keadaan sekarang tuh sebenernya biasa aja tapi entah kenapa ada sesuatu yg gak jelas yg bikin ganjel dan gak enak. Dan aku kangen baekhyun. Pengen sebel sama dia tapi gabisa😦
    Next chapternya….. aku siap menunggu lagi karna penantianku gak pernah sia-sia😀
    Semangat kak pokoknya semangaaaaaaat kkkkk

    • enggaa engga lupa update huhu tp emang belakang nulis tuh makin susah haha.
      Sedikit lagi penantian buat chapter dua akan berakhir! semangat nungguu aku juga kangen baek

  4. OMG, baru sadar udah lama banget ga baca detour. Sambil baca sambil inget para castnya hahaha. Tau banget perasaan Chaeri, aku jg kuliah di luar kota dan pas pulang ke rumah itu udh kyk asing justru sekarang lebih nyaman di kosan. Itu si baekhyun kok ngilang sih duh, aku kepo. Di tunggu next chapternya hehehehe.

    • samaa waktu ngetik interval aku baru ngeh ternyata banyak juga karakter yang kumasukkin sampai agak lama mikir mana yang harus diutamakan haha. Baekhyun ngilang biar makin gemaz

  5. AKHIRNYAAAAA
    Ternyata ga sia-sia tiap hari aku buka wp kakak…
    Chap 1 bagus banget ko, aku malah jadi baper sama chaeri..
    Tapi, 1 yg kurang Baekhyun nya blom ada..
    Pokoknya semangat terus ya kak, di tunggu terus Chap 2 nya

  6. Ya ampuuun, pas liat email, niatnya mau buka yang lain tahu-tahu liat notif Interval, langsung berpindah tujuan jadinya buka Interval.
    Euuh, kangen berat ama Baekhyun tapi dia nggak muncul, nggak apa karena akhirnya Chaeri muncuuul, tokoh cewek yang paling aku senengiiin.
    Semangat terus bikinya ya Kak, chapter ini nggak ngebosenin, aku selalu suka cara penyampaian kakak dalam setiap ceritaaa
    Semangat terus Kak yeee, Kakak selalu jadi penulis Fanfiction Favoriteku :)))))

    • baekhyun selalu bikin kangeeen sabar ya dengan kehadiran cast lain dulu. yash makasih semangatnya hhaha🙂

  7. wkwk sebenernya udah baca semenjak dinotif tapi krn lg dalam kondisi logout di hp jadi yaa… gitu😉
    chaeri mengalahkanku dalam menjadi cewe–fixed orz tapi dorky sidenya masih dapet banget dan aku berharap chae cepat2 ketemuan sama kyungsoo. kangen nerdy dorky moment mereka berdua (baek maapkanku)
    kyungsoo jadi seniman keramik ujuk2 mengingatkan cewe protag di drama taiwan fated to love you (entah kenapa) tapi gambaran muka kyungsoo serius lagi bikin keramik pake apron (emang koki tasy?) sangat worth it di pikiranku (dan pengganti image psychoku tentang anak satu ini)
    daeha suka pinku pinku sekarang wkwkwkw (andaikan adekku seperti itu jkjkjk). entah knp aku berharap tae bakal disini dan endingnya sama daeha (walau daku masih ragu antara tae atau chen hupp)
    chaeri… saran dari temanmu ini. kalo kamu gamau ketemu sama satu orang… biasanya end up ketemu orang itu atau let’s just say FAR WORSE THAN THAT

    chapter ini jembatan yang enak untuk memasuki babak baru detour. charanya udah gede dan menjadi lebih dewasa(?). i’ll be looking forward to the next chap kak fikk!

    • HAHAHA OPS. salah fokus. kamu kanget kyungsoo waeyooo

      kyungsoo jadi seniman keramik itu pertimbanganku banyak bgt wkwkwk mulai dari kuliner sampai fotografi kyungsoo jadi keramik :))
      well tae bakal muncul dan gimana peran dia di sini masih rahasiaa.
      Aku kangen tasya mana ceritamuuu

  8. ekhem ekhem !! yeahhh akhirnya chap 1 muncul juga.. wahh ga nyangka banget remaja2 yg polos2 waktu bisa berubah seketika selama 3 tahun tp waktu di prolog bukannya hubungannya chaeri sm baek masih jalan yah dan sekarang disini mereka udah putus gitu terus mereka udah ga punya perasaan satu sm lain lagi ?? si baek jalan sm cwek lain dan chaeri udh ga peduli aja semua ttg baek ,bener kah ?? ahh tp aku kangen baekri moment lagi moga aja chap 2 si baek muncul dan yg enak2 deh ttg baekri. sebenernya aku msh belom paham ttg perubahan chaeri yg diceritain disini cm paham rambutnya yg udh panjang hampir sepinggang tp gpp ko aku msh enjoy bacanya. ditunggu secepatnya ya

    • nah diprolog hubungan mereka emang ambiguuu dan di sini juga makin ambiguuu kita lihat bakal dibawa kemana keambiguan ini.

  9. Akhirnyaaaaa setelah hampir tiap hari rajin cek gmail, ditinggal bentar pas cek lagi ternyata udah update:”””)
    Makasih kak astagaa feel nya dapet banget ini setengah sedih2 gimana gituu lihat banyak yg berubah baik dari lingkungan sekitar chaeri atau bahkan charti nya sendiriㅠㅠㅠ
    Kangen banget sama baekchae moment semoga chapter selanjutnya mereka bisa ketemu duduh:”))))
    Btw bayangin luhan keluar dari coffe shop bawa2 kopi sama koran sambil teriakin nama kyungsoo bikin ngakak banget xD
    Fighting kak pikrachu semoga cepet updateㅋㅋㅋ

  10. Lama sekali update mu mbak :’)
    Tapiiii ketika baca berhasil bikin saya senyum” sendiri karena sesungguhnya ini ff fluff abis pas pas detour. Entah di interval ini gimana? Lanjutannya jgn lama” ya mbak😉
    Yang jelas feel nya tetep sama pas aku baca detour.
    Baekhyun gimana dan kemana toh? Dan apa mereka ketemuan lagi? Duduh kutunggu lah pkkoknya

  11. Bapeeerrrr akuuuu,, godd, aku memang sedang mengalami dimensi (cyaelah) dimana aku yang notabennya ada dikelas 3 SMA dan lagi baper2nya gakmau pisah sama semua kenangan selama 3tahun tiba2 BLESSSHH !! banget baca interval chap 1 ini.. Feellnyaaaa yaaampuuun. Ngena banget eonnn, aaaaahhh baek!! Betapa merindukannya aku pada dirimuuu difanfic iniihhhhh

  12. Akhirnya first chapter, setelah beberapa kali cek wp ini.<
    menurutku gk membosankan kok, karena aku bacanya pelan2 banget, takut ada momen yg terlewatkan.
    eh sehun apa kabar ya? diceritain gk sih? atau aku yg kelewatan ya? brb baca ulang

  13. aku sayang kamu huhuhu demi luhan aku seneng pake banget akhirnya chapter 1 dipublis dan sedihnya aku telat baca ini hampir satu bulan. oke gak sampe satu bulan. cuma sekitar 2minggu. tp tetep saja harusnya aku baca tepat saat ini diposting huhuhu

    aku kangen baek. sepertinya memang banyak yang berubah ya dan aku penasaran banget sama nasip baekchaer .. ketika sedikit ulasan dijaman detour aku kaya yg ngerti perasaan chaeri gimana gak pengennya ada perubahan itu huhuhu jadi aku yg emosional dan baper akut. and yeah aku masih menjadi team baekchaer. jadi semoga yg bikin baper ini akan terbalas dengan happy ending wkwkwk

    oke deh. sukses terus. aku akan mampir lg saat aku update chap2. semangat^^

  14. Suka banget sama ff kakak, gak sia-sia aku hari ini ngecek wp kakak dan akhirnya ditemukanlah sequelnya detour.. Kyaa, aku seneng banget. Semangat kak ………..
    Next chapternya ditunggu yaa

    Thank you

  15. Aku baru baca detour hari sabtu kemarin, jadi singkatnya aku ini reader baru haha salam kenal ya pikrachu! Amw aku sempet kaget kenapa ending di chapter 28 tuh gantung, aku mikir kaya “loh kok ceritanya gantung, kok baekhyun nya santai banget kalo bakal putus..” kok ini kok itu, aku sampe langsung nginget moment awal chaeri sama baek pas awal banget ketemu. Akhirnya aku bava sequel nya dan JENG JENG makin kaget aja, chaeri beneran pindah ke london dan gaada yang tau gimana kisah kelanjutan dia sama baekhyun. Chaeri balik ke korea stlh 3 tahun dan dia udah pindah rumah yang artinya udah ga tetanggan lagi sama chen. Terus ke bagian chaeri mau ngekontak temennya, dan ada inisial mr. B disebut disitu jadi makin penasaran gimana sebenernya hubungan baekhyun sama chaeri ini.

    Aku penasaran banget jadi kak tolong cepet di post nya ya haha, dan maaf komen ku kepanjangan kayanya. Segitu aja
    Semangat!

    • hii new reader! aku salut bisa baca detour sampe interval cuma berapa hari :0
      ending merekaa sebenernya waktu bikin aku enggak ngerasa itu gantung sih? wkwk kayak udh fix mereka mau ldr, chaeri kuliah di luar negeri dan lain-lain. hubungan chaeri dgn si cowok inisial b ini emang makin ga jelas dan semoga di chapter kedua terlihat mau dibawa kemana ya🙂 no prob! makin panjang komen makin suka❤

  16. Halo salam kenal aki reader baru karna bener2 baru baca detour tuh 2 hari yang lalu. Dan aku sempet agak kecewa sama ending menggantung nya yang untungnya sekarang ada sequel nya yeau! Pas baca ending detour aku agak bingung kenapa baekhyun santai bamget padahal mau ditinggal pacarnya ke oxford kok dia gitu kok dia gini dan banyak aku samle nginget nginget awal pas chaeri sama baekhyun kenalan samle berakhir jadian. Aku ga kebayang gimana jadi baekhyun- dia kenapa santai tapi dalem hatinya tuh aoslqlndidoelmd…
    Dan pas aku baca sequel nya makin kaget soalnya gaada yang tau gimana hubungan baekhyun sama chaeri setelah 3 tahun- apalagi waktu Mr. B disebut sebut, aku udah gasabar rasanya gimana kalo chaeri sama baekhyun ketemu?
    Pasti bakal beda banget. Chaeri yang baru pulang ke korea juga udah ngerasain banyak perbedaan mulai dari rumah sampe kebiasaan di hari minggunya, apalagi waktu dia mau ketemu temenw nya tapi tau mereka udah ada kesibukan masing2. Ngebayanginnya aja aku udah ikutan sedih haha

    Kak semangat lanjutin fic nya ya ditunggu next chapter nya!

    Semoga berakhir manis kaya chaeri

  17. halu kaaa^^ aku inget banget jaman dulu paling seneng baca detour, nunggu2 updatenya dan gereget sendiri pas bacanyaa, tapi pas waktu itu aku nyider ka:( ga ninggalin jejak gitu karna gatau kenapa ngerasa canggung aja buat komen:( hiks maafin aku kak:””””
    daan sekarang aku baru tau sequelnya detour udah keluaar, baca ini gatau kenapa malah ngerasa sedih, apalagi pas chaeri mikirin temen-temennya yg kira2 bisa diajak ketemuan tapi mereka pada sibuk huhu belum lagi pas chaeri liatin foto smanya serius nyesekk terus si baekhyun apa kabar lagi, ko feeling aku ga enak gitu soal dia:( ah udahlah malah jadinya baper gini:(
    semangat terus nulisnya kak^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s